Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil

Pengalaman Pahit Seorang Gadis Kecil
episode 11


__ADS_3

Setelah hampir 1 jam lamanya mereka mengobrol, Kevin berpamitan hendak naik ke atas untuk berganti pakaian sekaligus mandi.


Begitu juga dengan Nenek, Bu Marlina dan paman Surya yang ingin beristirahat sejenak melepaskan penat perjalanan.


Memang hari masih sore rencananya mereka akan kembali berkumpul setelah makan malam siap disajikan.


Falen menyibukkan dirinya dengan membantu bibi memasak untuk makan malam.


Masakan kali ini cukup banyak karena kehadiran keluarga yang bertambah di rumah ini.


Pukul 7:15 Makanan sudah siap dimasak dan semua telah berkumpul di meja makan.


Setelah selesai makan malam, Paman mengajak semua anggota keluarga ke ruang tamu. Paman duduk berseberangan dengan Falen dan Bu Marlina, sedangkan Kevin dan Angel duduk di sebelah neneknya.


Suasana ruang tamu seketika hening saat nenek mulai menyampaikan permohonannya.


Kevin dan Falen menganggap ucapan nenek hanya guraun saja.


"Nek, jangan becanda ih, Kevin gak suka nek"


"Nenek tidak becanda Vin, umur nenek memang tidak panjang lagi. Dokter sudah memvonis penyakit nenek tidak akan sembuh lagi. Nenek hanya ingin kamu menikah dengan Falen sebelum nenek nanti meninggal dunia."


Kevin tertawa hambar mendengarkan permintaan neneknya.


"Kevin, apa yang di ucapkan nenekmu memang benar apa adanya. Nenek mengidap kanker stadium 4 jadi tolong mengertilah kondisi beliau sekarang."


"Tapi pak, ini tidak masuk akal. Kevin tidak harus menikahi dia untuk menyembuhkan

__ADS_1


penyakit nenek."


"Ini tidak soal menyembuhkan Vin, tapi permintaan terakhir" Ucap paman Surya.


"Pak, Kevin tidak ingin membantah permintaan nenek, tapi Kevin tidak mau menikah secepat ini, apalagi harus sama Dia."


Ucap Kevin menunjuk kearah Falen.


Falen sangat terkejut mendengar permintaan terakhir nenek. Ditambah lagi melihat tatapan Kevin yang sangat tajam. Falen hanya menunduk tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.


" Nenek hanya ingin kamu hidup bahagia bersama Falen sebelum nenek benar-benar meninggal dunia. kalau memang kamu tidak setuju dengan permintaan nenek, lebih baik nenek mati sekarang."


Nenek mulai menangis mendengarkan penolakan dari cucu kesayangannya.


Kevin tetap dalam pendiriannya walau ia senarnya tidak tega melihat neneknya menangis.


" Kevin bapak tidak mau tahu, kamu hanya mempunyai dua pilihan. Menikah dengan Falen atau melihat nenek dan bapak mati sekarang" Ucap paman Mengancam Kevin yang keras kepala.


" Kalau memang kamu menyayangi nenek dan bapak, dalam hitungan ketiga kamu sudah memilih salah satu"


" Tapi pak, belum tentu juga Falen mau menikah dengan Kevin"


" Satu....... Du....


" Ok.. Iya . Kevin akan menikah dengan Falen"


" Bagus. Bapak senang kamu mendengarkan jawabanmu Vin. Kalau masalah Falen tidak perlu khawatir sama sepertimu bapak juga akan membuat pilihan dengannya.

__ADS_1


Falen lagi-lagi terkejut mendengarkan ucapan pamannya.


" Falen, kamu tidak bisa menolak lagi kalau kamu benar-benar menyayangi Ibumu dan Saudaramu."


Falen menggenggam tangan Ibunya mendengarkan ucapan pak Surya. Sedangkan Bu Marlina tersenyum memeluk putrinya.Sudah ia duga bahwa Surya akan melakukan segala cara agar ia bisa mengabulkan permintaan Ibunya.


"Baiklah. Untuk selanjutnya biarkan bapak yang mengurusnya. Pernikahan kalian akan dilaksanakan minggu depan secara tertutup.Bapak tidak ingin mempermalukan salah satu diantara kalian."


"Terima kasih Kevin. Nenek senang melihat cucu nenek akan menikah sebentar lagi.


Kevin dan Falen pun menyetujui pernikahan ini dengan syarat mereka akan tetap melakukan aktivitasnya seperti biasanya.


Setelah semua selesai pak Surya, Marlina, Nenek dan Angel pergi meninggalkan ruang tamu. Mereka memberikan waktu buat Kevin dan Falen.


Suasana ruang tamu yang semula panas kini dingin mencekam. Kevin terus menatap


Falen dengan tatapan membunuh.


Hening


Hening


dan Hening.


Falen mulai bosan menunggu Kevin untuk berbicara. Falen hendak pergi meluapkan semua tangisannya. Akan tetapi Kevin lebih dulu menarik lengan Falen untuk kembali duduk ditempat semula.


" Diam. Lho senangkan menikah dengan gue, dan ini merupakan rencana licik lho kan yang membujuk nenek untuk menikahi gue" Jawab...!"

__ADS_1


Falen tidak tahu harus menjawab Kevin dengan apa, karena sejujurnya ia juga tidak mengerti dengan permintaan nenek.


" Baiklah kalau lho tidak ingin menjawab lihat saja kita mulai permainan ini"


__ADS_2