Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 16. Jurus Kakashi


__ADS_3

# Di Pinggir Taman


Saat ini di pinggiran taman kota terlihat adanya sebuah perkelahian antara pengamen dan seorang copet.


"Makan nih bocah" si copet melempar pisau.


Belati tersebut melesat dengan cepat ke arah Pandu namun Pandu tidak menghindari belati tersebut melainkan ia langsung menangkapnya menggunakan dua jari.


"Et hampir aja, hey om jangan mainan pisau bahaya tauk"


'A-apa bocah itu dapat menangkap belatiku hanya dengan dua jari mustahil mungkin ini hanya kebetulan' pikir si copet terkejut.


Bukan hanya si copet saja tapi semua orang yang menyaksikan mereka juga ikut terkejut. Bagaimana tidak pisau belati yang di lemparkan dengan cepat dan tajam dapat di tangkap dengan mudahnya menggunakan dua jari oleh seorang anak berusia 15 tahun.


"Apa kau juga seorang player" tanya si copet tersebut.


"Em aku rasa tidak, karena aku tidak tau player itu seperti apa?"


"Hah..."


"Oh iya om ini pisaunya aku kembalikan" Pandu melempar belati tersebut ke arah si copet dengan kecepatan tinggi dan si copet tidak dapat bereaksi alhasil belati tersebut menancap di pundak kirinya.


"Akh.. apa yang kau lakukan bocah busu-guh" sebelum menyelesaikan ucapannya tiba tiba Pandu sudah berada di depannya.


"Tendangan pemecah telur..." Pandu menendang kedua bola bola milik joni si copet dengan keras.


"Ughk..."


"Sekali lagi" tak berhenti sampai di situ pandu langsung pergi kebelakang si copet kemudian ia jongkok memposisikan kedua tangannya membentuk pistol.


"Jurus Kakashi - Sodokan maut..." Pandu langsung menyerang bagian pan*at si copet.


Sementara si copet yang menerima serangan di bagian pan*at ia merasakan sensasi yang tidak akan pernah ia lupakan sebuah rasa sakit yang begitu menusuk ia rasakan.


"Uuuuggaaaakkk...." alhasil si copet pun pingsan tak sadarkan diri.


Semua orang yang melihat kejadian tersebut syok bahkan ada yang sampai membuka mulutnya lebar dan mata melotot dan ada juga ibu yang menutupi mata anaknya.


Aksi yang sangat membagongkan ya.


Sementara itu di kafe pinggir jalan yang tak jauh dari lokasi pertarungan Pandu melawan si copet tampak ada seorang pria tengah menikmati kopi sembari memperhatikan perkelahian jalanan tersebut.


"Supt ah... gak sangka di tempat seperti ini ada anak yang menarik seperti nya"


Kemudian pria tersebut mengambil Hp miliknya.


"Hai Jak aku punya tugas untuk mu..."


.....


Setelah berhasil mengalahkan si copet Pandu mengambil tas milik ibu ibu tadi dan menyerahkannya.


"Ini buk tas nya" Pandu memberikan tas tersebut ke ibu pemilik tas yang juga ada di sekitar tempat kejadian.


"A-ah i-ya terimakasih ya mas, ini sebagai tanda terimakasih saya karena mas udah mau menolong saya" ibu tersebut tampak linglung ketika ia menerima tas dari pandu setelah melihat aksi nya mengalahkan si copet.


"Ah tidak usah bu saya ikhlas kok menolong nya, kalau begitu saya pamit dulu ya bu saya masih ada kerjaan" menolak pemberian ibu tersebut dan langsung pergi meninggal kan lokasi.


# Tengah Taman


Setelah mengurus si copet Pandu bergegas kembali ketempat semula takutnya si Yuha tengah mencarinya.


Tampak di dekat bangku taman tempat pandu tadi mengamen terlihat Yuha tengah mengobrol dengan seseorang yang juga merupakan teman Pandu.


"Yuh mana sih si Pandu kok gak nongol nongol"


"Entahlah mungkin ia baru ke toilet... Nah tuh dia orang baru juga di omongin dah nongol aja" ucap Yuha menunjuk kearah Pandu yang tengah berjalan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Yo maaf menunggu lama, lama tak bertemu Rehan"


"Ya lama tak bertemu Pandu"


Mereka berdua saling berjabat tangan ala sahabat.


Rehan adalah salah satu teman Pandu di Bandung dan merupakan anak dari seorang pengusaha di wilayah nya yang sangat kaya. Meskipun begitu Rehan tidak pernah sombong maupun angkuh terhadap orang orang di sekitarnya.


"Oh ya Han kapan lo balik dari Singapura?" tanya Pandu.


"Baru tadi malam, huuh.." jawabnya menghela nafas panjang.


"Hem lo kenapa Han kok tampak lesu gitu" tanya Pandu ketika melihat Rehan yang tampak sedikit pucat dan lemas.


"Iya, apa gara gara lo kecapean baru pulang semalem" ujar Yuha.


"Ha huhf, engak aku gak papa kok hanya saja saat aku di Singapura keluargaku mengalami masalah dengan orang orang yang akan menjalin bisnis dengan kami dan mereka meminta uang ganti rugi sebesar 1,5 Miliar. Keluarga ku mana mampu membayar itu semua hah"


"APAA 1 MILIAR..." teriak Pandu dan Yuha ketika mendengar nominal yang Rehan sebut kan.


"...Ya dan mereka memberi batas waktu dua minggu dan sekarang sudah hampir satu minggu lebih tiga hari, huh. Sebenarnya aku ingin membantu ayah ku tapi aku tak tau bagaimana caranya menghasilkan uang sebanyak itu"


"Hem 1,5 miliar ya, eh Yuh hutang yang dimiliki pemimpin bodyguard waktu itu berapa sih?" tanya Pandu berbisik ke Yuha.


"Hah em kalau gak salah sih 1,800 Miliar.. Tunggu bukan kah itu lebih dari cukup untuk membayar hutang keluarga Rehan" jawab Yuha dengan suara pelan.


"Hehe yos tenang Han masal 1 Miliar biar aku yang menangani nya"


"Hah jangan ngaco deh Pan kamu mana ada uang segitu banyak nya, utangmu di warteg bu Eni aja masih banyak.."


"Ugk nusuk banget, tapi itukan dulu sekarang beda beberapa hari lalu aku dapat jackpot yang sangat besar tanya aja nih sama Yuha"


"Ya dia dapat jackpot sebesar 1,800 Miliar"


'Sebenarnya itu bukan Jackpot tapi uang ganti rugi' batin Yuha.


Rehan yang mendengarnya tampak tak percaya namun karena Yuha juga mengakui nya maka ia sedikit mulai percaya.


"Ni orang di bilangin beneran gak percaya, kalau begitu lo lihat ini" Pandu mengeluarkan kertas cek 500 Juta yang ia dapatkan dari pembunuh bayaran beberapa hari lalu.


Yuha dan Rehan yang melihat nominal di cek tersebut terkejut.


"500 Juta..."


"Dari mana lo dapet duit sebanyak ini pan" tanya Yuha yang mana ia tidak tau bahwa Pandu memiliki cek 500 Jt dari para pembunuh bayaran.


"Iya Pan gua juga mau tanya itu" ujar Rehan yang sama sama penasaran.


"Aah itu anu... dp dari jackpot yang aku dapatkan yang aku bilang tadi hehe.." ucap nya sedikit canggung karena gak mungkin kan kalau dia bilang itu cek dari para pembunuh bayaran yang ia kalahkan.


"Ah udahlah Han lo ambil aja itu uang nya dulu jangan pikir yang lain"


"Ya bener tuh Han lo ambil aja tu duit"


Rehan yang mendengar ucapan kedua teman baiknya mulai meneteskan air mata.


"Te-terimakasih Pandu Yuha kalian memang teman terbaik ku..." ucap rehan menangis.


"Kata siapa kita teman" ucap Pandu, sontak membuat mereka berdua terkejut terutama Rehan.


"Kita bukan teman melainkan Saudara yakan Yuh" ucapnya, merangkul Yuha.


"Ya kau benar Pan kita bertiga adalah saudara" Yuha merangkul Rehan.


"Hiks ya kita adalah saudara saudara untuk selamanya"


"Yaa.." Ucap mereka bertiga bersama.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian


Setelah mendeklarasikan persaudaraan mereka langsung merayakannya dengan makan bersama di warteg bu Eni.


"Oh ya Pan, anu gimana aku harus mengembalikan uang ini" tanya Rehan.


"Gak usah dikembalikan, kita kan saudara lagi pula aku gak kekurangan uang kok" ucap Pandu sambil menikmati makanannya.


"Udah lah Han lo gak usah mikir kayak gitu, saudara kita ini udah jadi orang kaya baru tau"


"Hahaha..."


"Aku sungguh tidak tau apa yang terjadi dengan kalian berdua akhir akhir ini, tapi kalau dilihat kalian tampak berubah"


"Berubah? berubah gimananya, kita masih sama aja seperti biasa lihat aja muka Yuha masih tetep kayak gini gak berubah"


"Jamet dari dulu muka gua udah kayak gini bagol"


"Hahaha..."


Sementar di jalanan tiba tiba muncul sebuah portal dungeon break tepat di jalan dekat taman.


Sontak kemunculan Gate dungeon tersebut langsung menggemparkan orang orang di sekitar lokasi tersebut.


"Apa ada dungeon di tempat seperti ini"


"Ini tidak wajar sama sekali dan dilihat itu seperti dungeon break tipe serbuan"


Benar saja tiba tiba dungeon tersebut mulai terbuka dan satu persatu monster keluar dari dungeon.


Grooar!!


"Monster keluar! Semuanya lari selamatkan diri"


Semua orang mulai panik dan berlarian menjauh menghindari para monster yang mulai mengamuk dan merusak mobil yang ada di jalan maupun menyerang orang orang.


# Warteg Bu Eni


Disaat Pandu Yuha Rehan tengah asik merayakan pesta saudara, tiba tiba ada seorang yang berlari ke warteg dan berteriak.


"Semuanya cepat pergi dari sini ada monster yang menyerang"


Sontak seluruh orang di dalam warteg mulai panik.


"Apa ada monster menyerang di wilayah kita ini"


"Bagaimana itu bisa terjadi?"


"Mereka keluar dari dungeon yang ada di jalan dekat taman"


"Apa, kalau begitu ayo kita pergi selamatkan diri"


Semua orang yang ada di dalam warteg mulai berhamburan keluar menyelamatkan diri.


Sementara Yuha dan Rehan tampak panik dan berniat ikut lari menyelamatkan diri mereka urungkan ketika melihat Pandu yang masih tenang tenang saja menghabiskan makanan.


"Hey Pandu ayo kita pergi dari sini"


"Pan lo denger kita gak sih ada monster yang tengah menyerang di wilayah kita ini"


"Emmm Akcu Pwahawm" ucap nya faham dengan mulut penuh makanan.


"Argk dahlah seret aja nih anak" usul Rehan.


Kemudian mereka berdua menyeret Pandu keluar namun ketika mereka hendak keluar di depan warteg sudah ada beberapa monster dan salah satu dari mereka melihat Yuha dan Rehan yang tengah menyeret Pandu.


Grooar!

__ADS_1


Monster yang melihat mereka langsung berlari ke arah mereka.


"Wwaaa monster...


__ADS_2