Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 40. Masa lalu di militer


__ADS_3

Setelah masalah beast Pandu terselesaikan dengan bantuan Letnan Lin Wang akhirnya Pandu dapat berkumpul dengan semua beast nya.


"Paman Wang terimakasih ya"


"Iya sama sama, ngomong ngomong apa kamu yang mengalahkan para teror*s itu semua"


"iya"


"Huh kau terlalu banyak berubah ya semenjak waktu itu" ucapnya sambil mengingat masa lalu.


[#Flasbleck


6 tahun sebelumnya.


Waktu itu di depan markas militer ketika Lin Wang masih bertugas sebagai pelatih prajurit biasa. Dan ketika ia bertugas untuk membuang semua sampah keluar markas.


Dan ketika ia hendak membuang sampah ia melihat seorang anak berusia 9-10 tahunan tengah mengais makanan di tempat sampah.


"Hey nak apa yang kamu lakukan disini" tanya Lin Wang.


"Mencari makan pak" jawab anak itu dengan santainya. Jika itu orang lain pasti mereka akan lari ketika ketahuan oleh para prajurit dari markas militer tersebut.


"Kenapa kamu mencari makan disini apa orang tua kamu tidak memberimu makan" tanya nya.


"Saya gak punya orang tua pak, saya cuma mau cari makan karena gak punya uang"


"Huh malang sekali nasib mu nak, kalau begitu ayo ikut paman masuk kedalam nanti paman kasih kamu makan, dan jangan makan makanan dari tempat sampah itu tidak baik buat kamu"


Kemudian Lin Wang membawa anak itu kedalam markas. Dan ketika mereka memasuki markas militer ia menjadi pusat perhatian semua orang karena membawa seorang anak kedalam markas markas.


Tapi Lin Wang menghiraukan mereka semua dan langsung mengajak anak itu pergi kedapur militer. Sebelum itu Lin Wang meminta anak itu untuk membersihkan dirinya sebelum makan.


Dan setelah itu ia memberi anak itu makanan.


"Ini makan lah syukur tadi masih ada makanan. Hey nak siapa nama mu"


"Nama ku Pandu paman" ucap Pandu.


"Oh Pandu, lalu kamu tinggal dimana sekarang?"


"Saya tidak punya tempat tinggal paman saya orang yang merantau mau mencari jawaban"


"Merantau!! Jawaban!! Jawaban seperti apa itu"


"Emm gak tau solanya belum di jawab"


"Huh terserah deh, nah kalau kamu mau kamu bisa tinggal disini sementara waktu gimana. Tapi kamu harus kerja bantu bantu in di markas ini mau gak"


"Mau mau paman"


Dan sejak itu Pandu mulai bekerja di markas militer sebagai tukang bersih bersih, mencuci piring, menata senjata api dan sebagainya sesuai kemampuannya.


Di markas ia pun dikenal oleh semua prajurit karena kerajinan dan ketekunannya dalam mengerjakan semua pekerjaannya.


Hingga suatu malam dimana semua anggota tengah tertidur Pandu pergi ke lapangan pelatihan dimana ia tampak tengah melakukan beberapa gerakan bela diri yang pernah di ajarkan oleh kakek guru di kampung Phoenix dulu.


Ia melakukannya dengan tenang tanpa membuat suara sedikit pun dari setiap gerakannya. Ia bergerak sejalan dengan aliran angin yang berhembus di malam hari.


Disaat ia tengah mempraktekkan juru beladirinya ia tak sadar bahwa ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari gedung utama markas militer tempat Jendral tinggal.


"Tampaknya anak itu memiliki bakat yang bagus di usianya, memang bagus Lin membawa anak itu kemari tapi apa dia mau bergabung dalam militer?" pikir komandan Lin Agus ayah paman Wang.


Keesokan paginya Pandu di undang oleh komandan Agus untuk ditanya apa ia mau bergabung dengan pasukan militer.


"Maaf komandan tapi saya harus menolak tawaran komandan karena saya masih harus mencari jawaban dari pertanyaan yang saya miliki"


"Oh sayang sekali, tapi kalau boleh tau pertanyaan apa yang kamu miliki"

__ADS_1


"Maaf sekali lagi komandan, pertanyan yang saya miliki sangat lah rahasia karena saya tidak bisa mengungkapkan pertanyaan itu bila belum terbuka segelnya"


"Segel?? Apa pertanyan mu itu di segel dalam diri mu"


"Benar"


"Hah kalau begitu mau bagai mana lagi, kamu boleh kembali"


Dan sejak saat itu Pandu dapat izin untuk mengikuti latihan militer selama 8 bulan sebelum Pandu melanjutkan ambisinya mencari jawaban dari pertanyaan yang ia temui. ]


.........


Kembali ke cerita.


Setelah menceritakan semua masa masa Pandu di pangkalan militer Felix kini mulai sedikit memahami dari mana semua kemampuan dan keberanian yang Pandu miliki itu berasal dari mana.


Kemudian Pandu menerima banyak sekali pertanyan dari Letnan Lin atas semua hal yang terjadi di sekolah dan para ter*ris yang mana ada beberapa kasus yang sulit di pecahkan seperti adanya sebuah pengikat rantai energi yang tidak dapat dilepas maupun di potong dari tubuh para ter*ris dan hal yang paling mengejutkan buat mereka dimana semua kekuatan yang dimiliki para ter*ris hilang seketika tanpa ada tanda tanda sihir di sekitarnya.


"Jadi kau yang mengikat mereka semua?"


"Yap benar"


"Lalu dengan kasus hilangnya kekuatan mereka bagaiman kau juga yang melakukannya?"


"Eemm gimana ya jelasinnya. Ah gini paman, sebenarnya waktu aku melawan mereka mereka tampak memakan sesuatu yang membuat kekuatan mereka melonjak drastis, bisa jadi itu efek samping obat yang mereka makan" ucap Pandu mengelak dengan mengarang sebuah cerita dimana para ter*ris menggunakan semacam obat peningkatan kekuatan yang memiliki efek samping.


Ya walau kenyataannya Pandu lah yang mengambil kekuatan awakening mereka dengan sihir kuno yang pernah ia pelajari dulu dimana sihir itu dapat mengambil kemampuan lawan yang masih hidup atau sudah mati untuk menjadi kekuatan si pengambil atau di berikan kepada orang lain sebagai subjek kebangkitan/awakening.


"Hemm bisa saja karena beberapa waktu ini pihak kemiliteran mendapati sebuah truk pembawa obat obatan ilegal yang tidak tau apa kegunaannya karena masih dalam tahap pengujian di lab, oke itu saja kau boleh mengambil monster monster kecilmu dan ingat satu hal jangan lupa untuk kembali pulang karena rumah ku selalu terbuka untukmu nak" ucap Letnan Lin.


"Baik Paman, aku akan mampir kerumah suatu saat nanti"


........


# 1 hari kemudian.


Dan kerena itu kini Pandu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengamen + membuat konten cover musik miliknya.


● Life


"Halo semua perkenalkan aku Pandu musisi jalanan. Nah disini aku akan menyanyikan lagu yang sempat aku nyanyikan beberapa bulan lalu berjudul Gue Apa Adaya... selamat menikmati"


Jreng!! Jezz!!


^ Gue ini berkarya


Bukan cuma mau buang waktu saja


Ini juga pekerjaan namanya .


Menghibur orang besar pahalanya


Ohhh gitar adalah temanku dia tak bisa bicara


Tapi dia bisa menghasilkan apa yang sekarang


Kupunya keluarga


Harta adalah harta berharga


Mereka selalu aturkan doa disaatku diluar


Rumah jauh dari marabahaya


Temanku adalah darahku mereka yang selalu


Bisa membawaku dalam suka maupun duka

__ADS_1


Mereka hilangkan semua problema dari dunia


Fana dari dunia yang keras


Dunia yang harus bertarung melawan semua


Yang ada didepan mata


Gue ini berkarya bukan cuma mau buang waktu


Saja


Ini juga pekerjaan namanya


Menghibur orang besar pahalanya


Walau gw nggak punya tapi gw ini jujur apa


Adanya


Daripada dia yang berpura berpura .


Jadi orang kaya padahal cuma bisa ngabisin


Harta orang tua


Dengan keterbatasan yang aku punya yang


Terpenting nggak ngerugiin mereka


Kita manusia hanya berusaha


Biar tuhan yang menentukannya;__^


[Karya: Dhao Haw - Gue apa adanya]


Jrezz!


"Terimakasih semua dan jangan lupa nantikan lagu berikutnya ya"


.......


"Huff..." setelah membuat video kontennya Yuha, Rehan dan Erin.


Dan hal yang paling istimewa adalah Rehan dan Erin telah resmi berpacaran setelah Rehan berlatih cara menyampaikan cinta nya dengan sebuah boneka di taman sebagai media pengganti Erin.


"Wih Pan lo bikin konten lagi nih, lagu baru ya"


"Ya begitulah, lumayan tau aku udah punya 567 ribu penonton dan 709 ribu SUBSCRIBE"


"Anjai banyak bener gua yang bikin konten selama ini baru dapat 201 ribu SUBSCRIBE, itu juga video tentang lo Pan 😢" ucap Yuha dengan tampang menyedihkan.


"Sabar Yuh mungkin besok juga nambah Subscribe mu ya paling cuma satu apa dua gitu" ucap Rehan.


"Sialan lo bukannya hibur temen malah bikin tambah sakit temen aja dasar temen gak ada akhlak"


"Hihihi...Sudah kalian jangan ribut, dan kamu Rehan jangan bilang seperti itu sama temen kamu sendiri aku gak suka sikap kamu yang seperti itu" ucap Erin menasehati Rehan.


"Tuh dengerin pacar lo, pacar lo aja pengertian masak lo kagak" ujar Yuha meledek Rehan.


"Iya deh maaf kalau begitu, aku janji gak ngelakuin lagi" ucap Rehan yang tak ingin membuat Erin membencinya.


"Ehem udah selesai nih ributnya, kalau udah ayo kita beli makan aku laper nih nanti kita sekalian beli buat anak anak di sana (Di panti)" ucap Pandu.


"Oke gas, lo yang traktir ya"


Setelah itu mereka berempat pergi ke sebuah rumah makan padang.

__ADS_1


{Athor: Gais sebelumnya oe mau minta maaf kalau makin kesini ceritanya agak kurang seru, tapi tenang aja di episode mendatang oe bakal bikin episode yang seru lagi.}


__ADS_2