Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 58


__ADS_3

Pagi hari merupakan ajang paling sibuk untuk semua orang. Mereka mempersiapkan diri untuk bekerja, pergi kesekolah, berorganisasi atau bahkan merawat anak-anak.Tapi bukan untuk perempuan yang satu ini. Sekitar jam 7:00 A.M. Setelah menyelesaikan pekerjaannya yang tergolong simple, kini ia sekarang tengah berada di ruang tamu sedang menonton drama kesukaannya.


Bagi sebagian orang pasti aktivitas yang dilakukan Falen sungguh menyenangkan.Tapi bukan untuk dirinya sendiri. Seandainya bisa bertukar posisi, Falen sudah melakukannya dari dulu. Tapi apalah daya Falen hanyalah perempuan lemah yang harus menuruti semua perintah sang suami. Menurut merupakan alasan untuk menjamin. keselamatan keluarganya.


Jika Falen sedang menonton di ruang tamu, beda halnya dengan Kevin yang sedang mengamuk di kamar. Kevin bangun kesiangan dan melihat jam dingding sudah menunjukkan jam 7:00 pagi.


"Falen,Falen,Falen" Suara itu kini berulang kali menggema di dalam kamar.


Falen yang merasa terganggu dengan suara Kevin yang terus memanggil dirinya dengan malas melangkah untuk menghampiri Kevin ke kamar.


"Kenapa sih mas, pagi-pagi udah bikin ribut aja"


"Kamu nanya kenapa?"


"Iya.Semuanya kan udah beres. Aku udah nyiapian pakaian kantor mas,buat sarapan trus bersih-bersih.Jadi sekarang apalagi yang kurang?"


"Aku gak nanya itu. Lihat sekarang udah jam berapa?"


"Jam 7:00.Hubungannya apa sih mas?"


"Kamu ya gak peka juga dari tadi" Ucap Kevin dengan raut wajah marah. Kevin langsung beranjak ke kamar mandi sambil membanting pintu cukup keras.


"Kalau mas gak bilang aku mana tahu" Lirih Falen melihat Kevin yang tidak bisa mengontrol emosinya.


Belum lama pintu kamar mandi tertutup, kini sudah kembali terbuka. Kevin membersihkan dirinya kurang lebih 3 menit lamanya.


"Baju aku mana" Ucap Kevin dingin tanpa menambah embel-embel yank.


"Ini mas" Ucap Falen memberikan baju tersebut kepada Kevin.


Setelah Kevin selesai memakai pakaian kantornya. Falen langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan itu. Kesal? Iya. Itulah sekarang yang dirasakan Falen.Ingin rasanya ia bisa kabur jika saja pengawal sialan itu tidak berjaga di depan pintu.


Falen kini tengah berada di dapur menyiapkan sarapan untuk Kevin. Ketika Falen melihat Kevin mendekat kearahnya, Falen segera beranjak pergi untuk menghindari Kevin jika saja ia kembali emosi.


"Mau kemana kamu?"


"kamar" Ucap Falen ketus.


"Ngapain ke kamar?"


"Beberes" Ucap Falen hendak melangkah menjauh dari Kevin.

__ADS_1


"Duduk.duduk aku bilang."


Dengan terpaksa Falen harus mengikuti kemauan Kevin, dan kembali duduk ditempatnya semula.


"Kamu sadar gak sih? Udah salah tapi masih ngeyel juga."


"Mas yang gak sadar.Bangun tidur langsung marah-marah sama aku"


"Seharusnya kamu yang sadar diri. Udah gak bangunin suaminya malah asyik nonton film yang gak jelas"


"Biasanya juga kan mas bangun sendiri gak pernah aku bangunin. Trus kenapa jadi aku yang disalahin begini sih?"


"Kamu kan istri aku, jadi udah tugas kamu dong bangunin suami kamu. Sekarang kamu harus tanggung jawab atas semua ini"


"Selalu aku saja yang disalahin.Aku, aku dan aku gak pernah mengintropeksi dirinya sendiri" Batin Falen menggerutu.


"Kenapa diam? Buruan sana ganti baju kamu"


"Ngapain ganti baju sih?"


"Kamu ikut aku ke kantor.Gak ada bantahan ini perintah.Cepat."


Lagi lagi Falen harus kembali mengalah dengan sikap Kevin yang selalu memerintahnya. Mengumpat dan memaki Kevin merupakan hal yang biasa dilakukan Falen untuk melegakan suasana hatinya.


Pagi ini, Kevin tidak pergi bekerja, melainkan ia ingin mengajak Falen jalan-jalan mengelilingi kota Sydney. Malam harinya,juga Kevin berencana akan mengajak Falen untuk menghadiri pesta ulang tahunnya yang disiapkan oleh karyawan kantor di sebuah hotel berbintang di kota itu.


Sambil menunggu Falen keluar dari kamar, Kevin menghubungi anak buahnya supaya menyiapkan hadiah untuk Falen.


Kevin yang ulang tahun tapi Falen yang mendapatkan kado. Ini nih kalau udah bucin akut😀


Ketika Kevin, sedang bertelepon ria, Falen datang menghampiri Kevin dari belakang.


Falen hari ini menggunakan outfit dress warna tosca selutut dipadu dengan sepatu heels berwarna hitam, rambut yang digulung asal-asalan, ditambah dengan make up tipis yang menghiasi wajahnya.


"Jadi gak perginya, kalau gak aku nonton lagi nih"Ucap Falen ketus.


Kevin pun mematikan ponselnya dan berbalik menghadap Falen.Kevin tersenyum senang melihat penampilan Falen saat ini.


"Istriku cantik banget sih" Batin Kevin.


Falen yang kesal karena Kevin tetap diam, akhirnya membanting tas selempangnya keatas sofa.

__ADS_1


"Kenapa? Mau marah lagi?" Ucap Kevin.


"Jadi gak pergi ke kantornya?"


"Astaga istriku gak sabaran banget sih" Ucap Kevin sambil menarik lengan Falen.


"Gak sarapan dulu" Ucap Falen berhenti di depan pintu.


"Gak usah, nanti kita makan diluar aja"


Mereka pun segera berangkat dengan Kevin yang mengemudikan stir mobil.Karena ini pertama kali Kevin mengajak Falen kekantornya jadi, Falen tidak tahu arah jalan yang sedang mereka lewati.


Sekitar 1jam Kevin masih tetap mengendari mobilnya. Falen masih tetap diam dan mengalihkan kebosanannya dengan memainkan ponselnya. Lama kelamaan Falen merasa aneh karena hampir 2.5 jam Kevin masih tetap tenang mengemudikan stir mobil. "Sebenarnya sejauh mana sih kantor mas? Masa udah hampir 3 jam begini tapi gak nyampe juga" Ucap Falen menatap Kevin.


"Kamu diam aja. Nanti juga kamu bakal tahu"


"Gimana mau diam dari tadi aku udah bosan duduk terus."


"Bentar lagi juga nyampe.Aku janji ini gak akan lama lagi"


Sesuai dengan janji Kevin, 15 menit lagi, Kevin memarkirkan mobilnya ditempat khusus parkir. Kevin dengan cepat keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Falen.


"Silahkan nyonya"


"Lebay" Ucap Falen ketus sambil keluar dari


mobil.Ketika Falen keluar, ia melihat sekelilingnya terasa aneh. Banyak orang yang lalu lalang dan banyak toko souvenir di dekatnya.


Tanpa banyak kata, Kevin langsung menarik lengan Falen untuk menjauh dari tempat parkiran. Ketika Falen ingin protes, Kevin dengan cepat mengecup bibir Falen.


"Iss apa-apasih mas" Ucap Falen dengan muka cemberut.


"Makanya diam dulu. Nanti kamu akan tahu kok.Nah, sekarang kita udah nyampe yank. Welcome to Royal botanic garden"


Falen pun menatap takjub dengan apa yang sedang dilihatnya. Ia tak henti-hentinya memuji keindahan taman itu. "Ini dimana sih mas?" Ucap Falen ingin tahu.


"Kita sekarang lagi berada di taman paling indah di kota Sydney yank. Taman ini sangat luas, dan menarik. Disini juga kita bisa melihat berbagai macam flora dan fauna. Jadi kamu bisa bersantai untuk menenangkan pikiran"


"Berarti mas bohong kan sama aku.Padahal tadi pas bangun,mas marahin aku karena alasan telat pergi ke kantor. Sekarang ini apa?"


"Heheh maafin mas yank.Tadi mas hanya acting marah supaya kamu mau ikut mas ke sini yank." Ucap Kevin sambil menarik Falen kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Gak niat banget sih mas Kevin" Batin Falen menggerutu.


Jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya readerku terima kasih.😊🙏


__ADS_2