
Ketika Salma melihat Falen terdiam, ia merasa bersalah dengan ucapannya itu.
"Sorry ya Falen, sebenarnya aku gak bermaksud buat nyinggung kamu."
" Gak papa kok Salma. eh btw kalian mau pesan apa." Ucap Falen mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku mau pesan makan dululah. Lapar soalnya." Sahut Theresia.
"Sama aku juga.Kalau kamu Falen mesan apa?" Ucap Salma
"Aku udah pesan kok dari tadi ini minumnya udah habis saking lamanya nunggu kalian berdua."
"ooo yaudah kalau gitu. Kak, aku pesan juice jeruk 2, french fried satu dan ayam geprek dua."Ucap Salma.
"Aku kak, ayam geprek satu sama cincau satu." Ucap Theresia.
Setelah mbak pelayan pergi, Falen menatap Salma intens."Beneran kamu mau makan segitu banyak Sal?"
" Iya. Kenapa? Kalau gak habis pun kan kamu ada." Ucap Salma. Sebenarnya Salma tidak bermaksud untuk makan semua pesannya. Tapi, melihat Falen hanya memesan minuman itu pun sudah habis, membuat Salma berinisiatif untuk membelikan Falen makanan lagi."
" Kok kamu ngomongnya gitu sih Sal, masa aku tempat pembuangan."
" Yang nyuruh kamu tempat pembuangan siapa sih Falen?"
" Itu kamu mesan banyak trus gak dihabisin kan sayang. ujung-ujungnya kamu akan nyuruh aku buat makan kan."
" Kan dari tadi aku ngomong sebagian lagi buat kamu kan?"
"Iya."
"Yaudah kalau gitu. Itu aja di permasalahkan." Gerutu Salma pelan.
Sebelum makanan sampai, ketiga sahabat ini membicarakan masalah kampus dan pernikahan Falen yang baru saja mereka ketahui. Falen pun menceritakan betapa rumitnya keadaan keluarganya. "Aku dijodohin nenek sama Kevin."
" Kok bisa sih jaman sekarang masih ada perjodohan begitu." Ucap Salma.
" Pokoknya ceritanya panjang deh."
__ADS_1
" Astaga aku gak nyangka lho Falen kamu bisa setega itu ngak ngasih tahu kita."
" Gimana mau ceritain, orang kita biasa aja. Waktu itu kami cuma nikah diatas kertas, gak lebih. Jadi kalau aku ceritain sama kalian bisa kebongkar nanti rahasiaku."
"Kamu pikir kita kita ini ember ya Falen."
"Heheh becanda kok Salma. Sorry deh kalau gitu."
"Udah basi Falen. Sekarang kita makan dulu
aku udah pesan banyak awas kamu gak makan Falen, aku diemin nih nanti kamu selamanya." Ucap Salma ketika makanan sudah tersaji di atas meja.
"Iya makasih Sal makanannya."
"Iya Falen anastasya cintaku, sayangku, honeyku." Ucap Salma.
"Lebay deh Salma." Ucap Theresia.
" Hehehhe."
Setelah ketiga sahabat itu puas bercerita, menjelang malam Salma kembali mengantarkan Falen pulang kerumah mertuanya alias pak Surya. Sesampai di rumah semua mobil sudah terparkir kembali ditempatnya masing-masing menandakan penghuni rumah sudah kembali.
"Dari mana aja kamu." Suara itu tiba-tiba menghentikam langkah Falen yang hendak masuk dari pintu utama. Falen menoleh kebelakang untuk melihat pemilik suara itu. dan ternyata Kevin sudah berdiri dibelakangnya sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana yang sejak tadi sudah lama menunggu kedatangan Falen.
"Apa urusannya denganmu.Minggir aku mau masuk dulu." Ucap Falen ketika Kevin berusaha menghalangi jalannya.
"Kamu bilang apa urusannya denganku? kamu lupa kalau kamu sudah menikah dan memiliki suami?"
"Aku tidak pernah lupa jika aku sudah menikah. Tapi selama ini aku merasa jika aku tidak memiliki seorang suami."
" Bagaimana mungkin bisa menikah tanpa memiliki seorang suami? yang benar saja."
"Sepertinya anda lupa sesuatu tuan. Pernikahanku hanya terdaftar sah dimata agama dan hukum saja. Jadi tidak ada salahnya jika di kehidupan nyata aku bisa melakukan semauku."
Kevin begitu kesal melihat Falen yang tidak mau mengalah lagi terhadapnya. Kevin sudah berusaha bersabar sejak pagi tadi tapi hasilnya tetap sama. Dengan cepat Kevin langsung menarik lengan Falen masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan tinggi. Kevin memang sudah berencana untuk membawa Falen keluar dari rumah ini secara paksa dan sudah memasukkan semua barang-barang milik Falen kedalam bagasi mobilnya sejak sore tadi.
Falen menatap Kevin dengan amarah yang berkorbar. Sikap Kevin yang memaksanya kembali membuat Falen semakin membenci pria ini.
__ADS_1
"Apa? mau marah. Silahkan." Ucap Kevin melirik Falen dari kaca spion.
"Aku membencimu pria brengsek,kejam pemaksa sekarang aku akan membunuhmu." Teriak Falen dalam mobil.
" Maaf aku memaksamu kembali.Tapi hanya cara ini yang bisa aku lakukan agar kamu bisa tetap berada di sampingku." Batin Kevin melihat kemarahan Falen.
Kevin berencana akan membawa Falen kabur ke Australia. Berhubung tadi Surya mengganti posisi tempat Kevin bekerja ke Australia sehingga Kevin tidak ingin Falen kembali bebas dan berpaling lagi darinya.
Di dalam mobil Falen terus memberontak dan mengganggu Kevin mengemudi.Sesekali Falen mencoba mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil untuk minta tolong. Tapi Kevin terus berusaha menarik Falen dengan sebelah tangannya dan satu lagi menyetir kemudi mobil.
Di tempat sepi, Kevin menghentikan mobilnya dan menyumpal mulut Falen dengan sapu tangan yang didalamnya terdapat campuran obat tidur. Tak lama kemudian Falen langsung memejamkan matanya diam tak bergerak.
Kesempatan itu dimanfaatkan Kevin untuk mengemudi dengan tenang. Sesampainya di bandara Kevin menggendong Falen disusul keempat anak buahnya yang membawa semua barang milik mereka berdua. Setelah menempu waktu hampir 7 jam lamanya di dalam pesawat, akhirnya Falen, Kevin disusul 4 anak buahnya Kevin sampai di Sydney kota terbesar di Australia dan ibu kota negara bagian new south wales.
Mereka langsung menuju apartemen yang sudah disiapkan oleh orang suruhan Kevin. Sesampainya di apartemen Kevin merebahkan Falen diatas ranjang king size dan tersenyum menatapnya.
"Bagaimana pun caranya, sebanyak apapun kamu membenciku, sebanyak apapun kamu mengumpatku tapi mulai sekarang aku akan berusaha membuatmu nyaman di sampingku."
Setelah merebahkan Falen diatas ranjang, Kevin keluar menemui anak buahnya dan tidak lupa mengunci pintu kamar dari luar.
Pagi harinya Falen baru bangun dari tidur panjangnya. Ia menatap sekelilingnya serasa asing dan aneh. Falen mengerjapkan matanya berulang kali berusaha menyadarkan dirinya bahwa ia sedang bermimpi.
Falen mencubit lengannya terasa sakit.
" Auww sakit. Berarti sekarang ini aku sedang tidak mimpi dong."
Falen beranjak dari tempat tidur ingin melihat keluar dari balik gorden.Deretan bangunan berdiri tinggi, kokoh menjulang keatas langit.
Seketika Falen kembali mengamati sudut ruangan untuk menemukan jawaban dari setiap pertanyaannya. Di sudut pojok dekat TV Falen melihat sebuah bingkai kecil bridge harbour bertuliskan Welcome Sydney.
Falen pun langsung bergegas mencari keberadaan Kevin untuk menghadianya dengan seribu benjolan.
"Kevin dimana kamu, Kevin....Kevin... pria kejam brengsek kurang ajar aku membencimu." Itulah kalimat yang terus diungkapkan Falen sambil melempari barang-barang yang ada disekitarnya.
Ceklek.
Setelah urusannya selesai Kevin kembali masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi Falen apa sudah sadar atau belum. dan yang dilihatnya kamar berantakan Falen menangis histeris di sudut ruangan.
__ADS_1
hai jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya readerku. Terima Kasih😇🙏