Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 59


__ADS_3

Hari itu Kevin dan Falen menghabiskan waktunya untuk berkeliling kota Sydney. Mereka berkeliling mengunjungi berbagai macam destinasi yang ada di kota ini. Mulai dari Sydney opera house, Sydney harbour bridge hingga ke Bondi beach. Saat itu,Falen merasa Kevin memperlakukan dirinya sebagai wanita paling dicintai sedunia.


Petualangan hari ini ternyata belum usai. Walau Falen selalu menolak keinginan Kevin, tapi Kevin selalu memiliki cara jitu agar Falen kembali luluh dengan rayuan mautnya. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil ingin pergi ke suatu tempat.


"Mas mengajak Falen kemana lagi sih? Cukup dulu mas untuk hari ini jalan-jalannya. Besok besok kan masih bisa lagi mas"


"Gak bisa yank, mas hanya bisa hari ini. Besok besok mas udah kembali kerja lagi yank" Ujar Kevin membujuk Falen.


"Tapi kan mas hari ini aku udah capek banget.Lagian Kita udah banyak mengunjungi beberapa tempat wisata lho mas.


"Tapi kali ini mas mau mengajak kamu kesuatu tempat bukan ke tempat wisata lagi yank"


"Sama aja mas bakal bikin aku capek lagi" Gerutu Falen dengan raut wajah cemberut.


"Mukanya jangan ditekuk gitu dong yank nanti jelek.Mendingan senyum aja kan cantik. Atau gini deh kalau kamu capek tidur aja dulu, nanti kalau udah nyampe mas bangunin kamu deh"


"Iya terserah mas aja deh.Terserah" Ucap Falen malas sambil memejamkan matanya.


Kevin pun hanya tersenyum melihat sikap Falen yang sangat menggemaskan baginya.


Kevin mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang. Walau sebenarnya ia juga ikut lelah sama halnya dengan yang dialami Falen. Tapi Kevin tetap menunjukkan bahwa dirinya tetap segar tidak terpengaruh dengan aktivitasnya saat ini.


Hampir 2 jam Kevin mengendarai mobilnya. Kini mereka telah sampai di salah satu hotel berbintang di kota itu. Kevin tersenyum ketika melihat Falen masih tetap tidur.Ingin rasanya malam ini, Kevin bisa memberikan kenangan indah bagi Falen. Tapi ia masih ragu dengan keputusannya itu.


"Yank, bangun kita udah sampai nih"


Falen masih tetap diam karena nyaman dengan posisinya saat ini.


"Yank bangun dong kita udah nyampe" Ucap Kevin sambil menghadiahi Falen dengan beberapa kecupan di wajahnya.


"Bentar lagi mas" Ucap Falen merasa dirinya sedang tidur di rumah.


Kevin melihat tingkah Falen semakin hari semakin menggemaskan."Kalau kamu gak bangun juga, aku gendong nih keluar"


Falen masih tidak bergeming dengan ucapan Kevim. Sampai akhirnya Kevin memutuskan untuk keluar dari mobil dan membuka pintu sebelah Falen, agar bisa menggendong Falen keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


"Dasar tukang tidur"Ucap Kevin mengecup bibir Falen lembut. Melihat kedatangan, Kevin yang menggendong seorang wanita, petugas hotel langsung sigap membantu Kevin untuk mengangkat Falen, Tapi Kevin memberikan isyarat bahwa ia tidak membutuhkan bantuan petugas hotel.


"Tidak perlu. Saya bisa melakukannya sendiri.Sekarang pergilah siapkan apa yang saya perintahkan tadi" Ucap Kevin dingin sambil melangkah menjauh membawa Falen pergi menuju kamar utama.


Setelah sampai dikamar khusus presidential suite, Kevin merebahkan tubuhnya disisi Falen.Tinggal 1jam lagi acara akan dimulai tapi Falen tak kunjung bangun.


"Yank bangun dong, nanti aja dilanjut tidurnya" Ucap Kevin merapikan rambut Falen yang terurai menghalangi wajah cantiknya.


"Mas, aku masih ngantuk"guman Falen dengan nada pelan tapi terkesan manja.


"Iya mas tahu. Sekarang kamu bangun dulu nanti dilanjut tidurnya. Katanya bangunin aku kalau kita udah nyampe, Ini kita udah nyampe yank"


"Dulu aja gue akan marah hanya karena melihat wajahnya, tapi sekarang melihat Falen manja begini kok ngemasin banget yah. Apa ini yang dinamakan bucin?Tapi kenapa aku sangat menikmatinya" Batin Kevin menatap wajah Falen.


"Emang kita dimana mas" Ucap Falen menyenderkan tubuhnya disisi ranjang sambil menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya kamar.


"Nanti mas akan jelasin yank. Sekarang kamu mandi dulu ya, mas akan keluar sebentar."


"Mas mau kemana?" Kok aku bisa ada disini mas? bukannya tadi masih dimobil?" Ucap Falen melihat sekelilingnya terasa aneh dan asing.


"Apaan sih mas gak jelas banget" Ucap Falen cemberut.


"Aduh yank, nurut dulu napa, waktunya tinggal sebentar lagi nih"Ucap Kevin melihat jam silver rolex yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Tapi mas.."


"Udah nurut dulu yank" Ucap Kevin sambil berlalu pergi meninggalkan Falen di kamar.


Falen pun dengan terpaksa menuruti perkataan suaminya, walau hatinya terus menggerutu dengan sikap aneh Kevin.


"Ngapain aku disuruh mandi segala? emang aku punya ganti baju disini?" Ucap Falen sambil mengguyur tubuhnya dengan air hangat.


Selesai Falen mandi, Falen mengenakan kimono yang telah disediakan. Tak berselang lama, dua orang wanita cantik berpakaian rapi masuk kedalam kamar dengan membawa paper bag ditangan kiri kanannya. Falen yang sedang mengeringkan rambutnya sehingga posisinya saat ini seperti membelakangi pintu,dan tidak melihat wanita yang masuk ke dalam kamarnya.


"Maaf nona, saya lancang.Izin sebelumnya untuk membantu nona berdandan atas perintah dari tuan Kevin"

__ADS_1


Falen menoleh keasal suara itu.


"Mungkinkah ini maksud dari perkataan Kevin barusan" Batin Falen menatap wanita tersebut.


Kedua wanita itu, dengan sigap membantu Falen berhias tanpa menunggu persetujuan dari Falen.Mereka ingin cepat melakukan pekerjaannya tanpa menjawab protesan dari istri bosnya itu.Setelah 25 menit lamanya berdandan, kini wajah Falen langsung berubah menjadi perempuan cantik dan menggemaskan.


Kedua wanita itu merasa puas dengan hasil kerjanya. Tidak lupa mereka juga membantu Falen mengenakan drees warna navy yang menunjukkan lekuk tubuhnya yang ramping. Penampilan Falen saat ini terkesan anggun dan elegan. Apalagi rambutnya ditata dengan rapi dan sedikit terurai.


Tak menunggu lama lagi, dua orang wanita itu langsung menuntun Falen berjalan keluar dari kamar menuju ballroom hotel. Setiap Falen ingin protes, kedua wanita itu hanya tersenyum menanggapi ocehan Falen.


Ketika mereka tiba di depan sebuah pintu besar, kedua wanita itu langsung pergi meninggalkan Falen seorang diri. Falen tidak tahu harus berbuat apa, ingin berbalik kembali tapi tiba-tiba lampu mengarah kepadanya.


"Ini maksudnya apa sih? dari tadi kok aneh banget. Mas Kevin juga gak balik balik. Trus lampu ini ngapain menyorot ke arah sini? Astaga Tuhan selamatkan aku dari semua ini" Batin Falen.


Lampu tersebut masih terus menyorot kearah Falen, hingga sebuah lagu mengalun merdu baru pintu dibuka dan lampu dimatikan. Betapa terkejutnya Falen melihat apa yang ada di depannya.Banyak mata yang tertuju kepadanya dan yang lebih mengejutkan lagi, Kevin sedang berdiri di atas panggung berpakaian senada dengannya sedang menyambut kehadirannya.


Rasa gugup tiba-tiba menyergap dipikiran Falen. Ingin rasanya ia lari dari semua ini. Seumur-umur ia belum pernah membayangkan akan mendapat hadiah seperti ini. Antara mimpi atau nyata Falen masih belum bisa membedakannya saat ini.


Kevin yang bisa menebak apa yang sedang dipikirkan istrinya itu,tersenyum dan melangkah mendekati Falen.


"Ayo jalan yank, jangan bengong" Ucap Kevin menyadarkan Falen sambil meraih telapak tangan Falen untuk digenggam oleh Kevin.


Falen pun menatap Kevin, dengan mata berkaca kaca."Mas aku tidak sedang bermimpi kan?"


"Gak sayang.Ini nyata " Ucap Kevin menghapus air mata Falen yang sempat keluar dari pelupuk matanya.


"Udah ya jangan nangis, nanti mukanya jelek yank. Gak malu dilihatin orang-orang" Gurau Kevin menunjukkan ribuan mata yang sedang menatap mereka.


"Issh mas Kevin" Ucap Falen cemberut.


"Udah ih, kita kesana dulu, udah ditunggin nih" Ucap Kevin membawa Falen keatas panggung. Ketika mereka sudah berada diatas panggung, Lampu kembali mati dan tiba-tiba lagu ulang tahun bergema di ruangan itu, lilin menyala di setiap sudut ruangan dan kata selamat ulang tahun terpancar disebuah layar raksasa.


Tidak hanya itu saja, Setelah ucapan selamat ulang tahun kepada Kevin yang ke 29, layar raksasa itu tiba-tiba berubah menampilkan video keluarganya yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kevin, dan selamat berbahagia untuk mereka berdua. Yang paling menonjol lagi semua anggota keluarga kompak mengucapkan "Kevin junior jangan lupa diproses"


Falen menatap takjub sekaligus malu dengan ucapan keluarganya tadi, apalagi semua orang menatap video itu. Walaupun mereka tidak mengerti bahasa indonesia, tapi tidak mungkin mereka tidak mengerti dengan gambar bayi yang dipajang oleh keluarganya di layar.Setelah video itu, Falen baru sadar bahwa saat ini Kevin sedang merayakan ulang tahunnya.

__ADS_1


__ADS_2