
1 Tahun Kemudian
Saat ini Pandu sudah resmi menjadi siswa berpotensi di akademi Lion King dan ia mendapatkan hak kelulusan tunggal atau ia bisa lulus sekolah tanpa harus menghabiskan waktu 3 tahun sekolah.
Namun hal itu didasari dengan sebuah syarat yaitu Pandu harus mengikuti pertandingan/turnamen antar akademi yang hanya diadakan 4 tahun sekali. Akademi yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut antara lain Akademi Golden Bone, Akademi Sword of Justice, Akademi Angry Bull, Akademi Skybird dan Akademi Lion King.
Kelima akademi tersebut merupakan jajaran akademi bergengsi dan merupakan sekolah dengan nilai akademik dan potensi Player baru terbaik di Indonesia. Dan karena hal itu kelima akademi itu kini menyelenggarakan sebuah turnamen yang ditujukan untuk melihat potensi bakat mana yang lebih unggul dari akademi lainnya dalam turnamen antar sekolah tersebut dan setiap akademi akan mengirim minimal 15 orang siswa perwakilan terbaik mereka untuk mengikuti dalam turnamen tunggal maupun beregu.
# Ruang Tunggu Peserta
"Hoam... hah sial kalau bukan karena kepala sekolah sialan itu tidak memberikan kelulusan 1 tahun lebih cepat aku mungkin gak akan ikut turnamen ini. Apalagi syaratnya aku harus dapat peringkat 3 besar agkh..."
"Elo kenapa Pan?" tanya Alvin.
"Gak ada apa apa cuma bad mood aja, aku mau keluar bentar cari udara segar" Pandu langsung keluar dari ruang tunggu.
"Ah ya hati hati" ujarnya.
....
Pandu hanya berjalan menyusuri lorong koloseum hingga ia berjumpa dengan beberapa anak perwakilan dari akademi Angry Bull.
"Hoo bukannya itu seragam akademi lion king ya"
"Kau benar, hey kau kemari"
Para murid dari akademi Angry Bull memanggil Pandu, kemudian Pandu menghampiri mereka.
"Ada apa kalian memanggilku"
"Gak ada, kita cuman mau kau ngasih tau aja buat minta semua teman temanmu untuk menyerah dari kompetisi ini soalnya akademi kalian itu tak layak berada disini. Ya gak bro"
"Yoi, akademi lion king itu cuman namanya aja yang keren tapi murid muridnya sampah semua haha... Ya kan Ron" ucapnya memandang temannya yang bernama Roni yang saat ini tengah memandang pandu seperti melihat rival lamanya.
"Apa kau Pandu" tanya Roni.
"Hem.. ah kau kah itu Ron"
"Ya ini aku, lama tak berjumpa. Mau salam sahabat lama" ucap Roni sambil bersiap menyiapkan pukulan.
"Ya mari kita lihat apa kamu sudah mulai berkembang kuat" ujar Pandu.
Kemudian dengan sekali hembusan nafas mereka berdua sudah saling mengadu pukulan mereka.
BAANG!!
Teman teman Roni yang tak tau apa yang terjadi dengan Roni dan Pandu, tapi yang jelas mereka melihat bahwa Pandu dan Roni tengah mengadu pukulan mereka dengan sekuat tenaga.
"Hey Ron tampaknya kau banyak berlatih ya"
"Hehe tentu saja karena aku akan menjadi no 1 dan akan mengalahkanmu Pandu"
"Ooh tapi tak semudah itu ferguzo" ucap Pandu menambah kekuatan pukulannya hingga membuat Roni sedikit terdorong kebelakang.
"Mau langsung atau bertahap" tanya Pandu.
__ADS_1
"Langsung" ucap Roni yang langsung memberikan serangan kepada Pandu dengan kuat dan cepat.
Begitupun dengan Pandu ia menahan dan menyerang Roni secara bergantian hingga seorang penjaga keamanan datang.
"Hey kalian apa yang kalian lakukan berkelahi di luar arena itu dilarang, apa kalian mau di diskualifikasi dari turnamen ini" ujar si penjaga keamanan.
"Maafkan kami Pak kami hanya sedang berlatih bertukar serangan tadi" ujar Pandu dan Roni.
"Ini bukan tempat buat berlatih, kalau mau nanti di arena jangan disini. Jika nanti aku masih melihat kalian melakukan pertarungan tadi maka kalian akan di diskualifikasi ingat itu"
"Ya Pak,terima kasih"
Kemudian penjaga tadi pergi.
"Hah untung gak di diskualifikasi"
"Ya kita masih beruntung... hahaha..."
"...Hahaha.."
"Tak kusangka perkembangan mu cepat juga Ron, bagaimana kita lanjutkan di arena nanti"
"Baiklah aku terima teman lama"
...
# Kantin Koloseum
Saat ini dapat dilihat bahwa Pandu tengah asik berbincang dengan teman lamanya yang dulu sekali ia kenal saat ia masih merantau di Sumedang di usianya yang baru 7 tahun.
"Gimana kabar nenek Sumi Ron" tanya Pandu sambil makan.
"Syukurlah kalau nenek baik baik saja"
"Iya"
"Sst Ron lo kenal sama tuh anak, kok kaya deket banget" tanya temannya dengan nada pelan.
"Iya dia itu teman sekaligus mantan rival ku dulu"
"Rival mu!! Emang kalian ngerebutin apa"
"Oh bukan itu, aku dan dia itu rival bertarung tapi ya mungkin aku sedikit lebih lemah dari pada dia"
"Eh jadi dia lebih kuat dari pada lo Ron"
"Bukan lebih tapi sedikit"
"Iya deh dia sedikit banget kuat dari elo"
Kemudian disaat mereka tengah asik bersantai sambil makan Bouli datang bersama seorang gadis dengan seragam dari akademi Skybird.
"Oy Pan dicari kemana mana ternyata lo ada disini, makan gak ajak ajak lagi.. Eh bukannya mereka dari akademi Angry Bull ya, kok lo bisa bersama mereka Pan" tanya Bouli.
"Em ya kenalin ini Roni teman ku dari Sumedang dan teman temannya"
__ADS_1
"Halo... Ah bukan itu, pan lihat siapa yang aku bawa ini" ujar Bouli menunjukan gadis yang ia bawa.
Gadis itu berparas cantik dengan rambut coklat kuncir dua serta bentuk tubuh yang seksi ditambah dua buah melon mengambang yang lumayan besar.
Roni dan teman temannya tampak terpana dengan gadis tersebut tapi tidak untuk Pandu.
"Emang dia siapa Lin?" tanya Pandu.
Kemudian gadis itu mendekati Pandu dan langsung mengarahkan pukulannya yang sudah di selimuti dengan api tepat di wajah hingga membuat Pandu terlempar.
Baang!!
"Hem bisa bisanya kamu tidak mengenali ku Serigala Salju" ucap gadis tersebut memanggil julukan Pandu dari desa.
"Aagkh aduh... ternyata itu kau rubah api pantas saja tampak familiar, tapi pukulan mu tadi sangat sakit tau" ujar Pandu yang baru sadar bahwa gadis tersebut merupakan salah satu teman masa kecilnya Si Rika atau Rubah Api.
"Ee emang setiap bertemu harus bertarung ya" tanya anak anak akademi angry bull.
"Mungkin"
...
"Mm itu tadi pukulan yang sangat kuat tampaknya kau sudah lebih kuat ya Rika"
"Tentu saja karena aku terus berlatih agar bisa mengalahkanmu" ujarnya dengan wajah bangga.
"Oi oi kau ingin mengalahkan Pandu itu mustahil karena dia itu maniak latihan dan jenius di desa apa kamu yakin" tanya Bouli.
"Tentu saja karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Pandu"
"Hem sssrt.." Pandu yang masih sempet makan mie.
"Aku ingin menantangmu duel nanti di arena, jadi siapkan dirimu jangan sampai kalah"
"Hah ya ya tapi setelah dia ya, soalnya dia duluan yang menantang duel dengan ku" menunjuk kearah Roni.
"Eeh kok aku..." Roni langsung memasang wajah tegang.
"Lah kan tadi lo bilang mau nantang dia Ron buat jadi posisi pertama" ujar temannya.
'Dasar temen gak ada akhlak kenapa malah di jelas sin' batin Roni.
"Oh jadi kamu yang mau duel dengan Pandu, is oke tapi jika nanti kau bertemu denganku di arena nanti aku akan melihat seberapa layaknya dirimu untuk duel dengan Pandu"
"Ah.. tapi.."
<"DING... DIBERITAHUKAN UNTUK SEMUA SISWA PERWAKILAN AKADEMI UNTUK SEGERA BERKUMPUL DI ARENA DALAM 5 MENIT."> pengumuman.
"Yos aku pergi dulu ya dada, Ron kau yang bayar" ucap Pandu yang meninggalkan mereka.
"Aggkk... Pandu sialan kenapa dia malah pergi dulu apa dia tidak kangen bertemu teman lama nya ini" ucap Rika yang marah dengan tubuh diselimuti api membara.
"Rika tenangkan dirimu... Hehe maaf ya, kalau begitu kami permisi dulu" Bouli langsung membawa Rika pergi.
"Ron kok temen temen lo pada aneh semua"
__ADS_1
"Iya nih pada aneh tapi terlihat kuat"
"Huhf aku memang tau kalau Pandu itu aneh tapi aku gak tau kalau teman temanya juga sama sama anehnya dengannya" ujar Roni.