Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 6


__ADS_3

"Jangan berisik. kamu akan tahu nanti, jangan terkejut melihatnya."


Falen merasa takut sekaligus bingung akan ucapan pria itu.Tasya hanya bisa pasrah mengikuti langkah pria itu.


Tak berapa lama Tasya melihat ada Leyca dan teman temannya yang terseyum sinis menatapku.


Flasback off


Sekitar jam 6:00 subuh Tasya sampai di depan kosannya yang diantar mang joko supir paman. Tapi sebelum Tasya masuk ke dalam kosan, Tasya mampir ke salah satu supermarket 24 jam yang ada diseberang jalan dekat kosan.


Tujuan Tasya yakni ingin membeli beberapa bahan makanan instant. Tapi tanpa di sengaja Tasya melihat Kenzo. Kakak senior jurusan hukum yang selalu aktif berpartisipasi dalam berbagai bidang organisasi kampus. Tasya pernah sekali berpapasan saat hendak ke perpustakaan.


Mulai dari peristiwa itu Tasya sangat mengaguminya. Penampilannya yang sederhana dan kepintaran yang dimilikinya.


Sifatnya yang ramah dan sopan membuat kaum hawa banyak mengejar-ngejarnya.


Melihat kenzo yang ada dihadapan Tasya saat ini , dengan baju yang berantakan dan mukanya yang pucat membuat Tasya tidak percaya.


"Mungkin aku salah lihat kali. Lagian ini masih sangat pagi untuk bermimpi Tasya."


Tapi diluar dugaan, pria itu terus berjalan menghampiri Tasya yang berdiri di depan supermarket.


" Aduh bagaimana ini, kenapa dia semakin mendekat sih."


Tasya berusaha lari hendak masuk ke dalam supermarket tapi masih beberapa langkah saja, Kenzo lebih dulu menarik tangan Tasya.


"Tolong selamatkan Aku.


tolong selamat Aku."


Tasya masih tidak yakin melihat Kenzo saat ini. Tasya terdiam sesaat memastikan bahwa itu benar benar Kenzo. Dan iya. Itu memang Kenzo kakak seniorku.


Tasya tersadar ketika mendengar perkataan Kenzo minta tolong berulang kali.

__ADS_1


"Please siapa pun kamu tolong bantu Aku mereka sudah semakin mendekat tolong selamatkan Aku."


Kulihat wajah Kenzo yang memohon dan memelas membuat Tasya tidak tega meniggalkannya.Kuutatap matanya untuk mencari kebohongan, tapi tidak ada kutemukan sedikit pun. Melainkan, wajah serius dan memohon.


"Baiklah Aku akan membantumu."


Tasya mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam supermarket. Tasya berusaha memapah tubuh Kenzo yang besar menuju kosannya. Karena pada saat itu, hanya tempat itu yang terlintas di pikiran Tasya.


Tasya membawa Kenzo masuk ke dalam kosan lalu menutup pintu dengan cepat. kulihat diluar sudah ada 3 pria berpakaian seragam warna hitam membawa alat pemukul bola kasti di bahunya siap untuk menyerang.


Mereka berjalan mondar-mandir mencari seseorang target yang ada di dalam kosanku saat ini.


Saat itu Tasya sangat ketakutan, tangannya gemetaran, bulu kuduknya merinding.


Tanpa sadar Tasya mengigit jemarinya karena sudah kebiasaan ketika ia merasa ketakutan Tasya akan menggigit jari-jarinya pelan.


Seketika kulihat kearah kenzo yang duduk di sofa meringis kesakitan.


Kenzo meringis kesakitan menahan perih di sekujur tubuhnya.


Kenzo melihatku dan menyuruhku untuk mendekat kearahnya.Wajah Kenzo penuh dengan luka lembam, kakinya mengeluarkan tetesan darah segar dan tangannya terdapat goresan luka bekas benda tajam berupa pisau.


"Kamu gak perlu takut mereka hanya pria baj... n yang tidak tahu malu yang ingin menghabisiku. Mereka merupakan sekumpulan mafia jahat yang ingin mengincarku untuk mendapatkan harta papaku.


Sebentar lagi mereka akan pulang karena mungkin telah menganggapku telah mati. Jadi tolong tenanglah mereka bisa datang dan menyakiti Aku lagi apabila sampai ketahuan.


"Tasya terdiam seribu bahasa dan kembali melihat kearah kaca memastikan bahwa pria yang ada diluar itu sudah benar-benar pergi atau tidak.


Tasya bernapas lega ketika pria berseragam itu memang telah pergi meninggalkan depan supermarket. Dengan menaiki sebuah mobil mewah berwarna hitam.


Ketika mereka pergi Tasya mulai memperhatikan melihat luka-luka yang ada di sekujur ditubuh Kenzo.


Sebenarnya Tasya sangat takut akan luka

__ADS_1


tapi, ia memberanikan diri pergi ke dapur untuk mengambil baskom berisi air es dan kain kecil untuk mengompres luka dan memar diwajah Kenzo.


"Terima kasih telah menyelamatkanku dari pria baj... n itu. Kamu tidak perlu repot repot untuk mengobatiku karena sebentar lagi, pengawal papaku akan datang menjemputku.


Kamu gadis yang baik dan cantik.


Terima kasih sekali lagi atas bantuanmu. Aku akan mengingatnya dan membalasnya suatu hari nanti." Ucap Kenzo.


"Oo iya perkenalkan Aku Kenzo. Terima kasih sekali lagi Aku pergi dulu."


Tak berapa lama suara ketukan pintu terdengar sangat keras dan berulang ulang.


Tok tok tok tok buka pintu nya. Tasya refleks membuka pintu.


"Maaf tuan mencari siapa ya "


"Maaf nona kami hanya ingin menjemput Tuan Kenzo." Ucap pria tinggi itu dengan pakaian yang rapi seperti bodyguard yang sangat berpengalaman.


Saat Tasya masih terdiam dengan imajinasinya penuh kekaguman melihat apa yang ada dihadapanku, kenzo menepuk bahuku seraya membungkukkan badan penuh rasa hormat mengucapkan terima kasih dengan tulus. Senyum itu terukir indah di wajah Kenzo saat melihat ekpresiku yang sangat lugu.


Tasya membalas senyuman itu. Dan sesaat mobil yang menjemput Kenzo telah jauh dari penglihatanku.


Tanpa Tadya sadari, ada sepasang mata sedang melihat Kenzo keluar dari kosanku dengan baju yang berantakan.


"Tunggu saja pembalasanku, Aku akan membalasmu."


flashback on.


"Hei cewe kampung, miskin dan tak tahu diri,


wajahmu yang lugu itu tidak pantas untuk kau tunjukkan dihadapanku karena kamu seorang ****** murahan." Ucap Lecya membentak Tasya.


"Aku gak mengerti mengarah kemana pembicaraan Lecya. Karena yang kutahu Tasya tak pernah punya hubungan apapun dengannya. Taaya hanya tahu informasi Lecya dari banyak mahasiswa di kampus ini, karena orang tuanya merupakan pemilik salah satu Fakultas di kampusku ini.

__ADS_1


__ADS_2