Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 31


__ADS_3

Berhubung Falen tidak di izinkan lagi memasak maka,untuk makan sehari-harinya Falen harus membelinya dari luar dan menyisakan sebagian makanannya untuk esok hari.


Seperti biasa pada saat malam hari Falen akan memesan makan malam melalui salah satu aplikasi gofood. Setelah memesan makanan Falen akan turun kebawah untuk menunggu pesanan makanannya.


Di luar gerbang halaman rumah Falen mondar-mandir menunggu makanannya datang. Pada saat Falen masih setia menunggu, mobil sport berwarna hitam melintas masuk kedalam halaman pintu utama. Sudah bisa ditebak pemilik mobil itu tak lain dan tak bukan adalah Kevin.


Tak berselang lama, driver pengirim makanan pun tiba.Falen memesankan makanan untuk dua orang dan memberikan satunya kepada driver tersebut.


"Ehh maaf non ini pesanan milik nona bukan milik saya" Ucap driver tersebut menolak makanan pemberian Falen.


"Iya gakpapa mang, kirain tadi teman saya jadi datang kerumah jadi saya memesannya 2 mang padahal, barusan ditelpon gak jadi datang kan mubazir kalau dibuang"


Falen memang akan selalu mengatakan hal yang sama kepada setiap driver yang mengantar pesanannya agar mereka tidak merasa tersinggung dengan sikap pedulinya Falen.


"Serius non ini untuk saya"


Tanya driver tersebut untuk menyakinkan Falen kembali.


"Iya mang Falen serius ini untuk mang dan ini untuk saya. Kalau begitu Falen masuk dulu mang terima kasih."


Setelah membayar pesanannya Falen langsung masuk kedalam rumah dan mengunci kembali pintu gerbang rumah.


Falen kini sudah berada di kamarnya setelah selesai menyantap makan malamnya di dapur. Sebelum tidur Falen akan menyempatkan dirinya sebentar untuk mengulang kembali materinya besok untuk perkuliahan.


Pada saat Falen fokus dengan bukunya pintu kamar tiba-tiba terbuka dan menampakkan sosok pria yang sangat di benci Falen. Falen berusaha fokus dan mengabaikan Kevin yang masuk kedalam kamarnya.


"Hei cewek kampung gak usah pura-pura belajar deh loh, gue mau ngomong"

__ADS_1


Ucap Kevin dengan suara membentak.


Falen hanya diam tanpa menghiraukan ucapan Kevin.


"Ok kalau lho gak bisa diajak ngomong baik -baik maka jangan salahkan gue untuk bersikap kasar sama lho."


Falen pun dengan terpaksa menghentikan aktivitasnya dan berputar menghadap Kevin.


"Kalau ngomong ya tinggal ngomong aja apa susahnya sih"


Ucap Falen sinis menatap Kevin.


Kevin menatap Falen dengan senyum misterius sambil melangkah mendekati meja belajarna Falen.


"Stop. Jangan mendekat"


"Haha.. lho terlalu percaya diri gue akan tertarik untuk menyentuhmu, jangan harap gue akan sudi menyerahkan tubuh berharga gue untuk cewek kampung macam lho ini.


Gue datang kesini hanya ingin memberikan penawaran buat lho.


Dengarkan baik-baik, nenek ingin lho dan gue datang menjeguknya besok di rumah bapak."


"Maaf aku gak bisa. Mungkin baru minggu depan aku baru bisa menjenguk nenek" Ucap Falen memotong pembicaraan Kevin.


" Diam lho. Gue tidak nyuruh lho ngomong apalagi untuk membantah omongan gue.Sekarang gue hanya ingin memenuhi permintaan nenek dan lho harus ikut dengan gue tapi dengan dua syarat.


Pertama. Lho harus tutup mulut dengan kehidupan rumah tangga kita dan yang kedua lho harus pura-pura hamil di depan keluarga kita apalagi di depan bapak."

__ADS_1


"Aku gak bisa. Tolong jangan memaksa Tuan Kevin terhormat. Besok aku harus ke kampus dan yang paling penting aku gak mau pura-pura hamil"


" Lho jangan banyak membantah ya,apa yang gue bilang lho mesti nurut gue. Lho jangan harap bisa lepas dari gue. Sekarang lho hanya punya dua pilihan menuruti omongan gue atau meniduri lho saat ini juga"


Mendengar ucapan Kevin, tubuh Falen menengang dan mulutnya bungkam tak bergeming. Pilihan yang diberikan Kevin membuat Falen harus terjebak dalam permainan yang diciptakan Kevin saat ini.


" Dalam hitungan ke -10 lho tidak mengambil keputusan juga, maka jangan salahkan gue untuk melakukannya saat ini.


Kevin yang licik mulai menghitung sambil melangkahkan kakinya mendekati Falen.


"9..8...7....6...5..4...3...


Belum sampai hitungan terakhir Falen langsung menjawab.


"Iya. Aku akan ikut besok dan mengikuti semua rencana jahatmu" Ujar Falen lantang.


Bagi Falen lebih baik dia berpura-pura hamil untuk menyenangkan keluarganya sebentar daripada harus tidur dengan Kevin si pria kejam dan brengsek.


"Bagus pilihan yang tepat. Kalau begitu persiapkan dirimu besok lho ikut gue pulang kerumah bapak."


Kevin pun keluar dari kamar dengan raut wajah puas setelah berhasil mengancam Falen.


Falen hanya bisa menarik napas panjang untuk menghadapi tingkah Kevin yang berlaku seenaknya terhadap dirinya.


Falen langsung mengabari teman -temannya bahwa ia tidak bisa mengikuti perkuliahan besok seperti biasanya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya readerku. Terima kasih.🙏😇

__ADS_1


__ADS_2