Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 29, 2. Ujian Kelas Beta 1.2


__ADS_3

"Apa apaa ini, jumlah kapasitas mana nya... Ia memiliki 2500 kapasitas mana" ucap pengawas.


'Tunggu bukannya tadi aku melihat angkanya itu 9000-an atau ~ah mungkin aku salah lihat' pikir si pengawas yang sempat melihat samar samar jumlah angka di bola kristal.


"Waw dia bener benar jenius yang langka"


"Hahaha tak kusangka dia memiliki kapasitas mana yang cukup mengesankan, layak di sebut jenius emas"


"Apa 2500.. aku harus merekrut anak itu untuk bergabung di kelas beta ku"


"Hah enak saja bukannya kamu sudah mendapatkan 5 murid jenius"


"Hey mereka itu tidak ada apa apanya dengan bocah itu, dia itu baru jenius di tumpukan jenius"


"Kalian hentikan kelakuan kekanak kanakan kalian, biar bocah itu yang menentukan pilihannya" Felix memperingati para guru.


'Pandu entah seberapa kuat nya dirimu itu dan rahasia apa yang kamu miliki sungguh misterius... Huh aku tak sabar melihat nya di masa depan nanti' pikir Felix memperhatikan Pandu.


Balik ke Pandu.


Setelah melakukan tes pertama Pandu langsung lanjut ke tes kedua. Di tes kali ini Pandu tidak berniat menunjukan semua atribut yang ia miliki, ya seperti yang di ketahui bahwa setiap orang hanya dapat memiliki satu atau dua atribut saja sedangkan Pandu ia memiliki semua atribut (Api,Tanah, Es/Air, Petir, Angin, Tumbuhan, Racun, Cahaya dan Kegelapan).


Maka dari itu ia hanya akan memfokuskan kontrol atribut yang selalu di anggap paling lemah atribut elemen Air dan atribut umum terkuat Api.


"Sekarang kamu tes atribut apa yang kamu miliki"


Kemudian Pandu menyentuh batu panca warna yang mana batu tersebut langsung menunjukan dua warna sekaligus Biru dan Merah.


"What atribut ganda api dan air" ucap si pengawas terkejut.


"Apa dia memiliki dua atribut sekaligus"


"Sial dia bahkan memiliki dua atribut sekaligus sedangkan aku tidak memiliki atribut sama sekali"


"Siapa dia, kenapa aku tidak tau si jenius itu"


Banyak murid yang bertanya tanya.


Sementara di antara guru.


"Waw dia sungguh sungguh jenius unggulan, aku berharap dia memilih kelas beta penyihir"


"Tapi dia memiliki elemen api dan air, dan elemen api sangat cocok untuk di kelas beta Blacksmith ku"


"Mana ada dia itu cocoknya di kelas Alkemis ku"


Felix yang melihat para guru berdebat memperebutkan Pandu hanya bisa menghela nafas panjang, mau bagaimana pun semua keputusan ada di tangan Pandu sendiri untuk memilih kelas bata.


'Dia memang seorang yang berbakat tapi kenapa dia memiliki atribut api dan air bukannya apa yang di katakan kakak dia memiliki atribut es? Atau jangan jangan dia menyembunyikan kekuatan nya yang sebenarnya? Atau dia menggunakan sesuatu semacam artefak/alas sihir tipe es?.... Hem ini makin membingungkan, entah seberapa banyak rahasia yang ia miliki' Pikir Felix.


........


Setelah melakukan tes kedua Pandu lanjut ke tes ketiga.


Disini Pandu akan menunjukan kekuatan yang sebenarnya dari atribut air yang selalu di anggap remeh oleh orang orang karena kebanyakan orang yang memiliki atribut elemen air hanya mampu membuat bola air dan tidak ada teknik atau jurus yang dapat di pelajari mengenai atribut air.


"Semuanya hari ini aku Pandu akan menunjukan kekuatan atribut air yang selama ini kalian anggap lemah namun kenyataannya atribut elemen air adalah salah satu atribut terkuat yang ada, maka dari itu aku disini akan mengubah pandangan kalian tentang orang orang yang memiliki atribut elemen air" Pandu dengan lantang nya menyampaikan kepada orang orang.


"Hah apa dia gila, bukannya orang yang memiliki atribut air memang lemah"


"Cih pasti dia hanya membual karena dia memiliki dua atribut ganda"


"Ya mau seperti apa pun pengguna elemen air paling paling mereka cuma bisa menuangkan air minum hahaha..."


Banyak siswa yang menghina, mencaci, mencibir tindakan Pandu. Tapi ada juga yang penasaran terutama mereka yang memiliki atribut air.


Kemudian Pandu langsung melangkah kedepan dan menyiapkan teknik khususnya.


"Hari ini akan aku tunjukan kehebatan atribut air."

__ADS_1


"Teknik pertama ~ Pisau air" Pandu langsung mengibaskan tangannya yang sebelumnya telah di tutupi oleh air kemudian ia mengibaskan tangannya hingga air yang ditangannya melesat ke arah boneka kayu dengan bentuk seperti pisau bulan sabit.


Pisau air tersebut melesat dengan cepat dan langsung menebas boneka kayu menjadi tujuh potong bagian. Tak sampai di situ pisau air terus melesat jauh ke depan hingga menabrak sebuah pohon besar.


Boom!!


Pohon yang terkena pisau air tersebut awalnya hanya diam saja namun beberapa saat kemudian pohon tersebut langsung hancur menjadi potongan potongan dadu berdiameter 30×30 cm.


Guru, Juri, siswa semua orang yang menyaksikannya dibuat terdiam seribu bahasa ketika melihat kehebatan yang baru saja di tunjukan oleh Pandu tentang atribut elemen air.


"Astaga apa itu tadi benar benar kekuatan dari atribut air, kuat sekali"


"Aku tak percaya apa yang aku lihat barusan, jika orang yang selama ini aku bulli memiliki kekuatan sehebat itu ~ ah mati aku"


"Wow wow aku gak menyangka bahwa atribut air sekuat itu hiks akhirnya aku tidak akan di hina lagi"


"Keren aku harus belajar darinya bagaimana cara dia melakukannya"


Semua orang yang memiliki atribut elemen air merasa senang karena mulai saat ini mereka tidak akan di anggap remeh dan dibulli. Sedangkan orang orang yang pernah menyakiti orang dengan atribut elemen air merasa ketakutan apalagi ketika melihat kengerian dari pisau air tadi.


Tak berhenti sampai di situ Pandu masih terus menyerang boneka kayu yang lain namun bedanya kali ini ia akan menyerang menggunakan pedang yang di siapkan oleh panitia.


"Teknik Pedang Api ~ Amukan Pedang" Pedang yang di genggam Pandu langsung di selimuti oleh api kemudian ia arahkan ke boneka kayu.


Api dengan cepat memancar membentuk pedang api raksasa yang langsung membakar hangus boneka kayu bahkan sampai lantai ikut terbakar.


"Huh sekarang aku sudah selesai" ucap Pandu yang ketika ia berbalik ia melihat orang orang pada terdiam dengan mulut terbuka lebar.


"Hah ada apa dengan orang orang ini macam orang bodoh saja aneh" ucap Pandu, kemudian ia langsung pergi.


'Kau yang aneh seluruh kelurgamu aneh' batin mereka.


.....


"Selamat kau lulus ujian, sekarang kamu silahkan pilih kelas beta mana kah yang akan kau masuki"


"Oi dekan aku punya satu permintaan" teriak Pandu.


'Gyah anak ini tidak ada sopan santunnya kepada dekan'


"Oh baiklah katakan apa yang kamu minta"


'Apa dekan langsung menyetujuinya'


"Aku ingin memilih memasuki dua kelas beta sekaligus apa boleh"


"Em oke akan aku beri pengecualian namun kamu hanya dapat memilih satu kelas beta favorit seperti kelas petarung atau penyihir.."


"Iyak aku tidak ingin masuk kelas petarung maupun penyihir karena saudara ku sudah memasukinya dan lagi pun aku lebih suka di bidang Alkemis dan Blacksmith"


"Saudara?"


"Iya, itu mereka" ucapnya melirik ke arah Yuha dan Rehan yang tampak tengah berkelahi dan tengah di pisah oleh para guru.


"Ooh begitu ya, sungguh pasangan saudara jenius yang sangat cocok. Baiklah aku mengizinkan mu memasuki kedua kelas tersebut"


"Terimakasih dekan"


"Ah kalau begitu kamu mulai masuk ke kelas apa dulu?" tanya Felix.


"Masuk kelas Alkemis saja" ucap seorang wanita berkaca mata yang merupakan guru definisi alkemis, Yukinari atau guru Yuki.


"Tidak ia harus masuk ke kelas Blacksmith ku dulu" bantah sorang pria tua botak bersilau dengan kumis putih dan tubuh berotot layaknya seorang binaragawan yang merupakan guru definisi blacksmith guru Tokiy.


"Tidak kelas Alkemis ku dulu"


"...."


"Em anu kenapa kalian tidak suit saja yang menang maka aku akan menghadiri kelas tersebut untuk pertama dan akan bergantian setiap minggunya"

__ADS_1


"Oh itu ide bagus"


Dan kedua guru tersebut langsung beradu suit dengan kemenangan di pihak guru Tokiy.


"Haha aku yang menang, jadi nak mulai besok kau harus giat belajar menempah denganku mengerti"


"Siap mengerti"


"Cih dasar curang tidak mau mengalah dengan wanita"


"...."


"Hah" Pandu menghela nafas, kemudian ia melihat ke area ujian dimana dia melihat seorang gadis berparas cantik dengan rambut hijau tua panjang.


Meskipun begitu dapat di lihat banyak orang orang yang menjauhi gadis tersebut entah apa alasanya apa karena status keluarga atau semacamnya.


Hingga pandu samar samar mendengar orang orang menyebut gadis tersebut adalah gadis terkutuk.


'Hem gadis terkutuk?'


Gadis tersebut telah lolos dari tes pertama kini ia tengah melakukan tea kedua.


Dan ketika gadis tersebut melakukan tes kedua sesuatu kejadian terjadi dimana batu panca warna memnunjukan warna Hijau tua sama seperti rambutnya dan tiba tiba pula Pengawas ujian yang berada di sampingnya pingsan.


Pandu yang melihat kejadian tersebut langsung berkata.


"Atribut racun?..."


"Apa atribut racun?" ucap Felix yang berada si sebelah Pandu.


"Benar, gadis itu memiliki atribut racun. Setahu ku orang dengan atribut tersebut sangat jarang dan sangat berbahaya karena siapa pun yang berada di sekitar orang dengan atribut racun akan terracuni bahkan mati jika orang tersebut tidak dapat menekan/mengendalikan racun dalam tubuhnya" jelas Pandu.


"Hah lalu kita harus bagaima-.." ucap nya terhenti ketika ia menoleh ke samping dan pandu sudah tidak ada di sampingnya melainkan ia langsung pergi ke arena ujian menemui gadis tadi.


# Arena Ujian


Saat ini Pandu tengah berlari menuju arena ujian dimana ia akan menemui seorang gadis dengan bakat yang luarbiasa namun juga sangat berbahaya.


"Hup, tim medis tolong bawa pengawas ujian ini menjauh" ucap Pandu.


Kemudia ia melihat ke arah gadis tadi, gadis tersebut terlihat sangat ketakutan & syok atas apa yang terjadi barusan.


"Ja-jangan mendekat hiks... atau nanti kamu akan seperti dia" ucapnya ketakutan.


"Nona tolong tenangkan diri anda dulu, ini makanlah pil ini, pil ini dapat menekan racun yang ada di dalam tubuhmu" Pandu memberikan sebuah pil kepada gadis tersebut.


Gadis tersebut tampak ragu ragu dengan pil yang di berikan oleh Pandu.


"Tenanglah ini bukan pil berbahaya ini hanya pil beracun kok" ucapnya dengan santainya.


"Pil beracun kata mu, kau ingin membunuhku ya" bentak gadis tersebut.


"Hey cuma ini satu satunya cara menekan racun di tubuhmu lagi pun racun di tubuhmu masih belum terlalu kuat jadi tidak apa apa aku jamin kamu akan baik baik saja"


"Tapi..."


"Hah terserah saja jika kamu gak mau tapi jangan salahkan aku jika orang orang di sekitarmu akan dalam bahaya akibat racun di tubuhmu itu"


'Em bagaimana ini, apa benar dengan memakan pil itu racun yang aku miliki dapat di tekan, tapi aku takut jika aku nanti mati, Tapi aku juga tidak mau semua orang di sekitarku dalam bahaya... Aaah apa yang harus aku lakukan...'


"Em baiklah aku akan memakan pil ini tapi jika terjadi apa apa padaku kamu akan aku bunuh"


"Yaya terserah kau saja, tapi ingat itu tidak akan bertahan lama" ucap pandu yang berniat meninggalkan area ujian.


"Oh satu hal lagi, jika kau ingin mengendalikan racun di tubuhmu aku memiliki satu teknik yang cocok untukmu jadi aku sarankan kamu bergabung di kelas Alkemis, dah aku pergi dulu" Pandu langsung pergi meninggalkan arena ujian.


"Aah tunggu- hah sudahlah lebih baik aku mencobanya" Kemudian gadis tersebut menelan pil pemberian Pandu.


"Hah ini... racun di dalam tubuhku benar benar telah di tekan, tapi siapa nama pria tadi? Ah sudahlah lagi pula nanti aku juga akan ketemu lagi" ucap gadis tersebut.

__ADS_1


__ADS_2