Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 63


__ADS_3

Pagi ini adalah pagi yang sangat indah untuk pasangan suami istri yang sedang dimabuk cinta.Kevin bangun dari tidurnya dan tidak menemukan pujaan hatinya.Padahal dari semalam Kevin sangat berniat agar ia bisa bangun lebih dulu dan melihat wajah cantik istri tercintanya itu.Tapi karena kurang tidur asyik begadang semalaman,sehingga Kevin mengingkari niatnya itu.


Kevin meraih celana pendeknya yang tergeletak dilantai, lalu memakainya dengan cepat.Terlihat wajahnya sangat panik ketika ia tidak mendapati Falen di sampingnya.dengan cepat Kevin segera beranjak dari tempat tidurnya,dan mencari keberadaan Falen ke setiap sudut ruangan.Setelah tidak menemukan Falen di setiap ruangan, karena saking paniknya mencari Falen, Kevin baru sadar bahwa ia belum mencari ke kamar mandi.


Kevin terlihat panik karena pintu kamar mandi dikunci dari dalam,dan tidak menimbulkan suara apa pun.


"Yank, yank sayang buka pintunya" Kevin terus menggedor pintu kamar mandi, ia tidak lagi berpikir jernih untuk menunggu Falen membuka pintunya.


"Sayang, buka dong pintunya , Mas khawatir nih sama kamu" Kevin terus menggedor pintu kamar mandi, ia juga tidak segan-segan mendorong pintu kamar mandi dengan tubuhnya agar bisa membuka pintu.


"Astaga mas Kevin ngapain sih mesti ribut segala" Falen terus menggerutu didalam kamar mandi karena Kevin mengacaukan ritual mandinya.


"Yank buka pintunya. Cepat.." Kevin semakin gemas melihat Falen yang tak kunjung membuka pintu.


Falen menarik napas panjang sebelum membuka pintu.Lalu ia langsung melilitkan handuk ditubuh rampingnya dan membiarkan rambutnya terurai begitu saja.


"Astaga mas Kevin ngapain sih di depan pintu mesti ribut?" Ucap Falen membuka pintu kamar mandi sambil mengomeli Kevin yang hanya menunjukkan cengiran gigi kuda.


"Heheh gak ngapangapain kok yank" Kevin menatap Falen layaknya harimau yang sedang kelaparan.


"Itu ngapain senyum terus liatian aku kayak gitu?"Falen menunjukkan wajah masamnya karena kesal melihat Kevin yang mengganggu ritual mandinya.


"Kok mukanya ditekuk gitu sih yank?" Kevin langsung menarik Falen keluar dari kamar mandi dan mengajaknya duduk ditepi tempat tidur.


"Awas dong mas aku mau ganti baju dulu" Falen berusaha menghentikan ciuman Kevin yang takutnya nanti akan melebar kemana-mana.


"Bentar aja yank. soalnya istriku cantik banget, harum lagi jadi gak tahan kalau dianggurin"

__ADS_1


"Mas sudah dong, aku marah nih sama mas" Falen lama kelamaan merasa geli dengan kelakuan Kevin yang tak ada henti hentinya.


"Ngapain kamu marah yank sama mas? Bukannya tadi malam kit.."


"Cukup mas"Falen menghentikan ucapan Kevin dengan jari lentiknya yang mendarat tepat di hadapan Kevin.Falen begitu malu untuk membahas peristiwa semalam.Pagi ini saja ia sangat malu melihat Kevin bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana boxer.Apalagi kalo membahas yang tadi malam. Pasti akan sangat memalukan untuk Falen.


"Aku lagi kesal ya sama mas, tadi malam aja, mas gak izinin aku istirahat, sekarang juga gangguin aku mandi dan ini mau ngapain lagi coba?"


"Heheh maaf yank,Tadi malam kan ceritanya udah beda sama pagi ini.Kalau tadi mas gak gangguin kamu mandi, kamu aja yang langsung kabur gak nungguin suaminya bangun dulu.Nah kalau sekarang suaminya mau sarapan dulu" Kevin tetaplah Kevin.Ia sangat pandai membalikkan fakta apalagi kalau berhubungan dengan Falen.


"Kan aku baru siap mandi mas, jadi belum sempat dong masak buat sarapan.Sekarang aja kalo gerak masih sakit banget, apalagi kalau langsung masak ya bisa bisa nanti jatuh pingsan mas"Falen menggerutu pelan tapi masih bisa didengarkan oleh Kevin.


"Kamu sakit? Kok gak bilang sih yank,perasaan tadi malam baik baik aja kok" Kevin berusaha membuka handuk Falen untuk memeriksa keadaan tubuh Falen yang sebenarnya."Dasar suami gak peka.Itu mah modus namanya,pake buka buka handuk segala lagi" Falen menatap wajah Kevin yang berbinar ketika ia berhasil membuka handuk Falen sampai kedada.Padahal Falen sudah berusaha untuk menghentikan kelakuan Kevin yang semakin menjadi.


"Awas dong mas, aku mau pakai baju dulu"


"Mas udah dong jangan kayak gini napa"


Falen sudah menunjukkan wajahnya seimut mungkin agar Kevin luluh mau melepaskan Falen dari dekapannya tapi, Kevin justru semakin gemas dengan ekspresi yang ditujukkan Falen kepadanya.


"Hehe kamu salah sayang. Bukannya aku akan luluh dengan wajahmu itu,malahan kamu akan semakin memancing hasrat gilaku ini" Kevin sudah beralih menciumi tekuk juga yang lainnya.


"Mas aku lapar"Falen berusaha mengalihkan titik fokus Kevin dengan berpura-pura lemas dihadaan Kevin.


"Bentar yank, kita sarapan ini aja yah"Kevin menunjukkan kearah yang dia maksud.Tapi Falen malah bengong tidak mengerti maksud Kevin.


"Apasih mas gak jelas" Seketika Kevin langsung lemas melihat Falen yang polos tidak mengerti apa apa tentang hubungan.Kesempatan itu dijadikan Falen untuk menghindari dari Kevin.Alahasil Falen berhasil melepaskan diri dari dekapan Kevin dan langsung berlari ke dalam walk in closet.

__ADS_1


"Mungkin aku harus bersabar kalo masalah yang satu ini.Sebenarnya aku bisa saja untuk melakukan hal itu pagi ini,tapi karena aku sangat menghargai perasaanmu, maka aku tidak melakukan hal yang demikian.Aku juga tau bahwa kamu merasakan sakit itu,tapi aku sangat bangga karena bisa mendapatkan itu semua dan bisa membuat jejak kepemilikan disetiap inci tubuhmu sayang" Batin Kevin.


Walaupun Kevin merasa kecewa dengan sikap Falen barusan,tapi ia bisa mengerti dengan itu semua.Kevin memang sangat mendambakan Falen.Sampai-sampai sisi liarnya hampir saja keluar kalau saja Falen tidak menghentikan aksinya itu.


Falen keluar dari walk in closet sudah mengenakan pakaian santai.Entah dari mana pakaian itu semua Falen tidak tahu.yang pasti didalam lemari dipenuhi dengan pakaian wanita dan pria yang lengkap rapi tersusun. Kevin tersenyum melihat kedatangan Falen."Mas kok belum mandi juga?" Falen menatap heran Kevin karena masih betah memamerkan dada bidangnya itu.


"Sini yank" Kevin menepuk sisi ranjang disampingnya.


"Apa sih mas?" Ucap Falen dengan dahi yang berkerut. Setelah Falen sudah duduk sempurna disamping Kevin, Kevin langsung menarik Falen kedalam pelukannya.


"Sayang terima kasih untuk semuanya.Tanpa mas sebutkan satu persatu pun pastinya kamu sudah mengerti apa itu maksud mas"


"Iya masku. Kalau ini Falen ngerti apa maksud mas Kevin.tapi, kalau yang tadi aku gak ngerti. Sekarang udah dulu pelukanya mas harus mandi dan aku mau buat sarapan dulu. udah lapar soalnya" Ucap Falen yang dijawab anggukan oleh Kevin.


"Siap.Hamba akan melakukan semua perintah nyonya." Kevin berdiri sambil memberikan tanda hormat kepada Falen lalu masuk ke dalam kamar mandi.


#Catatan hati seorang author😥


**Hai semua readersku..


hari ini author mau curhat sikit boleh?


Bolehlah...


Ok terima kasih semua. Jadi langsung to the point aja ya. Sebenarnya author bisa kok up tiap hari atau bahkan crazy up.Tapi karena like, komen dan votenya sikit, jadi author jadi mikir dua kali kalo mau up.Soalnya gini, mau up pun, kadang gak ada pengaruhnya sama sekali karena votenya jarang trus likenya berkurang.Jadi author kadang malas kalau mau up.


jadi yang author minta kita saling support lah satu sama lain.Gak ada pemaksaan kok untuk memberi.Kita manusia dan pasti saling take and give.Saling membutuhkan satu sama lain dan tetap saling support lewat like,komen dan votenya dari semua readers tersayangku😀.Itu aja sih catatan author. Terima kasih😊🙏**

__ADS_1


__ADS_2