
# Akademi Lion King
Hari ini adalah hari yang sangat berarti bagi para murid di akademi lion king yang lulus dalam teh hari lalu dan kini mereka telah menetap dikelas favorit mereka.
Di gerbang sekolah tampak tiga murid laki laki yang tampak senang ya walau cuma satu sih yang semangat.
"Ugh.. Rasanya hidup ku tidak lama lagi"
"Ugh aku pun juga merasa begitu, serasa dunia mulai berwarna kelabu"
Yuha dan Rehan kedua orang ini mereka tampak lesu dan tak bersemangat.
"Kalian ngomong apaan sih, kalau mau mati jangan disini ayo kita ke kuburan biar sekalian aku buat lubang nya 2×2"
"Woy siapa yang mau mati bang*at" ucap Rehan emosi.
"Ini semua gara gara lo tau" ucap Yuha.
"Kok aku"
"Ya iya lah kalau bukan karena lo gak ngebuang itu kari mungkin kita gak akan makan tu kari" tuduh Yuha.
"Ya itu kan salah kalian sendiri kok nyalahin gua" membela diri.
"Ya pokok nya itu salah lo Pan"
"Salah kalian lah yang asal comot makanan orang"
"Ya... bodo amat, tetep yang salah kamu"
"....." Mereka bertiga berdebat di depan pintu gerbang.
"HEY KALIAN BISA DIAM TIDAK DI DEPAN SINI" ucap Pak penjaga gerbang yang emosi atas kelakuan mereka bertiga.
"Em.. maafkan kami"mereka bertiga langsung meminta maaf.
"HEM CEPAT MASUK"
"B-Baik..."
.....
"Ah sial itu penjaga gerbang galak bener" ucap Rehan.
"Iya, ini semua gara gara kalian sih berisik" ucap Pandu.
"Hah itu semua gara gara lo tau" ujar Yuha.
"Ah kalian lanjutkan saja berdua aku mau ke kelas Blacksmith dulu" Pandu langsung berlari meninggal kan mereka berdua untuk pergi ke kelas blacksmith.
.........
# Kelas Blacksmith
Saat ini Pandu tengah berada di barak bengkel blacksmith dimana setiap murid akan di tes seberapa bagusnya kualitas senjata yang mereka buat dan itu juga untuk menentukan kelas mereka.
[Di dunia ini semua profesi memiliki tingkatan sendiri.
▪Blacksmith :
- Perunggu/Pemula
- Silver/Senior
- Gold/Master
- Diamond/Master Senior
▪ Alkemis :
- Alkemis Bintang 1- 5
- Master Alkemis
- Master Pil
- Master Elxsir
▪ Mage/Penyihir :
- Mage Perunggu
- Mage Silver
- Mage Gold
- Mage Gold Master
- Mage Diamond
▪ Warrior :
- Warrior Peruggu
__ADS_1
- Warrior Silver
- Warrior Gold
- Warrior Gold Master
- Warrior Diamond
Setiap tingkat di bagi tingkat tan
- Awal
- Menengah
- Tinggi ]
........
"Baiklah anak anak perkenalkan namaku Ikhzan pengajar Blacksmith di akademi ini, seperti yang kalian tau kita kali ini akan melakikan tes penempa kalian untuk menentukan kelas dan juga bakat kalian dalam blacksmist" ucap nya yang merupakan salah satu guru blacksmith dengan cirikhas kepala botak serta sepasang kumis lele.
"Kalian dapat menggunakan semua material yang ada di bengkel ini dan waktu kalian hanya 1 jam"
"Apa 1 jam!"
"Bagaimana kita bisa menyelesaikan pembuatan senjata hanya dengan waktu 1 jam"
"DIAM! ini sudah ketentuan di akademi ini, sudah jangan banyak bicara cepat kalian buat senjata kalian" bentaknya dengan emosi.
"B-BAIK..." semua siswa langsung bergegas lari dan bersiap membuat senjata mereka.
Sementara dapat di lihat Pandu dengan santainya berjalan.
"Hem di depanku hanya ada beberapa material biasa saja tidak ada yang istimewa sama sekali" ucapnya.
Kemudian ia bertanya kepada guru ikhzan.
"Maaf pak, boleh tidak saya menggunakan bahan tambahan milik saya sendiri"
"Ooh tentu saja itu diperbolehkan"
Murid lain yang awalnya merasa kesulitan kini mereka mendapat sedikit bantuan atas apa yang Pandu tanyakan.
Setelah itu Pandu mengeluarkan beberapa core best serta sebatang igod besi halus.
Setelah itu Pandu langsung mulai mencairkan besi tersebut menggunakan kekuatan api miliknya dengan suhu tinggi setelah meleleh Pandu langsung menuangkan cairan besi cair tersebut ke dalam cetakan pedang yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Setelah beberapa saat besi cair tadi kini telah memadat membentuk pedang. Namun tak sampai disitu Pandu masih harus mengasa pedang tersebut dan menanamkan core beast pada pedangnya.
Pandu memanaskan pedang tersebut hingga pedang tersebut berubah warna merah panas, kemudian Pandu dengan alat ukir khusus mulai mengukir beberapa simbol kuno di pedang tersebut dengan cepat bersamaan dengan itu Pandu langsung menempelkan core beast miliknya yang mana core beast tersebut secara otomatis langsung terserap oleh pedang tersebut.
Setelah selesai pedang tersebut memancarkan cahaya yang menyilaukan seluruh bengkel pandai besi.
Pedang yang baru saja selesai hanya kurang dari setengah jam dan mendapatkan hasil yang bagus, dan itu juga merupakan tanda terlahirnya sebuah pedang roh dimana didalam pedang tersebut tertanam jiwa beast lembu.
"Apa dia sudah selesai hanya dengan waktu setengah jam"
"Itu mustahil, dia pasti berbuat curang"
"Curang dari mamanya coba lihat guru Ikhzan saja berdiri di hadapannya sedari tadi"
"Wah itu pedang yang menakjubkan, apa itu pedang roh"
Sementara itu Ikhzan yang sedari awal memperhatikan Pandu karena menurutnya Pandu menggunakan suatu metode yang belum pernah ia lihat dan di saat itu pula ia mengetahui bahwa anak yang ada di hadapanya sudah mencapai tingkat gold/master dimana itu tingkat yang lebih tinggi dari pada dirinya yang hanya seorang blacksmith tingkat silver/senior menengah.
😲'Aku tidak sedang bermimpi kan, bagaimana bisa anak ini dapat membuat senjata roh di usianya yang masih muda seperti ini yang mana hanya para Master Blacksmith yang dapat membuatnya'
'Tapi itu masih senjata roh tingkat Perak bintang 1, tapi itu juga masih lumayan. Fixs dia lolos'
.........
"Haha haha aku tidak menyangka akan ada jenius besi di sini, kalau boleh tau siapa nama mu nak"
"Namaku Pandu"
"Hah Pandu! tunggu bukannya dia itu murid dengan jumlah mana tertinggi itu kan"
"Benar, tapi mengapa dia lebih memilih masuk ke kelas blacksmith ketimbang kelas Mage atau Warrior?"
"Entahlah, tapi rumor yang aku dengar dua saudaranya telah bergabung di kelas Warrior dan Mage, mungkin saja itu penyebabnya... Oh dan satu lagi aku dengar dia mendapat hak istimewa yaitu dia dapat mengikuti dua kelas beta"
"Wow seperti itu rupanya"
Sementara itu di sebelah Pandu ada seorang gadis yang tampaknya tengah berusaha keras membuat senjata.
'Hemm Pandu si jenius, cih paling paling dia menggunakan trik kotor dan tak mungkin juga dia dapat membuat pedang roh hanya dengan waktu kurang dari setengah jam, itu semua hanya kebohongan yang dia miliki pasti' batin gadis tersebut yang menganggap Pandu itu seperti orang orang yang bermartabat tinggi yang dapat melakukan apa saja dengan kekuasaan atau uang.
"Hacuh... emm siapa sih yang ngomongin aku" ucapnya yang merasa ada seseorang yang membicarakannya. Kemudia Pandu melirik ke arah seorang gadis di sebelahnya yang tengah fokus menempa dengan tekniknya.
"Em maaf nona, jika kamu menggunakan cara itu untuk membuat pedang maka pedangmu itu akan cepat hancur"
"Hmm apa yang kau katakan brengsek tidak lihat apa aku tengah fokus membuat pedangku"
"Hiyy... iya aku tau, tapi melihat dari permukaan pedang mu itu terlihat cukup kasar, apa kau langsung melebur besi nya dengan suhu tinggi tampa membersihkan mineral kotor yang terdapat di dalam besi nya?" tanya Pandu.
__ADS_1
"Emm.. kalau iya kenapa masalah buat lo" ucapnya acuh tak acuh.
'Dih ni cewek judes amat'
"Huh padahal kau ini seorang blacksmith tapi kau tidak tau aturan utama umum dalam membuat senjata"
"Hah apa maksudmu bicara seperti itu, kau fikir mentang mentang kau itu jenius dan memiliki orang tuamu kaya kamu dapat seenaknya mengomentari orang lain"
"Em aku gak punya orang tua" ucap pandu sambil tersenyum.
"Ehh... apa emm ma-maaf kalau tad~.."
"Ah tak apa, itu sudah biasa kok. Ngomong ngomong siapa nama mu" tanya Pandu.
"Nama ku Kurein"
"Nama ku Pandu salam kenal" Pandu memperkenalkan diri.
"Ah i-iya.." ucapnya yang masih sedikit bimbang dengan sikap Pandu.
"Jadi apa kamu akan tetap melanjutkan membuat pedangmu itu atau memperbaikinya selagi masih ada waktu"
"Ya sebenarnya aku ingin memperbaikinya tapi waktunya hanya tersisa 20 menit lagi"
"Tidak masalah biar aku bantu"
"Tapi nanti kau akan didiskualifikasi kalau kau membantuku"
"Ah tenang saja peraturan dalam ujiannya kan tadi cuma harus menyelesaikan pembuatan senjata dalam waktu 1 jam, dan guru Ikhzan tidak memberi peraturan kalau membantu peserta lain akan di diskualifikasi"
"Hahaha tak kusangka kau dapat menemukan celah dalam ujian ini, memang benar di ujian ini tidak ada aturan lain selain membuat senjata dalam waktu yang di tentukan selebihnya kalian boleh berkerja sama"
"Apa jadi seperti itu, tau gitu aku berkerja sama dengan peserta lain"
"Sial kenapa aku tidak menyadarinya dari awal"
Setelah mengetahui rahasia tersebut semua peserta mulai bekerja sama walaupun dengan waktu sedikit.
........
Beberapa saat kemudia semua peserta berhasil menyelesaikan pembuatan senjata mereka.
"Baiklah semuanya, terima kasih atas partisipasi kalian"
"Dan seperti yang kalian tau hasil dari ujian kali ini di menangkan oleh Pandu dengan pedang roh bintang 1 kelas perak dan pemenang kedua adalah Kurein dengan pedang tingkat kelas perak bintang 2 dan mereka berhak memasuki kelas blacksmith kelas A"
"Dan untuk yang lain kalian ada di...." Ikhzan menjelaskan dan menetapkan kelas setiap peserta.
Sementara itu Pandu tampak kelelahan karena sedari tadi ia tidak hanya membantu Kurein menempa pedang melainkan ia juga membantu peserta lain yang meminta bantuannya.
"HUUH akhirnya selesai juga capek banget dah, kekantin ah" disaat ia ingin pergi tiba tiba tangannya langsung di tarik oleh Kurein.
"Emm.. anu.. terimakasih..." ucapnya malu malu kucing.
"Hah makasih untuk apa?"
"Terimakasih karena kamu sudah membantu ku dan mengajari ku metode menempa yang benar"
"Ah jangan dipikirkan kita kan teman, teman harus saling tolong menolong kan"
"Ya kau benar, kalu begitu ayo kekantin biar aku traktir kamu minum"
"Beneran, asik dapet gratisan"
Kemudian kedua orang tersebut langsung pergi ke kantin.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
[Sedikit info.
Senjata memiliki beberapa tingkatan kelas:
• Kelas Igod
• Kelas Perunggu
• Kelas Perak
• Kelas Emas/Epik
• Kelas Berlian/Legendari
• Kelas Platinum/Mistis
Setiap senjata memiliki 5 bintang.
# Jenis senjata
- Senjata Roh
- Senjata Sihir
- Senjata Spiritual
__ADS_1
- Artefak/Relik. ]
Sebelumnya saya sebagai Athor memohon maaf kepada kalian semua karena saya belum bisa Up rutin karena ujian.