Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 54


__ADS_3

Ketika pintu di buka dari luar, muncullah sosok pria yang sedang di tunggu-tunggu oleh Falen.Kedua netra mata mereka saling bertatatpan dan mengunci satu sama lain.Kevin begitu terkejut melihat seisi kamar berantakan.Sedangkan Falen begitu emosi melihat Kevin masuk kedalam kamar dengan menunjukkan wajah tak berdosa.


Kevin pun melangkah maju untuk mendekati Falen, Tapi Falen sudah terlebih dahulu menyerangnya dengan melemparkan vas bunga kearah wajahnya Kevin. Tapi tidak berhasil. Kevin dengan sigap mengelak dan menghindar dari serangan Falen.


Berulang kali Falen mencoba melempar berbagai jenis benda kearah Kevin namun tetap saja tidak berhasil. Sampai akhirnya tidak ada lagi benda yang tersisa di sekeliling Falen yang ingin dijadikan pelampiasannya kepada Kevin, baru aksinya bisa berhenti.


Bisa dibayangkan bahwa sekarang kamar itu tidak berbentuk lagi dan sudah berubah menjadi kapal pecah. Melihat Falen yang lengah mencari benda berikutnya, Kevin pun dengan cepat melangkah mendekat dan mengunci pergerakan Falen.


"Lepaskan aku pria brengsek, kejam, munafik. Lepas...lepaskan aku" Ucap Falen menangis sambil memberontak berusaha lepas dari dekapan Kevin.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu Falen Anastasya." Ucap Kevin sambil menghimpit tubuh Falen ke dingding. dan tidak menyisakan ruang sedikit pun diantara mereka.


" Dasar pria ********.Akan kubunuh kau sekarang juga Kevin bin..t..ng" Ucap Falen ketakutan tak kala sekujur tubuhnya kini bergetar hebat ketika Kevin semakin menghimpitnya ke sudut ruangan.


" Diamlah. Tidak ada gunanya lagi, kamu terus mengumpat suami mu ini. Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita. Sudah cukup kamu menderita selama ini karena diriku.Sekarang waktunya aku akan membahagiakan kamu untuk selamanya."


"Omong kosong apa itu.Yang ada aku tidak akan pernah bahagia bila hidup bersamamu tuan kejam."


"Batu jika terus ditetesi air maka akan melebur juga. Begitu pun dengan kamu Falen. Seberapa pun kebencianmu terhadapku pasti suatu saat aku akan bisa menghapus kebencian itu.


Sudah sekarang berhentilah menangis aku tidak pandai membujukmu dengan kata-kata romantis seperti pria lain." Ucap Kevin sambil mengecup dahi Falen lembut kemudian berlalu pergi masuk kedalam kamar mandi.


Setelah kepergian Kevin, Falen masih tetap berdiri mematung di posisinya untuk mencerna kejadian yang baru saja terjadi. Rasanya sangat sulit untuk mempercayai bahwa sikap Kevin bisa berubah secepat ini. Apakah ini benar atau tidak tapi bagi Falen ia akan tetap pada pendiriannya, dan bersikap cuek kepada Kevin.


10 menit lamanya, Falen masih tetap berdiri seperti semula. Tidak ada niat untuk berpindah apalagi untuk membersihkan kekacauan yang baru saja terjadi. Pikiran Falen masih dipenuhi berbagai macam pertanyaan mengapa Kevin membawanya kabur ke Sydney.


"Jika benar dia memang ingin berubah mengapa ia harus takut dengan pak Surya dan kak Queenxa? mengapa harus membawaku kabur kesini.Bukan hanya itu aja Kevin juga masih banyak menunjukkan sikapnya yang aneh dan pemaksa. Lihat aja nanti, aku tidak bakal mudah jatuh ke dalam lubang yang sama ya Kevin."


Falen selalu mengartikan bahwa sikap Kevin hanya sandiwara belaka saja. Tidak serius ingin berubah apalagi untuk memperbaiki hubungan mereka.Padahal nyatanya Kevin sedang berusaha keras supaya bisa meyakinkan Falen bahwa ia tulus mencintai Falen apa adanya ,walaupun dengan sikap pemaksanya itu.


Pikiran Falen masih fokus menerawang kesana sini. Belum lagi memikirkan perekonomian keluarganya. Kuliahnya yang gantung dan memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa terbebas dari cengkraman suaminya Kevin.Beban ini tidak bisa dipecahkan hanya satu orang saja. Butuh seseorang teman untuk berbagi masalah agar bisa menemukan solusinya.Tapi siapa?

__ADS_1


Falen saja hanya tinggal seorang diri dinegeri orang. Falen tidak memiliki seorang teman. Terlebih lagi ia tidak mengenal siapa-siapa. Bisa dibayangkan kalau hidupnya akan semakin menderita jika Kevin juga kembali mengurungnya di apartemen ini.


15 menit lamanya Kevin selesai membersihkan diri. Ia keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian rapi. Rencananya hari ini ia akan pergi untuk mengecek situasi keadaan kantor. Falen yang melihat Kevin berpakaian rapi dan berjalan kearahnya langsung duduk dilantai takut jika Kevin kembali menghimpitnya ke dingding.


Kevin tersenyum melihat Falen duduk dilantai.Ia mensejajarkan tubuhnya yang tinggi dengan duduk berjongkok di hadapan Falen. "Kenapa duduk disini, itu ada sofa fungsinya untuk apa?"


Falen memilih diam tidak ingin menjawab pertanyaan Kevin.


"Yasudah kalau kamu tidak mau duduk disofa disini juga tidak masalah. Sekarang aku mau kekantor dulu tidak lama hanya sebentar. Jadi lebih baik bersihkan badanmu dulu, dilemari sudah ada beberapa pakaian yang cocok untukmu. dan makanan juga sudah tersedia di dapur. Kalau ada hal penting kamu bisa menekan tombol yang itu(Kevin menunjukkan monitor kecil di dekat nakas) nanti seseorang akan datang untuk membantumu.


Kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa untuk sarapan. Ucap Kevin sambil mengecup dahi Falen yang kedua kalinya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Didepan pintu apartemen Kevin telah menyiapkan dua pengawal untuk menjaga Falen dari luar. Setelah dirasa aman, Kevin baru tenang meninggalkan Falen di apartemennya lalu pergi ke kantor.


Sesuai janji Kevin terhadap Falen, bahwa Kevin hanya 2 jam pergi untuk memeriksa keadaan hotel yang baru saja resmi jadi milik keluarga mereka. Setelah itu, Kevin langsung pulang ke apartemennya untuk melihat keadaan Falen.


Melihat Kevin sudah pulang, pengawal tersebut langsung beranjak pergi meninggalkan pintu apartemen bosnya.


Kondisi kamar masih tetap berantakan. Falen masih enggan untuk membersihkan keadaan kamar yang kotor. Ia ingin menunjukkan dirinya tidak sama lagi seperti yang dulu merapikan rumah akibat kekacauan yang dilakukan Kevin. Sekarang Falen ingin membuat Kevin merasa ilfeel dengan sikapnya yang berubah menjadi wanita pemalas dan kotor.


"Kamu udah makan?"


"Hem" guman Falen pelan.


" Udah mandi juga?"


"Punya mata gak?"


"Keliatan sih udah cantik."


Ketika Falen hendak keluar dari kamar menuju balkon Kevin kembali bertanya.

__ADS_1


"Mau kemana?"


"Bunuh diri" Ucap Falen ketus karena merasa kesal Kevin terus mengajaknya berbicara.


"Kamu sudah gila apa?." Ucap Kevin sambil berlari cepat mengunci pintu balkon.


"Kamu yang gila membawa anak orang kabur tanpa izin."


"Kalau udah minta izin gak kabur dong namanya."


"Terserah aku gak peduli. Sekarang minggir bukain pintunya."


"Aku gak mau.Nanti kamu loncat lagi kebawah." Ucap Kevin pelan.


"dasar pria gila. Gak mungkin juga gue loncat kebawah aku kan masih waras. Aku mau lihat pemandangan kotanya kok."


" Kan dari sini juga keliahatan."


Falen mendengus kesal melihat tingkah Kevin yang overprotektif dan mulai banyak bicara.


" Tiap hari juga nanti kamu bisa lihatin bangunan itu kok.Gimana kalau sekarang kamu bersihin kamar dulu biar nanti malam tidurnya enak."


"Kamu kira aku ini pembantumu? Udah ketebak kan kamu berubah hanya sandiwara saja. Baru bentar aja pergi udah keluar sifat aslinya." Ucap Falen memancing kesabaran Kevin.


"Aku gak pura-pura ya untuk berubah camkan itu. Kalau kamu gak mau bersihin kamar ini aku juga bisa kok."


"Omong doang. Palingan kamu nyuruh orang lagi. Kalau benar buktiin."


" Oke. Asalkan nanti malam kamu harus tidur disini sama aku, tidak ada bantahan titik."


"Kalau dijawab lagi bisa panjang nih urusannya." Batin Falen menelan ludahnya kasar sambil berlalu pergi ke dapur meninggalkan Kevin dikamar.

__ADS_1


Hai jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan votenya ya readerku. Terima kasih😊🙏


__ADS_2