
jika kita kembali mengungkit kesalahan pasangan kita maka, masalah tidak akan pernah selesai, melainkan akan semakin memperburuk keadaan.Malam itu, mereka kembali berdebat.Kevin merasa Falen sangat jijik dengan dirinya.sampai-sampai malam ini pun Falen tidak menginginkannya.
"Udahlah yank, kamu tidur aja, sampai tahun depan pun masalah ini tidak akan selesai kalau kamu masih saja kembali mengungkit kesalahanku yang dulu"
"Mas, aku tidak bermaksud untuk mengungkit kesalahanmu yang dulu, tapi aku hanya ingin memastikan bahwa kamu benar-benar mencintai aku apa adanya"
"Yank tidur" Titah Kevin melihat Falen tajam.
"Aku gak mau tidur, sebelum mas menyelesaikan masalah ini"Falen kembali menjawab Kevin dengan tajam.
"Yank aku mohon tidurlah"Ucap Kevin dengan nada kuat dan tegas.
"Udah aku bilang aku gak mau" seru Falen.
"Sebenarnya kamu mau apasih Falen? Barusan kita masih baik-baik aja, tapi kenapa sekarang kamu malah memancing emosiku sih?" Kevin tidak sengaja mencengkram lengan Falen dengan kuat.
"Mas sakit" Lirih Falen menahan tangisannya.Seketika, Kevin tersadar karena tangannya kembali menyakiti fisik Falen.
"Astaga ma..maaf yank, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu lagi"Ucap Kevin sambil mengelus elus lengan Falen.
"Mas, begitu juga dengan diriku.Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu kembali, tapi aku hanya ingin mas selalu berada disampingku,dan tidak menjadikan aku sebagai pelampiasan saja atau pun dengan alasan yang lain" Falen menyusuri wajah Kevin dengan jari lentiknya.
"Tidak akan sayang.Cukup sekali aku menyakitimu. Sekarang aku tidak akan pernah mengulanginya lagi.Meskipun dengan cara yang salah aku memilikimu,tapi aku tidak pernah menyesali itu semua.Ideku memang gila karena aku memaksamu kesini, tapi dengan begitu aku bisa membuktikan ucapanku kepada papa dan mendiang nenek"
__ADS_1
Falen menekuk wajahnya, lalu memalingkan kearah yang lain.
"Kok kamu cemberut gitu sih yang?" Kevin menangkup wajah Falen dan menatapnya intens.
"Mas berarti hanya ingin menyenangkan hati nenek sama bapak bukan untuk mem..." Ucapan Falen seketika terhenti karena Kevin sudah menutup mulut Falen dengan bibirnya.Kevin dengan lembut menyentuh bibir manis itu.Setelah cukup lama Kevin merengguk semua kemanisan itu, lalu ia menatap mata Falen dalam.
"Yank, tatap mataku". Falen menatap mata Kevin sendu dan berusaha mencari kebohongan yang akan diucapkan oleh Kevin.
"Yank tidak ada satu pun alasan mengapa aku mencintaimu.Bukan karena nenek atau pun bapak.Aku berterima kasih sama beliau karena sudah memberikan kepadaku bidadari yang sangat cantik, baik ramah dan pengertian.Aku juga sangat bersyukur kepada Tuhan karena masih memberikan kesempatan bagiku untuk menebus semua kesalahanku.Maka dari itu, jangan pernah meragukan aku lagi yank" Ucap Kevin dengan mata berlinang menahan tangisannya dihadapan Falen.Kevin terlalu lemah jika berhadapan dengan Falen.
"Maafkan aku mas, karena kembali meragukanmu lagi"
"Iya mas maafkan.Tapi kamu harus janji dulu satu hal sama mas" Kevin menghujani Falen dengan memberikan kecupan di seluruh wajahnya.
"Nanti apapun masalah kedepannya yang terjadi,kamu harus percaya sama mas dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan mas walau hanya sedetik saja"
"Iya masku tuan Kevin terhormat" Ucap Falen bercanda tapi Kevin malah beralih menciumi tenguk Falen dengan buas."Mas hentikan. geli tahu"
Kevin menghentikan aksinya dan kembali menatap wajah cantik Falen.
"Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi. Maaf dulu aku juga pernah menyuruhmu memanggilku dengan sebutan itu.Tapi sekarang aku sangat membenci panggilan itu.Aku suamimu dan kamu ratuku.Aku rela kau jadikan budakmu seumur hidupmu.Asalkan kamu tetap berada di sisiku itu lebih dari cukup"
"Mas Kevin bucin.Budak cinta" Ucap Falen menatap wajah lugu Kevin sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terserah kamu mau ngomong apa yank sama aku.Yang pasti malam ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya" Kevin menyeringai sambil merapikan helaian rambut Falen yang menutupi wajahnya. dan detik kemudian Kevin langsung menindih tubuh Falen diatas ranjang.
Falen tidak menolak dan juga tidak membalas.Ia begitu polos untuk meladeni sikap Kevin saat ini.Sedangkan Kevin hanya tersenyum dan kembali melanjutkan niatnya yang tertunda.Malam itu Kevin berhasil menjadikan Falen menjadi istri seutuhnya.Ia tersenyum puas melihat Falen yang kewalahan menghadapi kelakuannya.
Ketika Falen sudah tidur, karena kelelahan meladeni suaminya itu,tapi berbeda halnya dengan Kevin.
Kevin menatap wajah Falen sendu, sambil merapikan helaian rambut yang menutupi wajah cantiknya."Terima kasih sayang untuk semua ini.Kamu wanita terbaik yang pernah aku temui selama ini.Kamu menyerahkan kesuciannmu kepada suami sahmu.Sedangkan aku hanya bisa memberikan yang tidak pantas untuk istriku.Kamu juga rela menderita hanya untuk mempertahankan rumah tangga kita yang hancur akibat perilaku burukku selama ini.
mulai saat ini, Aku berjanji akan membahagiakanmu seumur hidupku dan sekuat tenagaku. Juga aku tidak akan membiarkan satu pun pria yang akan mendekatimu" Kevin sudah hampir satu jam hanya memandangi wajah cantik Falen.Lama -kelamaan Kevin juga merasa ngantuk dan ia memutuskan untuk menyusul Falen ke alam mimpinya.
"I love more sayang" Ucap Kevin sambil mendekap tubuh ramping Falen ke dadanya yang bidang untuk memberikan kehangatan buat istri tercintanya itu.
Pagi harinya Falen bangun lebih dulu.ia tersenyum melihat wajah Kevin yang tenang dan damai.Falen menyusuri setiap inci lekuk wajah Kevin.
"Huh wajah ini dulu sangat menyeramkan.Tapi kenapa sekarang sangat menggemaskan?" Falen tidak berani untuk menyentuh wajah Kevin, ia hanya melihat dan tersenyum mengingat kejadian mulai pagi sampai malam Kevin sangat romantis dan memperlakukan dirinya bagaikan wanita paling berharga di hidupnya.
Setelah cukup lama Falen menyusuri lekuk wajah Kevin, lalu ia melepaskan pelukan Kevin, dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Akibat aktivitas semalam, Falen kesulitan melangkah dan merasakan sakit di bagian inti tubuhnya. rasanya ia ingin membangunkan Kevin untuk membantunya mengangkat tubuhnya yang sepertinya tidak bertulang lagi.Tapi karena malu mengingat kejadian itu, Falen berusaha sekuat tenaga untuk berjalan ke kamar mandi.
Sampai di kamar mandi dengan perlahan Falen masuk ke dalam bathup dan mengisi air hangat untuk meredakan rasa sakit di tubuhnya itu."Mungkinkah semua wanita akan merasakan sakit seperti ini jika melakukannya yang pertama kali?" Falen membatin sambil tersenyum melihat begitu banyaknya tanda kepemilikan Kevin ditubuhnya yang putih mulus.
Sekitar jam 8:30 waktu Australia, Kevin bangun dari tidurnya dan tidak menemukan siapa-siapa.
Hai jangan lupa like,komen and votenya ya readersku.Terima kasih ya😊🙏
__ADS_1