
"Kakak hentikan..." Lily berteriak meminta Kakaknya untuk berhenti.
"Lily... Agk diam kau bocah kecil... Lily cepat pergi..." ucap Pandu yang masih setengah tersadar namun karena mode berseker lebih mendominan apalagi tikus yang tadi masih belum benar benar mati Pandu tak akan kembali ke wujut normal.
Karena adanya campur tangan dengan kesadaran Pandu gunung kecil tadi langsung lenyap.
Kemudian
"Pandu lihat gua bawain banyak makanan"
"Pan lihat ini gua punya banyak video Omero lin" ucap Bouli.
[Kaya Sejenis film +18 lah ceritanya]
"Ngapain nunjukin hal mesum seperti itu bodoh"
"Pandu lihat ini ada diskon di supermarket hari ini" ucap teman teman Pandu menunjukan selebaran brosur disko-an yang Serlina temukan.
Pandu yang melihat nya langsung berlari kearah mereka yang masih dalam mode Berserker. Karena takut kalau Pandu akan menyerang mereka mereka langsung menutup mata.
"Ah sial beneran aku lupa kalau hari ini ada diskonan di supermarket, tinggal 1 setengah jam lagi" ucap Pandu yang sudah kembali normal.
"Eeh... Eeeh..."
Semua orang dibuat terkejut karena Pandu dapat kembali normal cuman gara gara selembaran diskon-an akhir bulan dari supermarket daripada para guru dan master kultivator yang dibilang kuat tapi tidak ada apa apanya dihadapan Pandu tadi.
"Hahaha... sial ternyata kita kalah dengan brosur diskonan akhir bulan"
"Yah mau gimana lagi, aku rasa turnamen tahun ini akan ditiadakan"
"Ya aku setuju, lagipula tampaknya semua murid akan menyerah setelah melihat monster dari akademi mu Dekan Felix"
"Hehe ya aku pun juga akan menyerah jika harus melawannya" ujar Felix.
"Master apa anda baik baik saja"
"Ya aku baik baik saja hanya saja aku seperti baru saja bertemu sesosok Gred master sesungguhnya" ucap Master sambil melihat Pandu dengan pandangan tinggi atau menganggap dia lebih berada di atasnya.
....
Setelah diumumkan bahwa turnamen antar akademi dibatalkan kerena hal yang tidak diinginkan terjadi baru saja maka peringkat akademi terbaik dan terkuat akan tetap sama dan tidak akan berubah dari posisi sebelumnya.
Sementara itu Pandu tampak senang karena pertandingannya lebih cepat selesai dari yang ia duga.
"Yes pertandingannya selesai sekarang waktunya belanja..." Pandu langsung berlari keluar dari koloseum.
"Eeh Pan tungg~hah anak itu kalau sudah masalah seperti itu gas langsung tanpa mikir yang lain. Tapi aku bertanya tanya nih dari tadi kok bisa itu anak akademi Sword of Justice bisa tau kelemahan Pandu padahal hanya kita kita saja yang tau?" ucap Rehan penasaran.
"Iya juga ya, pasti ada yang membocorkan rahasia ini" ujar Serlina yang tampak marah.
Sementara itu Bouli diam diam mulai mundur dan hendak melarikan diri secara diam diam.
"Aku harus pergi dari sini sekarang sebelum nyawaku yang jadi bayarannya" Bouli mengendap ngendap namun tiba tiba ada tangan yang menghentikannya.
"Mau lari kemana kau Babi bulat" ucap Rika dengan senyuman membunuh.
"Gleg..."*menelan ludah.
"Aanu... aku.. aku mau ke toilet ya aku mau ketoilet" ucap Bouli yang tengah gemetar ketakutan.
"Oh mau ketoilet ya, tapi kan toiletnya ada disana" Rika menunjuk arah lain.
"Ah iya hehe"
__ADS_1
"Jawab dengan jujur apa kau yang memberi tahu tentang rahasia Pandu itu atau kau akan tau akibatnya" ucap Rika dengan aura yang penuh ancaman belum lagi dengan mereka semua yang juga memancarkan aura pembunuh kepada Bouli.
"Tida-*Bang..." saat ia ingin bilang tidak Rika sudah lebih cepat melancarkan pukulannya tepat diwajah Bouli.
"Jangan bohong jawab dengan jujur babi gemuk"
"Hiks... i-iya aku tida-*Bang..." sekali lagi Bouli menerima pukulan tepat diwajahnya.
"Hiks.. kenapa kau memukul ku"
"Aku cuma mau kau jawab Ya atau Benar, selain itu akan aku hajar kau"
"Apa dimana keadilan mu"
"Hey hidup ini memang tidak adil jadi biasakan dirimu"
Kemudian disaat Bouli tengah di interogasi oleh mereka semua tiba tiba Pandu bali lagi.
Zzctt...
"Eh Pan kok lo balik lagi"
"Iya nih ada sesuatu yang ketinggalan" ucap nya, kemudian ia mendekati ke arah tempat duduk yang saat ini Lily berada.
"Lily ayo ikut kakak beli cemilan, dan buat kalian kalian bisa pulang Lily aman bersama ku"
"Yey ikut kakak..." Lily tampak senang.
"Baik Tuan Muda" ucap para penjaga Lily yang langsung pergi.
"Semua aku dan Lily pergi dulu ya, keburu habis waktunya"
"Pandu aku ikut" Serlina langsung merangkul tangan Pandu.
"Biarin wle😜..."
"Ah Pan aku juga ikut"
Alhasil semuanya ikut Pandu pergi ke supermarket untuk belanja. Sementara Bouli di suruh untuk membereskan semua kekacauan yang terjadi tadi.
"Hah entah mengapa hidup ku selalu sial terus setiap
ketemu Pandu" ujarnya sambil meratapi nasib.
....
# Supermarket JariMak
Saat ini di supermarket tengah diadakan diskon besar besaran untuk semua produk yang ada.
Karena diskonan tersebut kini supermarket tersebut tampak ramai dibanjiri oleh emak emak yang suka cari harga murah.
"Ini punya ku, aku yang lihat duluan..."
"Gak ini punya ku aku yang ambil duluan..."
Bahkan ada emak emak yang rebutan sebiji barang meskipun barang itu masih ada stok nya.
Sementara itu Pandu tak mau kalah ia dan teman temannya juga ikut berebut barang dengan cara membagi kelompok ada yang bertugas di bagian perabotan rumah tangga, ada yang di bagian sembako (Beras, minyak, gula, dll), dan ada yang bertugas mengamankan meja kasir agar gak di dahului emak emak.
...
1 Jam Kemudian
__ADS_1
Satu jam sudah berlalu dan hanya tersisa 15 menit sebelum event diskon tersebut berakhir.
Pandu yang bertugas mengamankan meja kasir senantiasa menunggu teman temannya dan Lily yang berbelanja.
Tak lama kemudian mereka kembali dengan membawa se-trolli penuh menggunung belanjaan. Total semua ada 6 Trolli belanja.
Para petugas swalayan dan emak emak yang belanja dibuat tercengang dengan banyaknya barang yang di ambil.
"Akhirnya kali datang juga, apa kalian sudah mengambil apa yang mau kalian beli"
"Sudah"
"Kalau gitu Kak tolong ya semuanya ditotal" pinta Pandu ke penjaga kasir.
"Aaah iya mas.." kemudian si penjaga kasir langsung menjalankan tugasnya dengan cepat ia menscan kode produk.
Namun baru setengah keranjang kak kasir sudah mulai kelelahan.
"Hah ini terlalu banyak aku gak kuat" ucapnya yang sudah tak sanggup mengurus belanjaan mereka.
"Hm yaudah kak kalau begitu biar aku bantu kakak cuma ngurus penotal lan harganya, gimana mau gak"
"Ah boleh lah kalau itu..."
"Bagus" Kemudian Pandu menciptakan dua kloning dirinya yang bertugas untuk membungkus semua barang barang dalam wadah.
Beberapa saat kemudian.
Hanya dalam waktu 30 menit Pandu dapat menyelesaikan semuanya.
Setelah selesai berbelanja mereka menyempatkan diri untuk makan di kafe terdekat.
"Pan, sebenarnya mau kau apakan semua barang tadi?" tanya Yuha.
"Sebenarnya aku berencana untuk membuka warung makan"
"Hah!!"
"Kau ingin berjualan, terus chanel youcube mu gimana?"
"Oh itu akan tetap aktif, aku juga berniat membuat chanel khusus buat warung ku nanti"
"Ooh, tapi emang kamu sudah ada tempatnya"
"Sudah, aku udah membeli sebuah kios milik pak Samsudin yang ada di depan taman itu"
"Pak Samsudin, tapi mengapa ia menjual kiosnya"
"Katanya buat biaya nikahnya besok lusa"
"Gila dia kan udah punya dua istri masih mau tambah lagi"
"Iya, apalagi istrinya kan mantan janda anak dua semua"
"Jangan tanya aku, aku tanya siapa nanti"
"Kakak janda itu apa" tanya Lily yang langsung membuat mereka terdiam.
"Eeh kalau soal itu mending nanti Lily tanya ibu, kakak gak bisa jelasin" ucap Pandu.
"Baik, tapi Lily suka kalau nanti kakak buat restoran berarti Lily boleh main sama kakak terus kan"
"Iya"
__ADS_1