
Setelah selesai dengan kegiatan sosial tadi di Panti Asuhan Kenangan Pandu dan lainnya berpisah menuju rumah merekap. masing masing.
# Di Rumah Pandu
SRTTRS!!
Ting!! Ting!!
"Srup ah.. Huff tadi itu cukup melelahkan apalagi rasa lelahku tiga hari lalu setelah melawan Orc King yang menghabiskan hampir setengah tenaga ku, tampaknya aku harus melanjutkan pelatihan kultivasiku agar aku tidak mudah lelah dan memperkuat tubuh ku ini"
Karena menurutnya tubuhnya saat ini masih belum begitu kuat apalagi ia masih merasakan efek samping akibat pertarungan tiga hari lalu dengan orc king yang menghabiskan hampir sebagian kekuatannya.
Pandu berniat pergi ke tempat tidur untuk memulai berkultivasi namun ia urungkan karena ada seseorang yang mengetuk pintu.
Tok Tok Tok!!
Ketika Pandu membuka pintu ia mendapati orang yang mengetuk pintu tadi adalah si Tiger kepala bodyguard Serena.
"Oh om Tiger, ada apa om datang kesini?" tanya Pandu.
"Aku kesini untuk memberikan mu ini serta undangan dari noona Serena" Tiger memberikan Pandu dua kartu ATM dan sebuah dokumen penting perusahaan Emas yang didapat dari dua orang bodoh di gedung biro Pelelangan hari lalu, serta ia juga memberikan sebuah surat undangan acara pesta ulangtahun Serena.
"Oh terimakasih, nah gitu dong kalau punya hutang dibayar kan jadi enak ini kantong" ucap Pandu sambil mengipasi dirinya dengan menggunakan kedua kartu ATM tersebut.
'Dasar bocah gila, kau enak dapat banyak uang karena memeras orang lain'
"Oh iya untuk urusan dua orang itu apa sudah kamu cek kalau mereka sudah memberikan semua harta berharga mereka tak kurang sepeserpun"
"Aah soal itu sudah aku konfirmasi bahwa mereka sudah memberikan semua kekayaan mereka kepadamu dan kini mereka telah jatuh miskin dan sekarang mereka tinggal di pinggiran kota"
"Ooh bagus sekali, kalau begitu ini sudah tidak dibutuhkan lagi" ucap Pandu yang langsung memunculkan 2 kotak kubus transparan berwarna merah muda yang berisikan jantung, kemudian kedua kubus tersebut mulai memudar dan menghilang.
Tiger yang melihat itu terkejut.
"Apa yang kau lakukan dengan jantung mereka tadi" tanya Tiger.
"Oh tenang saja om aku sudah mengembalikan jantung mereka kok.. Oh iya ini untukmu om" Pandu memberikan secarik keras Talisman kepada Tiger.
"Kertas apa ini?" tanya nya.
"Oh itu, itu kertas jimat perlindungan itu merupakan benda spiritual tiangkat Guru Bintang 3 saja kok"
"AAPA SENJATA SPIRITUAL TINGKAT GURU BINTANG 3 KATAMU!!..." teriaknya saking terkejut mendengar tingkat kertas talisman tersebut.
Karena baginya sesuatu benda spiritual di tingkat tersebut memiliki harga yang sangat tinggi serta kejarangan-nya muncul di dunia sangat lah sedikit. Mau bagaimana lagi semua senjata spiritual selalu menjadi rebutan banyak orang dari para Hunter Rang tertinggi, Pemerintah bahkan Para Fraksi Kultivator sekalipun akan bertaruh untuk mendapatkan senjata spiritual tersebut.
Namun ini seorang bocah dengan penampilan sederhana dan tinggal di gubuk kecil yang terbuat dari kardus dapat memberikannya sebuah harta karun berharga secara cuma cuma.
'Siapa anak ini sebenarnya? Apa latar belakang yang ia miliki?...'
__ADS_1
"Halo om om..."
Plak!! (Menampar)
"Ah iya ada apa" ucapnya yang tersadar dari lamunan nya setelah di tampar.
"Om ngapain malah melamun tidak jelas"
"Ah ini apa apa kamu yakin memberikan jimat ini kepadaku, mungkin ini satu satunya harta berharga yang kamu punya"
"Ah sudah lah om, aku masih banyak kertas seperti itu, lagi pula itu cuma kertas jelek yang biasanya aku pakai ngelap meja"
'Apa di menggunakan benda spiritual seperti ini untuk mengelap meja!! Dia itu gila atau bener bener anak sultan dapat menghamburkan benda berharga seperti ini secara cuma cuma...' pikir Tiger yang merasa terluka mengetahui bahwa harta berharga seperti itu dibuat menjadi lap meja.
[ Tingkatan Senjata Spiritual
● Tingkat Junior (Bintang 1-9)
● Tingkat Master (Bintang 1-9)
● Tingkat Guru (Bintang 1-9)
● Tingkat Raja (Bintang 1-9)
● Tingkat Kaisar (Bintang 1-9)
● Tingkat Bumi (Bintang 1-9)
Setiap tingkatan memiliki 9 Bintang kekuatan dan senjata spiritual berbeda dengan senjata yang di gunakan para Hunter.
Karena metode, cara dan tingkatan yang berbeda maka senjata jenis Spiritual memiliki keunggulan lebih besar dari pada senjata para Hunter yang di dapat di para penempa biasa maupun dari harta dungeon. ]
'Dari pada aku di buat gila oleh anak ini lebih baik aku kembali'
"Ehem sebelumnya terimakasih untuk jimat ini tapi karena aku masih ada tugas maka dari itu aku harus pergi kembali ke kantor"
"Emm baiklah, hati hati dijalan ya Om"
Setelah Tiger pergi Pandu langsung pergi ke aras kasur nya yang sederhana terbuat dari beberapa beberapa porong kayu dan bambu dan di tambah sebuah kasur bekas yang sudah robek robek.
"Hih tampaknya aku harus beli kasur baru nih"
"Yos sekarang waktunya memulai Kultivasi pemurnian darah"
Pandu langsung memposisikan dirinya duduk bermeditasi, kemudian ia mengeluarkan 5 botol kecil berisikan cairan merah (Darah).
"Untuk melakukan pemurnian darah seseorang kultivator membutuhkan darah dari beast atau material tertentu untuk dimurnikan dengan darah. Kali ini karena aku baru memulai pelatihan kultivasi dari awal kurasa ini waktu yang tepat untuk mencoba menggunakan kelima esensi darah ini" saat ini di hadapannya terdapat lima esensi darah yaitu darah dari Beast Spiritual tingkat tinggi yang ia dapatkan di dunia NederMoon di kehidupan sebelumnya dan satu darah yang menurutnya sangat berharga dan tak dapat didapatkan dengan mudah yaitu Esensi Darah Imorrtal.
"Hehehe tak ku sangka akan ada waktunya aku mencoba memurnikan Esensi darah imorrtal di kehidupan ini, karena di kehidupan sebelumnya aku hanya memurnikan Esensi darah dari Beast Ular Naga Api Ungu binatang Spiritual 163 dari 1000 k... Tapi sekarang aku dapat memurnikan esensi darah terkuat yang pernah ada dan yang selalu di impikan bagi para kultivator di duniaku sebelum nya"
__ADS_1
Kemudia Pandu mengambil botol berisikan esensi darah Imorrtal tersebut untuk pertama kali ia murnikan, karena esensi darah imorrtal sendiri dapat menyatu dengan esensi darah lain dan dapat memperkuat esensi darah yang dimurnikan.
Pandu langsung melakukan meditasi dan menyerap esensi darah Imorrtal tersebut secara menyeluruh. Di proses pemurnian ini Pandu merasakan rasa sakit yang amat luar biasa, ia merasakan dirinya seperti diserang dengan jutaan pedang runcing dari dalam tubuhnya lebih tepatnya di setiap saluran darah di tubuhnya.
Saking menyakitkannya Pandu seluruh urat nadi miliknya menonjol dan ia mencengkeram tangannya hingga berdarah.
"ARRGR... AAAGR..." teriak Pandu menahan rasa sakit yang amat luar biasa.
Satu jam kemudian
Setelah satu jam pandu memurnikan darah Imorrtal kini ia langsung melanjutkan memurnikan esensi darah lainnya Darah darah tersebut merupakan esensi darah dari Beast spiritual tingkat tinggi yaitu Raja Udara - Burung Garuda Emas peringkat ke 09, Serigala Salju Suci peringkat ke 11, Penguasa Bumi sang Penjaga Mata Angin Utara - Harimau Putih peringkat ke 4. Dan satu esensi darah dari beast spiritual kuno - esensi darah Rubah Ilusi Surgawi berekor 9 peringkat Surgawi ke 8 di alam peri.
Pandu memurnikan setiap esensi darah tersebut secara bertahap meskipun waktu dan rasa sakit yang ia rasakan akan bertambah.
.........
"AAAGRR..."
Saat ini Pandu telah berada di tingkat terakhir dari rana Pembentukan dan saat ini ia akan meng hadapi cobaan langit.
Langit yang semula terang dengan cahaya bulan kini mulai ditutupi oleh awan hitam yang tiba tiba saja terbentuk, dan dari awan tersebut mengeluarkan suara gemuruh petir dengan keras seakan akan ingin menghancurkan kota.
Kemudian terlihat kilatan kilatan petir bermunculan hingga sebuah petir memancar ke arah rumah Pandu dengan dasyat.
DUAR!!
Namun saya petir tersebut tidah dapat menghancurkan rumah Pandu karena di rumah Pandu telah di beri sebuah Array perlindungan tingkat menengah yang berhasil menghalau serangan petir tadi.
Tak hanya sekali petir itu menyambar, kali ini dua petir dengan kekuatan yang lebih besar muncul dan menerjang rumah Pandu.
DUAR!! DUAR!!
Serang petir kali ini memiliki kekuatan yang lebih dasyat dari petir sebelumnya bahkan serangan petir barusan dapat membuat Array penghalang milik Pandu mengalami keretakan.
Karena saking kerasnya suara petir tersebut membuat seluruh orang yang tinggal di sekitar rumah Pandu ketakutan.
Setelah itu petir masih terus menyambar rumah Pandu dan di serangan kali ini array perlindungan yang dibuat oleh Pandu benar benar hancur yang membuat petir tersebut menyambar tubuh Pandu yang tengah bermeditasi.
Tubuh Pandu terus menerima sambaran petir tersebut dengan tenang meskipun tubuhnya sudah terluka parah dan hangus ia masih terus menahan rasa sakit tersebut untuk menyelesaikan pemurnian darah dan mencapai tingkat selanjutnya, Tingkat Pemadatan Tubuh. Setelah menerima serangan sambaran petir yang kesembilan awan gelap mulai meng hilang di gantikan dengan langit fajar yang menandakan pagi akan segera tiba.
DUAR!!
BOOM!!
"AAAGRR... Huh huff... A-khir nya aku ber hasil..." ucap Pandu setelah menerima semua rasa sakit dari saat memurnikan esensi lima darah dan menerima cobaan langit.
"Sial itu tadi benar benar sangat menyakitkan, tapi untungnya aku berhasil melewati semua cobaan tadi hah"
"Ah tampaknya aku harus memperbaiki rumah ku sekali lagi" ucap nya yang melihat atap rumahnya yang sudah hangus terbakar akibat sambaran petir tadi.
__ADS_1
Namun sebelum itu Pandu memutuskan untuk pergi mandi karena tubuhnya telah ditutupi oleh lendir hitam (racun dalam tubuh) serta aroma gosong dari sambaran petir tadi yang membuat bajunya hancur tak tersisa. Beruntungnya yang terbakar hanya bagian atap rumah saja kalau semua bisa gawat nanti, bisa bisa ada orang yang melewati jalan depan gang rumah dan mendapati pandu tengah telanjang bulat.