
Semua keluarga begitu gembira mendengarkan kabar kehamilan Falen. Hingga Pak Surya bersih keras ingin Falen tinggal dirumahnya agar ada yang memantau segala kebutuhannya Falen. Tapi alih-alih Kevin yang licik sudah menyiapkan seribu alasan agar bisa menghindar dari situasi seperti ini.
" Pak sekarang kan Falen lagi kuliah jadi kalo tinggal disini kan jadi jauh pergi ke kampusnya. Lagian Falen juga ingin mandiri Pa"
Ucap Falen lembut menolak permintaan pak Surya.
"Iya Kevin juga setuju Pa, Kevin ingin merawat istri Kevin dengan baik. Kevin ingin menjadi suami yang siaga Pa buat Falen." Ucap Kevin menimpali perkataan Falen.
"Tapi bapak takut terjadi apa-apa dengan kondisi kandungan Falen yang masih muda Vin. Lagian nanti kalau kamu ke kantor siapa dong temannya Falen dirumah.
" Kevin akan bawa Falen ke kantor Pa.Jadi, bapak gak usah khawatir sama Falen."
"Tapi Angel lebih senang kak Falen tinggal disini Pa, jadi Angel bisa nemani kak Falen kemana aja trus Angel gak kesepian lagi deh disini."
"Anak kecil diam aja kamu gak tahu urusan orangtua. Kamu itu masih anak-anak masih bau kencur Angel"
Angel menyebikkan bibirnya tidak suka mengatakan bahwa ia masih anak kecil. Memang begitulah kehidupan kakak beradik itu saling bertengkar tapi juga saling menyayangi.
"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi. Kalian ini sudah saling dewasa tetapi masih saja sering ribut. Sekarang intinya lebih baik kita
memikirkan kesehatan kondisi kandungan Falen.
"Pa, lebih baik untuk sementara waktu berikan kami kesempatan untuk membuktikan bahwa kami bisa menjadi calon orangtua yang baik untuk anak kami nanti." Ucap Kevin sambil merangkul bahunya Falen.
"Iya Pa nanti Falen akan usahakan untuk sering berkunjung kesini sama Kevin juga."
Ucap Falen membantu kebohongan Kevin.
"Baiklah bapak percaya sama kalian. Tapi ingat Kevin sekarang kamu sudah menjabat menjadi Direktur utama dikantor. Bapak harap kamu bisa membagi waktumu dengan istri dan anakmu nanti.dan satu lagi sebentar lagi kalian akan menjadi orangtua, bapak minta ubahlah panggilan kalian layaknya seperti suami istri lainnya. Ucap pak Surya menasehati Kevin dan Falen.
__ADS_1
"Iya Pa. Ucap Kevin dan Falen kompak.
"Vin sekarang ajaklah Falen masuk ke kamarmu untuk istirahat. Nanti kalau makan malam bapak akan panggilkan kalian."
" Mendingan ke kamar Angel aja Pa kak Falen istirahatnya."
" Angel masih banyak waktu untuk kalian berbincang jadi biarkan dulu kakakmu istirahat sebentar."
Angel memutar bola matanya jengah mendengar ucapan bapaknya yang selalu membela Kevin. Angel pun langsung berlalu pergi meninggalkan ketiga orang itu.
Nenek sudah duluan istirahat terlebih dahulu karena baru meminum obat. Sedangkan Pak Surya kembali keruang kerjanya.
Setelah semua sudah pergi ke kamarnya masing-masing, Kevin dengan terpaksa mengajak Falen masuk kekamarnya.
Untuk pertama kali bagi Falen menginjakkan masuk kekamar Kevin.
"Masuk lho nanti dikirain gue gak izinin lho lagi masuk. Mumpung gue belum berubah pikiran jadi jangan coba-coba memancing emosi gue deh."
Falen pun melangkah masuk kekamar Kevin dan duduk diatas sofa sudut ruangan. Falen berusaha menetralkan detak jantungnya dengan memainkan ponselnya.
Falen yang sejak tadi mengabaikan Kevin membuat Kevin kesal dengan sikapnya Falen yang akhir-akhir ini mulai berubah.
"Sekarang cewek kampung ini sudah mulai berani ya mengabaikan gue bahkan gue lihat dia sudah tidak peduli lagi dengan sikap kasar gue.Lihat aja nanti gue tidak akan membiarkan lho aman begitu aja.Batin Kevin menatap Falen intens.
Saat Falen asyik memainkan ponselnya satu panggilan video tiba-tiba masuk ke dalam ponselnya. Disana tertera nomor yang tidak dikenal. Awalnya Falen ingin mereject panggilan tersebut tapi entah mengapa jari lentiknya menekan tombol icon berwarna hijau.
Falen pikir panggilan tersebut sudah dimatikan tapi nyatanya tidak. Falen hendak menyimpan ponselnya kembali kedalam tas dan hendak ingin pergi menemui Angel. Tapi sudah didahului oleh suara anak kecil yang memanggil namanya.
" Hai kak Falen, Nayla kangen sama kakak. Kakak kok gak datang kerumah Nayla"
__ADS_1
Falen langsung mengarahkan ponselnya menatap wajah Nayla yang sedang memanggil namanya.
Sontak Falen sangat terkejut melihat wajah Nayla yang menangis memenuhi layar ponselnya.
"Nayla kok nangis.Kenapa coba Nayla bisa nangis cerita sama kakak" Ucap Falen lembut menatap gemas wajah Nayla.
"Daddy jahat sama Nayla kak.Kata Daddy kakak gak bisa datang kerumah Nayla padahal kan Nayla kangen sama kakak."
"Cup...cup..cup Kakak juga kangen kok sama Nayla tapi jangan nangis ya nanti cantiknya Nayla hilang."
"Nayla gak nangis lagi kok kak, tapi kakak datang kesini ya kerumah Nayla."
"Maaf ya Nayla tapi kakak kan lagi sekolah jadi gak bisa datang sekarang kerumah Nayla. Ucap Falen berbohong. Atau gini deh biar Nayla gak sedih lagi mendingan Nayla bobok dulu nanti kakak akan datang kemimpinya Nayla."
"Benaran kakak datang ke mimpinya Nayla?"
"Iya elsanya kak Falen yang cantik. Sekarang Nay tidur dulu ya jangan marah lagi sama daddy."
"Iya Kak."
Setelah Nayla tidur Alex kembali menghubungi Falen untuk sekedar mengucapkan terima kasih kepada Falen yang telah membantunya membujuk Nayla.
Kevin yang mendengarkan obrolan Falen bersama lelaki lain begitu akrab membuat ia sangat marah dan kesal melihat kedekatan Falen dengan lelaki itu. Ditambah lagi dengan anak kecil yang memanggil lelaki itu Daddy.
"Apakah mereka memiliki hubungan?"
Memikirkan itu saja sudah membuat Kevin begitu marah apalagi melihat kedekatan Alex dan Falen secara langsung bisa-bisa Kevin gila kali.wkwkw.
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan votenya ya readersku.Terima Kasih.😇🙏
__ADS_1