
Kevin yang melihat raut wajah keterkejutan Falen tersenyum puas dan menghampiri Falen yang masih berdiri di depan pintu.
"Heiii...nona mengapa raut wajahmu sangat terkejut begitu melihat pacarku"
Suara Kevin tepat mengenai telinganya Falen yang membuat lamunan Falen membuyar.
Belum sempat Falen menjawab ucapan dari Kevin, sudah terlebih dahulu perempuan seksi itu mencium bibir Kevin didepan Falen
yang membuat Falen bungkam melihat Kevin menikmati ciuman dari wanitanya.
"Sayang untuk apa kamu melihat pembantumu ini, ayo kita masuk diluar sangat dingin"
ujar wanita seksi itu yang dijawab anggukan oleh Kevin.
Kevin lagi -lagi tersenyum sinis melihat wajah Falen merah padam akan adegan mesra yang ada dihadapannya.
Kevin segera berlalu membawa wanitanya masuk kedalam kamar meninggalkan Falen yang mematung di depan pintu.
Sakit jelas sakit, tapi rasa sakit yang dialami Falen tidak bisa didefinisikan entah sakit karena cemburu atau sakit tidak dihargai
__ADS_1
Falen menghela napas panjang dan menghembuskannya kasar keatas udara malam.
Falen segera menutup pintu rumah dan kembali mendudukkan dirinya diatas sofa.
Baru kami menikah, pernikahan ini pun belum melewati umur jagung tapi sudah sangat ternoda, entah pernikahan ini akan berakhir cepat atau tidak tapi aku tidak akan membiarkan sedikit pun rasa cinta akan tumbuh dalam hatiku.
Bagaimana pun pernikahan ini hanya sandiwara bahkan pernikahan ini terjadi bukan dasar cinta antara aku dan Kevin melainkan hanya paksaan dari nenek saja
Jadi jangan berharap Falen akan ada rasa cinta yang akan tumbuh diantara kalian berdua guman Falen dalam hati.
***
Sekitar jam 2:00 dini hari Falen terbangun dari tidurnya karena merasakan sekujur tubuhnya sakit
Bukan sakit karena tidur di atas sofa melainkan karena ia terjatuh dari atas sofa tepat mengenai meja kaca yang disampingnya
"Aduh pinggangku sakit sekali, mengapa aku hingga bisa terjatuh dari atas sofa , apa mimpiku menyeramkam tapi.. tidak juga"
Falen terus mengingat -ingat mimpinya tapi hasilnya nihil dia tidak bermimpi seram atau bermimpi horor.
__ADS_1
Ah.... biarkan saja, mungkin aku terjatuh karena posisi tidurkan yang tidak seimbang guman Falen sambil menaiki anak tangga menuju lantai dua.
Tapi setelah hampir sampai di depan kamarnya Falen mendengarkan suara-suara aneh dan desahan dari dalam kamar Kevin.
Falen sejurus kemudian tersadar dan mengingat Kevin yang membawa pacarnya menginap kedalam kamarnya.
Falen melirik jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan jam dua subuh dan menggelengkan kepalanya mengusir pikiran negatif dari otaknya.
"Falen kamu masih kecil ,kok pemikirannya negatif semua sih, apapun yang dilakukan mereka biarkan saja tohh juga kamu tidak dianggap siapa -siapa di rumah ini, diberi tumpangan tempat tinggal saja sudah syukur" .batin Falen menghibur dirinya sendiri.
Falen melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya dan tidak lupa untuk mengunci pintu kamarnya.
Falen merebahkan kembali tubuhnya yang sakit sambil memasang headset dikedua telingnya untuk menghilangkan pikiran -pikiran negatif diotaknya.
Meskipun sebenarnya kamar Kevin dilengkapi dengan pengedap suara tapi tidak membuat pikiran negatif itu datang kembali.
Falen yang merasa risih akhirnya membungkus tubuhnya dengan selimut sambil mengeraskan volume lagu di ponselnya melalui headset yang tersambung ke indera pendengarannya.
Cara yang digunakan Falen memang sudah biasa dilakukan dikosnya ketika ia merasa takut ketika mendengarkan suara seram dari luar kamar kosnya.
__ADS_1
hai ... semua jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya, Terima Kasih.😊😊