Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episide 32


__ADS_3

Besok paginya Kevin dan Falen telah bersiap untuk berangkat menuju kediaman rumah mertuanya.


Kini mereka sedang berada dimobil yang sama dengan Kevin yang mengemudikan mobil. Suasana di dalam mobil tampak hening tidak ada percakapan hanya terdengar suara deru mesin mobil.


Falen memilih memejamkan matanya bersiap menerima kebohongannnya yang membuat semua orang senang sementara waktu.


Mereka telah sepakat bahwa kehamilan Falen sekarang menginjak usia 4 minggu untuk menghindari rasa kecurigaan akan perut Falen yang belum terlalu menonjol kedepan. Kevin bersihkeras menyuruh Falen pura-pura hamil karena ingin menyenangkan hati neneknya terutama bapaknya mengingat usia pernikahan mereka yang sudah menginjak hampir 7 bulan lamanya.


Awalnya Falen menolak keras rencana yang dibuat Kevin, tapi apa boleh daya karena ancaman yang diberikan Kevin menjebak sehingga mau tak mau Falen tidak mempunyai pilihan untuk membantah atau pun ingin menolaknya. Falen hanya bisa pasrah dan mengikuti semua keinginan Kevin.


1 jam sudah mereka menempuh jarak yang lumayan jauh untuk sampai ke kediaman Surya yang kini menjadi ayah mertuanya Falen. Kevin yang sudah mempersiapkan diri dengan matang mulai menjalankan aksinya dengan berjalan sambil menggandeng pinggang Falen.


Falen yang merasa risih sesekali menepis tangan jahil Kevin yang melingkar di pinggangnya. Tapi manik mata Kevin yang menghujat menyurutkan aksi protesnya Falen.


Didepan pintu utama mereka disambut oleh satpam dan 2 pelayan wanita alias si bibi. Falen menebar senyum ramahnya sambil menyapa mereka satu persatu. Sedangkan Kevin hanya menunjukkan wajah datarnya.


Setelah menyapa Kevin langsung menarik pergelangan tangan Falen dan mengajaknya masuk kedalam rumah. Falen langsung melepaskan diri dari Kevin dan berlari menghampiri Angel yang duduk di ruang tamu.


"Hai Angel apa kabar"


Ucap Falen menghampiri Angel yang kini sudah menjadi adik iparnya.


"Puji Tuhan Angel sehat kak. Kakak apa kabar kok kakak baru datang sekarang sih? Angel kesepian tau gak kalau kakak gak ada."


"Ngomongnya satu-satu dong Angel. Ini kok nanyanya kayak kereta api langsung terobos aja"


"Heheh kakak bisa aja"


"Hemm"


Kevin siperusak suasana tiba-tiba datang dan duduk bersila tepat dihadapan mereka berdua. Angel menunjukkan raut wajah tak bersahabat ketika melihat ekspresi datar Kevin.

__ADS_1


" Cihh ngapain sih kak Kevin mesti ikut pulang sih kak Falen" Ujar Angel menatap Kevin dengan senyum sinis.


Pasalnya Angel sangat Kesal dengan ulah Kevin yang melabrak teman cowoknya yang berani mengajak Angel keluar di saat waktu jam pelajaran berlangsung.


Padahal saat itu, Kevin si pembuat masalah tidak melihat kalender bahwa sekolah sedang tutup dikarenakan tanggal merah.


Tapi ketika sudah menyadari kesalahannya Kevin malah berjalan santai meninggalkan semua teman-temannya tanpa mengucapkan permintaan maaf terlebih dahulu.


"Kok kamu ngomongnya gitu sih Angel sama kakak sendiri" Ucap Falen menatap heran kakak beradik itu.


"Tau tuh kak Falen. Intinya sekarang Angel malas lihat mukanya kak Kevin. TITIK."


Kevin tidak menanggapi ucapan adiknya melainkan hanya fokus memainkan ponsel miliknya.


Angel memutar bola matanya jengah dan menarik pergelangan tangan Falen hendak berpindah masuk ke kamarnya.


"Ayo kak Falen mendingan kita ngobrol dikamar aja disini gak enak ada pengacau"


" Kalian sudah datang tapi kok tidak langsung melihat nenek" Ucap nenek menatap sendu wajah cucunya.


" Falen sama Kevin baru nyampe kok nek" Ucap Kevin sambil membantu neneknya duduk di kursi ruang tamu.


Falen langsung beranjak mengikuti Kevin menyalim nenek dan pak Surya.


" Hai nek,hai pak apa kabar" Ucap Falen mencium punggung tangan pak Surya dan Nenek bergantian.


"Hei cucunya nenek.Nenek puji Tuhan kabar baik cu."


" Puji Tuhan Bapak juga sehat nak."


Angel pun mengurungkan niatnya untuk mengajak Falen pindah ke kamarnya dan kembali duduk bergabung bersama keluarganya.

__ADS_1


Mereka pun asyik berbincang kesana kemari menanyakan kesehatan nenek, perkuliahan Falen hingga ke kehidupan rumah tangga yang dijalani Kevin dan Falen.


" Bapak lihat dari tadi kalian sudah mulai akur.Tidak ribut lagi seperti dulu apa kalian sudah mulai membuka hati satu sama lain?"


"Pertanyaan apa itu Surya sudah jelas-jelas bahwa cucuku bahagia. Bahkan kamu bisa melihat sendiri sikap Kevin yang lembut sudah berubah dan kini sangat menyayangi Falen."


Posisi Kevin saat itu sedang memeluk pinggang Falen dari samping.Sedangkan Falen hanya bisa tersenyum miris menanggapi ucapan neneknya.


"Kevin sangat menyayangi Falen pak, jadi mana mungkin Kevin akan memberlakukan buruk istri Kevin sendiri pak."


"Iya bapak tahu cuma rasanya sedikit janggal saja, mengingat dulu kamu begitu menolak keras permintaan bapak sama nenek."


"Kevin sudah sadar pak cinta akan hadir karena terbiasa. Kami menikah sudah hampir 7 bulan pak bahkan sekarang Falen sedang mengandung buah hati kami"


Sontak raut wajah nenek, pak Surya dan Angel berubah menjadi terkejut sekaligus senang mendengarkan kabar kehamilan Falen.


"Benarkah itu? cucuku Falen sedang hamil?"


"Iya nek" Ucap Kevin dengan senyum manis.


"Astaga Surya sebentar lagi aku akan memiliki cicit."


"Iya Bu. Aku juga akan mempunyai cucu"


Angel pun tak mau kalah dengan nenek dan bapaknya."Yeahh dan aku juga akan memiliki keponakan yang lucu-lucu"


Falen menatap keluarga itu dengan perasaan bersalah karena sudah membohongi keluarganya sendiri.


"Kalau begitu nenek akan tambah semangat untuk berusaha sembuh agar nanti bisa menyambut kelahiran cicit nenek"


Mereka seperti mendapatkan hadiah lotre saat mendengar kehamilan Falen. Bahkan pak Surya tidak segan-segan menghadiahkan Kevin dengan memberikan jabatan tertinggi dikantor.

__ADS_1


Hai readersku tersayang jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya.Terima kasih😇🙏


__ADS_2