Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 58. Makan VIP


__ADS_3

Hari ini kedai beast family tengah dibuat sibuk karena ini merupakan tanggal muda bagi para pekerja yang mendapatkan gaji bulanan mereka dimana mereka menghabiskan uang untuk menikmati kesenangan mereka seperti mencicipi makanan ekslusif yang terkenal akhir" ini karena kenikmatan dan harga yang terjangkau yang hanya dapat di temukan di kedai beast family yaitu olahan daging monster maupun makanan ekslusif lainnya yang belum pernah ada sebelumnya.


Itu semua serasa ada sebuah revolusi dari dunia kuliner di Indonesia.


# Pandu PoV


Saat ini terlihat Pandu tengah mengganti bajunya dengan pakaian ber-jas karena hari ini ia harus melayani tamu VIP dari Perusahaan NAMESIA PHOENIX.


Setelah berganti baju ia keluar dari ruang ganti.


"Yos sekarang tinggal tunggu orang orang dari Namesia Phoenix" ujar Pandu.


Kemudian disaat ia tengah duduk Bouli menghampirinya.


"Oi Pan itu kalung masih kau pakai aja apa gak takut ilang" tanya Bouli ketika melihat kalung kristal milik Pandu yang merupakan barang penting miliknya.


"Ya gimana ya aku aja gak sadar kalau selama ini aku masih pakai ini kalung, yaudah deh gua lepas" Kemudian Pandu melepas kalung tersebut dan meletakkanya di dalam laci mejanya.


Tak lama kemudian beberapa mobil mewah datang ke kedai Beast Family dan dari mobil tersebut keluar rombongan orang orang berpenampilan keren dan mewah.


"Fren kau yakin memesan tempat kecil kumel dan bau seperti ini untuk ketua besar kita, mereka itu orang orang terpandang seharusnya kau pesan di restoran berbintang 5 atau 6 kek malah di tempat kecil seperti ini" ucap seorang pria bermuka sangar kepada pria yang memesan tempat PIV sebelumnya.


"Boss tolong jangan menilai luarnya saja, meski ini terlihat kecil tapi kau belum lihat dalamnya seperti apa kau pasti akan terkejut nanti" ujarnya.


"Hah awas aja kalau tempat ini tidak memuaskan tetua besar dan nona muda kau tau apa yang terjadi nanti" ucapnya memberi isyarat leher gantung.


"Gleg... y-ya aku tau"


Kemudian Fren mendatangi Pandu yang sudah bersiap.


"Selamat datang di kedai beast family"


"Meow-..." suara Xiao Bai.


"Terimakasih, boss tolong tempat pesanan atas nama Namesia Phoenix"


"Baik, silahkan lewat sini tuan dan nyonya" ujar Pandu memandu mereka ke dalam kedai dimana terdapat sebuah tirai merah disana.


^Sebelumnya..


Rombongan tersebut terdiri dari 7 orang dewasa dan dua remaja seumuran dgn Pandu.


Ketika Pandu menuntun mereka kedalam suatu kejadian kecil terjadi dimana kalung yang dipakai oleh salah satu rombongan tersebut yang merupakan gadis remaja berambut hitam bercahaya namun gadis itu tak menyadarinya karena cahaya kalung tersebut bersinar sebentar ketika tengah mengelus Shino (beast rubah es).


Sama halnya dengan kalung kristal milik Pandu yg sebelumnya ia simpan dalam laci, kalung kristal tersebut ikut bercahaya.

__ADS_1


"Kyaa... mereka lucu banget, aku jadi pengen punya satu" ucapnya.


"Hey Sivani apa kalung kamu bisa mengeluarkan cahaya" tanya pemuda disamping gadis tersebut yang kebetulan ia melihat sekilas cahaya keluar dari kalung milik temannya itu. Pemuda tersebut bernama Hasta.


"Ah kau pasti berhalusinasi, kalungku ini mana mungkin bercahaya kalau tidak di dekat kalung kristal yang satu lagi" ucap Sivani menyakal kalau kalung kristal miliknya mengeluarkan cahaya.


"Hm artinya kalung kristal itu sepasang ya, lantas dimana satu nya?" tanya Hasta.


"Ada deh mau tau aja" ujarnya.


Kemudian mereka mengikuti Pandu pergi menuju ruangan VIP.


'Hem andai benar apa kata Hasta kalau kalung ini bercahaya maka itu artinya dia ada disini huh... kamu sekarang dimana Serigala Putih' batin Sivana.


# Ruang VIP - Dungeon Pribadi


Saat ini orang orang dari Namesia Phoenix tengah berada di depan sebuah tirai merah.


"Ruangan VIP ada dibalik tirai ini" ucap Pandu kemudian ia membuka tirai tersebut dan menunjukan sebuah dinding batu bata biasa bukan sebuah ruangan.


"Tunggu apa maksudnya ini tadi kau bilang dibalik tirai ini ada ruangan VIP kenapa cuma dinding bata seperti ini yang ada" ujar si pria gendut dengan nada yang lantang.


"Eek... mohon tenang tuan Iyan, memang benar ruangannya ada di balik tirai tapi itu tersembunyi" ujar Fren menenangkan atasannya.


"Mohon maaf tuan tuan sekalian biar saya tunjukan ruangan nya" Pandu langsung membuka aray penyegel yang ia pasang.


"Waw aku tak menyangka ada seorang jenius di tempat seperti ini" ucap Pria berjas hitam yang merupakan Boss besar Nemesia Phoenix.


"Kau benar sayang, meskipun tempat ini terlihat kecil, jelek dan sederhana tapi aku tidak menyangka akan menemukan hal se-luar biasa seperti ini. Kedai yang menyajikan makanan dengan bantuan para beast dan ruang VIP khusus yang dilindungi dengan sihir formasi tingkat empat, benar benar tempat yang luar biasa" ucap seorang wanita berpenampilan mewah.


"Aku anggap perkataan nyonya sebagai pujian, jadi mari kita masuk" ucap Pandu memandu mereka masuk hingga kedalam dungeon.


Setelah mereka melewati lorong mereka langsung di suguhkan dengan suasana yang begitu menenangkan dengan hamparan rumput hijau membentang luas hutan pohon pohon (hutan) yang lebat serta bunga bunga yang bermekaran.


"Wah tempat ini indah sekali aku baru pertama kali melihat tempat seindah ini" ucap Sivani yang terpukau akan keindahan tempat tersebut.


"Iya kau benar, pada hal diluar sudah malam tapi disini masih terang apa mungkin kita tengah berada di dimensi lain" ucap istri boss Namesia.


"Bisa dibilang seperti itu tapi tempat ini lebih sering kita sebut sebagai dungeon dimana monster berasal" ucap Pandu.


"Apa jadi ini kita berada di dalam dungeon, apa kau ingin membunuh kami disini" ucap Hasta yang tampak ketakutan.


"Mohon tenangkan diri anda tuan, dungeon ini sudah dijinakkan atau sudah dibawah kendali jadi aman, lihat lah disebelah sana para monster di dungeon ini hanya lah monster E-Rang dan semua sudah dijinakkan jadi tuan tuan dan nyonya sekalian tidak perlu risau akan masalah yang tidak diinginkan terjadi. Dan kami dari Beast Family selalu menjaga kerahasiaan pelanggan kami" ucap Pandu.


Setelah itu mereka dipandu menuju tempat dimana sudah tersedia meja dan kursi khusus untuk mereka.

__ADS_1


Tempat duduk yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi, meja yang terbuat dari batu giok silver menambah kesan mewah bak di sebuah istana.


"Em permisi tuan boleh kah saya tau siapa nama anda, soalnya saya rasa kita pernah bertemu di suatu tempat" ucap Sivani.


"Tentu nama saya Pan~" ucapnya terhenti ketika sebuah portal gate muncul dibelakang Pandu dan dari portal tersebut keluar silver dan para guardian golem membawa 2 naga yang akan di masak oleh Pandu.


"Oi Abu ini naga aku letakkan disini ya" ucap Silver yang langsung pergi meninggalkan tempat tersebut masuk kedalam gate.


"Hah mohon maaf atas gangguannya barusan" ucap Pandu.


Sementara mereka tengah terdiam tercengang melihat dua ekor naga tanah dan air yang muncul di depan mata mereka.


"Apa itu naga sungguhan" ujar si pria gendut dengan wajah seakan akan tengah melihat tumpukan emas.


"Tentu saja asli tuan"


"Berapa kau ingin menjual naga itu aku akan membayar berapa pun jumlahnya" ucapnya ngotot.


"Mohon maaf naga ini tidak di perjual belikan melainkan ini digunakan untuk melayani tamu di kedai Beast Family kami"


"Apa kenapa, dengan menjual naga itu kau bisa menjadi kaya kau tidak perlu susah susah berjualan di tempat jelek seperti ini lag~Eh.." ucapnya terhenti ketika sebuah tombak dan pedang teracung pada lehernya oleh para guardian golem nya.


"A-apa apa maksudnya ini..." ucap pria gendut itu yang sudah berkeringat dingin.


"Tuan Fren bukan kah aku sudah memberitahu anda untuk memberi tau aturan di kedai beast family kami kepada orang orang anda, 'siapa pun yang ingin makan akan kami layani namun siapa pun yang ingin membangkang akan kami habisi' itu motto kami, jadi apa aku perlu menjelaskan aturan di kedai kami para pelanggan sekalian" ucap Pandu.


"Ah boss tolong jangan marah! tolong tenangkan dirimu dulu atasan ku memang sifatnya seperti itu tapi dia orang baik kok bos..." Fren mencoba membujuk Pandu untuk tidak membunuh atasannya tersebut.


"Hem baiklah untuk kali ini aku maaf kan karena kau tulus memintanya tapi ingat tidak ada kesempatan kedua. Kalian kembalilah" Pandu menyuruh para guardian nya untuk kembali.


"Huff sialan beraninya dia mengancam ku awas saja kau, Boss besar lebih baik kita pergi saja dari sini kita cari restoran yang lebih baik" ucap si gendut yang sudah bisa menghela nafas lega.


"Kau pergilah saja sendiri, aku lebih ingin menikmati di tempat ini.. Hem anggur ini enak" ucap Si boss Namesia yang tengah meminum wine yg sudah disediakan.


Setelah itu Pandu mulai memasak menu makanan ekslusif berupa makanan berat yaitu kari kambing hitam lada merah, seafood asam manis dan capcay jawa.


"Wah semua nya sangat lezat aku jadi pengen terus tambah" ucap Sivani.


"Emm... kau benar ini mengingatkan ayah akan masa masa ketika ayah masih kecil dulu dimana ada orang yang sangat mahir memasak masakan seperti ini, hah aku jadi rindu akan kampung halaman kita" ucap si boss Namesia.


...


"Baiklah tuan tuan sekarang tiba saat nya menu hidangan premium kami Steak Dragon, diambil dari sumbernya langsung memberikan cita rasa alami alam liar yang buas serta menyegarkan seperti berenang dipantai kala musim panas" Pandu langsung membagikan menu utama nya berupa steak naga tanah dan air yang baru saja selesai ia masak.


"Silahkan dinikmati"

__ADS_1


"Gleg... aku sudah tidak tahan"


Mereka pun makan dengan lahap.


__ADS_2