Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 59. Pertemuan yang Tak Terduga


__ADS_3

# Dunia Aslan


Aslan adalah sebutan dari salah satu dunia yang jauh dari tatanan galaksi bima sakti. Di dunia tersebut terdapat hal hal yang diluar nalar seperti Sihir dan Monster atau Iblis.


Di dunia tersebut terbagi beberapa benua dan benua utama yang dikenal dengan benua Atlas merupakan benua terbesar dan terkacau karena disana sebagian besar dihuni oleh monster maupun iblis.


# Kota Pahlawan - Griffin


Di benua Atlas terdapat sebuah kota yang dihuni oleh berbagai ras dari manusia, demi-human, elf, drawf, Cintarus, Magic Beast.


Kota tersebut awalnya hanyalah sebuah kamp yang ditinggali oleh party Pahlawan yang berhasil mengalahkan raja iblis di lembah kematian 1 tahun lalu, Namun kini tempat tersebut telah berkembang menjadi sebuah kota yang begitu besar.


Namun di era setelah para pahlawan telah berhasil mengalahkan raja iblis tingkat kekuatan di benua mulai menurun terutama ketika menghilangnya Pahlawan dari party Griffin yang bernama Pandu Star Phoenix 9 bulan lalu setelah mengalahkan raja iblis.


Karena hal itu tingkat inflasi monster dan iblis mulai meningkat akhir akhir ini di kota Griffin.


....


Ting!!...Ting!!...Ting!!.... (Suara lonceng peringatan)


"Semuanya cepat bersembunyi ada serangan monster yang datang" teriak penjaga dari menara pengawas.


Semua warga kota langsung dibuat panik, mereka berhamburan pergi ke tempat aman, sementara para petualang dan penjaga/prajurit tengah bersiap untuk menghadapi semua monster yang memasuki kawasan kota.


"Semuanya ingat ini kita tidak bisa membiarkan kota kita tercinta ini jatuh di tangan para makhluk busuk itu, maka dari itu keluarkan semua kemampuan kalian untuk melindungi negri kita dan keluarga kita ini" ucap seorang ksatria yang merupakan komandan perang.


"...Semua serang..."


"....OOooo..."


Semua petualang dan prajurit maju kedepan menghadapi para monster yang sudah berhasil memasuki kota. Para penyihir dan princs membantu dengan sihir support dan penyembuhan/serangan.


BOOM!!


BOOM!!


BANG!!


"... Untuk Negriku, mati kau babi sialan..."


# Taman Pahlawan- Kuil Griffin


Sementara itu di sebuah kuil yang berada di tengah kota terlihat ada seorang wanita berparas cantik membawa seorang bayi usia sekitar 1 bulan dan di depannya ada sebuah altar dibawah patung sang pahlawan Serigala Es Pandu Star Phoenix.


Wanita itu tampak menangis di depan patung tersebut.


"Hiks... Tuan ku! Pahlawan ku!... Tolonglah negri ini dari kekacauan ini sekali lagi. Bantulah kami, berikanlah kami kekuatan untuk menghadapi kekacauan ini hiks..."


"Ya tuhan kami tolong lindungi putri kami, bawalah ia kepada ayahnya disana (Bumi) sampaikanlah salamku pada nya Ya Tuhan ku" ucapnya memanjatkan doa kepada tuhan (Dewa), kemudian ia meletakan anaknya di atas altar tersebut tak lupa ia menyelipkan sebuah liontin kebanggaan berupa liontin kepala Serigala dan di liontin tersebut terukir sebuah nama yaitu Nana.


Kemudian ia tampak merapalkan sebuah mantra kearah bayi tersebut setelahnya sebuah benang benang cahaya muncul yang langsung menyelimuti bayi tersebut hingga menyerupai telur/kepompong.


BOOM!!


Akhg!!


Dari luar terdengar suara ledakan dan teriakan para prajurit yang menjaga di depan kuil tempat para warga mengungsi.


"Yang mulia bagaimana ini para iblis sudah sampai di tempat ini" ucap salah satu warga.


"Kalian tidak usah cemas, ikut aku" kemudian wanita (Ratu) itu membawa semua warganya ke belakang sebuah patung berbentuk serigala.


Setelah itu ia mengucapkan sebuah mantra dan sebuah pintu rahasia terbuka.


"Kalian semua masuklah dan ikuti jalan berbatu kuning ini, ini akan membawa kalian keluar dari kota" ucapnya.


"Lalu bagaimana dengan anda dan tuan putri yang mulia" ucap salah warga.


"Aku akan tetap disini mempertahankan negri ini dengan cara terakhir, sudah kalian cepat masuk"


"Tapi yang mulia.."


"Sudah cepat masuk tidak ada banyak waktu"


Kemudian semua warga memasuki pintu rahasia tersebut dan setelah semua masuk ratu tersebut langsung menutup pintunya.

__ADS_1


Ia berjalan mendekati kepompong (anaknya).


"Sayang maafkan mama ya tidak bisa merawatmu hingga kamu tumbuh besar, mama harap kamu segera menemukan ayah mu disana" ucapnya.


Kemudian ia tampak mengeluarkan sejumlah kristal sihir yang telah terdapat sebuah rune sihir kuno.


Semua kristal tersebut langsung melayang membentuk sebuah formasi sihir cahaya.


"Dengan ini aku harap tidak ada lagi orang orang yang menderita akibat para iblis ini" ucapnya kemudian ia hendak merapalkan kalimat sihir namun tiba tiba sebuah fenomena aneh terjadi.


Sebuah retakan dimensi dilangit menyelimuti negara Griffin dan sebagian hutan monster muncul dan dari situ semua yang terselimuti menghilang dari benua termasuk para monster dan iblis yang langsung tersedot kedalam retakan dimensi teprsebut.


# Bumi, Bandung - Kota D, Jaya


Saat ini Pandu tengah mengantar rombongan grup Namesia Phoenix yang sudah selesai menikmati layanan VIP.


"Terimakasih atas layanan yang anda berikan kepada kami, aku sampai sekarang masih tak habis fikir kalau kedai yang begitu kecil sederhana seperti ini memiliki layanan dan makanan yang setara dengan layanan restoran berbintang 5☆" ucap nyonya besar Namesia grup.


"Terimakasih atas pujian yang anda berikan kepada kedai Beast Family kami"


"Moku... Fukiki... Gao..." para beast.


"Ne tuan apa kau mau menjual bayi beast ini, aku sangat menyukainya dia sangat lucu dan menggemaskan" ucap Sivani yang tengah memeluk Cinci (Rubah Api).


"Maaf nona mereka tidak untuk diperjualbelikan" ujar Pandu yang membuat gadis itu sedikit murung.


"Kenapa! Aku bisa membayarnya sebanyak yang kau ingin kan, karena uang bukan masalah bagiku" ucap Hasta.


"Maaf aku tetap tidak bisa meski anda menawarkan uang satu gunung sekalipun" ucap Pandu menolak permintaan bocah tersebut.


"Kau... apa kau tau siapa ayah ku, ayahku adalah pengusaha spirit stone terbesar di Indonesia tau tidak. Aku bisa membeli puluhan beast seperti itu dengan semua uang yang aku miliki"


"Gak peduli siapa ayah mu, lagi pun yang punya uang itu ayahmu bukan kamu kamu kan cuma beban keluarga" ujar Pandu.


"K-Kau!!...Kau lihat saja nanti" ucapnya, kemudian ia pergi menuju mobil dengan wajah masam akibat mendengar perkataan Pandu.


"Maaf atas kelakuan teman ku tadi tuan Abu" ucap Savina meminta maaf.


"Abu??" Pandu *bingung


"Bukan kah nama mu Abu, soalnya tadi hunter Silver memanggilmu Abu" ujarnya.


"Pandu... Hah Pan lihat kalung kamu bercahaya" ucap Bouli yang terengah engah.


"Tunggu kalung itu! Pandu!..." ucap Savina yang masih dalam keadaan linglung kemudian ia melihat kalung kristal miliknya juga bercahaya.


"Eh kalung yang dia pakai juga bercahaya, jangan jangan kamu..." ucap Rika yang langsung curiga dengan gadis di depannya.


"... Sivani"


"... Rika"


"Uwa aku merindukanmu Siva hiks" Rika langsung memeluk Sivani sambil nangis.


"Aku juga rindu sama kamu Rika"


"Jadi kamu Sivani, aku juga kangen..." ucap Bouli yang hendak ikut memeluk, namun sebuah pukulan keras mengarah padanya.


"Bab1 sialan jangan cari kesempatan buat peluk aku dan Sivani" ucap Rika.


"Matamu aku juga kangen tau emang cuma kamu aja yang boleh peluk"


"Iya kenapa mau gelud"


"Ayo siapa takut, kucing garong"


Mereka berdua mulai berkelahi dengan cara mengadu kekuatan mereka.


Sementara itu Pandu, ia berjalan mendekati Sivani dengan wajah senang.


"Sudah lama ya kita tidak bertemu, apa kabar..." ucap Pandu.


"Iya, aku baik..."


Mereka berdua saling tersenyum kemudian Bouli dan Rika mendorong Pandu dan Sivani yang membuat mereka berpelukan.

__ADS_1


"Eeh..."


"Cie yang udah lama dicari ketemu juga" ucap Rika.


"Iya tapi sayang Bagas tidak ada, aku tidak tau dia ada dimana" ujar Bouli.


"Oh kalau Bagas ia ada di Yogyakarta, dia menetap disana bersama orang tuanya mengurus padepokan seni Jawa (Kuno)" ujar Pandu.


"Oh begitu, kapan kapan kita kesana ya"


"Oke"


Kemudian ketika mereka tengah asik mengobrol sambil mengingat kenangan masa kecil mereka ibu Savina datang.


"Savina apa yang kamu lakukan disini sayang ayah mu sudah menunggumu dari tadi loh, dan siapa mereka kok kalian terlihat familiar ya"


"Mama ternyata dia itu Pandu mah dan ini Rika dan Bouli..." ucapnya dengan riang.


"Pandu! Rika! Bouli!... Ooh ya ampun astaga itu beneran kalian anak anak" ucapnya yang terkejut mengetahu bahwa Pandu, Rika dan Bouli ada di hadapannya.


"Halo Bibi apa kabar..."


"Aku baik anakku, kalian sehat sehat sajakan. Bibi gak tau harus bilang apa tapi kalian sudah besar ya sekarang, beda kaya dulu masih kecil dan menggemaskan terutama ehem calon mantu bibi" ucap nya yang membuat Pandu dan Sivani memerah karena malu.


"Sayang kenapa kamu lama sekali sih, kita masih ada acara loh di guild Pelelangan Jaya" ucap Ayah Savina - Netral.


"Sayang coba kamu tebak siapa mereka bertiga" ucapnya menunjuk Pandu Rika dan Bouli.


"Ya dia kan pemilik restoran ini dan dua pelayannya"


"Ya gak salah sih tapi bukan itu yang aku maksud, mereka ini anak anak desa kita Bouli Rika dan menantu kita Pandu"


"APAA! Benarkah itu waw sebuah pertemuan yang tidak terduga"


"Hehe..." mereka tertawa canggung.


Tak lama kemudian Keluarga Satriya dan Guild Master Alkemis dan juga Guild Master Pusat datang menghampiri mereka.


"Ah ternyata kau disini nak Pandu" ucap Satriya.


"Ah tuan Satriya" ucap Netral ketika bertemu Satriya.


"Oh Tuan Netral, tak sangka kita bakal ketemu disini padahal saya baru saja mau menyiapakan jamuan istimewa dari restoran ini" ucap Satriya.


"Guild Master Jedral dan Buimi apakah itu kau, sungguh pertemuan yang tidak diduga"


"Iya saudara ku Netral"


"Oh kalian sudah saling kenal ya" ucap Jedral.


.....


Sementara itu Serena yang datang bersama ayahnya langsung berlari kearah Pandu dan memeluknya.


"Pandu... Aku kangen sama kamu" ucap Serena dengan wajah gembira.


"Hey kamu lepaskan Pandu sekarang" ucap Savina yang cemburu.


"Hem kamu siapa" tanya Serena.


"Aku ini tunangan Pandu" ucap Savina.


"Apa Tunangan! Gak Pandu itu calon suami ku dimasa depan" Serena membantah.


Kemudian mereka berdebad memperebutkan Pandu.


....


Disaat mereka tengah sibuk dengan urusan mereka tiba tiba di dekat mereka sebuah retakan dimensi/gate terbuka.


BOOM!!


Hal itu membuat mereka terkejut apalagi gate tersebut memiliki warna yang berbeda dimana warna biasanya/umumnya hanya Biru, Ungu dan Merah tapi ini berwarna Putih.


"Gate! Kenapa itu bisa muncul disini..."

__ADS_1


Kemudian Gate tersebut memancarkan cahaya yang menyilaukan yang membuat mereka menutup mata.


Sementara tanpa Pandu sadari dibawah kakinya sebuah lingkaran sihir aktif dan Pandu langsung hilang.


__ADS_2