Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 47. Tiga Jiwa Mulai Beraksi


__ADS_3

"Tunggu, kenapa kau ingin memberikan benih iblis itu pada burung jade giok hijau itu, apa itu tidak bahaya buatnya?" tanya Tiger.


"Tidak, malahan itu sangat baik buat vitalitas Rui, karena ia dapat menyuling benih iblis ini menjadi energi murni" ujar Pandu, karena jika Rui mengonsumsi benih iblis itu dan mengesktrak nya menjadi energi murni mungkin saja Rui akan dapat berevolusi menjadi salah satu dari 9 binatang mistik spiritual yaitu menjadi MERAK KAISAR GIOK yang memiliki keindahan yang hampir sama dengan keindahan Burung Phoenix Agung.


Sebenarnya Pandu bisa saja meng-evolusi Rui dengan menggunakan aura surgawi yang terdapat di mutiara kaisar namun karena suatu halangan ia tidak dapat memberikan aura surgawi kepada Rui sebelum berevolusi.


Setelah menelan benih tersebut tubuh Rui tampak mengeluarkan cahaya namun kemudian cahaya itu langsung redup dan tubuh Rui tidak menunjukan perubahan akan berevolusi.


"Wah aku kira tadi Rui akan berevolusi, ya mungkin belum waktunya. Jadi kita lanjutkan pembicaraan kita tadi..."


"Ah kau benar, jadi begini nak sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu untuk melindungi putri putri ku ini karena beberapa saat ini banyak sekali organisasi yang menargetkan ku karena aku memiliki sebuah harta dari sebuah reruntuhan kuno yang muncul di Cina beberapa bulan lalu. Maka dari itu aku ingin kamu melindungi mereka dari para penjahat suruhan oraganisasi organisasi itu" ucap Satriya memohon kepada Pandu untuk melindungi Sabrina dan Serena.


"Ah aku sih oke oke aja tapi apa paman yakin aku ini orang miskin dan tau lah rumahku cuma setumpuk kardus yang di perkokoh saja jadi agak gak sesuai dengan kehidupan mereka"


"Pandu apa maksud mu bilang seperti itu, aku dan kakak tidak mempermasalahkan tentang keadaan mu bagaimana yang kami mau kamu cukup melindungi kami" ujar Serena.


"Benar, walau rumah kamu hanya setumpukkardus asalkan kami bersama kamu itu sudah cukup" ucap Sabrina yg langsung membuat dia salah tingkah.


"Ee yaudah lah, tapi buat jaga jaga ini aku berikan kalian jimat perlindungan jiwa" Pandu memberikan mereka kertas talisman perlindungan jiwa dimana kertas itu akan aktif jika nyawa pengguna dalam bahaya.


"Wow senjata spiritual tingkat menengah dari mana kamu mendapatkannya?" tanya Satriya.


"Buat sendiri"


"Kau bisa membuat nya, apa kamu ini seorang praktisi kultivator?"


"Bisa dibilang iya bisa dibilang tidak, soalnya aku ini seorang Player Kultivator"


"Player Kultivator!! aku baru pertama kali mendengar julukan itu"

__ADS_1


"Hah dah lah males bahas hal soal Player kultivator lagi. Serena Sabrina kalian nanti langsung kerumahku saja aku masih ada urusan lain, rui ayo" Pandu langsung menghilang dari pandangan mereka


"Eh tunggu dulu.." Ucap Serena yang ingin mengatakan sesuatu namun Pandu sudah lebih dulu menghilang.


'Gah apa tadi itu sihir teleportasi' sedangkan Satriya dan Tiger dibuat tercengang dengan sihir yang Pandu gunakan barusan. Karena skill/sihir teleportasi merupakan salah satu sihir tingkat atas dan hanya ada beberapa mage yang dapat mengunakan sihir tersebut.


....


# Di Suatu Tempat Pinggiran Kota


Setelah meninggalkan biro pelelangan kini Pandu tengah berada disebuah bangunan tak terpakai dan dihadapannya sudah ada dua kloning/avatar milik ya yang satu silver yang dirasuki oleh si jiwa Pandu Hitam dan satu lagi sesosok pria berambut emas terurai gagah perkasa yang merupakan perubahan dari kloning Kaisar/burung garuda api emas yang dirasuki oleh si jiwa Pandu Putih.


"Baiklah teman teman sepeti yang sudah kita tau masalah apa yang akhir akhir ini terjadi pada kita, maka dari itu aku ingin membagi tugas seperti yang sudah diskusikan di ruang jiwa kita. Hitam kau bertugas mengurus para anggota guild Nebius dan putih akan mencari jejak dari praktisi hitam yang mengedarkan pill benih iblis"


"Hah ya ya tak usah kau jelaskan juga kami sudah tau, lagi pun kita ini masih satu pemikiran satu raga" ujar hitam.


"Ya kan biar kelihatan lebih estetik gitu" ujar Abu abu.


"Ya kalau begitu aku juga, aku sudah tak sabar menghajar para baj*ngan dari guild Nebius itu" Hitam pun meninggalkan abu abu sendirian.


"Oke karena semua sudah selesai mari kita pulang" ujar Abu abu yang langsung hilang dengan sihir teleport milknya.


Sementara itu dibalik bayang bayang di dekat bangunan tadi tampak ada seseorang dengan pakaian serba hitam yang sedari tadi memantau gerak gerik Pandu sejak awal.


"Apa apaan itu tadi... bagaiman mungkin anak itu menciptakan kloning dengan pemikiran sendiri, aku harus segera memberitahu kepada guild master tentang anak itu" ucap penguntit misterius tersebut, yang kemudian menghilang dalam bayang bayang.


.....


# Rumah Kardus

__ADS_1


Sementara itu sesampainya Pandu di depan rumahnya ia langsung disambut oleh para reporter yang tak kenal menyerah untuk mewawancarai Pandu.


"Nak Pandu bagaimana perasaan anda ketika telah menjadi salah satu stream ter top pertama di bulan ini mengalahkan streamer dari streamer Miya-Chan..."


[Note: Miya-Chan adalah salah satu streamer terpopuler se-Asia dengan jumlah subscriber hingga 40 jt]


"Bagaimana tanggapan anda tentang arti orang tua.."


Para reporter langsung membanjiri Pandu dengan banyak pertanyaan.


Kemudian disaat Pandu tengah dibanjiri dengan semua pertanyaan oleh para reporter Yuha, Rehan dan Erin datang disusul Serena, Sabrina dan Memei.


Para reporter yang melihat Serena dan Sabrina yang merupakan anak dari seorang ceo Biro pelelangan terbesar se-Asia langsung mengelilingi mereka.


"Mbak Serena apa hubungan anda dengan nak Pandu..."


"Kenapa anda datang kesini? Apa ada hubungannya dengan pengamen jalanan ini..."


"..."


Kini Serena dan Sabrina yang dibanjiri oleh pertanyaan reporter.


"Hey kalian, bisa tidak pergi sekarang juga atau mereka akan memakan kalian" Pandu pun mengambil alih pembicaraan dengan mengancam para reporter dengan menunjukkan Slander, Monfire dan Shino yang sudah tumbuh besar dan menatap para reporter dengan tajam seakan akan mereka itu ingin memangsa mereka.


Karena tekanan intimidasi dari divine beastnya alhasil para reporter itu langsung lari kocar kacir bahkan ada yang meninggalkan jejak genangan basah berbau pesing.


"Haha mereka langsung lari kocar kacir bahkan sampai ngompol, kamu benar benar kejam ya Pan" ujar Yuha.


"Ya mau bagaimana lagi, kalau gak begini mereka gak akan pergi pergi... Dah lah, mending sekarang kalian masuk dulu aku masih mau membereskan kekacauan ini" ucap Pandu yang tengah menyiram jalan yang ter-ompoli dengan atribut air nya.

__ADS_1


[Maaf ya ceritanya agak kurang menarik]


__ADS_2