Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 26. Menyembuhkan Penyakit Sabrina


__ADS_3

# Biro Pelelangan Raya


Setelah Pandu, Satria dan Tiger beserta para penjaga yang semula di bekukan oleh Pandu mulai keluar dari dalam aula. Dan ketika mereka keluar dari aula mereka disambut oleh orang orang yang tadi menghadiri pesta dan juga ada beberapa polisi yang turut hadir.


"Ayah..." ucap Serena yang berlari ke arah Satria.


"Ppiiik..." Rui yang sudah siuman dari pingsan nya langsung terbang ke arah Pandu.


"Ah Rui akhirnya kamu sadar juga..."


"Pandu... Apa kamu baik baik saja? Apa ada yang luka? Ada gak ada gak" ucap Yuha dengan panik apabila pandu kenapa-napa.


"Udah Yuh jangan bikin malu di depan banyak orang yang ngeliatin kamu kayak emak emak"


"His berisik lah kau, namanya juga lagi piknik..."


"PANIK..."


"Iya itu, namanya juga lagi panik lihat keadaan sahabat sendiri"


"Udah Yuh aku gak kenapa napa kok"


Kemudian seorang polisi wanita (Polwan) datang menghampiri mereka.


"Permisi kami dari anggota kepolisian SATGAS RAYA ingin menanyakan tentang kejadiaan yang terjadi didalam alula tadi"


"Maaf Nona Erin... Ah maksudku Petugas Erin bisa tidak anda jangan menanyakannya sekarang, lebih baik anda mengurus para penjahat yang ada di dalam saja. Dan untuk masalah ini biar nanti Tiger yang menjelaskannya" ucap Satria.


"Ah baiklah tuan Satria"


Kemudian tiba tiba salah satu anggota polisi datang terburu buru.


"Lapor komandan, kami mendapati para anggota Five Killer Crow dan dari lima anggota tiga orang telah dinyatakan tewas dalam keadaan mengenaskan"


"Hem kalau begitu cepat lakukan olah TKP segera mungkin dan bawa tahanan yang masih hidup sekarang juga"


"Baik Komandan" ucapnya memberi hormat kemudian ia melaksanakan tugas yang diberikan oleh Petugas Erin.


"Maaf atas gangguannya, tuan Satria tampaknya saya harus segera melakukan interogasi terhadap kedua anggota yang masih selamat maka dari itu saya mohon undur diri" ucapnya dengan sopan.


Namun disaat Petugas Erin ingin masuk kedalam mobil ia dihentikan oleh Pandu.


"Tunggu kakak Petugas Erin"


"Ya ada yang bisa aku bantu"


"Begini kak sebenarnya tadi aku sudah membunuh orang didalam aula jadi mohon tangkap saya"


"Hah😐???"


Karena kemauan Pandu kini ia telah di bawa oleh petugas Erin kekantor polisi.


"Teman teman dada, aku ke penjara dulu ya" ucap Pandu menyapa teman temanya.


"Ya hati hati dijalan Pandu..." jawab mereka.


Hingga beberapa saat setelah mobil polisi yang membawa pergi pandu sudah tak terlihat lagi mereka menyadari sesuatu.


"Em kok rasanya ada yang aneh ya barusan" ujar Yuha.


"Iya iya tapi apa?... " jawab Rehan.


Hingga mereka menyadari apa yang aneh adalah si Pandu di bawa kekantor polisi.


"Aaah ... si gob*ok itu kenapa dia malah ikut tertangkap" ucap mereka kesal.


"Gasken susul Pandu..."


Kemudian mereka langsung bergegas menyusul Pandu bersama Serena.


"Astaga ternyata anak itu suka bikin masalah juga ya... Tiger sekarang kamu buruan pergi ke kantor polisi untung mengurusi masal ini sekaligus membebaskan itu anak"


"Baik Tuan"


............


# POLRES RAYA


Setelah beberapa jam Pandu melakukan interogasi di kantor polisi dan berkat bantuan Tiger sebagai pengacara Pandu dinyatakan tidak bersalah.


"Hah yah aku gak jadi di penjara hu" ucap Pandu menghela nafas.

__ADS_1


"Kau ini waras apa kagak sih, dimana mana orang itu gak mau masuk penjara tapi kok lo malah mengharapkan untuk di penjara" ucap Rehan emosi.


"Ya gimana ya soalnya aku pengen tau rasanya di penjara itu kaya apaan enak apa kagak!" jawab Pandu.


"Ya gak enak lah begul" ucap Rehan & Yuha sambil menjitak kepala Pandu.


"Aduh... Terus sekarang kita ngapain, acara pesta ulangtahun Serena telah kacau dan aku belum makan apa apa tadi hiks" ucap Pandu sambil memegang perutnya yang lapar.


"Tenang saja Pandu sekarang ayo kita pergi ke restoran di dekat sini, aku yang traktir + ini sebagai tanda terimakasih ku"


"Cup" Serena langsung memberikan kecupan manis di pipi Pandu. Pandu yang di cium pipinya hanya tersipu malu.


"Terimakasih" ucap Pandu.


Sementara Rehan, Yuha dan Tiger yang melihat adegan romantis di depan mereka merasa Emosi + Iri.


"Sialan dia bisa bisanya dapat ciuman dari seorang wanita, terus aku kapan" Yuha sambil menggigit bajunya.


"Dasar temen penghianat, giliran gua deket sama cewek digangguin terus" ucap Rehan mengingat saat saat di panti asuhan kenangan dimana dia selalu di ganggu sama Pandu.


"Gaah berani bocah itu mendapat ciuman dari nona muda, akan ku bunuh kau" ucap Tiger marah.


Setelah itu mereka langsung pergi ke restoran untuk makan.


••••••••••••


Setelah mereka selesai makan, mereka langsung kembali ke Biro Pelelangan. Di Biro Pelelangan tampak tengah banya pekerja yang tengah membereskan semua kekacauan yang terjadi tadi.


Kemudian mereka ber-lima pergi ke sebuah ruangan di mana Satria bersama istri dan anaknya Sabrina berada.


Kreik!!


"Ayah aku kembali"


"Ooh.. apa masalah Pandu sudah selesai"


"Yya gitu deh" jawab Serena yang tampak bingung menjelaskan tentang masalah Pandu.


"Ya baguslah tapi sekarang kakak mu yang dalam masalah" ucap Satria.


Dapat dilihat saat ini Sabrina tengah berbaring di sofa dan dari dalam tubuhnya mengeluarkan hawa dingin.


"Ada apa dengan Sabrina dan apa apaan ini dengan hawa dingin di ruangan ini" ucap Pandu menggigil kedingin an.


"Darinya? Em benar juga waktu itu aku juga merasakan hawa dingin dari tubuhnya tapi tak sedingin ini"


"Hah sebenarnya kakak terkena kutukan dimana tubuhnya akan mengeluarkan hawa dingin seperti ini setiap 2 jam dan kutukan ini juga yang menyebab kan kakak tidak bisa melihat hiks..." ucap Serena menangis.


Mendengar hal itu Pandu langsung mendekati tubuh Sabrina yang terbaring lemas dan ketika ia mendekat hawa dingin yang ia rasakan makin muat. Kemudian Pandu langsung memegang tangan Sabrina.


"Hem tampaknya ini bukan kutukan melainkan ini adalah racun tipe es"


"HAH Racun..."


"Bagaimana kamu tau kalau tubuh kakak ku terkena racun" tanya Serena.


"Itu karena disaat aku menyalurkan energi ku aku merasakan sebuah gumpalan yang mengelilingi area inti mana dari kakak mu dan racun ini yang menyebabkan kakak mu seperti ini"


"Lalu racun apa yang ada di dalam tubuh kakak ku"


"Hem dilihat dari gejalanya dan auranya ini sepertinya racun dari anggrek hati es yang tumbuh di tempat dengan suhu dingin yang kuat dan racun jenis ini memiliki ciri khas tidak berbau, tenang. Namun di kasus ini racun yang ada di dalam tubuhnya sangat ganas pasti ada pemicunya... Oh ya apa jenis atribut milik Sabrina?"


"Kakak memiliki atribut Api"


"Ah jadi itu penyebab nya, secara umum api dan es tidak dapat bersatu dan jika ini diteruskan maka energi api milik Sabrina dan racun es ini tidak segera di hilangkan maka kemungkinan besar akan membuat tubuh Sabrina meledak beberapa hari lagi"


"APA..." teriak mereka (Keluarga Satria) ketika mendengar ucapan Pandu barusan.


"Hiks putri ku... Jangan tinggalkan mama sayang hiks..."


"Kakak hiks..."


"Nak tolong jangan main main dengan ku, mana mungkin putri ku akan mati" ucap Satria marah sambil memegang kerah Pandu.


"Aku serius dengan apa yang aku katakan. kalau Sabrina akan mati" ucap Pandu dengan santainya meskipun ia dalam ancaman Satria.


Satria yang mendengar nya langsung terduduk lemas meratapi nasib anaknya tercinta.


"Hiks Sabrina hiks.. Putri ku bertahanlah nak ayah akan berusaha menyembuhkan mu" Satria langsung mendekati Sabrina yang masih terbaring sembari mengelus pipi anaknya itu.


"Hah tapi bukan berati itu tidak bisa disembuhkan" ucap Pandu yang langsung membuat semua orang terkejut terutama keluarga Satria yang tampak menemukan secercah harapan.

__ADS_1


"Hah benar kah itu Pandu, kamu dapat menyembuhkan penyakit kakak ku" ucap Serena yang langsung menempel ke Pandu dan memandangnya dengan mata berbinar.


'Imutnya..'


"Ehem soal itu em..." Pandu pura pura berfikir.


"Piiiks Pii Piikc..." Rui mengusap kepalanya ke pipi Pandu dengan tujuan untuk menyembuhkan Sabrina.


"Ah iya iya aku akan menyembuhkannya Rui udah berhenti mengelus kepalamu geli tau"


Kemudian Pandu langsung meminta semua orang yang tidak berkepentingan keluar dari ruangan tersebut.


Setelah itu Pandu mengeluarkan beberapa tanaman obat spiritual dan sebuah bejana/tungku alkemis dari cincin bintang nya. Satria yang melihat Pandu mengeluarkan semua bahan bahan obat tersebut ingin bertanya namun ia urungkan karena itu mungkin dapat mempengaruhi keselamatan putrinya.


Kemudia Pandu mulai memasukan semua tanaman obat yang masih segar karena baru saja di petik dari Pulau obat miliknya.


"Pertama masukan Daun sisik, Almon merah, Akar api, Darah beast api, Duri es... Sekarang waktunya melebur" Pandu langsung melebur semua bahan tadi dengan api langit miliknya.


[ Api Langit adalah api spiritual yang tercipta secara alami terbentuk oleh kekuatan Spiritual langit dalam periode tertentu dan tidak diketauhui prosesnya]


"Aku harus menyaring kotorannya agar lebih bersih. Suhu api harus sesuai"


"Yos sekarang tahap terakhir Menyatu dan Terbentuk.."


Seketika Tungku tersebut langsung mengeluarkan cahaya yang amat terang.


Saking silaunya mereka terpaksa menutup mata kecuali Pandu.


Setelah itu sebuah pil berwarna merah dengan pola dasar awan tercipta.


Kemudian Pandu langsung memberikan pil tersebut ke Ibu Serena untuk di minumkan ke Sabrina. Sementara Pandu akan membantu proses memurnian/pelarutan pil tersebut dengan cara menyalurkan energi Spiritual miliknya.


"Em sebelumnya aku mau minta maaf karena aku harus menyentuh tubuh anak anda"


"Iya tidak apa apa asalkan anak ku sembuh kamu boleh menyentuhnya" jawab ibu Serena yang mengizinkan Pandu menyentuh tubuh Sabrina.


Kemudian Pandu sedikit menaikan baju Sabrina setelah itu ia menempelkan telapak tangannya ke perut Sabrina.


'Astaga kulit nya begitu putih dan halus dan lihat dadanya yang sudah berbuah besar.. Astaga mikir apa sih aku ini, aku harus fokus' pikir Pandu.


Kemudia Pandu menyalurkan energi Qi miliknya keseluruh tubuh Sabrina.


1 Jam Kemudian


Setelah satu jam Pandu menyalurkan Qi miliknya dan tubuh Sabrina telah tertutupi oleh lumpur hitam yang mengeluarkan bau menyengat dari sisa sisa racun yang ada di tubuhnya.


Sabrina yang tadinya terbaring langsung terbangun dan batuk mengeluarkan semua racun dalam tubuhnya.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..."


"Ah putriku apa kamu baik baik saja" ucap ibu Serena dengan khawatir.


"Kakak..."


"Tenang saja itu hanya racun yang ia keluarkan bersamaan dengan darah kotor. Nah setelah ini ia harus banyak istirahat dan ini pil yang akan mengembalikan semua fitalitas tubuhnya agar pulih seperti sedia kala"


"Terima kasih Pandu karena kamu sudah menyembuhkan kakak ku" ucap Serena sambil memeluk Pandu.


"Iya sama sama" jawab Pandu membalas pelukan Serena.


"Ehem ehem.. Nak terimakasih karena kamu mau menyelamatkan Putriku tercinta, maka dari itu terimalah ini" Satria memberikan Sebuah Kartu VIP Khusus berwarna hitam dengan gambar naga emas kepada Pandu.


"Ini adalah kartu VIP yang dapat kamu akses di seluruh Cabang pelelangan milik keluarga ku secara gratis untuk 1 barang"


"Terimakasih Paman untuk Kartu ini"


"Nak Pandu terimakasih telah menyelamatkan putriku sekali lagi terimakasih" ucap Ibu Serena sambil memeluk Pandu.


"Uuuum... To-long le-paskan a-ku " Pandu yang memberontak karena wajahnya terjepit kedua buah surga besar milik ibu Serena.


Kemudian Ibu Serena langsung melepaskan pelukannya.


"Hah hah hah..."


"Yaampun, oh ya sebagai tanda terimakasih aku akan mengabulkan satu permintaan mu sekalipun itu kamu menginginkan menikah dengan salah satu putriku" ucapnya menggoda Pandu.


"Kalau begitu aku mau..."


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


Assalamu'alaikum

__ADS_1


Sebelumnya Oe mau minta maaf kalau cerita ini Up nya jarang. Ya mau gimana lagi semenjak PTM + tugas Oe 3 bulan lalu blm oe kerjakan sama sekali apalagi sekarang ditagih" sama guru jadi saya sebagai Athor PENGAMEN TERKUAT DI KOTA mengucapkan mohon maaf sebesar besarnya karena blm bisa Up semaksimal mungkin.


__ADS_2