Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 34. Kau Tak Sendiri...


__ADS_3

# Aula Akademi


Hari ini di Lapangan Aula Akademi Lion King semua siswa dari kelas 10 hingga 12 tengah di kumpulkan.


Kemudian seorang juru bicara menaiki mimbar aula.


"Ehhem... Halo semua murid akademi lion king, sebelumnya perkenalkan namaku Hasta guru dari kelas penyihir devinisi akhir. Disini aku hanya ingin menyampaikan kepada kalian bahwasanya 2 minggu lagi kita akan mengadakan pertunjukan dalam maksud untuk memperingati hari orang tua sedunia.


Jadi bapak harap kalian semua dalam 2 minggu ini dapat mempersiapkan sebuah pertunjukan mau itu puisi, drama atau apapun, bebas kalian pilih asalkan itu bertema tentang orang tua. Maka dari itu bapak harap kalian dapat menampilkan bakat kalian nanti, cukup sekian terimakasih"


"Oh iya tambahan satu lagi kalian diwajib kan untuk membawa orang tua kalian kesekolah saat hari H, dah itu saja" Lanjutnya, yang langsung pergi meninggalkan panggung.


Setelah mendengar pemberitahuan tersebut semua siswa kembali ke kelas masing masing.


Nah kebetulan saat ini adalah jadwal mingguan Pandu untuk belajar di kelas Alkemis.


# Kelas Alkemis X-A


Di kelas tampak semua siswa tengah di sibukkan dengan pemilihan tema yang akan mereka tampilkan.


Di sisi lain Pandu yang tengah duduk di bangku baling pojok belakang terlihat lesu.


"Pandu kamu kenapa? Kok gak kayak biasanya" tanya teman nya bernama Eka.


"Iya biasanya kau semangat apa lagi kalau ada kegiatan kayak gini" ujar Adit teman sekelas Pandu.


"Aku tidak apa apa, aku mau keluar cari udara segar..." ucapnya yang langsung meninggalkan kelas.


Karena merasa aneh dengan sikap Pandu barusan semua teman teman nya mulai berdiskusi atas sikap Pandu.


"Aku yakin pasti ada apa apa yang disembunyikan Pandu dari kita"


"Mmm Mmm... aku juga merasa seperti itu, soalnya gak kaya biasanya Pandu bersikap acuh seperti itu"


"Apa jangan jangan ada hubungannya dengan kegiatan ini ya"


"Gak tau, coba kita nanti tanya anak anak kelas Blacksmith mungkin mereka ada yang tau"


.........


# Di Taman Akademi


Saat ini Pandu tengah berbaring di atas rumputan hijau dibawah pohon besar nan rindang tepat di pinggir taman sembari menyaksikan awan putih yang bergerak mengikuti lajunya angin.


"Huhf mengapa aku selalu terbebani dengan hal yang sepele seperti ini.


Padahal aku sudah melewati beberapa kehidupan tapi tetap saja aku tidak pernah mengerti apa yang mereka semua sebut dengan orang tua ataupun kasih sayang keluarga..."


"... Awalnya aku merasa senang ketika aku berpindah ke dunia lain dan pernah berfikir aku dapat merasakan apa yang dimaksud dengan kehangatan keluarga, tapi nyatanya aku selalu sendiri hanya orang orang sekitarku saja yang ku anggap keluarga walaupun tidak ada hubungan darah..."


"..ARGGH Kakek Nenek apa aku benar benar tidak punya kesempatan untuk bahagia dengan orang tua ku meski hanya sekali saja hiks .."


Pandu memandang langit dengan air mata yang mengalir di pipinya sembari membayangkan betapa indahnya kehangatan keluarga yang selalu dia impikan. Karena selama ini ia hanya dapat melihat dan merasakan yang namanya kehangatan keluarga hanya dari orang lain di sekitarnya seperti Keluarga Yuha yang sudah menganggap dirinya sebagai bagian keluarga mereka walaupun ia hanya orang asing.


Kemudia Pandu mengeluarkan selembar kertas yang dimana kertas tersebut terdapat gambar orang orang yang ia sayangi dari dunia pertama (Aslan) dan dunia kedua (NetherMoon) dan juga ada gambar foto dia bersama seluruh warga desa Phoenix yang mana itu semua adalah gambarannya dengan memanfaatkan ingatan yang ia miliki.


"Hiks ahh... Apa kabar dengan kalian di sana teman teman ku!!. Maaf kan aku hiks... Maaf jika aku tidak dapat bertemu dengan kalian lagi bercanda dan tertawa seperti dulu lagi hiks... Jika aku memilik satu kali lagi kesempatan untuk dapat melihat kalian aku ingin mengatakan bahwa aku merindukan kalian hiks..." Pandu terus meratapi kesedihannya karena harus berpisah terhadap orang orang yang selalu mengganggap ia keluarga dan selalu menemani nya dalam suka maupun duka.

__ADS_1


Karena merasa lelah terus menangis ia perlahan mulai terlelap dengan memeluk foto orang orang yang ia sayangi.


Di waktu bersamaan


Rehan, Yuha, Jihan, Cahya, Ceriy, Tom, Kurein, Adit dan teman teman lainnya datang berbondong bondong menghampiri Pandu yang tengah tidur terlelap di bawah pohon rindang di taman.


Mereka tampa merencanakan sesuatu terhadap Pandu.


"Apa kalian sudah siap" Rehan memberi aba aba kepada mereka semua.


"Siap🖒"


"1... 2... 3... "


Prreet... Door... (Suara teropet dan bom kado)


Akibat suara tersebut Pandu dibuat kaget dan langsung terbangun dengan posisi siap menyerang dengan Pedang Bintang Langit Malam di tangannya.


Karena melihat Pandu mengeluarkan pedang mereka langsung merasa takut dan sedikit mundur beberapa langkah.


"A'ah S-selamat Pandu kamu sudah ber-hasil menjadi seorang Alkemis Bintang 1 he hehe.." ucap mereka dengan canggung + takut.


Pandu yang gak tau apa apa cuma bisa bilang


"Hah??"


Melihat reaksi Pandu yang tidak tau apa yang terjadi mereka langsung saja menyalami Pandu dan memberikan ucapan selamat.


"Selamat ya Pandu.."


"Selamat ya haha..."


"Gak lah, kita cuma mau ngucapin selamat atas keberhasilan mu yang menjadi seorang Alkemis Bintang 1 dan kami juga punya hadiah untukmu"


Mereka langsung memberikan sebuah kado berukuran besar kepada Pandu.


"Apa ini?"


"Hehe buka aja kalau kamu mau tau"


Pandu pun membuka kado tersebut dan ternyata isi dari kado tersebut adalah sebuah set alat musik seperti Gitar, Ukulele, Seruling dan sebuah stik darm.


"Waaah..." Pandu terpukau.


"Gimana Pan lo suka kan"


"Emm terima kasih semuanya hiks..." Pandu terharu.


Kemudian mereka semua mulai berpelukan.


"Jangan anggap dirimu sendiri Pan kita disini akan selalu membantu mu"


"Ya, kitakan saudara selamanya"


"Kita adalah teman, jadi jangan sungkan cerita kepada kita"


'Teman!!... haha benar aku tidak sendiri aku masih punya teman dan saudara disini... Semuanya kalian jangan khawatirkan aku disini aku tidak sendiri lagi' batin Pandu dengan hati senang.

__ADS_1


........


^Silver POV


Sementara itu saat ini di pegunungan yang berada di luar perbatasan kota dimana saat ini tengah ada sebuah pelatihan bagi semua Hunter E-Rang untuk mencoba menaklukan sebuah dungeon E-Rang Poisonous Red Frog.


"Baiklah semuanya hari ini kita akan pergi menaklukan dungeon ini, karena ini adalah pertama kalinya kalian akan melawan monster yang sesungguhnya daripada monster di dungeon pelatihan" ucap pembina pelatihan dungeon pemula serta ia adalah seorang hunter +D-Rang dari biro guild petualang pusat.


"Di dungeon ini kalian akan merasakan suasana adrenalin hidup mati disini... Jadi aku berharap kalian dapat menjaga diri kalian dan kelompok kalian ketika memasuki dungeon ini meskipun dungeon ini merupakan dungeon rang rendah tapi bahaya tetap ada."


"Kalau begitu kelompok 1 silahkan masuk duluan" ucap pembina menyuruh kelompok pertama untuk memasuki dungeon bersama pendamping senior yang bertugas untuk mencatat nilai kemampuan dan kelayakan hunter pemula.


Di sini hanya ada 2 kelompok dan Silver sendiri ia mendapatkan kelompok 2 untuk memasuki dungeon.


"Halo semua perkenalkan namaku Andre, aku yang akan menjadi pendamping kalian hari ini dan aku berharap kalian dapat melakukan sungguh sungguh dalam tes ini" ucapnya.


"Ya Pak"


Beberapa saat telah berlalu setelah kelompok 1 memasuki dungeon dan mereka pun telah menyelasaikan tes tersebut meski diantara mereka ada anggota yang terluka.


Dan sekarang tiba saatnya kelompok 2 memasuki dungeon.


#Di dalam Dungeon


Sesaat mereka memasuki dungeon mereka di suguhkan dengan suasana area rawa berlumpur berwarna hijau kecoklatan serta lingkungan yang mungkin tidak menguntungkan bagi para hunter karena terdapat sedikit area pijakan.


"Semuanya kalian harus tetap hati hati terutama dengan lidah Red Frog karena mengandung racun yang dapat melumpuhkan pergerakan kalian" ucap Andre.


Kemudian mereka mulai menelusuri sekitaran rawa dan menemukan sekelompok red frog berjumlah 5. Setiap peserta di beri kesempatan untuk membunuh red frog, ya meski ada beberapa yang harus menerima luka dan racun namun berkat healer di tim tersebut semua berjalan baik.


.............


"Sekarang giliran mu Silver untuk melawan red frog itu"


"Hem.." Silver hanya mengangguk kecil tanpa sepatah kata pun.


Sekarang adalah giliran Silver untuk melawan red frok. Silver langsung menarik pedang bulan es miliknya dan seketika aura Qi dingin mulai terasa di tubuh mereka semua.


Tak perlu lama lama Silver langsung mengibaskan pedangnya secara fertikal dan seketika red frog dan semua benda di belakangnya ikut terbelah menjadi dua dan rawa juga ikut membeku.


Semua orang yang melihat serangan tersebut di buat tercengang, pasalnya bukan hanya red frog prajurit yang ia bunuh melainkan ia juga telah membunuh boss Poisonous Red Frog.


"Gahh... Jumlah power kekuatan 653 power"


"APA!! mungkinkah dia hunter dari negara lain yg jadi mata mata di negara kita"


"Sett jangan keras keras nanti dia bisa dengar" mengingatkan.


'Cik Ini terlalu membosankan, aku ingin segera naik +S Rang keatas agar aku bisa melawan monster yg lebih kuat' batin Silver.


Karena baginya dungeon ini hanyalah dungeon semut yang berisikan monster monster lemah.


"Apa ini sudah selesai pemandu"


"A-ah ya kita sudah selesai"


"Hem kalau begitu aku akan keluar dungeon duluan"

__ADS_1


"Iya ya silahkan..." ucapnya dengan wajah tegang.


'Mengerikan, kekuatannya sudah setara dengan Hunter C-Rang guild. Itu pencapaian besar, aku harus memberi tahu tuan Kim tentang orang ini' pikir


__ADS_2