
Sekitar pukul 5:20 A.M. Angel bangun dari tidurnya tidak menemukan Tasya disampingnya lagi. Awalnya Angel mengira bahwa Tasya berada di kamar mandi. Tapi, lama -kelamaan Angel mulai bosan menunggu Tasya yang tidak kunjung dari kamar mandi.
Angel mengetuk pintu kamar mandi berulang-ulang tapi tidak mendengarkan adanya sahutan dari dalam kamar mandi.
Angel meraih gagang pintu dan tidak menemukan Tasya di dalam. Angel mulai panik ketika memikirkan Tasya diculik orang jahat. Angel menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa sambil memanggil Bibi.
" Kak...,kak Tasya"
Suara teriakan dan keributan yang diciptakan Angel membuat seisi rumah bangun, termasuk Kevin.
"Bi lihat kak, Tasya ngak"? soalnya Tasya gak ada di kamar bi"?
" Maaf non bukankah tadi pagi non Tasya sudah pulang non"?
"Ahh apa... pulang? yang benar aja Bi"?
" Iya non ,tadi saya melihat Tuan besar mengantarkan non Tasya."
"Kok gak pamit ya sama Angel?, trus pulangnya naik apa bi, jam berapa"?
" Tadi subuh non sekitaran jam 5:00. Katanya Non Angel masih tidur makanya non Tasya tidak ingin membangunkan non Angel"
"Oooo ya sudah bi, terima kasih ya bi.
Angel naik keatas dulu mau mandi takut telat ke sekolah" Ucap Angel sambil berlalu pergi tapi tiba-tiba Kevin menarik lengan Angel.
" Kak, apa apa sih main tarik aja, sakit tau."
__ADS_1
"Mana cewek kampung itu"?
"Siapa sih kak? Tasya?. Udah pulang sejak tadi subuh, kakak dengar sendiri kan tadi bibi ngomong apa."
"Ooo bagus lah. lain kali jangan bersikap baik kepadanya, karena biasanya cewek kampung suka bertopeng dan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Udah dikasih hati minta jantung".
"Kakak ngaco deh ,kak Tasya itu baik kok kak"
"Nanti kalo kamu tau sifat aslinya baru kamu tahu rasa "
"Sudahlah kak, Angel mau mandi dulu. terserah kakak mau menilai kak Tasya seperti apa, yang pasti kakak harus ingat antara benci dan cinta itu beda tipis dan sangat sulit dibedakan kak." Ucap Angel.
"Heran deh sama kakak baru ketemu sekali aja ,tapi sudah sangat membenci Kak Tasya" Batin Angel melihat kakaknya.
"Siapa juga yang akan suka sama cewek kampung itu, yang ada itu gak bakalan terjadi Angel." ujar kevin sambil berlalu pergi ke kamarnya.
Hari ini, Falen alias Tasya sudah kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa.
"Guys cepat jalannya kita harus pertama masuk ke gedung aula nya." Ucap Salma.
"Kenapa sih Sal, excited banget gak biasanya"
Ucap Theresia.
"Trus biasanya kita paling akhir deh masuk kalo les tambahan yang ini dan kamu selalu menghindar mata kuliah yang ini."
" Entahlah Salma hari ini sedikit aneh. Gak hujan gak badai juga tuh" Ucap Falen menimpali ucapan Theresia.
__ADS_1
"Isss kalian itu gaptek atau lelet sihh?
kan hari ini ada kunjungan kak senior dari Kampus B. Dan yang pastinya yang datang cowok semua."
" Ya ampun Sal, kirain apa,
kalau itu mulai dari kemarin aku udah tahu kan ada diumumkan dikelas trus posternya tuh ada di tempel dimading"
"Kalau soal cowok ganteng aja kamu Salma langsung semangat gitu, belum tentu juga nanti mereka mau kenalan sama kamu."
Ucap Theresia.
"Kalian itu nyebelin banget tau gak,? sesama sahabat itu mestinya saling mendukung. Siapa tahu juga nanti ada yang kesambet dan mau kenalan sama Gue kan lumayan gak jomblo lagi." Ucap Salma.
"Hadeh mulai dehh keluar penyakit sok kepedean "
"Iya terserah deh, kalau gitu buruan masuk gih kedalam. Aku mau ke toilet dulu bentar. kalian jangan lupa ambil tempat dudukku. Aku akan menyusul nanti." Ucap Falen.
"Ok kami masuk duluan ya Falen, gak usah bertapa ditoilet sana buruan nyusul kita."
Setelah Salma dan Theresia masuk ke dalam aula, Falen langsung bergegas menuju kamar mandi yang jaraknya tidak jauh dari Aula.
Saat Falen masuk kekamar mandi seseorang tiba-tiba menarik tanganku dan membawa Falen menjauh dari toilet wanita.
"Hei tunggu, lepas...lepasin.. kamu salah orang jangan asal main tarik-tarik tangan Aku." Ucap Falen menatap pria itu.
"Kamu Falen Anastasya kan"?
__ADS_1
"Iya. kok kamu tau nama Aku"?
Ucap Tasya dengan keras sambil berusaha lari dari cengkraman pria itu.