Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 45


__ADS_3

Malam harinya Kevin mulai bersiap. Penerbangannya sekitar jam 3:00 subuh yang memakan waktu 7 jam 5 menit untuk sampai di bandara Beijing Capital International Airport. Ketika Kevin sudah siap berkemas,dan ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak, tiba-tiba terdengar bunyi Ponselnya. Di layar tertera Surya melakukan panggilan video.


"Tumben bapak melakukan panggilan video. Biasanya juga jarang bahkan gak pernah." Ucap Kevin heran.


Walaupun Kevin merasa aneh dengan panggilan video tersebut, tapi Kevin tetap mengangkat panggilan tersebut.


"Halo pa, ada apa tumben bapak video call sama Kevin."


"Halo Vin. Kamu bisa mendengarkan bapak kan."


"Ya bisa dong pak. Bukan hanya dengar suara bapak lihat bapak pun bisa." Ucap Kevin.


"Ooo baguslah kalau begitu Vin. Bapak hanya ingin mengatakan agar kamu membatalkan rencanamu untuk bertemu Falen besok. Soalnya bapak lagi di rumah sakit. Nenek lagi kritis. Nenek ingin bertemu kamu sebelum ia pergi untuk selamanya." Ucap Surya sambil mengarahkan kamera belakang.

__ADS_1


Suara tangis Angel terdengar nyaring ditelinga Kevin. Bu Marlina juga sudah ada disana. Alat-alat bergantungan di seluruh tubuh perempuan tua itu. Kevin tidak sanggup menyaksikan adegan tersebut.


Surya yang tadinya kuat tidak bisa lagi menahan air matanya.


Itu adalah ibunya. Ibu yang melahirkan Surya kedunia ini. Dokter telah mendiagnosis bahwa nenek tidak akan bertahan lebih lama lagi. Lebih kurang 2 hari lamanya nenek bisa bertahan. Karena kanker kini sudah menyebar di seluruh bagian dalam tubuh nenek.Jadi akan sangat sulit untuk ditolong apalagi untuk diberikan penyembuhan. Karena kanker yang mengidap tubuh nenek sudah masuk stadium akhir (s4). Jika sudah seperti ini, semua keluarga dianjurkan agar berdoa ,ikhlas dan menuruti semua keinginan pasien.


"Pa, kok nenek bisa seperti itu. Perasaan minggu lalu nenek masih sehat dan lancar ngomong sama Kevin."


" Ceritanya panjang Vin. Bapak tidak bisa menjelaskan lewat telpon. yang penting sekarang kehadiranmu sangat dibutuhkan disini.Nenek ingin ketemu kamu sama Falen hari ini juga."


"Iya vin. Falen sedang berangkat menuju kesini. Bapak sudah mengabari Falen beberapa menit yang lalu tentang kondisi nenek yang drop Vin."


"Iya pa. Kevin berangkat sekarang." Ucap Kevin girang. Karena dia tidak harus capek lagi untuk menemui Falen ke Cina. Malahan, Falen sendiri yang datang menemuinya.

__ADS_1


Setelah pembicaraan berakhir, Kevin langsung menghubungi sekretarisnya untuk memesankan penerbangan malam untuknya. dan alahasil Kevin masih beruntung mendapatkan tiket penerbangan tersebut.


Sama halnya juga dengan Falen. Setelah menerima kabar bahwa nenek sedang kritis, Falen beserta Alex/Nayla langsung bergegas berangkat menuju bandara. Falen tidak lagi memperdulikan Alex. Jika ia ingin tetap disini silahkan jika tidak juga terserah yang terpenting tujuan Falen saat ini adalah hanya ingin melihat kondisi nenek yang terakhir kalinya. dan


Alex menggunakan kesempatan ini untuk ikut pulang bersama Falen ke Indonesia. Untuk sampai ke Indonesia, Falen harus menempuh waktu sekitar 7jam 5menit penerbangan. Sedangkan Kevin hanya membutuhkan waktu 2.5 jam penerbangan diatas udara.


Sekitar jam 4:00 A.M akhirnya Falen mendarat selamat di bandara soekarno hatta Tangerang banten. Ketika sampai dibandara, Falen langsung di jemput oleh anak buahnya pak Surya. Falen terlebih dahulu berpamitan kepada Alex dan Nayla karena buru-buru ingin menjumpai nenek dirumah sakit.


Di perjalanan menuju rumah sakit, ternyata mobil berhenti di sebuah restaurant Jepang. Falen yang dari bandara sudah memejamkan mata karena penat perjalanan, lebih memilih tidak peduli dengan alasan mengapa mobil berhenti tiba-tiba.


Setelah beberapa saat, Seorang pria masuk kedalam mobil tersebut. Pria itu tersenyum melihat Falen yang memejamkan mata. Pria itu tak lain tak bukan adalah Kevin. Kevin rela menunggu Falen berjam-jam agar bisa berangkat sama ke rumah sakit.


Karena Falen tidak peduli dengan siapa yang masuk ke dalam mobil, semakin membuat Kevin gemas menatap wanita itu.

__ADS_1


"Ternyata kamu masih sama dengan yang dulu. Selalu ceroboh dan tidak waspada. Lihatlah dia masih sempatnya tidur tanpa mempedulikan siapa yang masuk. Misalkan aku orang jahat ingin merampok barangnya dia tidak peduli sama sekali." Batin Kevin.


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dn votenya ya readerku. Terima Kasih😇🙏


__ADS_2