
Apakah pria ini masih dapat digolongkan manusia! apakah cuma aku yang merasakan kelaparan saat ini ?. Bahkan mulai dari kemarin Falen belum sempat makan sedikit pun karena saking gugup untuk bersanding diatas pelaminan bersama Kevin.
Hedeh apa yang harus ku ucapkan sekarang pada pria ini, untuk melihatnya saja selera laparku seketika menghilang.
"Maaf tuan saya hanya ingin keluar sebentar. Sa...saya lala..lapar tuan"
"Tidak usah keluar kalo hanya untuk mencari makan. Dasar katro. Apakah lho benar- benar bodoh atau pura-pura? Gue kasih tahu ya hotel ini hotel mahal menyediakan semua keperluan lho dan fasilitas layanan kamar full termasuk makanan.
Btw lho emang punya duit banyak untuk makan di resto yang lain?. Sedangkan makan 2 kali sehari lho udah syukur banget apalagi ini sok soan makan diluar. Ucap Kevin sinis.
"Sabar.. sabar kamu harus tetap kuat Falen anggap aja pria aneh ini sedang berpidato.
*T*uan Kevin yang terhormat saya memang bodoh paling bodoh malahan. Tapi, saya bodoh karena saya belum pernah menginap dihotel sekali pun apalagi menginap dihotel mewah seperti ini. Etss tapi salah ini namanya saya bukan menginap ya tapi terbuang. Ujar Falen dalam hati seraya kembali melangkah masuk ke arah balkon sambil mendudukan dirinya diatas kursi.
Kevin tidak menghiraukan Falen yang kembali lagi duduk ke balkon. Setelah menekan sebuah tombol Kevin dengan santainya kembali melanjutkan tidurnya. (entah tidur apa gak Falen gak tahu)
Hampir 1 jam lamanya , sosok seseorang yang mengantar makanan tidak kunjung datang. Falen sudah merasa sangat bosan dan lapar, sungguh dia hanya sanggup menelan ludahnya berulang kali untuk menahan rasa laparnya.
" *Li*hatlah pria itu masih bisa tidur dengan santai dan bahkan dalam keadaan lapar juga.
*A*aahh aku lebih baik mati saja. Sungguh ini sangat menyiksa sekali. Makanan seperti apa sih yang dimasak di hotel ini sampai harus membutuhkan waktu1 jam lamanya,
seandainya junkfood ada sudah cukup bagiku dan aku akan sangat senang sekali.
***
Ting,tong ting suara bel dari luar kamar terdengar nyaring ditelinga Falen.
Falen yang mendengarkan suara bel tersebut bergegas hendak keluar untuk membukakan pintu.
"Excuse me miss.Our lady from hotel service want to deliver a food massage." Falen segera membukakan pintu ketika mendengarkan makanan.
2 pelayan itu pun masuk kedalam kamar dan menata berbagai aneka macam makanan entah apa namanya dan makanan khas apa Falen juga tidak mengerti. Setelah pelayan selesai menata makanan tersebut mereka kembali keluar. Seketika Kevin terbangun dari tidur pura- pura dan langsung menyantap makanan tersebut tanpa sepatah kata pun.
Banyak sekali makanan ini untuk apa dipesan banyak-banyak kalo tidak habis kan mubazir ini saja cukup untuk jatah 5 orang. ujar Falen menatap makanan itu.
Kevin yang memperhatikan Falen hanya fokus memandangi makanan yang ada diatas meja akhirnya ia membuka suaranya.
" Dua menit lagi lho gak makan maka, makanan ini akan gue buang dan lho tidak perlu makan untuk selamanya."
Falen yang mendengar ancaman dari Kevin buru-buru menyantap hidangan tersebut sampai tiba-tiba ia tidak sengaja tersendat oleh makanan pedas yang masuk ke dalam mulutnya.
"Hei kalo makan biasa aja kali jangan norak dong, lho jangan terus kampungan deh dimana-mana. Sama makanan mahal aja langsung sikat abis."
Falen yang mendengarkan ocehan mulut pedas Kevin hanya diam dan menahan rasa gatal di tenggorokannya. Karena menahan rasa pedas dimulutnya hingga air bening itu lolos di pelupuk matanya.
"Astaga hanya sindiran aja lho udah sampe nangis apalagi nanti."
__ADS_1
langsung skip aja ya biar gak bertele -tele😊
***
Setelah disetujui oleh Surya, Falen dan Kevin akhirnya pindah rumah di dekat kampusnya Falen. Hari ini merupakan hari pertama bagi mereka untuk menempati rumah barunya.
Saat ini Falen dan Kevin sedang asyik menata barang-barang milik mereka berdua. Setelah sebelumnya 2 pelayan rumah telah membereskan perlengkapan rumah, dapur dan yang laiinnya.
Sebenarnya dirumah ini ada 4 kamar.
2 untuk Falen dan Kevin dilantai atas, dan 2 lagi 1 untuk kamar tamu dan 1 lagi untuk ruang kerja Kevin.
Alasan dua kamar untuk mereka adalah...ketahuilah bahwa kevin dari dulu tidak menyukai Falen sedikit pun.Tujuannya hanya ingin membuat Falen menderita karena telah menyetujui pernikahan ini.
Falen yang sedang menata bukunya dilemari dan beberapa perlengkapan lainnya menghentikan aktivitasnya karena mendengar suara dering ponselnya.
Falen menatap layar ponselnya dan melihat sahabatnya yang menghubunginya.
"Halo Falen, lama amat sih ngangkat telponnya." Cerocos Salma
"Iya maaf Salma. Kabiasaan deh kamu bukannya tanya kabar dulu ini langsung ngomel duluan."
"Hehehehh maaf ya Falen gue bercanda kamu juga sih kayak baru tahu aja bahwa sifat gue memanh kan dari dulu gini-gini aja."
"Iya iya dimaafin. Tumben kamu nelpon aku tiba-tiba begini,ada apa sih?"
"Heheh iya aku udah sembuh kok. Lagian aku masih kuliahlah itu kan impian aku dari dulu untuk kuliah mana mungkin aku gak kuliah lagi. Rencana sih besok aku udah mulai masuk kuliah lagi. Aku juga masih ingat kok kalian teman temanku paling baik dan ngeselin." Ucap Falen tersenyum mengingat kedua sahabatnya.
"Baguslah kalo begitu. Soalnya aku sama Theresia udah kangen banget sama kamu. Yaudah kalau begitu sampai ketemu besok ya, jangan lupa kabari kita kalo kamu butuh bantuan atau apapun itu kita akan selalu ada untuk lho karena kita kan sahabat."
"Iya makasih ya Salma temanku pali...."
"Udah... udah aku udah tahu apa yang kamu maksud Falen. Udah dulu ya aku ada kelas nih hari ini. Byee.."
"Paling hebohhh. Ucap Falen setelah teleponnya dimatikan salma secara sepihak.
Dasar kebiasaan deh orang belum selesai ngomong udah langsung diputus ,tapi aku senang banget besok aku akan kembali bertemu dengan sahabatku."
Falen merebahkan tubuhnya ke ranjang niat hanya berbaring tapi apalah boleh daya mata tidak bisa diajak kompromi.
Hari semakin sore Falen akhirnya terlarut dalam tidurnya. Suara ketukan pintu yang bising membuat Falen bangkit dari alam sadarnya.
Tok,tok,tok...
"Buka pintunya cewek kampung .."
Falen bergegas membuka pintu seraya mengucek matanya .
__ADS_1
"Lho tahu kan peran lho sekarang apa dirumah ini ! lihat ini sudah jam berapa ,masih tidur juga, dasar cewek pemalas.
Baiklah karena gue baik jadi, hari ini gue akan kaaih tau lho posisi lho sebenarnya apa dirumah ini.
1.lho harus menyediakan keperluan gue tapi jangan harap untuk mencampuri urusan gue
lho tidak boleh masuk kekamar gue apalagi menyentuh barang milik gue
3.lho jangan harap untuk bisa menyentuh gue 4.lho jangan sampai mengadu ke bokap gue bu marlina atau kesiapapun itu
5.lho jangan harap menerima sepeser uang pun dari gue
lho simak baik baik perkataan gue.
dan masih banyak lagi yang terus diucapkan Kevin tanpa henti.
"Ta...tapi aku masih bisa kuliah kan tuan Kevin dan bertemu dengan ibu dan teman temanku?"
"Terserah apa yang akan lho lakukan gue gak peduli sama sekali asalkan tidak melanggar peraturan gue lakukanlah sesukamu." Ketus Kevin.
.
.
hai readers maaf ya author jarang up ,kedepannya akan lebih rajin up lagi kalo tidak ada kendala.
maaf kalo ceritanya kurang menarik,author akan usahakan lebih baik lagi.
jangan lupa like,komen dan vote ya readers author tunggu like dan komennya terima kasih😇😇
R.L.G.
__ADS_1