Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 67


__ADS_3

Setelah sampai di kantor, Falen tiba tiba merasakan bau yang sangat menyengat ke indra penciumannya. Aroma pengharum ruangan itu seperti bau busuk yang masuk ke hidungnya, padahal sebelumnya Falen sangat menyukai aroma Lavender dan menyuruh Kevin mengganti aroma jeruk yang dulu digunakan di ruangan kantornya.


"Huek, huek" belum sampai disofa Falen langsung berlari ke toilet dan meletakkan tasnya sembarangan.


Kevin yang melihat tingkah aneh istrinya itu langsung berlari menyusul Falen masuk dalam kamar mandi tapi sayang sudah ditutup duluan


dari dalam.


" Yank, Yank buka pintunya? " Terlihat raut wajah Kevin berubah langsung panik ketika Falen tidak membuka pintu kamar mandi dan diam tidak menyahut omongannya.


Toktok, toktok, toktok "Yank buka pintunya" Kevin tidak sabar lagi mendengar Falen terus muntah muntah di kamar mandi. " Yank, yank buka dong pintunya, kalo dalam hitungan ketiga pintunya belum kamu buka juga jangan salahkan mas jika akan mendobraknya pintunya dari luar"


Falen yang jengah mendengar teriakan Kevin terus menerus ditambah lagi kepalanya yang pusing dan perutnya seperti diaduk aduk, membuat Falen mengalah dan segera membuka pintu kamar mandi.


Pintu yang belum sepenuhnya terbuka langsung membuat Falen menatap Kevin dengan tatapan tajam seperti ingin menerkam mangsanya . Gimana tidak, Kevin sedang bersiap mengangkat kursi hendak mendobrak pintu kamar mandi.


" Mas kamu ngapain sih, mau bunuh aku gitu" Lirih Falen melihat Kevin yang diam mematung


Bukannya menjawab pertanyaan Falen, Kevin langsung melemparkan kursi ke sembarang arah lalu menarik lengan Falen untuk keluar dari kamar mandi dan memeluknya erat.


Ketika Falen hendak memberontak karena merasa sesak ,Kevin malah semakin memeluknya lebih erat lagi.


"Mas udah dulu pelukannya aku sesak ini" Bukan hanya sesak yang dirasakan Falen, perutnya juga kembali diaduk dan ingin kembali muntah.


" Gak mau, mas khawatir banget sama kamu yank, tapi kamu malah nuduh mas yang enggak enggak. Kalo kamu sakit cerita sama mas, jangan ditutup tutupin kayak dulu lagi"


" iss apaan sih mas, lepas dulu, aku gak tahan lagi ini" Dengan tenaga yang tersisa Falen berusaha mendorong Kevin agar melepas pelukannya dan kembali masuk ke dalam kamar mandi. Tapi kali ini Falen tidak lagi menutup pintu kamar mandi melainkan membukanya dan meminta Kevin untuk mengambil air minum diatas nakas.

__ADS_1


"Mas jangan diam mulu ambilin cepat air minumnya"


Kevin yang panik tidak bisa lagi berpikir jernih melainkan diam seperti orang bodoh. Padahal dari tadi Falen sudah berulang kali meminta air minum kepada Kevin.


"Mas cepetan ambil airnya" Ucap Falen sambil mencipratkan sedikit air ke wajah Kevin.


" Iya iya bentar yank"


Setelah Falen bisa menguasai rasa mualnya Kevin langsung menggendong Falen masuk ke dalam kamar pribadinya.


Kevin membaringkan Falen diatas ranjang tidak lupa membuka sepatunya terlebih dahulu lalu mendekap erat tubuhnya Falen kedalam dadanya yang bidang. Entah angin laut dari mana tiba tiba Kevin juga menangis layaknya anak kecil dihadapan Falen.


" Eits aku yang mual kok tapi kenapa mas Kevin yang nangis yah" Guman Falen dalam hati sambil menangkup rahang tegas suaminya.


"Mas kenapa nangis gitu"


"Hedeh kalo ini dirumah gakpapa sih tapi kan ini dikantor malu kalo ada orang yang memergoki seorang Ceo nangis gak jelas dipagi hari" Guman Falen sambil mengatur napasnya yang kembali mencium aroma bau busuk.


" Ok. kalo mas gak jawab pertanyaan aku dan tidak mau berhenti nangis gak jelas gini, aku akan pulang sekarang juga. Lagian Mas gak malu apa kalo ada orang lain yang lihatin mas nangis gini, Terus bukannya mas bantuin istri ini malah istri yang nenangin suami"


Mendengar perkatan Falen, Kevin langsung tersadar dan diam lalu menangkup pipi istri tercintanya.


" Yank kita kerumah sakit sekarang yah"


"Hah!! Apaan sih mas kok jadi ngomong gak jelas gini sih"


" Mas serius yank, tadi mas khawatir banget lo sama kamu, tadi pagi aja dari rumah baik baik aja kok, tapi sekarang kenapa tiba tiba sakit gini"

__ADS_1


"Falen gakpapa mas, cuman kayaknya mas harus ganti pewangi ruangan ini deh"


" Hah apasih yank, orang kamu sakit kok malah ngomongin pengharum ruangan sih"


" Aduh gimana mau jelasinnya yah" Guman Falen.


" Jelasin apasih yank, intinya tidak ada bantahan apapun sekarang kita ke rumah sakit atau kalau gak mas akan telpon dokter keluarga kita supaya datang sekarang ke kantor"


" Issh Falen kan gak sakit mas" Ucap Falen sambil melepaskan pelukan Kevin.


" Gak sakit apanya tadi mas lihat kamu mual mual gitu, terus ini mukanya kenapa pucat "


"Itu kan karena salah mas semua kenapa ruangan kantor gini bisa bau busuk"


"Bau busuk apanya yank, tiap hari ruangan ini dibersihkan oleh orang yang profesional dan asal kamu tau tidak sembarang orang yang bisa masuk keruangan ini kecuali orang orang penting"


"Tapi tetap aja bau busuk mas"


" Yank udah diem. Mas tahu kamu sedang mengalihkan topik pembicaraan buat cari alasan yang gak logis sekarang"


" Gak mas, dengeran dulu kalo aku lagi ngomong"


"Yank please kali ini aja dengerin kalo aku ngomong, aku khawatir banget sama kesehatan kamu. kalo bener kamu gakapapa kenapa takut begini, kan dokter nanti hanya periksa kamu aja bukan yang lain lain"


Ucap Kevin sambil beranjak berdiri dan tidak lupa meninggalkan kecupan sayang di kening istrinya sebelum beranjak menelpon seseorang di seberang sana.


" Iss kesal banget sama mas Kevin.... " Ucap Falen sambil menarik blanket menutupi seluruh badannya.

__ADS_1


__ADS_2