Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 15. Keinginan Musisi


__ADS_3

☆YUHA POV


"Ok gais kembali lagi bersama aku Yuha dan kali ini aku tengah pergi bersama sahabatku Pandu ke taman Tapi, ketika kami menuju taman kami melihat Pacar Pandu tengah berduaan dengan cowok lain. Dan sekarang Pandu tengah mendekati mereka tuh tuh" Yuha yang tengah melakukan Life streaming secara sembunyi sembunyi mununjuk kan rekaman dimana Pandu tengah menghampiri Delina yang tengah bermesraan dengan cowok baru nya.


^"Bagus selamat ya Del kamu sudah menemukan pasanganmu semoga kamu bahagia. Kalau begitu aku pergi dulu aku tak mau menggangu kencan kalian"^ (Pandu)


"... Tuh gais lihat temen gua rela melepaskan pacarnya bahkan dia sampai berpura pura cuma jadi seorang teman hiks sedih gak sih melihatnya" Ucap Yuha yang merasa terenyuh melihat adegan tersebut.


Kemudian Pandu pun datang menghampiri Yuha yang tampak mengeluarkan air matanya.


"Lo kenapa Yuh kok nangis?"


"Gua sedih liat lo pisah sama pacar lo sampai sampai lo harus pura pura jadi temen"


"Hek eleh gitu aja nangis cengeng amat sih lo, lagi pula yang mutusin kan bukan gua dia duluan yang selingkuh jadi buat apa di pertahanin cewek kayak gitu"


"Ya bener juga sih, tapi apa gak apa apa lo mutusin dia"


"Halah gak papa jodoh udah ada yang ngatur. Dah yuk ngamen"


"Ye jodoh emang udah ada yang ngatur tapi kok gua belum ketemu jodoh gue"


"Ya mungkin karena mukelu lo jelek jadi jodoh nya seret" ejek Pandu.


"Mukalo yang jelek"


******


# Di Taman Kota


Saat ini terlihat Pandu yang tampak akan menyanyikan sebuah lagu, ia mulai menyetel tinggi nada petikan yang akan ia mainkan.


Jreng!!


Jreng!!


"Dunia hari ini begitu tak berarti


Tak berjalan cepat seolah tak peduli


Lambat laun ku bertahan dengan hari ini


Hari yang takkan pernah berakhir


Semua telah berubah sejalan dengan waktu


Setiap detik berharga bagiku


Waktu pun ingin kuubah, kembali tertawa


Aku hanya bisa menangis, aku tak bisa


Maafkanlah diriku atas semua kesalahan


Yang kuperbuat selama ini kepada dirimu


Daku berjanji akan melepasmu dengan senyuman


Yang akan kau ingat dan kau kenang sampai mati

__ADS_1


Semua telah berubah sejalan dengan waktu


Setiap detik berharga bagiku


Waktu pun ingin kuubah 'tuk kembali tertawa


Aku hanya bisa menangis, aku tak bisa


Maafkanlah diriku atas semua kesalahan


Yang kuperbuat selama ini kepada dirimu


Daku berjanji akan melepasmu dengan senyuman


Yang 'kan kau ingat dan kau kenang sampai mati


Lupakanlah semua kenangan ini


Hancurkanlah semua mimpi-mimpi


Jangan pernah kembali


Dan takkan pernah kembali


Dan janganlah kau pernah berikan aku satu harapan


Dan karena ku ingin pergi, hilang dan lupakan


Maafkanlah diriku atas semua kesalahan


Yang kuperbuat selama ini kepada dirimu


Daku berjanji akan melepasmu dengan senyuman


Yang akan kau ingat dan kau kenang sampai mati


...."


[Pergi Hilang Dan Lupakan - Lagu Remember of Today]


Prok!! Prok!! Prok!!


"Wah bagus Pan bagus.." ucap Yuha setelah mendengarkan lagu yang dibawakan oleh Pandu dan juga beberapa orang di taman yang ikut menikmati melodi musik yang ia bawakan.


"Terimakasih terimakasih...." memberi ucapan kepada semua pengunjung yang menikmati musiknya dan tak lupa nyawer.


"Lihat Pan kita dapat banyak, oh iya itu tadi lagunya judulnya apa kok gua baru kali ini denger"


"Itu tadi judulnya ^Pergi Hilang dan Lupakan^ itu lagu buatan gue"


'Sejujurnya itu lagu karya Remember tapi karna di sini gak ada grub ben nya ya gua ngaku aja, Maaf ya ROT lagumu aku curi' ucap dalam batin.


"Wih gile bisa ciptain lagu sendiri hebat juga kau Pan.. Tunggu bentar jangan bilang lo nyiptain lagu barusan itu baru tadi" Yuha merasa takjub.


"Yap setelah putus dengan'nya aku langsung mikir sebuah lagu barusan"


"Gila lo bisa nyiptain lagu setelah mengalami hal tadi (putus), oh jangan jangan lagu di atas gedung itu juga lo buat ketika waktun itu juga"


"Iya. Soalnya gini yuh aku kan seorang musisi, nah biasanya seorang musisi akan melampiaskan emosi nya melalui lagu. Karena musik/lagu itu seperti sebuah isi hati dari musisi itu sendiri yang ingin ia beri tahukan kepada orang lain melalui lagu itu, contohnya waktu aku di gedung tua itu adalah saat dimana diriku merasa sedih dan aku juga melampiaskan kesedihanku melalu musik ya-kan"

__ADS_1


"Hem hem" Yuha hanya menganggukkan kepala sembari mendengarkan.


"Nah itu juga seperti lagu barisan, lagu itu berisi isi hati ku ketika putus dengan 'nya dan aku lampiaskan melalui lagu"


"Ooh seperti itu, jadi setiap lagu itu memiliki ungkapan isi hati dari seorang musisi yqng buat ya Pan"


"Yap Seratus buat kamu tapi sayang gak ada hadiah"


"Sekarang gua paham mengapa lo pengen jadi pengamen, pasti lo pengen ngungkapin isi hati lo sama orang lain"


"Ya bener sih tapi kurang tepat, gua jadi pengamen itu karena gua suka aja bernyanyi dan keinginan gua sih pengen jadi seorang Superstar yang di kenaln luas di Indonesia atau Go Internasional, kalau bisa"


"Hem ngimpi lo Pan"


"Ya gak papa ngimpi kalau jadi kenyataan kan bagus"


"Terserah... Em gua haus nih gua mau beli minum lo sekalian gak"


"Ya seperti biasa es teh anget sama roti yang rasa stroberi"


"Oke.. Pakek duit lo ya, da" Yuha mengambil uang hasil saweran Pandu.


"Eh kampret itu duit gua... huh untung temen kalau gak gua lempar batu bata" ucap Pandu yang sedikit kesal pasalnya Yuha mengambil sebagian uang hasil ngamen nya tadi.


"Dari pada nunggu lama mending nyanyi"


Jreng!!


Jreng!!


"Oh Tuhan ku-.." Pandu berhenti bernyanyi ketika ia melihat seorang ibu ibu yang di copet.


"Kyaaa copet tolong ada copet..." teriak ibu ibu tersebut setelah tas miliknya dirampas oles si copet.


Pandu yang melihat nya langsung berlari mengejar si copet tersebut.


"Hey copet berhenti lo jangan lari capek tau"


"Huh bocah kalau capek mending lo pulang sono minum susu" ucap si copet.


"Ogah gua lebih suka kopi susu" jawab Pandu.


"Aarg nih bocah masih ngikutin gua aja, gua singkirkan aja lah" kemudian copet tersebut berhenti berlari dan berbalik arah menghadap Pandu.


Pandu yang melihat si copet tersebut berhenti juga ikut berhenti.


"Nah dari tadi dong om berhentinya capek tau lari lari muluk"


"Hey bocah jangan banyak bac*t lo, tujuan lo apa ngikutin gua"


"Oh mudah saja kembalikan tas ibu itu terus om masuk penjara"


"Hahaha kau fikir aku mau menuruti omongan bocah sepertimu yang jadi pahlawan kesiangan"


"La ini kan memang udah siang yang bilang masih pagi siapa om"


"Iik jangan panggil gua om" karena sudah jengkel dengan Pandu si copet tersebut langsung mengeluarkan sebuah belati dan langsung melemparkan belati tersebut kearah Pandu.


"Makan nih bocah"

__ADS_1


"Uwa...ukhg...


__ADS_2