
Setelah proses operasi Falen selesai dilakukan dan syukur semuanya berjalan dengan lancar. Kini, Falen telah dipindahkan ke ruang rawat inap VIP lantai 12. Kondisi kesehatan Falen masih sama seperti ketika saat operasi, lemah dan juga belum sadarkan diri.
Suasana malam tampak mencekam waktu menunjukkan jam 23:15 p.m. Tidak semua orang di izinkan untuk masuk ke dalam ruangan Falen. Salma,dan Angel telah pulang sekitar 1 jam yang lalu. Kevin entah sejak kapan setelah Falen dipindahkan ke ruangan rawat inap dia tidak lagi menunjukkan jati dirinya. dan sekarang hanya tersisa Bu Marlina yang tidur di sofa sudut ruangan sehabis menangis melihat putrinya yang malang.
Walau sebenarnya Angel terus membujuk Bu Marlina agar ikut menemaninya untuk menjaga Falen malam ini. Tapi Bu Marlina tetap menolak tawaran dari Angel berhubung besok pagi Angel akan pergi kesekolah.
Ketika semua orang sudah terlelap tidur lain halnya dengan Kevin yang sedang mabuk-mabukan di sebuah club malam 24 jam.
Entah apa alasan Kevin melakukan hal seperti itu. Tapi, identiknya jika seseorang melakukan hal yang demikian mungkin karena merasa frustasi atau memiliki masalah besar lainnya.
Surya membanting sebuah ponsel yang diberikan oleh anak buahnya. Surya begitu geram menerima video Kevin yang sedang mabuk-mabukan di club malam.
"Kurang ajar kamu Vin, istri sedang sakit tapi kamu malah sempat-sempatnya mabuk-mabukan"
Surya mengepal tangannya raut wajahnya memerah menahan emosi yang sudah sejak tadi ia pendam.
Surya langsung menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyeret Kevin keluar dari club tersebut. Sebenarnya setelah Surya mendengar kebohongan kehamilan Falen, Surya langsung menyuruh anak buahnya memeriksa peristiwa kecelakaan yang terjadi malam itu. Surya juga langsung mendatangi saksi yang melihat perihal kecelakaan itu agar informasinya lebih akurat.
Kecewa jelas. Surya bahkan sangat murka mendengarkan semua laporan anak buahnya tentang kekejaman Kevin terhadap Falen selama 6 bulan lamanya.
Bukan tanpa alasan Surya begitu marah dengan Kevin tapi kelakuan Kevin yang menyiksa Falen sudah diluar batas. Seorang laki-laki apalagi seorang suami tidak sepantasnya membuat perempuan menangis dan menderita.
Surya menyadarkan punggungnya dikursi terapi apartemennya sambil memejamkan matanya menahan pening dikepalanya.
__ADS_1
"Ini sudah sangat keterlaluan, bagaimana Kevin bisa memimpin perusahaan kalau mengurus dirinya saja tidak becus?"
Suara ketukan pintu terdengar berulang.Seorang pangawal masuk untuk meminta izin kepada Surya untuk membawa Kevin masuk kedalam apartemen.
Bau yang menyengat dan pakaian Kevin terlihat lusuh acak-acakan. Kevin seperti orang gila yang terus meracau tidak jelas.
Surya langsung membuka matanya dan menghampiri Kevin. "Plakk" Suara tamparan keras terdengar di ruangan itu. Surya bahkan tidak segan-segan untuk melakukan hal yang lebih parah lagi. Surya begitu geram ketika Kevin hendak membalas pukulannya. Kevin sepertinya tidak terima dengan apa yang Surya lakukan kepadanya begitu juga sebaliknya.
Di tengah larutnya malam terjadi perkelahian antara anak dan bapak. Anak buahnya Surya sudah berusaha untuk melerai pertengkaran itu tidak sebaiknya seorang anak melawan orang tuanya sendiri. Tapi Surya bersih keras untuk tidak seorang pun menghalangi keinginannya.Meladeni apa yang Kevin inginkan.
Kekuatan silat dan taekwondo membuat Surya dengan mudah melupuhkan Kevin.Walau sudah lemah Kevin tetap menggerakkan tangannya untuk melawan bapaknya sendiri.
"Bapak jangan menyalahkan aku, bapak yang memaksaku untuk menikahi cewek kampung itu. Kevin tidak suka dengan perempuan itu, Kevin bahkan sangat membencinya." Kevin terus meracau mengatakan kebenciannya kepada Falen entah apa alasan dari semua kebencian Kevin.
" Urus dia, Jangan biarkan Kevin keluar dari ruangan ini tanpa seizinku. dan satu lagi jangan lupa memberikannya makan dan minum. Aku akan pulang kerumah.Ucap Surya sambil berlalu pergi.
Pagi harinya di rumah sakit Bu Marlina dengan setia duduk di samping brankas menunggu Falen sadarkan diri. Pagi tadi dokter sudah memeriksa keadaan Falen, dan hasilnya masih sama. Falen lebih betah tidur untuk menghindar dari kekejaman hidupnya.
Bu Marlina mengoceh kesana -kemari meluapkan kekesalannya terhadap Falen yang berani membohongi dirinya tentang kehamilan palsunya.
"Falen bodoh, bangunlah kamu berutang penjelasan sama ibu. Bukankah kamu sudah berjanji untuk selalu berkata jujur pada ibu? bahkan kamu juga menjanjikan kehidupan yang layak untuk ibu juga untuk adik-adikmu dikampung. Lalu kenapa kamu selalu diam dan tidur begini?. Ibu bahkan sangat membenci anak yang cengeng sepertimu. Dari dulu kamu di didik ayahhmu untuk selalu kuat dan mandiri tapi mengapa sekarang kamu jadi anak lemah seperti ini?"
Marlina begitu frustasi melihat banyaknya alat yang bergantungan/ terpasang di tubuh Falen. Sebagai Single parents Marlina merupakan seorang perempuan rapuh yang harus menanggung semua beban hidup terutama jika menyangkut anak-anaknya.
__ADS_1
Sedangkan pagi ini di sebuah apartemen lantai 28 Kevin baru bangun dari tidurnya.
"Astaga kepalaku sakit sekali, ini juga tempat apasih,! "
Kevin melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya sejenak. setelah itu, Kevin mengamati setiap sudut ruangan itu tidak asing beginya lalu Kevin sadar bahwa ia sekarang tidak lagi di club melainkan di apartemen milik bapaknya.
"Arghhhh"
Kevin membanting guci keras ke lantai meluapkan semua emosinya.
"Bapak kira Kevin anak kecil apa? tiap gue melakukan kesalahan pasti dikurung seperti ini." Ucap Kevin sambil menggedor -gedor pintu apartemen. Karena kesal dengan sikap bapaknya yang kekanak-kanakan menurut penilaian Kevin, Kevin membanting semua barang yang ada diruangan itu seperti kapal pecah.
"Bapak hanya melakukan apa yang bapak suka tidak mempedulikan anaknya sendiri apa yang menjadi keinginan Kevin."
"Keinginan yang seperti apa yang kamu inginkan Vin" Ucap Surya masuk kedalam ruangan itu. "Apa kamu lupa baru kali ini bapak meminta kamu untuk menikah dengan perempuan pilihan bapak. Apa satu wanita tidak cukup untuk memuaskan kamu Vin? setiap hari bahkan kamu melakukan hal bejat tapi bapak selalu diam apa kamu juga lupa kamu memiliki adik dan kakak. Jika kamu saja berani berbuat hal kotor seperti ini apalagi laki-laki lain juga akan berani menyakiti adik dan kakakmu." Ucap Surya panjang lebar.
"Selama ini bahkan kamu terus berusaha untuk mendapatkan jabatan tertinggi. Sampai-sampai kamu harus melakukan hal licik mulai dari memfitnah orang kepercayaan bapak, memecat keluargamu sendiri bahkan menyuruh Falen untuk berpura-pura hamil. Apa dengan jabatan yang tinggi kamu sudah merasa hebat Vin? Jawab..."
Kevin menundukkan wajahnya tidak berani membantah semua tuduhan yang memang benar adanya.
"Kamu juga selama ini menyiksa Falen dengan kejam, kalau memang kamu sangat membenci Falen mulai saat ini bapak akan melepas Falen dari kehidupanmu agar kamu bebas melakukan apa yang menjadi keinginanmu."
Kalimat itu membuat Kevin merasakan sesuatu hal yang aneh dalam dirinya.Ada rasa senang tapi sedikit mengganjal dihatinya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan votenya ya. Terima Kasih😇🙏