Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 60


__ADS_3

Memang benar. Habis gelap terbitlah terang. Setelah penderitaan pasti akan ada kebahagiaan.Nah, sekarang itulah yang sedang dirasakan Falen saat ini. Penderitaan yang selama ini ia alami tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kebahagiaan yang ia dapatkan saat ini. Penderitaan adalah sebuah bentuk ujian yang diberikan Tuhan untuk manusia agar kita bisa bertahan lebih keras lagi.


Malam itu, merupakan malam terindah yang pernah dirasakan oleh Falen.Ketika diacara ulang tahunnya Kevin, banyak orang yang kagum akan kecantikan Falen, baik kaum hawa maupun kaum adam. Bukan hanya itu saja, ketika acara berlangsung, Kevin juga mengumumkan kepada semua orang bahwa Falen adalah perempuan yang sangat berharga baginya setelah mendiang ibunya. Kevin juga menceritakan betapa beratnya perjuangan yang harus ia lalui agar bisa menaklukkan hati Falen yang saat ini bisa berdiri di sampingnya.


Perayaan ulang tahun Kevin berlangsung dengan lancar dan meriah. Semua orang yang menghadiri ulang tahun Kevin merasa senang dan takjub akan kemewahan yang diberikan kepada tamu. Baik pada karyawan maupun client semuanya sama. Sekitar jam 23:36 waktu Australia pesta ulang tahun Kevin baru bisa selesai. dan baru saja yang punya pesta pun sudah kembali ke kamar hotelnya.


Saat ini, Falen tengah duduk disofa menunggu Kevin keluar dari kamar mandi.Sembari menunggu Kevin, adegan romantis itu kini kembali terlintas di pikiran Falen.Kevin menyatakan perasaannya kepada Falen dan menghadiainya dengan kalung termahal, yaitu the heart of ocean sebagai wujud dari rasa cintanya dengan Falen.


"Jika Kevin sudah mengungkapkan perasaannya kepadaku, dan ia juga berjanji akan membahagiakan dan setia menemaniku seumur hidup, lalu apa lagi yang harusku ragukan dari Kevin sekarang? bukankah selama ini Kevin juga sudah membuktikan ucapannya untuk berubah dan ingin memperbaiki hubungan kami? lalu mengapa aku harus menundanya lagi?


Bila di ingat dulu memang diawal pernikahan Kevin sangat kejam dan dingin kepadaku.Bahkan ia juga sering membuatku. menangis dan hampir menghilangkan nyawaku ketika kecelakaan itu terjadi. Bukan hanya itu saja, Kevin juga tidak segan-segan mengajak perempuan lain masuk kerumah kami dan menidurinya tanpa memikirkan perasaan diriku sendiri. Dendam tidak? aku sama sekali tidak dendam kepadanya. Hanya saja jika mengingat kejadian itu lagi aku akan kembali membencinya. Lalu apa yang harus kulakukan untuk menghadapi Kevin saat ini?"


Falen yang asyik dengan pikirannya sampai-sampai tidak menyadari kehadiran Kevin yang berdiri dihadapannya. Kevin yang melihat Falen sedang melamun, muncul ide jail untuk mengerjai istrinya itu.


"Dorrrr" Seru Kevin mengagetkan Falen dari belakang.Karena Falen benar-benar terkejut ia pun terjatuh dari sofa. Seketika Kevin langsung bergegas mengangkat tubuh Falen ke tempat tidur. Kevin mendudukkan Falen di pinggir ranjang sedangkan ia duduk berlutut dihadapan Falen.


"Maaf maaf yank aku gak sengaja, tadi niatnya sih hanya ingin ngerjain kamu eh tau taunya kamu jatuh benaran yank."Ucap Kevin sambil memeriksa pergelangan kaki Falen.


Sedangkan Falen hanya diam dan menatap wajah Kevin intens.


" Yank... kenapa diam? kamu marah sama aku?atau ada yang sakit yank?"


Falen tetap diam dan menatap Kevin lebih intens lagi.


"Yank ngomong dong, aku khawatir banget sama kamu"


Bukan menjawab pertanyaan Kevin, malah Falen kembali bertanya."Mas benaran cinta sama aku?" Ucap Falen pelan takut menyinggung perasaan Kevin.


Kevin pun terdiam dan menatap mata Falen intens sambil berkata"Yank tatap mata aku, apa kamu masih ragu dengan perasaanku? atau kamu ragu aku hanya berbohong kepadamu? jika benar itu, saat ini juga aku bersumpah dengan diriku sendiri akan mati malam ini juga jika aku hanya berbohong kepadamu yank"


"Mas jangan ngomong gitu"


"Aku serius yank tidak main-main dengan ucapanku tadi. Kalau pun kamu tidak mencintai aku saat ini, aku bisa terima yank. Asalkan kamu tetap berada disampingku itu sudah lebih dari cukup"


"Astaga mas Kevin memang serius dengan ucapan tadi" Batin Falen


"Aku percaya kok sama mas. Asalkan mas janji tidak berubah lagi kayak yang dulu"

__ADS_1


"Iya sayang mas janji."


"Yaudah kalau gitu aku mandi dulu mas" Ucap Falen hendak melangkah ke kamar mandi tapi Kevin malah memeluk Falen dari belakang."Mas.."


"Duduk dulu bentar yank. Mas mau nanya tadi lamunin apa sih serius banget"


"gak ada kok mas. Itu tadi karena Falen capek mas"


"Serius gak ada apapapa?" Ucap Kevin menyelidik.


"Iya mas. Sekarang udah ya aku mau mandi dulu nanti keburu malam banget jadi masuk angin mas" Ucap Falen melepaskan pelukan Kevin.


"Itu baju sama make up belum dilepas.Mas bantu ya" Ucap Kevin dengan mata genitnya.


"Terima kasih mas. Tapi,Falen bisa sendiri kok"


"Beneran?"


"Iya mas. Udah ih lepas dulu aku mau mandi mas"


"Udah ini udah dilepas.Tapi jangan lama-lama mandinya yank nanti masuk angin"


Sambil menunggu Falen keluar dari kamar mandi, Kevin memainkan ponselnya diatas ranjang. Kevin membuka laporan kantor, bermain game hingga tiba-tiba salah satu anak buahnya yang tinggal di Indonesia mengirimkan foto pernikahan Alex dan Salma .Kevin yang penasaran pun langsung menghubungi anak buahnya tersebut.


"Halo Jeff, ini benaran foto yang kamu kirim?"


"Iya bos benar"


"Kok si brengsek itu bisa menikah dengan teman Falen?"


"Ceritanya panjang bos. Tapi yang pasti mereka sudah menikah"


"Saya tidak peduli ceritanya panjang atau tidak. Sekarang ceritakan semuanya tanpa ada satu pun yang terlewat" Ucap Kevin memerintah.


"Iya bos. Sebenarnya..Ucapan Jeff langsung terputus dikarenakan, Kevin langsung mematikan panggilan teleponnya tak kala, ia melihat Falen sudah keluar dari kamar mandi.


"Sayang sini"

__ADS_1


"Bentar mas, aku mau ngeringin rambut dulu" Ucap Falen melangkah menuju meja rias yang sudah tertata rapi dengan banyaknya perlengkapan make up perempuan.


" Aku bantu ya yank"


"Gak usah mas ini juga bentar lagi udah kering kok"


"Sayang kenapa sih kamu gak mau aku bantu?" Ucap Kevin Cemberut


"Kalau aku bisa sendiri kenapa harus dibantu mas?"


"Tapi kan yank biasanya tuh istri itu senang kalau suami perhatian dan mau bantuin istrinya"


"Ya pastilah istri akan senang kalau suaminya mau bantuin istrinya" Ucap Falen sambil terus mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


"Tapi tadi itu kamu"


Ucapan Kevin terhenti karena Falen sudah duduk disampingnya.


"Mas Falen ngantuk" Ucap Falen manja untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Yaudah kalau begitu kamu tidur aja duluan"


"Serius Falen tidur duluan mas?" Ucap Falen memastikan bahwa Kevin tidak meminta haknya malam ini.


"Iya sayang kamu tidur aja gakpapa kok.Ta...tapi aku bisa tidur kan disini?" Ucap Kevin menunjukkan tempat tidur.


"Bisa mas. Lagian tempat tidur ini kan luas bahkan bisa muat 4 orang kok"


"Memang sengaja, biar nanti bebas olahraganya" Batin Kevin tersenyum.


"Berarti kalau begitu aku bisa dong meluk kamu sambil.."


"Mas..."


"Hehhe maaf sayang tadi mas hanya becanda kok. Yaudah kamu tidur aja dulu, mas mau periksa laporan kantor bentar" Ucap Kevin mengecup kening Falen sambil berlalu menuju sofa dan menyalakan laptopnya.


Falen yang melihat Kevin mulai membuka laptopnya pun muncul perasaan bersalah dihatinya.

__ADS_1


"Apa aku keterlaluan banget ya sama mas Kevin?" Lirih Falen membaringkan tubuhnya menghadap kearah Kevin.


Hai jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan votenya ya readerku. Terima Kasih😊🙏


__ADS_2