
"Aah... apa apaan cahaya barusan-eh dimana ini" ucap Pandu yang baru menyadari bahwa ia berada di tempat seperti hutan namun dalam keadaan yang sangat gersang dan tandus.
"Tempat macam apa ini dan kenapa aku bisa berada di tempat seperti ini" ujar Pandu yang masih belum faham akan situasi yang ia hadapi.
Kini ia berada di sebuah tempat seperti hutan dengan keadaan/suasana gelap.
"Tampaknya ini di dalam gate yang muncul tadi tapi apa yang lain juga ikut? Kalau iya aku harus mencari mereka.." Pandu hendak pergi mencari teman temannya namun disaat itu juga sebuah serangan dari atas menerjangnya.
Boom!!
"Huff apa apaan itu tadi" Pandu yang berhasil menghindar.
Kemudia ia melihat apa yang baru saja menyerangnya, ternyata itu adalah seekor kera raksasa dengan bulu berwarna darah dan tangannya seperti diselimuti oleh batu hitam tajam serta mata merah.
"Kera darah bukan itu kera iblis darah batu" ucap Pandu kemudia ia hendak menyerang kera itu dengan teknik sea dragon punch namun itu tidak berhasil.
"Tu-tunggu ada apa ini kenapa aku tidak bisa merasakan kekuatan Qi lagi apa yang terjadi dengan Mutiara Kaisar Surgawi..."
Kemudian Pandu mengecek Mutiara Kaisar
Surgawinya ternyata itu baik baik saja namun ada sesuatu yang aneh terjadi dimana Mutiara Kaisar Surgawi itu tidak menunjukan tanda tanda tentang energi spiritual sama sekali malahan yang bisa Pandu rasakan saat ini hanyalah 'mana' saja.
Kemudian ketika ia kembali kesadarannya kera iblis darah batu itu sudah ada didepannya dan sebuah pukulan keras menghantam perutnya hingga terpental kebelakang menghancurkan beberapa pohon.
"Uhuk... Sial aku seharusnya tidak mengurangi kewaspadaanku, dan sekarangbkarena aku tidak bisa menggunakan energi spiritual maka hanya sihir yang bisa aku gunakan untuk saat ini" ucapnya sambil memulihkan diri, kemudian Pandu mengeluarkan pedang.
"Night sky star sword" Kemudian pedang bintang kebanggaannya keluar dari dalam tubuhnya bersama dengan Belati bintang angkasa.
Pandu menggenggam pedang bintang di tangan kanan dan belati bintang di tangan kiri sebagai serangan pendukung.
Pandu berlari kearah kera itu dan menebasnya dengan sekali serangan.
"Kiiyk..." sebelum mati kera itu berteriak memanggil kawanannya dan benar saja sudah ada puluhan kera iblis darah batu mengelilingi Pandu.
"Hah tampaknya ini tidak akan berakhir cepat" ucap Pandu yang besiaga.
Kemudian kera kera itu mulai menyerang Pandu secara menyeluruh.
# Kedai Beast Family
__ADS_1
Saat ini semua orang dibuat panik akan kemunculan sebuah gate yang muncul secara mendadak.
Gate tersebut bahkan tidak dapat dinilai tingkat kesulitan/Rang nya oleh alat pengukur gate moderen terbaru sekalipun.
Kemudian semua hunter dari yang semula tengah menikmati makanan di kedai maupun dari guild Pusat mulai berkumpul untuk mengantisipasi apabila gate tersebut jamengalami dongeon-brek.
Tak lama kemudian sekelompok hunter dari guild Phoenix datang dengan pasukan elit mereka bersama dengan guild master.
Guild Master Adam bersama anaknya Lily menghampiri Bouli dan yang lainnya yang tengah termenung di pinggir area.
"Bouli bagaimana ceritanya Pandu bisa hilang"
"Mm paman Adam.. Em begini tadi saat gate ini muncul..." Bouli menceritakan semua hal yang ia ketahui dari gate yang tiba tiba muncul dan mengeluarkan cahaya dan ketika mereka membuka mata Pandu sudah hilang di hadapan mereka dan kemungkinan Pandu ada di dalam gate tersebut.
Dan hal yang memperkuat bahwa kemungkinan Pandu masuk kedalam gate tersebut adalah semua beast dan golem guardian yang menjaga di sekitar gate.
Meski para asosiasi berniat untuk memaksa mengidentifikasi gate tersebut dengan mengusir para beast dan golem guardian tersebut, namun karena kemampuan para beast ditambah dengan pertahanan golem guardian.
"Ayah apa kakak akan baik baik saja" tanya Lily yang terlihat khawatir.
"Tenang saja sayang kakak kamu itu kuat ayah yakin dia pasti akan baik baik saja" ucapnya menenangkan anaknya.
'Pandu kembali lah dengan selamat nak' batin Adam.
# DUNGEON KOTA KUNO YANG TERLUPAKAN
Saat ini Pandu tengah dikejar kejar oleh sekelompok monster iblis Zergling, sosok monter menyerupai anjing dengan tubuh kurus serta kulit tebal berduri dan memiliki sepasang tanduk di antara wajahnya.
Monster ini bisa dibilang jenis monster mutasi dari monster anjing kabut.
Pandu terus berlari dengan keadaan yang penuh dengan luka.
Semenjak ia tidak bisa menggunakan energi spiritual yang membuat ia tidak dapat mengeluarkan kemampuan dari pedang bintang dan belati bintang yang merupakan senjata terkuat yang ia miliki.
Alhasil ia hanya menggunakan senjata sihir yang kekuatannya tidak lebih dari kedua senjata Spirit miliknya.
...
"... Ghuk..Ghukkk.." Salah satu zergling melompat mencakar punggung Pandu hingga ia terjatuh.
__ADS_1
"Akh... uhuk hah sial energi sihirku masih belum pulih sepenuhnya, apakah ini akhir bagiku..." ucap Pandu yang saat ini tengah terpojok.
Kemudian saat para zergling berkumpul dan hendak menyerang Pandu sebuah serangan es tiba tiba muncul membekukan semua zergling tersebut.
"Groaarg..."
Pandu langsung menoleh kearah asal serangan tadi dan ternyata itu adalah serangan dari Xiao Bai yang ikut terseret kedalam gate.
"Hahaha... anak pintar" ucapnya sebelum ia kehilangan kesadarannya.
...
Beberapa Jam kemudian
"... Ughk ah... hem Xiao Bai" setelah pandu beristirahat dan energi mana/sihir nya mulai pulih Pandu mengajak Xiao Bai untuk melanjutkan penelusuran akan dungeon tersebut.
"Jika menurut dari semua kesimpulan yang terjadi di dungeon ini kemungkinan besar dungeon ini memiliki beberapa lapis zona tersendiri..."
Pandu mulai membuat sebuah teori bahwa dungeon yang ia masuki ini memiliki beberapa zona dari zona luar tempat ia pertama kali hingga zona pusat/tengah yang betada di tengah hutan tersebut.
Dan setiap zona di jaga oleh monster/iblis dari tingkat yang berbeda beda pula. Dan monster dari zona rendah tidak bisa memasuki zona yang lebih tinggi hal itu di kuatkan ketika ia memasuki hutan yang sedikit lebih rimbun dari pada hutan pertama yang tandus dan di jaga oleh para kera.
Setelah memperkirakan semua hipotesis perhitungannya akan dungeon tersebut Pandu hendak menuju ke zona tengah tapi karena bari mulai gelap Pandu memutuskan untuk bermalam di dalam sebuah goa yang Xiao Bai temukan.
....
# Ruang Lingkup Jalan Taman Kota
Sementara itu di tempat kemunculan dungeon, semua orang/warga sekitar tampak berkumpul karena mendengar sebuah kabar bahwa Pandu terseret masuk kedalam dungeon tersebut.
"Ya ampun bagaimana bisa nak Pandu masuk kedalam dongeon itu... Apa dia baik baik saja" ucap Bu Eni yang khawatir.
"Iya teh, nah nak Yuha sok critaken kronologisnya gimana nak Pandu bisa terjebak di gate etak" ucap Mang Jajak (Tukang Rujak).
"Punten, dari pada kita tanya kayak gitu lebih baik kita panjatkan doa buat nak Pandu supaya dia senantiasa dilindungi oleh Allah/Tuhan dan diberi kesehatan dan kekuatan agar bisa selamat sentosa" ucap Paklek Tejo (Logat Palembang).
"Wah ide bagus itu aku setuju"
"Ya aku juga"
__ADS_1
"Nah kalau begitu bari kita berdoa buat keselamatan nak Pandu sekalian"
Semua warga yang tinggal maupun yang dekat dengan Pandu mulai memanjatkan doa agar Pandu senantiasa di lindungi dan dijaga keselamatannya.