
2 jam sudah Falen berada di ruang operasi. Semua keluarga begitu khawatir dengan keadaan Falen saat ini.
terlepas dari itu semua keluarga juga sangat syok mendengarkan kabar bahwa Falen mengalami kecelakaan lagi. Falen memang bukan kali pertama mengalami kecelakaan tapi kecelakaan yang kedua ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. Tubuhnya yang terpental sejauh 10 meter tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja nanti Falen mengalami patah tulang dibeberapa bagian tubuhnya.
Datangnya hujan seakan-akan menunjukkan betapa sakitnya luka yang dialami Falen saat ini. Bukan luka akibat kecelakaan tapi lebih tepatnya hatinya yang terluka merasakan sakit yang luar biasa.
Kondisi Falen saat ini begitu lemah. Dokter terus berupaya melakukan hal yang terbaik. Tapi sepertinya tubuh Falen tidak merespon/ merangsang apa yang telah dokter lakukan. Tidak ada yang tahu bahwa kini Falen telah pergi ke alam sadarnya.
Falen mengamati taman yang sangat indah. Tempat ini belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Falen terus melangkah mencari jawaban dari setiap kebingungannya.
"Aneh sekali kok aku bisa berada di sini? seingatku aku belum pernah datang berkunjung kesini"
Ketika Falen hendak meninggalkan tempat aneh itu,tiba-tiba sosok pria datang menghampirinya. Sosok itu begitu akrab dipikiran Falen.
"Ayahh."
Ya.Itu adalah ayahnya Falen. Pria yang paling berharga dan selalu Falen rindukan di setiap hidupnya. Ayah yang lembut, kuat dan menjadi sosok pelindung bagi semua anak-anaknya. Falen menghampiri ayahnya dan memeluknya begitu erat. Falen tak ingin lepas walau sedetik pun dari pelukan hangat ayah yang sangat dirindukannya selama ini.
Falen menumpahkan semua isi hatinya, menangis dan selalu mengatakan kata ingin menyerah. Ayahnya hanya tersenyum menanggapi semua perkataan Falen. Hingga detik kemudian ayah melepas pelukan hangatnya dan menatap Falen begitu dalam. Tatapan itu sangat dalam mengisyaratkan supaya Falen tetap kuat dan selalu berjuang.
" Kamu pasti bisa nak,Falen anak ayah yang kuat tidak cengeng. Bertahanlah nak,kebahagiaan sebentar lagi akan datang padamu."
__ADS_1
Setelah perkataan itu terucap, sosok itu langsung menghilang entah kemana yang membuat Falen kembali kedalam hidup uang sebenarnya.
***
Sedangkan saat ini diruang tunggu terlihat tangis pilu dari semua anggota keluarga.Pak Surya,Bu Marlina,Kevin,Angel,dan sahabatnya Salma sangat mengkhawatirkan kondisi Falen yang tak kunjung mendapatkan kabar dari dokter.
Mereka semua begitu frustasi ketika lampu operasi tak kunjung mati. Itu artinya pengoperasian Falen tidak berjalan lancar atau mungkin sebaliknya.
Bu Marlina sedari tadi hanya bisa menangisi nasib putrinya yang malang. Apalagi mengingat kandungan Falen yang masih muda membuat bu Marlina terus menangis histeris menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga putrinya itu.
Bukan hanya itu saja, Bu Marlina juga harus merasakan rasa sakit akibat jarum suntik rumah sakit hanya untuk menenangkan pikirannya.
Sama halnya dengan Pak Surya ia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Falen yang sedang hamil muda. Surya begitu gemas dengan Kevin yang tidak bisa menuruti janjinya dalam menjaga kesehatan Falen.
"Vin bapak sangat kecewa padamu.Apapun alasannya mengapa Falen bisa kecelakaan bapak tidak peduli. yang pasti kamu telah menghianiati kepercayaan bapak"
Kevin menelan ludahnya kasar saat mendengar perkataan Pak Surya. "Bagaimana ini bapak aja belum mengetahui alasan kenapa Falen bisa kecelakaan tapi bapak sudah sangat kecewa apalagi kalau tahu yang sebenarnya?".Batin Kevin.
"Maaf Pa."
Kevin tidak mampu membalas ucapan dari Pak Surya apalagi untuk mengatakan hal7 sebenarnya. Memang sekuat apapun Kevin menyembunyikan masalah ini pasti suatu saat akan terungkap kebenarannya.
__ADS_1
Sedangkan Salma sangat menyesal dan hanya bisa merutuki kebodohannya karena memaksakan Falen untuk menemaninya menonton di pasar malam. Salma juga terkejut saat mendengar bahwa Falen mengalami kecelakaan akibat dirinya. Tapi Salma lebih terkejut lagi saat mengetahui bahwa sahabatnya Falen sudah memiliki suami dan bahkan sudah menikah hampir 6 bulan lamanya. Pikiran Salma dipenuhi teka-teki melihat rumitnya kehidupan Falen.
Falen begitu ceria bila menyangkut dengan kedua sahabatnya Salma dan Theresia.Tapi berbanding terbalik dalam menghadapi Kevin setiap hari.
Setelah lama menunggu akhirnya seorang dokter keluar dari dalam ruang operasi.
Pak Surya langsung berdiri dari duduknya menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan Falen.
"Dok bagaimana kondisi menantu saya,apakah semua lancar dok?"
" Bapak yang tenang ya, Kondisi pasien saat ini baik tapi, masih tidak sadarkan diri.Tubuh pasien sangat lemah akibat banyaknya darah yang keluar dari dalam tubuhnya.
"Ooo syukurlah dok, lalu apa janin yang ada dalam kandungannya juga selamat dok" Ucap Pak Surya menatap dokter itu penuh harap.
Kevin begitu terkejut tidak menyangka bahwa bapaknya akan menanyakan kebohongan yang Kevin ciptakan hanya untuk mendapatkan jabatan tertinggi di kantor milik bapaknya.
"Mohon maaf sebelumny pak, tapi pasien sekarang tidak sedang mengandung, bahkan dari hasil pemeriksaan bahwa kondisi rahim pasien sedang bermasalah akibat benturan keras yang mengenai perutnya"
Mendengarkan penjelasan dari dokter Bu Marlina kembali pingsan dan harus dipindahkan kedalam ruangan yang satu lagi. Pak Surya menatap Kevin tajam dan berlalu pergi entah kemana.
jangan lupa tinggal jejak like,komen dan votenya ya. Terima kasih readerku😇🙏
__ADS_1