
"Ayah ibu ada apa dengan kalian, kenapa kalian menangis" ucap anak kecil tersebut ketika melihat orang tua nya menangis.
"Dan apa dia itu adalah kakak ku" tanya gadis tersebut.
"Ah Lily ayah dan ibu tidak kenapa napa kok cuma terharu saja. Dan lihat ini kakak kamu" ucap Ibunya dengan menghapus air matanya seolah tidak terjadi apa apa.
"Wah jadi kamu beneran kakak Lily yey Lily akhirnya punya kakak" Lily langsung memeluk Pandu dengan wajah bahagia.
Pandu terkejut karena gadis kecil itu ternyata adalah adiknya.
Pandu yang sadar bahwa adiknya ini tidak memiliki sangkut paut dengan kedua orang tua nya.
"*tersenyum. Iya aku kakak kamu, tapi boleh tidak kakak tanya siapa nama kamu adik kakak yang manis ini" ucap Pandu dengan wajah riang.
"Nama ku Lily kak, kalau nama kakak Lily siapa, Lily belum tau"
"Nama kakak Pandu, dan mulai sekarang aku adalah kakak Lily ya" ucap Pandu.
"Yey Lily sayang kakak, kakak ayo kita pulang kerumah aku mau kasih lihat boneka kesayangan ku kepada kakak"
"Maaf Lily kakak tidak bisa, untuk saat ini kakak tidak bisa kembali kerumah karena kakak punya kehidupan sendiri yang harus kakak jalani"
"Ja-jadi kakak gak mau pulang kerumah bersama Lily umm... Uwaa... Gak mau gak mau huwaaaa... Lily mau kakak ikut pulang Lily gak mau jauh dari kakak" Lily langsung menangis sambil memeluk Pandu.
"Lily, kakak gak mau tinggal dirumah bukan karena kakak tidak suka atau menjauh dari mu tapi kakak masih harus menyelesaikan semua apa yang sudah kakak mulai dan apa yang kakak tuai dari kerja keras kakak. Dan jangan khawatir kalau kakak tidak bersama Lily karena kakak akan selalu bersama Lily selamanya melindungi Lily terus, jadi jangan menangis ya sayang kakak ini" Pandu memberi pelukan hangat kepada adiknya.
"Emmm Lily gak akan nangis lagi kok kakak hehe" ucap lily yang sudah menghapus air matanya dan di ganti dengan senyum manis nya.
"Bagus, Lily anak yang hebat. Dan untuk kalian ingat apa yang aku katakan tadi jangan anggap aku anak kalian karena aku tidak akan pernah menganggap kalian sebagai orang tuaku dan hanya Lily saja yang aku terima sebagai keluarga" ucap Pandu kepada kedua orang tua nya.
"Tapi sayang ibu merindukan kamu, biarkan ibu mu ini membalas dosa yang pernah ibu perbuat"
"Aku tak peduli"
"Huh jika tak ada lagi urusan disini aku akan pergi. Oh iya Lily kakak punya sesuatu buat kamu, Shadow keluarlah" ucap Pandu mengeluarkan Shadow.
Kemudian dari bayangan Pandu keluar keluar sesosok ular hitam besar di belakangnya. Semua orang dia buat terkejut karena kemunculan Shadow tapi tidak dengan Lily ia tampak terkagum melihat tampilan Shadow.
"Waw ular kakak keren banget" ucap Lily yang langsung mendekati shadow.
"Ssstts??" shadow yang tampak bingung dengan gadis kecil di hadapannya.
"Hehe tentu saja karena ular ini adalah salah satu mahkluk paling kuat yang kakak miliki Ular Langit Malam. dan Shadow mulai sekarang aku tugaskan kamu untuk melindungi adikku ini, aku mengandalkan mu Shadow"
__ADS_1
Shadow tampak tidak senang namun ketika Lily memeluknya ia lansung berubah sikap seakan mau untuk melindungi Lily. Kemudian Shadow berubah ukuran tubuhnya menjadi kecil agar mudah bermain bersama Lily.
"Lily kakak pergi dulu ya, nanti kakak akan menemui mu lagi" ucap Pandu sambil mengelus kepala adik kecilnya.
"Kakak janji ya kalau kakak menemui lily lagi"
"Iya Janji"
"Kalau begitu aku pergi dulu, Bouli aku pinjam laptop Asu-s mu" kemudian Pandu langsung menghilang dari pandangan semua orang dengan skill teleport miliknya yang membuat mereka makin terkejut karena sihir/skill teleportasi adalah jenis kemampuan yang sangat sulit untuk dipelajari bahkan oleh seorang Mage +A Rang sekalipun.
Sementara itu setelah Pandu pergi Ibunya langsung kembali menangis karena tak sanggup lagi menahan tangis atas semua yang terjadi hari ini.
"Hiks sayang apa kita benar benar telah melakukan kesalahan yang begitu besar terhadap anak kita hingga dia membenci kita yang merupakan orang tua kandungnya hiks"
"Sudah lah sayang jangan menangis nanti Lily bisa salah paham, lebih baik sekarang kita langsung kembali pula dan istirahat. Saudaraku Buimi aku harus segera pergi, terimakasih atas bantuanmu hari ini"
"Ah iya sama sama, tapi apa kalian tidak mau singgah disini sebentar"
"Tidak usah kami masih perlu melakukan beberapa hal lagi"
"Paman saranku paman jangan pernah memata matai Pandu ya"
"Hah!! Ah baik terimakasih sarannya nak"
Sementara itu untuk melampiaskan amarahnya karena kenangan yang seharusnya ia lupakan Pandu langsung berubah menjadi Silver untuk melakukan Raid dungeon +A Rang secara Solo di area terisolasi.
Dongeon yang ia masuki adalah dungeo tipe labirin dengan 3 lantai dan masing masing lantai di jaga oleh monster monster bertipe ghoul, zombi, skeleton, lick, ghost dan dragon skeleton.
Silver menyerang semua monster monster tersebut hanya dengan sekali tebasan bilah belati es nya hingga sampai di ruangan boss labirin lantai 3 yaitu dragon skelaton.
"Huh hari ini kau akan menjadi tempat pelampiasan amarah ku jadi jangan banyak melawan ya" ucap Silver [Pandu] dengan nada berat karena marah.
Groooag...!!
Dragon Skelaton langsung menyemburkan black fire kearah Silver namun serangan tersebut berhasil ia halau dengan menciptakan sebuah dinding es raksasa.
Setelah itu ia melompat tinggi dan langsung menyerang dragon skelaton tepat di bagian sayap, kaki, ekor dan punggung nya hingga membuat dragon skelaton tersebut tak dapat bergerak untuk beberapa saat sebelum semua tulang yang Silver hancurkan meregenerasi kembali Silver langsung berjalan ke sebuah altar dungeon dan diatasnya ada sebuah kristal/inti dungeon.
Silver langsung meneteskan darahnya ke inti dungeo tersebut untuk menambah jumlah dungeon pribadi miliknya yang bertipe bencana.
[Tipe dungeon yang dimiliki Pandu
- Ring Dungeon Area( Dungeon Pribadi)
__ADS_1
▪Rang dungeon : C & +E
- Ring Dungeon Labirin (Dungeon Bencana)
▪Range dungeon : B, +B & +A ]
....
Dan disaat proses kontrak dungeon dengan Silver tiba tiba sebuah semburan api hitam melesat kearahnya.
"Guah... sial tak kusangka regenerasi mu cukup cepat juga ya"
Ternyata dragon skelaton telah berhasil kembali puluh dan bedanya ia kini memiliki dua kepala naga. Hal itu disebabkan karena ia merupakan jenis skelaton yang dapat berkembang menjadi lebih kuat dengan cara mengubah bagian tubuh lain menjadi kepala atau bagian lainnya. Kemampuan tersebut memiliki batas dan kelemahan dimana semakin ia menumbuhkan banyak kepala maka semakin kecil bagian tubuhnya dan rapuh namun memiliki kekuatan yang sangat dasyat.
Oleh karenanya kini dragon skelaton yang semula memiliki sayap kini telah kehilangan sayap nya.
Kemudian dragon skelaton tersebut melompat dan hendak menyerang Silver namun ketika serangannya hanya tinggal beberap cm dari Silver dragon skelaton berhenti bergerak karena proses kontrak dungeon telah berhasil dilakukan.
"Fiuh untung saja prosesnya sudah selesai kalau tidak sudah aku hancurkan dirimu" ucap Silver.
Kemudian ego dungeon berubah menjadi sebuah cincin namun langsung menyatu dengan salah satu cincin yang Silver kenakan. Tepatnya menyatu dengan cincin dungeon bencana.
Setelah berhasil menguasai dungeon tersebut Silver langsung keluar dari dalam dungeon, namun disaat ia keluar ia mendapati banyak sekali anggota militer, reporter dan beberapa player yang sudah mengenakan perlengkapan hunter mereka.
Begitu pun dengan mereka semua karena disaat salah satu party dari Guild Nebius akan melaksanakan penaklukkan dungeon +A-Rang tersebut langsung dikejutkan dengan keluarnya silver dari dalam dungeon tersebut apalagi ia keluar sendirian.
Kemudian salah seorang player yang merupakan pemimpin kelompok party tersebut mendatangi Silver dengan wajah kesal.
"Hey kau apa yang kamu lakukan di dungeon kami ini" bentak nya.
"Dungeon mu!! Peff... jangan bercanda ini dungeon sudah 3 kali di masuki tapi tak pernah selesai pun dan dungeonnya juga sudah berstatus bebas bebas tidak ada yang menjadi pemilik dungeon ini" ucap Silver, kemudian ia menjentikan jarinya dan seketika gate dungeon tersebut tertutup menghilang.
Mereka makin terkejut karena dungeon yang di bilang sangat sulit ditaklukkan tapi berhasil diselesaikan oleh seorang player yang tidak diketahui identitasnya seorang diri.
"Aa-apa... Apa yang terjadi, kenapa gate dungeonya tertutup" ucap pemimpin kelompok party tersebut.
"Peff hahah kau ini bodoh atau memang tidak tau jelas jelas dongeonnya sudah aku selesaikan yang otomatis dungeonnya menghilangnlah" ujar Silver.
"Apa! tapi kau hanya sendiri bagaimana kamu bisa menaklukkan dungeon ini sendiri"
"Itu rahasia dapur, kau itu cuma orang asing" ujar Silver.
'Mm tak mungkin dia bisa melakukannya sendiri mungkinkah dia memiliki item tingkat tinggi' pikir pemimpin kelompok party.
__ADS_1