
Keesokan harinya, Kevin terbangun lebih awal daripada Falen. Karena sejak Falen masuk ke kamar Kevin, ia merasa insecure apabila Kevin berbuat macam-macam terhadapnya.Akhirnya sekitar jam 3:00 dini hari Falen baru bisa tidur dengan tenang.
Kevin melihat pagi ini,pemandangan diluar sana tidap ada apa-apanya jika dibandingkan dengan memandangi seorang perempuan yang tertidur pulas di atas ranjangnya. Karena bagi Kevin baru kali ini, ia bisa melihat wajah Falen langsung sedekat ini. Walaupun pernikahan mereka sudah hampir 1tahun, tapi karena sikap Kevin yang kejam mengharuskan Falen harus menanggung penderitaan yang Kevin perbuat.
Semenjak Falen pulang dari negeri Cina, wajahnya kini lebih cantik dan seksi.Entah pengobatan apa yang dokter lakukan disana yang pasti Falen tumbuh menjadi wanita seksi dewasa dan mandiri.
Kevin menelusuri semua lekuk wajah Falen tanpa ada yang terlewat.Tubuhnya yang ramping,kulit yang putih mulus ditambah dengan leher dan kaki jenjangnya membuat Kevin menelan ludahnya.
"Ternyata perempuan yang selama ini gue katakan kampungan, jauh lebih cantik dibandingkan wanita-wanita di luar sana.
Diam begini saja kamu sangat cantik. Tapi sekarang kenapa kamu berubah jadi perempuan pembangkang sih? "
Kevin masih terus duduk di sebelah Falen sambil memperhatikan wajah Falen.Tapi pergerakan posisi tubuh Falen membuat Kevin kembali tersadar. Kevin langsung
beranjak ke kamar mandi supaya Falen tidak curiga terhadapnya.
15 menit Kevin sudah keluar dari kamar mandi. Kevin sudah selesai melakukan ritual paginya akan tetapi wanita bernama Falen, masih tetap setia dengan tidurnya.
Kevin berpura-pura menjatuhkan beberapa barang agar menimbulkan suara ribut bermaksud untuk membangunkan Falen.
Dan alahasil Falen merasa tidurnya terganggu karena suara berisik yang ditimbulkan Kevin.
"Bangun.....ternyata kalau tidur kamu seperti orang mati juga ya. Lihat nih ini udah jam berapa sekarang.Seharusnya seorang wanita yang sudah bersuami biasanya harus bangun lebih awal dan menyiapkan keperluan suami."
Seru Kevin sambil memainkan ponselnya dia atas sofa.
Falen masih asyik mengucek matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kamar. "Udah jam berapa emang."
"Tuh ada jam dingding dan lihat diluar aja udah terang banget."
"Ooo."
Falen pun beranjak dari tempat tidur sambil memeriksa pakaiannya."Aman."
__ADS_1
" Kamu mau kemana?"
"Mandi." Ucap Falen meninggalkan Kevin.
Kevin pun mendengus kesal mendengarkan Falen menjawab hanya sekenanya.
***
Di meja makan, semua anggota keluarga sudah duduk rapi menyantap sarapan masing -masing. Sehabis makan, Bu Marlina langsung pamit pulang ke kampung.Angel seperti biasa pergi ke sekolah, Kevin pergi ke kantor bersama pak Surya. Walau sebenarnya Surya masih enggan untuk pergi ke kantor tapi untuk sekedar memantau kinerja Kevin, akhirnya Surya memilih untuk kembali bekerja. Sedangkan Queenxa sejak tadi sudah pergi bertemu dengan teman lamanya.
Sekarang hanya tinggal Falen seorang diri di rumah."Pagi yang baik.Rumah sepi dan semua orang pergi. Aku akan bisa kembali bekerja dengan tenang."
Falen melangkah menuju kamar tamu dan mulai menyalakan laptopnya untuk bekerja.Terlihat deretan notifikasi masuk ke dalam emailnya. Banyak pelanggan yang menanyakan keberadaan barang milik mereka. Banyak juga yang ingin mengorder barang yang lainnya.
Dengan sigap, Falen mulai menyelesaikan satu persatu permintaan pelangganya.Tak terasa sudah hampir 4 jam lamanya Falen berkutak dengan laptop dan ponselnya. "Syukurlah selesai juga.Meskipun hari ini aku tidak sempat beristirahat tapi hasilnya memuaskan. Orderan banyak yang masuk dan pelanggan puas dengan kinerjaku."
Sekarang waktunya pergi ke luar untuk bertemu kedua sahabatku."Sungguh aku sangat merindukan mereka." Ucap Falen sambil meregangkan jemarinya yang pegal.
Seperti biasa Falen kembali menaiki alat transportasi kesukaannya. Angkutan umum menjadi andalan satu-satunya.Walaupun dirumah ini garasi dipenuhi dengan berbagai jenis merek mobil dan motor tapi Falen jarang menaikinya. Hal itu bukan jadi masalah lagi untuk Falen.Dalam hatinya ia selalu berucap" Itu bukan mobilku, bukan hakku juga bukan milikku. Aku hanya perempuan yang beruntung bisa ditampung di rumah ini."
Itulah yang selalu ia tanamkan dalam hatinya.
Setelah menaiki angkutan umum sekitar 25 menit lamanya, Falen kini sudah berada tepat di depan gerbang pintu rumah Alex. Hanya dengan sekali menekan bell, satpam sudah membukakan pintu untuk Falen.
Di pintu terlihat Nayla yang sangat antusias menyambut kedatangan Falen.
"Kak Falen datang..kak Falen datang...kak Falen datang." Ucap Nayla menghampiri Falen dan memeluk Falen begitu erat.
"Nayla..peluknya jangan terlalu erat gitu dong kan kakak gak bisa nafas."
"Kakak gak kangen Nayla." Ucap Nayla mengerucutkan bibirnya.
"Uluhhh uluhh kok bibirnya gitu. Nanti cantiknya hilang lho."
__ADS_1
"Kakak gak sayang lagi sama Nayla."
"Kakak sayang banget kok sama Nayla buktinya kakak datang lihat Nayla kesini."
"Trus kenapa kakak gak mau Nayla peluk lagi."
"Tadi Nayla meluk kakak kekencangan jadi rambut kakak ikut ketarik Nay."
"Heheh maafin Nayla ya kak,Nayla gak sengaja."
"Iya . Sekarang kita masuk ya, kakak udah capek berdiri nih." Ucap Falen pura-pura mengangkat kakinya.
Setelah masuk kedalam rumah Falen tidak menemukan keberadaan Alex. Ketika Falen bertanya sama Nayla dan asisten rumah, mereka mengatakan bahwa Alex masih berada di kantor.
Hal itu membuat Falen lebih mudah mengajari Nayla dengan baik. Karena jika Alex berada di rumah itu justru akan mempersulit Falen untuk mengajari Nayla. Karena terkadang Nayla akan meminta hal-hal aneh kepada Alex dan juga Falen.
Menjelang sore hari sekitar jam 16:30 Falen beranjak pergi dari rumah Alex untuk menemui kedua sahabatnya di cafe dekat pusat perbelanjaan. Seperti biasa, Falen akan lebih dulu sampai dibandingkan dengan sahabatnya itu.
Falen memilih meja pojok dengan tujuan agar mereka nanti lebih leluasa untuk mengobrol sepuasnya. Setelah itu, Falen memesan minuman kesukaannya yakni green tea moccacino. Sudah hampir 10 menit lamanya Falen menunggu tapi Salma dan Theresia tidak kunjung datang. Sampai-sampai minuman yang dipesan Falen kini sudah habis kandas dari wadahnya baru Salma dan Theresia menunjukkan batang hidungnya.
"Hai Falen tambah cantik aja kamu." Gurau Salma menghindar dari tatapan Falen.
"Duduk. Kalian kebiasaan banget deh buat janji tapi terus datang terlambat." Ketus Falen menatap Salma dan Theresia sinis.
"Heheh maaf Falen. Masa baru jumpa udah marah-marah sama kita. Bukannya kalau ngumpul gini kita cipaka-cipiku dulu." Sahut Theresia sambil menarik kursinya.
"Tau ahh. Kalian datang buat bad mood aja."
"Udah dong Falen ngambeknya. Kami minta maaf deh, soalnya tadi kita juga udah buru-buru buat datang kesini karena di kampus kan lagi ada seminar" Ucap Salma.
Seketika Falen terdiam, kala Salma menyebut kata kampus.
Jangan lupa Tinggalkan jejak like, komen dan votenya ya readerku.Terima kasih.😇🙏
__ADS_1