
Malam pun semakin larut, acara pernikahan telah berakhir. Falen dan Kevin kini sudah berada disalah satu hotel berbintang yang telah dipilihkan oleh pak Surya sebelumnya.
Hotel ini khusus disewa Pak Surya sebagai hadiah pernikahan sekaligus untuk malam panjang pengantin baru.
Suasana di kamar kini sangat hening. Falen yang sedang duduk di meja rias sibuk membersihkan make upnya. Sedangkan Kevin duduk santai di ranjang sambil memainkan ponselnya sesekali ia melirik kearah Falen yang kesusahan untuk melepas gaunnya.
"Aduh nih orang ngapain sih masih disini mulu? tolong keluarlah Tuan Kevin Aku sungguh tidak nyaman berada di situasi seperti ini. Sialan mengapa juga sih bajuku ini sulit sekali untuk dibuka? lebih baik aku kekamar mandi saja untuk membersihkan badanku yang sangat lengket." Guman Falen dalam hati sambil bergegas menjauh menuju kamar mandi.
Hampir 1 jam Falen masih betah berada di kamar mandi,bukan hanya untuk mandi saja melainkan karena hatinya belum sanggup untuk menghadapi kevin saat ini.
"Bagaimana ini, Aku sangat takut sekali untuk keluar saat ini. Apalagi harus tidur sekamar dengannya. Astaga.... Aku harus melakukan apa sekarang ..( tangan Falen terus berkeringat dan meremas piyama yang dipakainya). Tuhan tolong bantu Aku keluar dari situasi ini. Falen sangat takut sekali ya Tuhan seandainya ada pilihan lebih baik Falen tenggelam kedasar bumi sekarang ini juga dari pada harus berhadapan dengan pria yang menakutkan ini. Batin Falen.
Sementara Falen masih asyik dengan pikirannya, tiba -tiba suara gedoran pintu membuyarkan lamunannya.
Tok,tok,tok...
"Buka pintunya cewek kampung
gue mau mandi, cepat keluar lho sekarang atau..."
Falen masih tetap diam dikamar mandi walaupun sudah mendengarkan suara gedoran pintu yang terus menerus diketuk oleh Kevin dengan nada keras akan tapi perasaan waswas dan takut masih lebih melekat dalam diri Falen sehingga mengabaikan suara gedoran pintu itu.
"Hei cewek kampung..kalo lho masih belum buka pintu itu dalam hitungan ketiga jangan harap lho masih bisa melihat matahari terbit besok pagi." Ujar Kevin geram melihat pintu yang tak kunjung dibuka oleh Falen.
Tanpa menjawab perkataan Kevin akhirnya dengan keberanian penuh Falen membuka pintu kamar mandi dan segera bergegas keluar menuju balkon tanpa menatap kearah Kevin.
"Cih ..!! dasar cewek kampungan jangan harap gue tergoda dengan muka lho itu"
Ujar Kevin sambil masuk kekamar mandi.
***
Suasana malam hari yang tenang disertai bintang yang bertaburan dilangit dan lampu kota yang berjejeran menghiasi jalanan kota.
__ADS_1
Falen sesekali menghirup udara malam untuk menenangkan suasana hatinya yang sedang berkecamuk.
E**ntah mengapa malam ini sangat sulit untuk kulalui, tak pernah terlintas dipikiranku harus mengalami kehidupan berat seperti ini, dulu memang hidupku berat tapi tidak seberat sekarang ini. seandainya aku bisa jadi bintang yang selalu menerangi dimalam hari dan menjadi saksi bisu perjuanganku aku akan lebih memilih bintang yang hanya diam dan selalu memberikan kedamaian bagi setiap orang.
dan mungkinkan malam ini menjadi malam terakhirku?!! tapi apabila dikasih kesempatan aku sangat bersyukur besok pagi masih dapat merasakan napas kehidupan.ujar falen sambil memandangi bintang yang bertaburan dilangit..
Kevin sudah selesai dengan ritual mandinya. Kevin keluar dari kamar mandi dengan muka yang segar tapi selalu ditekuk . Alasannya karena saat ini ia mamakai setelan piyama yang senada dengan piyama yang digunakan Falen. Kevin merasa sangat risih menggunakan pakaian ini. Niat ingin menolak tapi apalah boleh daya, Kevin tidak mungkin harus menggunakan pakaian pesta yang tadi jadi, gimana pun ceritanya Kevin harus memakai pakaian yang senada dengan Falen.
"Cihh..apakah tidak ada lagi pakaian didunia ini selain piyama kampungan ini,?
Dasar bapak selalu saja mengaturku seperti anak kecil. Dimana lagi cewek kampungan itu, apakah dia tidur diluar atau jangan jangan dia bunuh diri melompat dari balkon ...!
Cihh apa pedulinya gue sama cewek kampungan itu, mau tidur diluar sekaligus bunuh diri kek gue gak peduli sama sekali
mendingan gue tidur dan memikirkan cara untuk menyingkirkan cewek kampung itu"
Pintu balkon masih terbuka, Falen yang masih setia duduk diluar lama kelamaan Falen merasa ngantuk aki akhirnya tanpa disadari tidur diluar beralaskan kursi menjadi sandaran utamanya untuk menopang tubuh mungil kecilnya.
kedua insan itu pun tidur di malam pengantinnya dengan caranya masing masing tanpa memperdulikan satu sama lain dan tenggelam kealam mimpi yang tidak diketahui oleh orang lain.
***
Bumi pun berputar dengan begitu cepat matahari sudah mulai menampakkan terang cahayanya untuk menyinari seluruh bumi. malam kini berganti dengan pagi hari.
Falen yang merasakan sekujur tubuhnya kaku dan pegal-pegal. Ia masih betah berlama-lama untuk di luar. Ditambah lagi Falen sangat malas untuk berhadapan kembali dengan Kevin.
Falen sangat bersyukur kepada Tuhan karena malam tadi merupakan mukjizatnya besar baginya lewat malam hari yang terlewati tanpa gangguan apa pun.
"*A*staga badanku pegal dan sakit semua ini pasti karena posisi tidurku tadi malam. Tapi, tidak jadi masalah asalkan aku masih bisa hidup sekarang. Falen menepuk nepuk wajahnya dan tidak lupa sesekali ia juga mencubit lengannya untuk memastikan bahwa dia masih hidup.
" Auwww sakit....
Falen mencubit keras pergelangan tangannya. Ternyata ini bukan mimpi, Aku masih hidup. Syukurlah. Tuhan engkau masih baik padaku mau mengabulkan permohonanku untuk hidup pagi ini.
__ADS_1
Ini merupakan pengalaman pertamaku bisa tidur dibalkon tanpa ada gangguan apapun, bahkan nyamuk enggan menggigitku karena merasa kasihan melihatku.
Tapi semalam tidak terjadi apa -apa kan (Falen memeriksa seluruh pakaiannya dan tubuhnya masih keadaan normal) tapi dimana pria itu sekarang?"
Falen melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar untuk melihat Kevin benar atau tidak tidur di kamar.
"Astaga dasar pria menyebalkan bisa bisanya dia tidur enak begini, sedangkan aku....
Tapi tunggu kok piyamaku sama dengan piyamanya apa paman ehh bapak Surya ,lidahku sangat janggal sekali mengucapkannya. Apa memang piyama ini sengaja disediakan untuk kami berdua!
tapi sudahlah terserah mereka melakukan apa padaku.
Pria ini masih tidur padahal aku lapar sekali , kalo aku mandi dulu maka baju gantiku tidak ada lagi selain piyama ini.
"Tidak usah mandi deh, cuci muka saja mungkin sudah cukup. Nanti aku akan coba cari makanan diluar untuk menganjal perut laparku. Kalau bisa sekalian kabur deh inikan masih dikota yang sama dengan kampusku tidak mungkin aku hilang begitu saja." Guman Falendalam hati.
Pada saat Falen hendak beranjak meninggalkan ruangan itu ,tiba-tiba terdengar suara bariton menghentikan langkahku.
"Hei .. mau kemana lho cewek kampung."
Ucap Kevin dengan suara serak khas bangun tidur. Kevin melihat pergerakan Falen yang mengendap -endap hendak keluar dari kamar..
"Eeeeee... A..ku.. Aku sebenarnya hmmm anu itu ...."
Kevin yang mendengarkan suara Falen yang terbata -bata merasa gemas dan menyadarkan dirinya keujung sandaran tempat tidur untuk mengumpulkan kesadarannya.
"Kalau ngomong yang jelas!. Jangan lho pikir karena gue tidak ganggu lho semalam jadi merasa gue baik sama lho. Karena mulai sekarang permainan baru akan dimulai. Ujar Kevin dengan suara membentak
.
.
.
__ADS_1
hai readers tunggu kelanjutan dari ceritanya,jangan lupa like komen dan vote agar bisa cepat up dan thornya semangat ya.
Terimakasih.😇😇