
# Menghadiri Pesta
Setelah hampir seharian Pandu Yuha dan Rehan mengamen, mereka bertiga memutuskan untuk pulang lebih awal karena Pandu sore ini akan pergi menghadiri pesta ulang tahun Serena bersama Yuha. Dan Pandu juga tak menyangka bahwa Rehan juga akan menghadiri acara Pesta tersebut, ya mungkin karena hubungan bisnis keluarga.
# Di Rumah
Saat ini tampak Pandu yang terlihat tengah di landa kebingungan, ia terus mondar mandir kesana kemari seperti setrikaan.
"Ah sial gua lupa pinjam baju kemeja sama Rehan buat acara pesta nanti... Kalau gua beli gua gak tau model yang lagi tren saat ini, aduh gimana ini kenapa tadi gak sekalian" ucapnya resah.
"Ah apa aku pakai pakaian ku dulu saat masih di NeterMoon" ucapnya kemudian ia mengeluarkan sepasang pakaian berupa Kimono dan Haori.
"Hem tapi ngomong ngomong disini orang orang pada tau gak ya kebudayaan negara lain? Soalnya ini dunia yang berbeda dengan dunia ku dulu" Pandu memikirkan apakah semua orang di dunia nya saat ini memahami budaya dari negeri tetangga (Jepang).
"Aah bodo amat lah yang penting ada baju bagus buat pesta"
Pandu pun memutuskan menggunakan kimono nya. Kimono tersebut memiliki warna putih atasan hitam bawahan dengan jahitan benang silver. Kemudian ia mengenakan Haori (Mantel) berwarna hitam untuk menutupi atasan kimono, Haori nya mungkin memiliki ukuran yang lebih panjang di bagian belakangnya dan terdapat gambar Naga dengan benang emas serta sebuah tulisan kuno yang bertuliskan 'Alur Waktu Takkan Berhenti, Badai Akan Menerjang, Usaha Adalah Hasil' entah apa artinya yang jelas itu artinya.
"Yos untungnya ini baju ku saat masih muda jadi masih bisa muat di tubuh.. Em kalau dipikir pikir seharusnya aku punya Pets kan Si burung jade hijau"
Kemudian Pandu mulai mempraktekkan sebuah sihir pemanggilan Summoner, setelah itu didepannya tercipta sebuah lingkaran sihir dan dari lingkaran sihir tersebut tiba tiba cahaya hijau keluar dan berubah menjadi seekor burung cantik seperti cendrawasih tapi berbeda ia hanya memiliki tiga bulu mahkota serta warna bulunya itu Hijau Jade yang sangat berkilau.
"Piiy..." Burung tersebut langsung terbang kearah pundak Pandu dan menggosokkan kepalanya ke pipi Pandu.
"Hahaha iya iya maaf ya sudah lama aku gak memanggil mu Rui" ucap Pandu memanggil nama burung tersebut Rui.
"Piiy.."
"Rui mulai hari ini kamu akan selalu bersama ku oke"
"Piiy piiy.." ucapnya senang dengan cara mengepak ngepakkan sayapnya.
"Kamu tampak senang ya, oh iya ini kamu makan buah buahan ini dulu setelah itu kita akan pergi" Pandu menyuruh Rui untuk makan buah terlebih dahulu, mau bagaimana pun Pandu tau bahwa selama ini Rui tidak makan ia hanya menyerap energi sihir yang ia miliki selama ini.
Rui pun tampak senang ia memakan semua buah dengan lahap.
.....
Setelah Rui selesai makan kini Pandu tengah dalam perjalanan menuju keacara pesta ulangtahun Serena menggunakan sepeda yang ia pinjam dari Yuha. Oh ya untuk Yuha dan Rehan mereka sudah pergi duluan keacara pesta menggunakan mobil.
Pandu menggowes sepeda tersebut dengan kecepatan maksimum sambil membawa Gitar kesayangannya di punggung nya. Karena Pandu menggunakan Pakaian kimono ia selalu jadi sorotan dari orang orang di jalanan.
"Huh huff... Sialan si Athor nih... ngotak dikit dong masa gua yang pakai pakaian kimono kayak gini suruh gowes sepeda" marah Pandu karena ia harus menggowes sepeda dengan pakaian kimono.
[Athor: Haha... Namanya juga versi Indonesia cok] ujar Athor.
# Gedung Pesta - Biro Pelelangan
Beberapa saat kemudian.
Setelah bersusah payah mengowes sepeda selama setengah jam akhirnya Pandu sampai di tempat digelarnya pesta ulangtahun Serena.
"Hah hah... Akhirnya aku sampai juga wow" ucapnya senang.
Sementara itu dari depan pintu masuk terlihat dua orang penjaga yang bertugas.
Kedua penjaga tersebut melihat Pandu datang menggunakan sepeda serta membawa seekor burung dan gitar.
"Heh sejak kapan tempat ini menerima orang udik seperti dia, lihat saja ia kesini menggunakan sepeda"
"Entahlah mungkin dia orang nyasar"
__ADS_1
Ucap kedua penjaga tersebut memandang rendah Pandu.
Setelah memarkirkan sepedanya Pandu berjalan masuk namun ia langsung di halangi oleh kedua penjaga tadi.
"Berhenti, apa yang kamu lakukan disini" ucap salah satu penjaga.
"Hah! ya tentu saja masuk kedalam"
"Hehe orang miskin sepertimu ingin masuk, maaf saja orang yang boleh masuk hanya orang orang berkelas bukan orang miskin kaya kamu ini datang datang pakai sepeda dan mengenakan pakaian yang aneh ini haha"
"Aneh mata mu, ini baju khas negara sakura tau"
"Hahaha jangan bercanda kamu nak, mana ada hal seperti itu"
"Terserah mau percaya apa enggak yang jelas aku mau masuk"
"Baiklah kalau kamu mau masuk tapi sebelum itu mana undangan mu"
'Anak ini tidak mungkin memiliki undangannya kan'
Namun kenyataannya Pandu memiliki undangan pesta tersebut dan tertera nama nya, kedua penjaga tersebut langsung terkejut.
"Nih undangannya, sekarang aku boleh masukkan"
"Ah iya silahkan masuk"
Akhirnya Pandu dapat masuk ke dalam.
# Di Dalam Gedung - Acara Pesta Di Mulai
Saat ini di acara pesta terlihat telah ramai orang dan kebanyakan dari mereka itu adalah orang orang kelas atas.
Sementara itu di sisi Yuha dan Rehan.
"Entahlah mungkin masih dalam perjalanan" ucap Yuha.
Di saat mereka tengah asik mengobrol tiba tiba kericuhan terjadi. Kericuhan tersebut terjadi bukan karena ada yang berkelahi melainkan sang putri telah tiba di atas panggung.
"Wah lihat itu dia cantik banget seperti seorang Putri"
"Ooh Serena maukah kamu menjadi istriku"
"Hey apa yang kamu bilang, mati sana"
Sementara itu dapat dilihat kalau Serena tampak tengah mencari seseorang
'Dimana si Pandu kenapa gak kelihatan sih, apa dia tidak datang di acara ulang tahunku - gak Pandu pasti datang' ucapnya yakin.
"Sayang apa yang sedang kamu tunggu acaranya sudah mau dimulai ini" ucap ibu Serena.
"Em baik ibu" ucap Serena dengan wajah tersenyum namun di hatinya iya merasa sedikit kecewa karena ia tidak mendapati Pandu.
Setelah itu Serena segera memulai acaranya, semua orang bersorak antusias.
"Baiklah semuanya sekarang telah tiba saatnya untuk penerimaan hadiah dan silahkan nikmati hidangan nya sepuas kalian" ucap Pembawa acar.
Sementara itu disisi Pandu...
"Ahh ini dimana aku, kenapa aku malah tersesat" yap saat ini Pandu tengah tersesat hingga kelorong tengah gedung biro pelelangan.
Ya mau gimana gak tersesat pasalnya bangunan biro pelelangan memiliki area yang sangat luas dan terdapat puluhan ruangan. Sementara ruangan untuk acara ulangtahun Serena berada di timur tepat setelah pintu masuk belok kanan namun Pandu malah belok kiri yang membuat ia tersesat.
__ADS_1
"Hah apa apaan ini kenapa tidak ada seorang pun disini" gerutu Pandu kesal karena sedari tadi ia tidak menjumpai orang lain untuk bertanya.
"Piiy pipiy..." Rui mendesak kepala Pandu.
"Ah apa kamu mau membantu ku Rui"
"Piiyk..." kemudia Rui pergi terbang mencari seseorang yang berada di sekitar tempat tersebut dari ketinggian.
Beberapa menit kemudian. Rui kembali dan ia berputar putar di udara tang menandakan ia telah menemukan seseorang.
"Oh Rui apa kamu telah menemukan orang lain... bagus Rui, sekarang bawa aku kesana"
Pandu pun mengikuti arah perginya Rui hingga ia tiba di taman yang berada tepat di tengah gedung pelelangan.
Di sebuah bangku Pandu melihat seorang gadis yang mengenakan gaun berwarna biru kristal dan ia memiliki warna rambut putih namun putih itu bukan putih susu melainkan warna putih penuaan (Uban), meski begitu iya masih tampak cantik.
"Anu permisi nona bolehkah saya bertanya sesuatu" ucap Pandu kepada gadis tersebut.
"O-oh iya ada apa tuan" ucap gadis tersebut yang tampak kebingungan mencari keberadaan Pandu yang jelas jelas berada di sampingnya.
"Em nona ada apa dengan anda"
"Ah maafkan aku tuan se-sebenarnya sa-saya... buta" ucap gadis tersebut.
Pandu yang mendengar hal tersebut terkejut, pasalnya ia tak menyangka bahwa gadis di hadapannya saat ini tidak hanya mengalami penuaan dini namun juga buta.
"Ah maafkan saya nona saya tidak bermaksu-..."
"Sudahlah tuan saya telah terbiasa kok dengan keadaan saya ini" ucapnya dengan tersenyum.
"Anda adalah wanita yang kuat ya nona, ah maaf perkenalkan namaku Pandu dan bolehkah saya tau nama nona ini"
"Namaku Sabrina"
"Sabrina nama yang bagus. Oh ya ngomong ngomong nona Sabrina"
"Panggil Sabrina saja tuan Pandu"
"Ah baiklah Sabrina dan aku juga mau kamu memanggil ku dengan Pandu saja"
Disaat mereka saling kenal tiba tiba seorang wanita maid datang menghampiri mereka membawa kursi roda.
"Nona sudah saat nya" ucap maid tersebut dengan sopan namun ketika ia melihat kearah Pandu sikapnya berubah seperti seekor predator.
"Hiik..." tatapan maid tersebut bahkan membuat Rui pingsan.
"Memei sudah hentikan, Pandu bukan orang jahat" ucap Sabrina.
"Baik nona" maid tersebut langsung menuruti perkataan Sabrina.
"Maafkan atas kelakuan maid ku ya Pandu, ia memang sering melakukan hal itu jika ada orang lain di dekatku"
"I-iya itu bukan masalah"
'Sial tatapan matanya tadi mirip seperti tatapan istriku pertama'
[Jika lupa istri pertama Pandu siapa bisa di lihat di Cpt 2]
"Baiklah kalau begitu kami pergi dulu ya Pandu"
"Ah ya, hati hati dijalan" ucap Pandu hingga ia teringat sesuatu.
__ADS_1
"Tunggu kenapa aku gak ikut sekalian, ah bodohnya aku, oy Sabrina tunggu" Pandu langsung menyusul Sabrina.