
Setelah selesai mandi, Falen langsung beranjak kedapur untuk memasak makan malam. Hampir 30 menit lamanya Falen berkutak di dapur. Udang kecepe, telur dadar dan tumis kangkung menjadi menu makan malam saat ini. Falen menyajikan masakannya di atas meja makan sambil menunggu Kevin selesai mandi. Sudah hampir 20 menit Falen menunggu,tapi Kevin tak kunjung keluar juga.
Falen pun memutar bola matanya jengah ketika melihat Kevin baru saja keluar dari kamar.
"Udah lama nunggu aku ya yank"
Huekk. Falen ingin muntah mendengarkan panggilan Kevin."Astaga kok gue merasa geli banget ya kalau Kevin manggil aku dengan sebutan yank. Gak cocok banget" Batin Falen.
"Kamu mau muntah yank?" Ucap Kevin melangkah mendekat kearah Falen.
"Udah gak usah drama. Sekarang aku udah lapar nih. Kalau kamu gak mau makan masakan aku gak masalah kok. Aku makan kalau gitu"
"Kamu ngomong apa tadi? kamu? gak sopan banget ya kamu manggil suamimu ini.
Kevin menarik kursinya tepat dihadapan Falen dengan raut wajah marah.
Aku tahu kamu memang gak mudah untuk maafin aku.Tapi sedikit saja tolong hargai usahaku saat ini.Aku gak gila ya, nyuruh kamu masak tapi aku sendiri gak makan masakan kamu"
"Sekarang kok Kevin sensitif banget sama gue. Niat ingin pura-pura marah eh ini malah dia marah benaran. Batin Falen melihat Kevin yang kembali menunjukkan wajah dinginnya.
"Iya aku salah. Maafin aku kalau gitu mas"
Ucap Falen sendu menundukkan kepalanya seperti orang-orang yang benar-benar merasa menyesal. Rasanya Falen ingin melihat bagaimana reaksi Kevin saat ini kepadanya.
Falen yang memanggil Kevin dengan sebutan mas seakan terbang kelangit ketujuh karena saking senangnya dengan sebutan itu. Tapi Kevin juga merasa bersalah kepada Falen karena kembali bersikap dingin.
"Ok kamu manggil mas juga tidak masalah. Itu lebih dewasa dibandingkan yank" Batin Kevin tersenyum ria.
" Jangan minta maaf. Aku yang salah kok yank.Tapi mulai saat ini aku serius kalau aku sangat menginginkan kamu untuk memasak buat aku."
__ADS_1
Falen pun terkikik geli melihat Kevin yang kembali meminta maaf kepadanya. Rasanya hidup dua bulan dengan Kevin di Sydney Falen sudah mendengarkan permintaan maaf Kevin berjuta kali. Kevin tidak sungkan lagi meminta maaf kepada Falen walau hanya kesalahan kecil saja.
"Udah dimaafin. Tapi jangan diulangi lagi. Sekarang kita makan dulu keburu makannya dingin jadi gak enak." Ucap Falen jutek.
"Iya kita makan dulu"
Kevin merasa bersyukur karena ia bisa kembali menikmati masakan Falen yang enak. Meskipun sekarang mereka tinggal di Australia, tapi mereka lebih memilih masakan Indonesia dibandingkan masakan luar.Selain kesehatannya terjamin, lidah mereka juga lebih cocok dengan masakan Indonesia.
Selesai makan malam,Falen langsung beranjak kekamar untuk mencoba kembali ponsel barunya. Sedangkan Kevin masih sibuk di ruang kerjanya untuk memeriksa laporan perusahaan.
Falen begitu senang karena mendapatkan ponsel keluaran terbaru. Pertama Falen mencoba cameranya dengan berpose ria. Selanjutnya Falen memeriksa kontak dan media sosialnya.
Medsosnya dipenuhi dengan beragam notifikasi."Ini nih kalau udah setahun gak buka medsos jadi ketinggalan kan kabar terbaru."Guman Falen mengomel.
Lama Falen mengotak ngatik ponselnya. Hingga tak sengaja Falen menemukan postingan terakhir Salma yang berisikan kesedihan dan penderitaan ,tidak lupa didalamnya juga disertakan emotion menangis.
"Postingan ini masih baru. Berarti Salma mengalami sesuatu hal buruk dong.Gimana ya caranya agar aku bisa menghubungi Salma. Kevin kan mengganti nomer ponselku dengan yang baru. Trus dia juga kan hanya menyimpan nomer ibu, Pak Surya, Angel, kak Queenxa dan terakhir nomer ponselnya.
Sedangkan nomer sahabatku tidak ada satu pun yang kuingat. Kevin juga melarangku berhubungan dengan orang lain selain keluarga kami. Aku harus gimana ya supaya Kevin mau memberikan nomer Salma dan Theresia sama aku?"
Ketika Falen sedang berpikir keras untuk mendapatkan nomer Sahabatnya dari Kevin, pintu kamar sudah terbuka dan menampakkan sosok Kevin yang masuk sambil memangku laptopnya.
"Ahh pasti Kevin mau ngawasin aku karena mungkin curiga aku akan menghubungi seseorang" Batin Falen.
"Sekarang kamu tidur yank udah malem. Sini ponselnya waktunya udah habis" Ucap Kevin sambil menengadahkan tangannya mengisyaratkan agar Falen memberikan ponselnya.
"Kan masih sebentar mas aku pakai ponselnya. Masa sekarang udah langsung diminta"
"Kalau kelamaan aku takut kalau kamu akan bertindak yang enggak-enggak"
__ADS_1
"Serius aku gak aneh-aneh kok"
Ucap Falen memelas dengan raut wajah memohon.
"Ok. Aku akan turutin permintaan kamu. Asalkan malam ini aku udah bisa tidur disana. Ucap Kevin menunjukkan tempat tidur.
"Sudah kuduga. Pasti Kevin gak akan menuruti kemauanku semudah itu.Mendingan besok aku mencoba memohon dari pada harus malam ini." Batin Falen.
Memang sejak mereka tinggal di kota Sydney, Falen belum menginzinkan Kevin untuk tidur seranjang dengannya. Falen akan tidur diranjang sedangkan Kevin tidur di sofa bongkar pasang. Sofa tersebut canggih dan bisa dijadikan tempat tidur.
" Kamu tidur disofa mas. Ini ponselnya aku mau tidur dulu"
"Padahal syaratnya mudah kok yank. Tapi kamu korbanin ponsel ini hanya dengan masalah sepele dan wajar untuk pasangan suami istri"
"Udah ah. Aku tidur dulu dan jangan ganggu aku" Ucap Falen sambil membalut tubuhnya dengan selimut.Kevin menarik napas panjang karena sampai saat ini ia masih belum bisa menaklukkan hati istrinya itu.
"Mau sampai kapan aku harus mandi malam begini" Ucap Kevin keras agar Falen peka dengan kondisinya selama ini.
Falen memejamkan matanya seakan tidak ingin mendengarkan keluhan Kevin. Sejujurnya Falen belum siap untuk menerima Kevin seutuhnya. Mengingat Kevin dulu dengan mudahnya mengabaikan dirinya dan bercinta dengan wanita lain didepan matanya sendiri.
***
Pagi harinya seperti biasa Falen bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan kebutuhan Kevin ke kantor. Membuat sarapan menjadi hal pertama yang dilakukan Falen, selanjutnya menyiapkan baju kantor dan membersihkan rumah. Kevin sebenarnya menawarkan seorang asisten rumah tangga kepada Falen agar Falen tidak kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah seorang diri.
Tapi Falen tetap menolaknya,Karena itu masih hal wajar dilakukan oleh perempuan termasuk dirinya yang pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan lain. Setelah tugas rumah selesai Falen langsung membersihkan diri bersiap untuk menonton film kesukaannya sepanjang hari.
Falen sudah terlihat segar kembali, setelah melakukan pekerjaan rumah. Jam sudah menunjukkan 6:30 A.m tapi Kevin tak kunjung bangun juga. Falen pun tak mempedulikan hal itu,intinya ia sudah selesai melakukan tugasnya seperti apa yang diperintahkan Kevin.
Hai jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya readersku. Terima Kasih😊🙏
__ADS_1