Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
epispde 51


__ADS_3

Falen masih tenang duduk ditaman sambil menselonjorkan kakinya diatas kursi.Queenxa yang melihat Falen duduk bersantai, membuat ia merasa geram dengan adik iparnya itu.


Dengan langkah cepat, Queenxa berlari kecil untuk menghampiri Falen dan bermaksud untuk mengejutkan Falen dari belakang. dan Yap berhasil.


Falen jatuh dari kursi dan bokongnya berhasil mendarat ketanah dengan sempurna. Queenxa merasa sangat puas karena kali ini tujuannya berhasil mengejutkan Falen.


Tawa Queenxa masih membahana di sudut taman belakang itu. Queenxa merasa tidak berdosa karena telah membuat Falen terjatuh dari kursi. Bukan menolong Falen, tapi dengan santainya Queenxa mengambil poisisi duduk di kursi sebelah Falen sambil berucap.


"Sakit gak bokongnya.? Makanya kalo sama kakak kalau janji harus ditepati. Dari tadi kakak udah lama banget nunggu kamu di kamar Angel. Ini sekarang kamu masih sempat-sempatnya duduk disini. Padahal kamu sudah janji sama kakak mau ngobrol di kamar Angel."


Falen menghela napasnya melihat kekonyolan Queenxa. "Kamu gak tau aja kak,apa alasan Falen duduk disini. Falen bukannya ingkar janji kak, tapi Falen bingung untuk menghadapi kakak." Batin Falen.


"Nah kan, ini giliran ditagih janjinya malah bengong. Falen, kakak paling gak suka ya lihat orang bengong mulu.Kalau ditanya kita harus jawab." Ucap Queenxa sambil menggoyang bahu Falen.


"Eh iya kak. Maafin Falen.Kakak sih datang-datang trus mengejutkan Falen. Kan bokong Falen sakit jadinya nih kak."


"Jadi karena itu kamu diam kakak tanya.?"


"Hemm." Ucap Falen sambil mengelus-elus pergelangan tangannya yang terkena tanah.


"Heheh maafin kakak ya. Kakak cuma bercanda tadi. Ehh btw, kamu ngapain duduk disini sendirian? bukannya tadi kalian lagi ngobrol di kamar Kevin ya?"


"Iya kak, tapi sekarang kan gak ngobrol lagi."


"Trus kenapa gak langsung nyamperin kakak ke kamar Angel."


"Heheh... Falen kira ngobrolnya nanti malam aja kak, biar sekalian nonton jadi lebih asyik kan ceritanya."


"Tapi gak gitu juga kali. Kamu ngomong dulu kek sama kakak. Biar kakak gak capek nunggu -nunggu kamu.Ya sudah ngobrolnya sekarang aja deh, udah keburu tanggung kalau nanti malam."


"Falen ngomong apa sama kakak."

__ADS_1


"Yaelah kamu Falen.Masa kamu gak tahu sih? Ya kamu ceritain kehidupan pernikahan kalian dong. Misalnya, kamu bahagia atau tidak ,atau malam pertamanya gimana gituh. Pokoknya tentang kamu sama Kevin selama ini dalam menjalani hubungan pernikahan kalian.


Falen pun menelan ludahnya kasar, ketika mendengarkan pertanyaan Queenxa yang kepo dengan hubungannya sama Kevin.


"Astaga ternyata kak Queenxa kepoan juga ya orangnya. Falen kira kakak kalem selama ini."


"Kakak kalem luarnya aja Falen.Isinya ya kayak gini.Ok kembali ke topik kamu jangan berusaha menghindar ya dari kakak."


"Gak kok kak. Sebenarnya kehidupan pernikahan kami baik-baik aja kak. Gak perlu ada yang di khawatirkan. Kevin baik sama Falen begitu juga sebaliknya." Ucap Falen memanipulasi kebenaran.


"Tapi perasaan kakak ada yang aneh deh dengan hubungan kalian. Entah apa gitu kakak gak tahu. Tapi yang pasti kalian sedang menyembunyikan sesuatu dari kakak."


"Gak ada kok kak, Serius."


"Yakin nih. Awas aja nanti kakak sampai tahu ya, Kakak gak segan-segan cemplungin kalian berdua ke lubang buaya. Biar habis manusia seperti kalian tukang bohong."


Falen pun menanggapinya dengan senyum tipis. Kemudian Queenxa beralih topik dengan bertanya ini dan itu. Queenxa juga menceritakan kesehariannya bekerja di perusahaan orang lain. Setelah menjelang petang, kedua wanita itu baru beranjak masuk ke dalam rumah.


Malam harinya setelah makan malam bersama. Semua anggota keluarga masuk ke kamar masing-masing. Ketika Falen hendak menyusul Angel ke kamarnya tiba-tiba Kevin menarik pergelangan tangan Falen.


"Gak lihat ini udah malam.Artinya mau tidur lah."


"Mulai sekarang kamu gak bisa lagi tidur di kamar Angel harus tidur dikamarku.Aku suamimu dan berhak mengatur kamu. Sekarang ayo ikut aku masuk ke kamar."


"Aku gak mau.Kamu gak punya hak atas diriku sepenuhnya tuan Kevin."


"Ok.kalau kamu gak mau. Tapi jangan salahkan aku kalau besok kamu gak bisa keluar dari rumah ini."


"Maksud.?"


"Besok aku mau pulang ke rumah kita. Rencananya kak Queenxa akan tinggal dirumah ini lagi. Jadi jika kak Queenxa tinggal disini berarti kamu gak bebas kemana-mana."

__ADS_1


"Hah masa iya kak Queenxa akan tinggal disini. Tadi sewaktu di taman kak Queenxa gak bilang apa-apa kok samaku. Jangan-jangan ini hanya modus Kevin lagi."Batin Falen ragu dengan Kevin.


"Gak percaya? Yaudah. Intinya aku udah ngasih tahu kamu. Jangan menyesal nantinya kalau kak Queenxa nyuruh kamu tinggal disini.


"Yaudah gakpapa. Lagian aku gak punya tempat tinggal selain dikosan sama di rumah paman ini. Kalau pun aku harus tinggal disini, palingan untuk sementara waktu. Kan sebentar lagi aku mau pulang kampung."


Kevin seperti habis pikir untuk menghadapi sikap Falen yang sekarang ini berubah menjadi wanita pembangkang suami.


"Jadi kamu yakin dengan keputusanmu saat ini."


"Yakin. Yaudah aku mau nyusul Angel dulu. Ngomong sama kamu mah gak ada faedahnya." Ucap Falen menaiki tangga


Tapi ketika sudah sampai di lantai dua, dengan cepat Kevin menarik tangan Falen masuk ke dalam kamarnya. Falen yang ditarik Kevin tiba-tiba tidak bisa memberontak karena sudah lebih dulu sampai di kamar Kevin dan dengan cepat Kevin juga mengunci pintunya.


"Kamu jangan macam-macam ya sama saya tuan Kevin.Cepat buka pintunya...."


"Gak mau.Kamu kalau mau tidur-tidur aja sana" Ucap Kevin menunjuk tempat tidur.


"Aku gak mau.Gak mau dan tidak akan pernah mau untuk tidur sekamar dengan pria kejam seperti kamu."


"Kalau kamu gak tidur, jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi padamu."


" jika kamu berani menyentuh aku secenti pun, Besok jangan harap kamu bisa bertemu lagi denganku"


"Astaga... Falen kamu susah banget sih untuk diatur. Aku hanya ingin berusaha memperbaiki hubungan kita saat ini. Tapi kamu tidak menghormati usahaku.Mau kamu apasih?" Ucap Kevin frustasi.


"Tanpa aku katakan pun, sepertinya kamu sudah tahu. Jadi jangan coba- coba menguji kesabaranku tuan Kevin."


"Kok jadi kamu yang marah sih sama aku."


"Terserah.Kalau memang kamu berniat ingin berubah, seharusnya sikap kamu harus lebih lembut tidak kasar seperti ini."

__ADS_1


"Tiap orang pasti berbeda-beda untuk merubah sikapnya terhadap pasangannya atau pun kepada orang lain. Jadi kamu hanya bisa menilai bukan mengomentari.Sekarang aku mau tidur jangan gangu aku atau aku yang akan mengganggumu." Ucap Kevin sambil merebahkan tubuhnya diatas sofa.


Hai jangan lupa tinggalkan jejak like,komen dan votenya ya readerku terima kasih😇🙏


__ADS_2