Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 43,1. Bertemu Orang Tua Kandung


__ADS_3

Sehari sesudah agenda hari ortu sedunia.


Hari ini semua siswa menjalani aktifitas seperti biasanya yaitu mengikuti kegiatan pembelaljaran.


Namun beda halnya dengan Pandu ia tampak tengah berbaring santai diatas balkon sekolah.


"Huh rasanya males banget kalau sekolah apalagi disini bukannya guru yang mengajar tapi malah aku yang mengajar"


"Dari pada gabut mending aku bekultivasi aja lah sampai batas maks level dunia ini"


Kemudian Pandu mengambil sikap meditasi dan mulai berkutivasi, namun karena tingkat aura Surga dan Bumi sangat rendah maka Pandu hanya mengandalkan aura dari mutiara kaisar miliknya.


....


2 Jam Kemudian


Setelah beberapa jam akhirnya kini Pandu telah naik tingkat dari Rana Master tingkat 8 menjadi Rana Gran Master tingkat 2 awal.


"Huff huah... Akhirnya naik rana juga ya walau aku harus menggunakan aura dari mutiara kaisar"


Kemudian Bouli datang keatas balkon atap sekolah dengan keadaan terengah engah.


"Huah hah haah... Akhirnya aku menemukanmu" ucap Bouli.


"Hah ngapain kamu cari aku?" ucap Pandu.


# Rumah Bouli


Saat ini Pandu tengah mengunjungi kediaman Bouli karena katanya paman dan bibi nya merindukan dia dan ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.


"Anjir ini beneran rumah lo Lin gede banget" Sesampainya di kediaman Bouli Panji dikejutkan karena Bouli tinggal di distrik kalangan keluarga Elit dan rumah yang ia miliki layak disebut sebagai mansion sultan yang benar benar megah dan mewah.


"Hehe ini bukan seberapa ayo kita masuk" ucap Bouli dengan nada agak sombong.


Sesampainya di halaman rumah Pandu dan Bouli langsung dihalangi oleh dua anak kecil yang berusia sekitar 5-6 tahunan.


"Berhenti kak, siapa yang kamu orang berpenampilan lusuh itu" ucap anak laki laki yang merupakan adik Bouli bernama Ian.


"Dasar bocah gak ada sopan santunnya pada orang yang lebih tua, mau gua hajar lo hah" Pandu yg marah.


"Sabar Pan sabar, Ia jaga mulutmu dia ini kakak tertua kita di kampung halaman kita"


"Hemp terserah aku gak peduli, Lily ayo kita pergi dari sini ada orang aneh" kemudian adik Bouli pergi mengajak anak perempuan bernama Lily yang sedari tadi melihat kearah Pandu.


"😠Muka lo yang aneh anjing" umpat Pandu yang kesal.


"Sabar Pan tenang, maaf ya kelakuan adik ku memang sedikit kasar soalnya ia terlalu dimanja sama mama" ucap Bouli.


"Mama!! Puff... hahaha dulu kamu panggil emak sekarang ganti mamah haha..."


"Sialan nih anak, diam lah"

__ADS_1


Kemudian mereka langsung masuk kedalam rumah Bouli.


Di dalam rumah itu Pandu diajak melihat lihat seluruh ruangan yang ada dan di sepanjang perjalanan pandu diperlihatkan berbagai barang mewah dan antik namun kebanyakan adalah sebuah lukisan bergambar botol potion atau Elexsir.


Itu karena orang tua Bouli dikenal sebagai pembuat ramuan potion di desa dulu.


"Wah banyak juga barang mewah yang di miliki di sini"


"Ya itu karena papah sering mengoleksi banyak barang antik"


"Ooh seperti itu, tapi dari semua barang yang aku lihat hanya 8 barang antik yang asli dan sisanya cuma barang imitasi"


"Hah apa?? Jadi semua barang yang di beli papa itu barang imitasi semua" ucap Bouli terkejut.


"Ya gak semuanya sih cuman rata rata barang antik yang aku lihat itu memiliki energi yang begitu kecil yang artinya itu sudah ada cukup lama sekitar lebih dari 50 tahunan lah"


"Hey barang yang berusia lebih dari 50 tahun itu sudah dianggap barang antik tau"


"Hooh jadi barang berusia 50 tahun itu sudah dibilang barang antik, terus berapa ya harga batu nisan berusia 1500 tahun yang ada di desa" ucap Pandu.


"Gak gitu konsepnya bambang, kau ini mau jual batu nisan leluhur gak takut kualat apa"


"Ya kan nanti kita bagi dua hasilnya, kau mau kan"


"Gak, nyari mati kok ajak-ajak"


"Hehehe..."


.....


sesampainya di depan ruangan mereka langsung membuka pintu dan mendapati orang tua Bouli tengah berbincang dengan orang lain.


"Papah lihat ini Pandu" ucap Bouli.


"Apa kabar paman bibik" ucap Pandu yang langsung bersalaman.


"Wah kamu sudah tumbuh besar ya nak, paman gak menyangka bahwa kamu bisa sampai di kota ini"


"Iya, apalagi kamu sudah mencatatkan prestasi kamu disekolah paman dan bibi mu ini sangat bangga pada mu nak, gak seperti teman kamu itu" melirik kearah Bouli yang tengah asik makan cemilan.


"Hey apa mama membicarakan aku"


"Haha engak cuma perasaan kamu aja"


"Hehe terimakasih paman bibi"


Kemudian Pandu mendengar suara wanita yang duduk disebelah dengan wajah tersedusedu dengan air mata yang mulai mengalir kemudian wanita itu mendekati Pandu sambil menahan tangis.


"Apa kamu benar PANDU" tanya wanita itu.


"Eee iya saya Pandu, tante siapa ya..." tanya Pandu namun tiba tiba wanita itu langsung memeluk Pandu.

__ADS_1


"Hiks... Akhirnya kita bisa bertemu anak ku hiks... Ibu merindukan mu hiks... Maaf, maafin ibu..." wanita itu langsung menangis histeria karena bahagia.


"Eeh maaf tapi tante ini siapa! Paman bibik ini apa, tante tolong lepasin aku"


"Nak dia itu ibu kamu yang melahirkan kamu" ucap Buimi (Ayah Bouli) yang tampak ikut bersedih.


"Hah ibu, tapi kan orang tua ku sudah mati dari mananya aku punya ibu lagi" ucap Pandu yang membuat mereka tersentak terkejut.


"Apa maksud ucapan mu itu nak, mereka itu benar benar ibu kamu dan dia itu ayah kamu orang tua kamu masih hidup" ucap Buimi dengan nada tinggi.


"Aku tau itu kalau mereka orang tua ku karena darah ku mengalir sama seperti mereka" ucap Pandu.


"Lalu apa yang membuat kamu bilang bahwa orang tua kamu sudah mati"


"Itu karena orang tua di hati ku telah lama mati sejak lama dan aku telah berhenti mengharap hadirnya orang tua ku" ucap Pandu, kemudian sebuah tamparan melayang di pipinya.


PLAKK!!


Tamparan itu dilayangkan oleh pria dewasa yang merupakan ayah nya.


"Kamu anak durhaka bagaimana kamu bisa mengatakan bahwa orang tua mu ini sudah mati, apa kamu tidak mengenali kami"


"Iya aku memang tidak mengenali kalian, kerena sejak aku lahir aku selalu bersama kakek dan nenek bukan kalian. Dan aku bukan anak durhaka yang meninggalkan orang tuanya dan tak pernah mengunjungi mereka lagi hingga akhir hayat mereka"


"Dan satu hal lagi kalian mengaku bahwa kalian orang tua ku, tapi kenyataannya kalian cuma orang tua yang menelantarkan anaknya tanpa ada namanya kasih sayang orang tua. Apa kalian pernah berfikir betapa kerasnya aku mencari kalian karena aku ingin sekali saja merasakan artinya kasih sayang tapi itu dulu sekarang tidak. Aku sudah terbiasa hidup di jalanan diterpa hujan dan terik matahari, aku sudah biasa hidup kekurangan tanpa bantuan siapa siapa.


Jadi meski pun aku hidup tanpa kalian aku masih bisa berdiri sendiri hingga saat ini hanya karena aku ingin mencapai tujuan utama ku yaitu menemukan kalian..." ucap Pandu mengeluarkan seluruh isi hatinya.


"CUKUP DIAM hiks... Aku tak bisa mendengar lagi apa yang kamu katakan hiks, ibu dan ayah tau kalau kita salah hingga membuat kamu menderita selama ini, tapi ibu mohon tolong beri ibu kesempatan untuk menebus semua dosa yang ibu lakukan pada mu anakku. Ibu sangat merindukanmu, setiap hari setiap saat ibu selalu mengkhawatirkan dirimu sejak dulu bagaimana kamu tumbuh, apa kamu bisa makan kenyang dan semuanya. Karena di dunia ini tidak ada namanya seorang ibu yang tidak mengkhawatirkan anaknya apalagi sudah berpisah sejak kecil, jadi maafkan ibu ya Sayang" Sambil tersenyum mengharap bahwa Pandu dapat memaafkan dirinya atas semua kesalahan yang ia perbuat selama ini.


"Ayah juga minta maaf nak, karena kami tidak bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi dirimu karena pantangan yang di buat oleh desa kita"


"Baiklah aku maafkan kalian tapi jangan pernah menganggap aku sebagai anak kalian mulai saat ini, karena bagiku kalian itu adalah orang asing namun dekat bagiku" ucap Pandu dengan tegas.


Bouli, Sasai, Buimi dan orang tua Pandu tak percaya dengan apa yang Pandu ucapkan.


"Pan apa maksudmu itu, mereka itu orang tua yang selalu kamu cari kan selama ini terus kenapa~.."


"Bouli diam kamu ini tidak ada hubungannya denganmu" ucap Pandu dengan mengeluarkan aura hitam yang membuat mereka semua terkejut dan ruangan tersebut dibuat terguncang karena aura hitam yang dikeluarkan Pandu.


"Aura hiam ini... ini aura pembunuh!!" ucap ayah Pandu bernama Adam dan istrinya bernama Mayang Karina.


'Aura nya begitu kuat, sudah berapa banyak nyawa makhluk hidup yang sudah ia bunuh' batin Adam.


Kemudian Pandu menghilangkan aura hitam miliknya.


"Huh... Maaf Bouli aku tak bermaksud menakutimu namun ini adalah masalahku jadi jangan ikut campur"


"Gleg.. okhe, maaf"


"Jadi apa kalian menerimanya atau tidak" ucap Pandu melanjutkan pembicaraan mereka tadi.

__ADS_1


"Tapi nak ka-kami..." ucapan mereka terhenti ketika seorang gadis yang pandu temui muncul.


"Ayah ibu..."


__ADS_2