
Sudah satu mingu lamanya Falen dirawat di rumah sakit. Kondisinya masih tetap sama tidak ada perubahan.Tubuhnya tidak merespon setiap apa yang dilakukan oleh dokter maupun sahabat dan keluarganya.
Bu Marlina merasa terpukul sebab ia tidak bisa berbuat lebih. Ia hanya bisa menangis dan menangis. Sedangkan dilain sisi tepatnya di kediaman Alex sosok Falen seakan hilang ditelan bumi.
Falen tidak meninggalkan sepatah kata atau pun pesan yang harus di ingat. Alex sebagai orang tua sangat membutuhkan kehadiran Falen untuk merawat putrinya Nayla.Begitu juga dengan Nayla. Nayla selama ini sudah menganggap Falen seperti kakaknya sendiri bahkan lebih dari itu.
Nayla bahkan berharap agar suatu hari nanti Falen bisa memiliki hubungan dengannya. Pagi ini saja Nayla kembali bertingkah mogok makan karena Alex terus membohongi dirinya. Alex selalu menjanjikan kepada Nayla akan membawanya bertemu dengan Falen. Tapi apa? Alex tidak pernah menepati janjinya kepada putrinya itu. Bukan karena tidak mau mempertemukan Nayla dengan Falen tapi, Alex sendiri bingung tidak pernah menanyakan alamat rumahnya Falen.
Falen yang tidak ada kabar membuat semua pekerjaan Alex berantakan. Mulai dari meeting yang tertunda ,mengajar jarang ke kampus bahkan untuk memeriksa proyeknya dibeberapa tempat harus ditunda. Memang secara sepintas bukan Falen yang penyebab pekerjaan Alex berantakan. Tapi efeknya sangat besar bagi putrinya Nayla. Nayla selalu mogok makan,tidak mau belajar bahkan sudah 2hari ia tidak pergi ke sekolah.
Alasannya hanya satu. Sebelum bertemu dengan Falen maka Nayla akan selalu membantah omongan daddynya. Alex sebagai orang tua merasa jengah untuk menghadapi putri semata wayangnya itu. Alex tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Nayla anak yang rajin dan penurut. Tapi setelah mengenal wanita bernama Falen, Nayla lebih mengikuti apa yang dikatakan Falen ketimbang Daddynya.
Bahkan untuk mengurus Nayla saja Alex harus minta tolong kepada adiknya Kenzo untuk membujuk Nayla makan.
"Kak, kenapa menyuruhku datang kesini? pagi ini Kenzo ada kelas Kak"
Kenzo merasa kesal ketika Alex menyuruhnya datang kerumah kakaknya itu.
"Kakak minta tolong sama kamu Kenzo, pagi ini kakak juga ada meeting tapi sudah hampir dua hari Nayla mogok makan, Kakak gak tega pergi ke kantor sebelum Nayla makan Ken."
"Kok bisa gitu kak, bukannya Nayla selama ini penurut sama kakak?
"Iya Ken. Tapi semenjak Falen gak datang kesini lagi ,Nayla mulai membangkang sama kakak."
"Falen? Siapa tuh Kak? pacar kakak atau jangan-jangan calon ibunya Nayla?"
"Eee.. Bukan"
Alex rupanya terkejut mendengar Kenzo mengatakan bahwa Falen calon ibunya Nayla. Terlihat dari ekspresi wajahnya Alex yang merah merona karena tidak pernah lagi ia mendengarkan kata calon ibu untuk Nayla.
"Lalu siapa Falen kak?"
" Ituu.. Sebenarnya Falen susternya Nayla. Tapi Nayla sudah menganggapnya seperti kakak sendiri.
"Trus kemana tuh cewe, kenapa gak jagain Nayla lagi kak?"
"Nah, itu masalahnya sekarang Ken. Falen gak ada kabar sudah seminggu ini dia gak lagi datang menjaga Nayla."
__ADS_1
"Lah kok bisa kak, hubungi kek, atau cari kek alamatnya dimana. Ini malah nyuruh aku datang kesini. Emang aku bisa bujuk Nayla apa?. Dari tadi aja Nayla gak mau lihat aku datang kesini apalagi ngebujuk dia untuk makan."
"Ken. Kakak udah ratusan kali mencoba menghubungi Falen tapi setiap kakak menghubunginya pasti telponnya di reject. Bahkan tadi aja kayaknya dia udah blokir nomor kakak Ken."
" Ahh masa bodoh kak. Usaha kek bujuk Nayla apa gitu. Trus dulu kakak kenal cewe itu dari mana?"
"Dari pihak yayasan Ken.Kok kamu nanyanya gitu?"
"Astaga kak. gelar banyak otak pintar tapi gitu aja gak tahu. Kakak kan bisa nanya alamat tuh cewe sama pihak yayasan. Atau kalau gak ganti deh susternya Nayla yang baru."
"Jangan asal ngomong deh kamu Ken. Nayla sangat menyayangi Falen mana mungkin kakak gantiin Falen dengan suster lain. yang ada Nayla makin marah sama kakak."
" Yaudah deh terserah kakak apa, yang penting Kenzo gak bisa bujuk Nayla pagi ini. Mungkin nanti setelah Kenzo pulang kuliah."
Kenzo pun berlalu pergi meninggalkan Alex di ruang tamu. Setelah Kenzo pergi, Alex membenarkan ucapan Kenzo. Meminta alamat Falen kepihak yayasan.
Setelah Alex berhasil menghubungi pihak yayasan untuk meminta alamat Falen, Alex langsung membatalkan niatnya pergi ke kantor dan mengajak Nayla pergi ketempat Falen.
"Rumahnya tidak jauh juga dari sini mungkin aku bisa dengan mudah menemuinya" Batin Alex.
Alex dan Nayla pun langsung berangkat mengunjungi kediaman Falen yang tidak jauh dari rumahnya. Walau awalnya Alex harus berupaya ekstra sabar dalam menghadapi Nayla. Nayla tidak lagi mempercayai ucapan daddynya yang selama ini hanya memberikan janji palsu.
"Kali ini daddy gak bohong lagi. Nayla mau kan ikut sama daddy. katanya kangen sama kak Falen. Ini sekarang daddy ajak gak mau. Yaudah deh kalau Nayla gak mau ikut daddy, daddy aja yang pergi sendiri."
Nayla menatap Alex intens untuk berusaha mempercayai ucapan Alex.
"Ok Nayla mau. Awas kalau daddy bohong lagi, Nayla gak mau ngomong lagi sama daddy. TITIK."
Setelah perdebatan kecil dengan putrinya kini mereka sudah berada di dalam mobil. Alex dan Nayla begitu semangat untuk bertemu dengan Falen tanpa mengetahui hal yang sebenarnya.
Tidak perlu waktu lama Alex dan Nayla telah sampai di kediaman Falen. Mereka langsung bergegas turun dengan Nayla yang berada di pangkuan Alex.
Mendengar bel rumah berbunyi Satpam yang disuruh Surya untuk berjaga di rumah Kevin langsung membukakan pintu gerbang.
Satpam tersebut menanyakan maksud dan tujuan pria yang ada dihadapannya.
"Maaf tuan cari siapa ya.?"
__ADS_1
"Apa benar ini rumahnya Falen?"
Satpam itu sejenak bingung menjawab pertanyaan Alex. Bukankah ini rumahnya Kevin tapi kok pria ini mencari Falen. Astaga aku lupa Falen kan nama istrinya Kevin.Batin satpam tersebut.
"Hello pak apakah benar ini rumahnya Falen" Ucap Alex mengulangi pertanyannya.
"Astaga maaf tuan iya benar ini rumahnya Non Falen."
Seketika Alex dipenuhi tanda tanya ketika melihat rumah Falen yang mewah dan panggilan satpam yang memanggil Falen dengan sebutan Non"
"Maaf pak kalau boleh tanya apa Falen ada dirumah soalnya putri saya ingin bertemu dengan Falen."
"Maaf tuan, sekarang Non Falen gak ada dirumah. Disini hanya ada tuan Kevin tuan"
"Kalau begitu sekarang Falen ada dimana pak?" Alex lebih mempedulikan keberadaan Falen dibandingkan mendengarkan kata tuan Kevin.
"Maaf tuan bukannya lancang tapi saya dilarang untuk mengatakan keberadaan non Falen tanpa seizin dari tuan Kevin."
Kevin sejak tadi fokus menatap layar CCTV melihat pria yang ingin bertemu dengan Falen. Karena sudah jengah melihat Alex yang terus menanyakan keberadaan Falen kepada satpam akhirnya Kevin terpaksa turun tangan dan menghampiri Alex ke pintu gerbang.
"Ngapain lho kekeh banget ingin tahu keberadaan Falen" Ucap Kevin menghampiri Alex.
Melihat gaya bicaranya Kevin yang sombong membuat Alex mengikuti apa yang dilakukan Kevin.
"Gue mau menemui Falen bukan lho. Falen didalamkan?"
"Apa urusannya lho sama Falen"
"Falen itu bekerja sama gue, sudah seminggu dia tidak ada kejelasan tentang pekerjaannya."
"Bekerja? Emang Falen kerja apa sama lho" Ucap Kevin.
"Dia itu babysister nya anak gue Nayla" Ucap Alex.
Mendengar Falen bekerja sebagai babysister membuat Kevin seketika terdiam. Ia tidak pernah menyangka bahwa Falen akan bekarja sebagai babysister. "Apa mungkin pria ini yang selalu menghubungi Falen?" Ucap Kevin mengingat banyaknya panggilan telpon dan video yang masuk kedalam ponselnya Falen.
Jangan Lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya readersku. Aku udah nulis banyak soalnya heheheh. Terima Kasih😇🙏
__ADS_1