Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 49


__ADS_3

Kevin mulai berpikir dua kali keliling untuk menyampaikan keinginanya. Melihat sikap Falen yang sudah 3 hari ini sangat cuek dan dingin membuat Kevin merasa bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mengakui kesalahannya.


"Jadi gak ngomongnya. Kamu masih mempunyai waktu lho 6 menit lagi. Setelah itu tidak ada lagi tawar menawar."


"Jadi lah.Udah capek-capek juga debat sama kak Queenxa masa gak jadi." Guman Kevin pelan.


"Kamu ngomong apaansih. Gak jelas banget. Aku keluar nih." Ucap Falen sambil melangkahkan kakinya hendak keluar.


"Sekarang nenek sudah gak ada lagi. Apa kamu berniat untuk mengakhiri pernikahan kita.?" Ucap Kevin tegas untuk menghentikan langkah kaki Falen yang ingin hendak menjauh dari ruangan itu.


Seketika Falen pun terdiam dan mengurungkan niatnya keluar dari kamar Kevin.


"Bila itu yang ingin kamu sampaikan berikan aku waktu untuk berpikir. Tapi jika memang kamu mau mengakhiri pernikahan ini, aku tidak masalah silahkan saja."


" Jadi jika aku tidak ingin mengakhiri pernikahan ini, apa kamu juga akan melakukan hal yang sama."


"Barusan kan saya sudah katakan kepada tuan Kevin yang terhormat berikan aku waktu. Itu saja yang aku butuhkan." Ucap Falen ketus.


"Berapa lama waktu yang kamu butuhkan."


"Tergantung" Ucap Falen mengangkat bahunya.


"Artinya kamu juga tidak ingin pernikahan ini hancur kan?"

__ADS_1


"Aku sangat membenci orang-orang yang selalu menyelamatkan pernikahannya tanpa memikirkan siapa yang akan menjalaninya. Setiap orang pasti berharap ia hanya menikah sekali untuk seumur hidup. Begitu pun dengan aku. Tapi jika pernikahan itu hanya untuk menyakiti ,lebih baik salah satu diantara pasangan tersebut mengalah.


Aku juga akan melakukan hal yang demikian. Berpisah untuk mencari kebahagiaan bukan bertahan untuk di sakiti."


Tiba-tiba Kevin terdiam sesaat untuk mencerna setiap perkataan Falen.


" Apa gak ada jalan lain selain dari kata berpisah."


"Entahlah.Tapi yang pasti untuk saat ini aku ingin bebas seperti dulu.Tinggal dikosan sendiri dan tidak ada yang mengganggu ku disana."


"Bagaimana bisa kamu lupa untuk mengabaikan suamimu ini. Jika kamu ingin tinggal dikosan aku keberatan dan tidak akan pernah mengizinkanmu tinggal sendiri."


"Kok kamu berubah sih? dulu aja kamu tidak suka kalau kita tinggal serumah. tapi sekarang kenapa maksa banget supaya aku tidak lupa statusku sebagai nyonya dari tuan Kevin terhormat. Sejak kita bertemu 3hari yang lalu sikap kamu jadi lebih lembut dibandinglan sebelumnya. Apa jangan-jangan ini merupakan bagian dari sandiwara kamu hah..?


"Untuk saat ini, aku berani bersumpah tidak sedang bersandiwara Falen. Aku ingin berubah dan memperbaiki semua kesalahanku dulu padamu. Berubahnya diriku juga bukan atas permintaan dari bapak atau yang lainnya. Aku tulus bersungguh-sungguh ingin memperbaiki hubungan kita layaknya suami-istri pada umumnya."


"Terserah apa yang ingin kamu lakukan.Aku gak percaya dan tidak mau lagi terjebak dengan rencana licikmu Tuan. Minggu depan aku akan kembali ke Cina. Lupakan status dan hubungan yang pernah terjalin di hidup kita. Karena semua itu hanya berlaku diatas kertas saja, tidak berfungsi untuk kehidupan nyata. Waktumu habis.Kamu tidak punya hak untuk menahanku lebih lama lagi. Terima kasih untuk segalanya." Ucap Falen sambil menahan air matanya keluar dari kamar Kevin.


Setelah kepergian Falen, Kevin begitu frustasi untuk menghadapi sikap Falen yang berubah 90% dari biasanya.


"Ini semua salahku, salahku salahku. Kevin bodoh bodoh...." Kalimat itulah yang selalu di ucapkan Kevin untuk melampiaskan amarahnya ke semua benda yang ada di ruangan itu.


Sedangkan setelah Falen keluar dari kamar Kevin, Falen tidak langsung menyusul Queenxa ke kamarnya Angel.Melainkan, Falen pergi ketaman belakang untuk menenangkan pikirannya yang sedang berkecamuk.

__ADS_1


Falen kini telah duduk di kursi panjang berwarna coklat di sudut taman belakang.Suara gemercik air membuat suasana disana lebih tenang dan syahdu. Pengakuan Kevin yang ingin memperbaiki hubungan mereka membuat Falen kembali ragu dengan keputusannya.


Falen ingin menjauhi Kevin, alasannya pulang ke tanah air bukan untuk mendengarkan ini semua. melainkan untuk menjenguk nenek atas permintaan pak Surya.


Dulu, sebelum Falen memutuskan untuk pulang, Falen sangat berharap Kevin tetap membenci dirinya, bersikap dingin dan cuek. supaya Falen lebih mudah menjauh dan bisa tetap melanjutkan karirnya di Cina.


Tapi rencananya jauh dari kata sempurna. Kevin berubah, nenek meninggal dan kak Queenxa ada dirumah. Kemungkinan peluang Falen kembali ke Cina sangat minim. Mengingat Bu Marlina yang sempat meminta dirinya untuk memperhatikan Yolanda adiknya Falen yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.


"Ahhh........."


Falen sepertinya tidak sanggup untuk menghadapi ini semua. Belum lagi kuliahnya yang tanggung akibat kecelakaan bulan lalu, sekarang adiknya juga ingin melanjutkan pendidikannya sama halnya seperti Falen. Biaya dari mana coba?


"Lebih baik aku mengalah saja. Pendidikan adikku lebih penting dibandingkan pendidikanku. Aku masih bisa jualan online untuk sekedar menutupi kebutuhanku sekaligus membiayai kebutuhan adik-adikku.Ini merupakan keputusan yang terbaik." Ucap Falen menyemangati dirinya.


"Meskipun kak Queenxa ada dirumah, Kevin pasti tidak mau tinggal disini. Secara kan kak Queenxa sangat cerewet sama Kevin. Jadi otomatis aku juga gak tinggal disini. Jadi aku bisa deh melanjutkan pekerjaanku sebagai babysisternya Nayla. Hitung-hitung buat tambahan." Batin Falen sambil menatap indahnya langit sore.


Tanpa disadari Falen, bahwa sejak tadi Kevin ternyata memperhatikan Falen yang selalu menghela napas panjang. Kebetulan posisi kamar Kevin berada di lantai dua tepat mengarah ke taman belakang.


"Aku tidak akan membiarkan Falen pergi lagi. Meskipun harus dengan cara licik agar bisa mendapatkannya aku harus lakukan.Sebelum pria lain lebih dulu memgambilmu dari sisiku."


Kevin tersenyum licik melihat Falen yang sedang duduk di taman. Sebenarnya bukan untuk bermaksud kurang ajar atau ingin kembali menyakitinya. Tapi Kevin hanya takut mendengar penuturan Falen yang selalu memohon kepada pak Surya agar bisa pisah dari Kevin.


Apalagi posisi Kevin sekarang ini jauh dari kata aman. Nenek sudah meninggal dan pak Surya yang memberikan perjanjian kepada Kevin untuk melepaskan Falen karena alasan hidup Falen yang selalu menderita di tangan Kevin.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya readerku. Terima kasih😇🙏


__ADS_2