Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 15


__ADS_3

Setelah kepergian Alex dari ruangan itu, paman Surya juga memutuskan untuk pulang bersama bu Marlina untuk melengkapi kebutuhan Falen. Karena situasinya mendadak jadi, Bu Marlina tidak sempat membawakan beberapa pakaian sekaligus membuatkan Falen makanan.


Tapi sebelum pulang ,dokter telah memeriksa Falen terlebih dahulu dan mengatakan bahwa Falen sudah sadar dan sekarang dia hanya sedang tertidur. Oleh karena itu, paman Surya meminta agar bu Marlina pulang dulu sebentar untuk memberikan obat pada nenek sekaligus membawa perlengkapan kebutuhan Falen sebelum Falen terbangun.


"Nak Kevin, saya tinggal dulu sebenta ,tolong titip Falen sebentar ya saya akan segera kembali. Ujar bu Marlina kepada Kevin sambil menutup pintu ruangan itu.


Kevin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya membalas perkataan dari bu Marlina.


"Sial banget sih hidup gue hari ini, malas gue harus dekat dekat terus sama cewek kampung ini.Lagian ngapain juga bapak harus ngancam gue untuk jagain cewek kampung ini.


Dasar cewek sialan selalu saja menyusahkan. Trus ngapain juga bapak harus kekeh dalam melangsungkan pernikahan ini nanti gak lihat apa calon istri gue masa kayak gini sakit -sakitan."


Guman Kevin yang sedang duduk disofa melihat kearah ranjangnya Falen.


Tak berapa lama Kevin sudah terlelap tidur diatas sofa karena bosan memainkan ponselnya hampir 2 jam.


Falen yang tertidur tiba-tiba ngigo dan minta tolong.


Tolong.. tolong ....


tolong selamatkan aku


Ucap Falen berulang -ulang dengan gelisah.


Kevin yang terganggu dengan suara itu segera bangun dan melihat kearah asal suara itu.


Berisikkk....

__ADS_1


diam lhoo cewek kampung berisik tau gak ....


gue mau tidur jangan ganggu gue


Ucap Kevin gemas mendengarkan suara Falen minta tolong.


Kevin yang merasa risih dengan suara falen yang tak henti -hentinya minta tolong akhirnya bangun dan menghampiri keranjangnya


ngapain cewek kampung ini minta tolong,emang siapa yang ganggu dia


bikin pusing aja.


"Hei...hei.. cewek kampung,bangun,


bangun lho," Ucap Kevin seraya menyentuh tangan falen dan menggoyang-goyangkannya berulang kali.


maunya apa sih,? atau gue siram aja kali pake air ini.


Guman Kevin geram dan mengambil air botol diatas nakas sambil menuangkan sedikit kedalam gelas seraya memercikkan pelan air itu kearah wajahnya Falen.


"Bangun ..bangun lho cewek kampung


lho pura-pura sakit kan ngomong aja langsung apa susahnya sih"


Kevin layaknya seperti orang bodohengatakan Falen pura-pura sakit padahal sudah jelas didepan matanya Falen sedang berbalut perban dan selang infus yang mengalir ditangannya.


Falen yang terganggu dengan percikan air yang disiram Kevin ,perlahan -lahan membuka matanya dan menyesuaikan cahaya disekitarnya.

__ADS_1


"Akhirnya lho bangun juga ya cewek kampung. Ngapain lho ribut minta tolong segala,Huh?


"Aduh kepalaku sakit sekali, ...


badan ku juga berat sekali,


dimana aku"


ringis Falen menahan rasa sakit akibat kecelakaan sambil mengamati ruangan tersebut.


"Hei drama apa yang sedang lho peranin sekarang Huh? ngapain lho pura-pura bodoh begitu? Ooo gue tahu kan,biar gue kasihan sama kondisi lho sekarang ini kan?


tebakan gue benar kan cewek kampung?"


"Ini benar-benar sakit. Aku tidak berbohong dan ini sekarang dimana?"


"Ooooo ternyata lho benar-benar sakit ya cewek kampung, lho masih ingat gue gak.


tapi gue tak peduli entah lho inget gue apa gak itu tidak ada urusannya sama gue,


tapi mending deh lho gak ingat gue kan lebih bagus.


Sekarang lho itu berada dirumah sakit,


karena kebodohanmu itu lho ditabrak mobil.


dan....

__ADS_1


Tiba -tiba perkataan Kevin terputus karena seorang perawat masuk keruangan Falen untuk memeriksa kondisinya. Dan disusul dengan kedatangan bu Marlina dan paman Surya yang datang pada saat perawat tersebut selesai memeriksa Falen. dan itu membuat tidak adanya kesempatan Kevin untuk meneruskan omongannya yang terhenti kepada Falen.


__ADS_2