Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 56


__ADS_3

Impian yang selama ini didambakan oleh seorang wanita bernama Salma pun hilang seketika. Masa depannya terancam, psikologinya memprihatinkan,dan trauma yang mungkin akan melekat dalam dirinya.


Setelah melakukan aktivitas panas itu, Alex baru tersadar bahwa yang ada disampingnya bukanlah Falen melainkan Salma. Yang lebih parah lagi, Alex telah merenggut paksa kehormatan Salma mahasiswanya. Alex yang melihat Salma meringkuk menangis di dalam balutan selimut merasa bersalah atas sikapnya yang tidak memiliki norma sebagai seorang pengajar ataupun seorang dosen.


Rasanya Alex ingin mengubur dirinya ke dasar bumi yang paling dalam, karena sudah melakukan kesalahan yang fatal.Tujuan Alex sebenarnya ingin menjadikan Falen istrinya bukan Salma. Tapi sekarang hilang sudah harapan itu. Semuanya hancur hanya dengan hitungan menit akibat kecerobohannya sendiri.


"Arghhh." Alex menjambak rambutnya frustasi karena baru kali ini rencananya gagal akibat ulahnya sendiri. Ingin rasanya Alex menghindar dari situasi ini,tapi mengingat putrinya Nayla seorang perempuan juga ia tidak rela jika suatu saat nanti putrinya juga harus mengalami hal sama seperti apa yang dilakukannya saat ini. Seorang pria sejati harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan.


"Hanya karena Nayla aku mau bertanggung jawab sama kamu Salma." Batin Alex.


"Berhentilah menangis aku akan bertanggung jawab atas semua ini." Ucap Alex memecah keheningan di ruangan itu.


"Kamu menyuruhku berhenti menangis hanya dengan kamu mau bertanggung jawab terhadapku?"


"Jadi aku harus melakukan apa? membujukmu, merayumu? aku bukan tipe pria seperti itu."


"Aku tidak butuh semua itu, tapi setidaknya kamu meminta maaf atas perlakuan bejatmu ini." Ucap Salma tanpa ada rasa canggung lagi kepada Alex selaku dosen di kampusnya.


"Hahahh. meminta maaf? yang benar saja. Kamu pikir ini juga kemauanku hah? ini jauh dari rencanaku. Harusnya kamu bersyukur aku sudah mau bertanggung jawab akan hal ini."


"Selama ini aku pikir kamu ini pria baik ternyata salah.Jadi aku tidak butuh pertanggung jawaban dari pria bejat sepertimu.Anggap saja ini kamu sedang bermimpi buruk begitu pun dengan diriku. Karena aku tidak ingin memiliki hubungan dengan pria brengsek sepertimu." Ucap Salma sambil berusaha berjalan menuju kamar mandi.


Alex pun begitu terkejut mendengarkan pernyataan Salma. Ia pikir dengan bertanggung jawab terhadap Salma maka, semuanya akan selesai. Ternyata dugaannya salah total. Justru Salma menyuruh Alex agar pergi dari hidupnya.


"Ahrghhhh jadi rumit begini sih.Tapi jika kamu tidak mau aku bertanggung jawab dengan semua ini ya sudah.Aku akan pergi dan menuruti pilihanmu ini." Tanpa menunggu Salma keluar dari kamar mandi, Alex langsung pergi setelah mengenakan kembali pakaiannya.


Salma memandang tubuhnya dipenuhi dengan bercak merah sebagai simbol kepemilikan seseorang.Menangis pun tidak ada gunanya jadi untuk apa melakukan hal itu. Buru-buru Salma membersihkan tubuhnya agar bisa cepat meninggalkan ruangan kotor ini. Selesai membersihkan diri, Salma keluar dn tidak menemukan Alex lagi di dalam ruanga itu.Salma pun tidak mempedulikan hal itu lagi, ia langsung pergi meninggalkan tempat tersebut sebelum orang lain melihatnya keluar dari kamar Alex.


Beralih ke Australia kota Sydney


Kedua insan ini tengah berada di apartemennya sehabis belanja perlengkapan alat-alat dapur. Falen disibukkan dengan membongkar barang belanjaan sedangkan Kevin duduk disofa memperhatikan Falen sejak tadi.


Falen yang melihat Kevin terus memperhatikannya merasa kesal dan bingung.


"Ngapain lihatin aku dari tadi" Ucap Falen menghunuskan tatapan tajam kepada Kevin.

__ADS_1


"Emang ada yang larang ya kalau aku liatin istri cantik kayak kamu ini."


"Gak usah banyak ngomong, Kamu kira aku bakalan luluh dengan gombalan recehmu itu?"


"Siapa yang gombal sih? ini benaran kamu memang cantik."


"Baru sadar ya kalau aku ini cantik. Udah dari dulu kali cantik begini. Mata kamu tuh yang buta gak lihat aku selama ini."


"Heheh maaf. Tapi bisa tidak gak usah ngungkit yang dulu lagi"


" Siapa yang mulai dulu. Aku gak suka ya kalau kamu manfaatin aku lagi."


"Astaga... Siapa yg manfaatin kamu sih.Puji kamu salah, lihat kamu juga aku salah.Kamu maunya apa sih?"


"Aku mau kamu itu diam dan jangan lihatin aku mulu."


"Terserah deh.Tapi aku mau ngomong kalau tadi adek kamu Yolanda ngirim pesan sama kamu"


"Pasti kamu udah baca kan? Gini nih bikin aku tambah benci sama kamu"


Kevin pun menghela napasnya panjang


"Salah siapa coba? Katanya aku ini istri kamu tanggung jawab kamu. Tapi baru hari ini kamu mau beliin aku ponsel,itu pun dengan syarat aku harus masak tiap hari sama kamu."


"Hehehe maaf"


"Kamu mah hanya bilang maaf, maaf maaf itu tiap hari. Kamu gak mikirin perasaan aku gimana. Aku kangen ibu,adek-adek aku juga kangen sahabatku trus aku juga mau lanjutin bisnis olshopku tapi kamu juga gak mau turutin kemauanku.Trus aku harus gimana biar bisa percaya sama kamu bahwa kamu akan berubah dan ingin membahagiakan aku."


"Aku lakuin itu semua bukan tanpa alasan ya Falen anastasya. Tapi alasan aku dibalik itu semua kamu tidak perlu tahu. Suatu saat nanti kamu juga pasti akan mengetahui alasanku itu apa."


"Gak usah drama. Sekarang yang penting Yolanda ngirim kamu pesan apa."


"Gak ada sih. Cuma ngucapin terima kasih sama kamu. karena kamu udah ngirim uang kuliahnya."


"Oooooo jadi ceritanya kamu lagi pamer, kalau udah bantuin keluarga aku gitu."

__ADS_1


"Gak..gak. Kamu mah terus salah paham sama aku. Niatnya tadi aku mau ngomong gitu biar kamu gak kepikiran terus buat biaya kuliah adek kamu.Tapi sekarang kamu nuduh aku yang gak enggak."


" Kelihatan sih. Tadi kamu ngomong gak ikhlas gitu."


"Aku ikhlas lakuin apa aja buat kamu. Asalkan kamu mau berusaha membuka hatimu untuk maafin aku"


Falen pun melangkah kesana kemari untuk menyusun barang belanjaannya agar bisa menghindar dari ucapan Kevin.


"Ok semua udah beres. Sekarang tinggal mandi, cobain ponsel baru trus masak deh."


Ucap Falen hendak berlalu meninggalkan Kevin di dapur.


Kevin pun merasa kesal dengan Falen,karena selalu menghindar dari ucapan Kevin yang satu ini.Kevin menarik lengan Falen dengan tiba-tiba lalu menindihnya diatas sofa.


Falen yang diperlakukan seperti itu, begitu terkejut dan berusaha menghindar dari tatapan Kevin.


"Kamu apa-apa sih? lepas gak? aku mau mandi dulu baru masak buat kamu."


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan apa yang kulakukan dengan tubuh ini.Ini milikku. dan jangan sesekali kamu berani menghindar dari aku. dan satu lagi jangan pernah mulut ini memanggil suamimu ini dengan kata kamu,kamu dan kamu. Mulai saat ini biasakan sopan panggil aku dengan sebutan Mas, bang, bie,atau dengan sebutan lain yang cocok untuk suamimu ini."


"Lepas dulu baru aku panggil kamu dengan sebutan yang itu."


"Ooo kamu mau manggil aku Yank Tidak masalah itu lebih baik dari yang kusebutkan tadi. Ucap Kevin menyalahartikan maksud dari Falen.


"Bukan .. maksudku bukan itu" Ucap Falen gelagapan menghadapi sikap Kevin yang semakin hari semakin terbuka tidak dingin seperti yang dulu lagi.


"Aku gak mau tahu.Kamu yang memilih memanggil aku dengan sebutan"Yank" jadi jangan pernah merubahnya. Atau jangan-jangan kamu udah siap ya pulang ke Indonesia."


Kevin dulu memberikan syarat kepada Falen jika ia ingin pulang ke Indonesia Falen harus hamil dulu baru mereka akan kembali ke tanah air.


"Tidakk.aku gak mau pulang dulu. Sekarang lepasin aku sebelum aku berubah pikiran"


"Iya iya. Ini aku lepas tapi kamu harus panggil aku yank dulu"


"Iya ih. Awas dulu yank" Ucap Falen ketus dengan muka merah layaknya kepiting rebus.

__ADS_1


"Anak pintar" Ucap Kevin melepaskan Falen dan tidak lupa meninggalkan kecupan dikeningya Falen.


Falen pun bernafas lega.dan langsung bangkit berdiri melangkah ke kamar mandi. Kevin yang melihat tingkah Falen, tersenyum puas karena berhasil menggoda Falen.


__ADS_2