
# Rumah Kardus
Hari ini seperti yang kita tahu bahwasanya di rumah Pandu telah kedatangan tiga tamu gadis yaitu Serena, Sabrina dan Memei.
Selama sehari mereka tinggal di rumah Pandu mereka sudah banyak menyebabkan banyak masalah mulai dari dapur yang terbakar, masakan yang gosong rasanya juga amburadul serta mereka terlalu sering bermalas malasan terutama Serena. Dan mereka selalu saja memjahili para pets Pandu.
...
Saat ini terlihat Pandu tengah menyiapkan sarapan untuk ketiga gadis yang tidak becus dalam pekerjaan rumah kecuali Memei karena pada dasarnya ia adalah seorang pelayan.
"Serena, Sabrina waktunya sarapan... Hah kok rasanya aku kayak malah jadi ayah mereka ya! Ya mau bagaimana lagi kehidupan mereka terlalu mewah apa apa selalu ada" ujar Pandu.
Setelah itu mereka sarapan bersama setelah nya mereka bersiap berangkat sekolah.
Oh ya karena serena dan sabrina tinggal bersama Pandu otomatis sekolah mereka juga ikut pindah ke sekolah yang di dirikan oleh paman mereka Felix dan untungnya kelas mereka beda karena Pandu ikut jurusan Blacksmith dan Alkemis.
....
# Sepulang Sekolah
Setelah pulang sekolah Pandu, Yuha, Rehan, Serena, Sabrina dan Memei pergi mampir ke Panti Asuhan kenangan.
Disana mereka melihat ada beberapa anak anak yang ikut berlatih bersama Hasan.
"Wah kak Pandu datang yey..."
Anak anak itu langsung berlarian mengerumuni Pandu.
"Apa kalian sehat ada yang sakit" tanya Pandu.
"Tidak ada"
"Kak aku mau tanya bagaimana rasanya sekolah?" ucap Keysia gadis kecil berusia 7 tahun.
"Iya kak aku juga ingin tau"
"Jadi kalian ingin tau, maka kalian harus merasakannya sendiri bagaimana rasanya sekolah"
"Merasakannya sendiri??... Ah mungkin kah" ucap Erin yang mendengar pernyataan Pandu.
"Ya, aku berencana akan memberi beasiswa kepada mereka dan kamu juga untuk bersekolah"
"Benar kah itu kak kita akan sekolah"
"Iya bener kakak gak akan bohong, jadi nanti kalian ikut kak Erin dan Rehan beli perlengkapan buat sekolah kalian ya"
"Yey sekolah kita sekolah yey..."
"Pandu hiks te-terimaksih banyak..." ucap Erin yang ingin memeluk Pandu, namun Pandu langsung menghindar.
"Ehh jangan asal peluk dong, peluk tuh si karung beras" menunjuk Rehan.
"Kalau bukan karena dia gua gak tau mau apa" lanjut Pandu, yang ingin membuat hubungan Rehan dan Erin lebih dekat.
"Oh ya kak Pandu siapa mereka bertiga itu" menunjuk kearah Serena, Sabrina dan Memei.
"Oh mereka, perkenalkan semuanya ini namanya kak Serena, dan ini kak Sabrina dan yang ini emm kalau dipanggil kak gak enak rasanya, jadi panggil aja Memei ya" ujar Pandu yang entah mengapa jika itu menyangkut hal yang berhubungan dengan Memei Pandu tampak malas gitu.
__ADS_1
"Hey apa maksudnya gak enak dipanggil kak" bentak Memei yang cemberut.
"Halo adek adek semua perkenalkan nama kakak Sabrina, salam kenal ya semua" Sabrina tampaknya adalah gadis yang mudah bergaul dengan semua orang.
Dan untuk Serena ia masih berperilaku kekanak kanakan.
"Nak Pandu terimakasih atas apa yang sudah kamu lakukan untuk panti asuhan ini selama ini dari merenovasi bangunan, memasakan untuk anak anak dan sekarang kamu menyekolahkan mereka. Entah bagaimana cara nya ibu harus membayar hutang budi mu" ucap Ibu Panti.
"Ah tidak usah dipikirkan, yang saya minta hanyalah agar mereka bisa tumbuh dengan baik dibawah pengasuhan anda. Karena mereka ini adalah benih penerus bangsa kita suatu hari nanti" ujar Pandu.
"Ya kau bener dan entah mengapa ibu merasa bahwa ucapan kamu tadi sangat dewasa seakan kamu sudah pernah mengalami hal serupa" ucap Ibu Panti.
"Ya terkadang kita sebagai manusia harus berpikiran lebih maju untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan"
....
Kemudian setelah urusan tentang anak anak pantin yang akan bersekolah dengan bantuan Rehan, Yuha dan Erin yang membelikan kebutuhan sekolah mereka dengan uang yang sudah Pandu berikan, kini Pandu berniat pergi kesuatu tempat untuk menemui adik satu satunya Lily.
Kemudian Pandu mengunakan skill teleports tepat dimana Shadow berada karena Shadow selama ini selalu berada di dekan Lily.
# Kediaman Orang Tua Pandu
Saat ini di sebuah rumah bak istana megah di halaman rumahnya terlihat ada seorang gadis kecil yang tengah bermain bola bersama seekor ular hitam besar ditemani para penjaga profesional.
Oh iya satu hal lagi, fakta menarik dari orang tua Pandu. Ayah Pandu merupakan salah satu dari 12 Player tingkat Nasional yang sudah diakui oleh dunia dan ia merupakan pendiri dari guild Phoenix. Dan untuk ibu nya ia merupakan sesosok penyihir sains terhebat dalam sejarah karena ia berhasil menciptakan dan menemukan beberapa sihir kuno dari dungeon serta ia juga telah berhasil mengungkap beberapa kejadian peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Jadi dapat dipastikan bahwa sebenarnya Pandu itu anak dari seorang sultan yang amat kaya raya dan terkenal di seluruh dunia.
...
Saat ini disaat Lily tengah sibuk bermain kejar kejaran dengan Shadow, namun tiba tiba Shadow berhenti mengejar Lily dan ia tampak menunjukan sikap yang aneh.
"Shadow ada apa?" tanya Lily.
"Sssaats..." Shadow tampak ingin memberitahu sesuatu terhadap Lily bahwa di depan mereka akan muncul sesuatu.
Dan benar saja sebuah lingkaran sihir muncul dan dari lingkaran sihir itu muncul sesosok remaja berambut hitam dengan menggendong sebuah alat musik dipetik.
Namun karena kemunculan yang tiba tiba kini semua penjaga dan hunter mengelilinginya dengan senjata.
"Nona Lily tolong mundur, ini sangat berbahaya"
"Tapi-"
"Nona Lily tolong diam biar kami yang mengatasi orang ini"
Sementara itu orang yang muncul tadi nampak melamun.
"What gua gak salah teleport kan, kok gua bisa ada di tempat bak istana seperti ini dan banyak orang yang membawa senjata lagi"
"Siapa kamu! Apa tujuan kau kesini!" ujar salah satu penjaga.
"Ah anu itu saya mau... Ah Lily" ujar Pandu ketika melihat adiknya dibelakang para penjaga itu.
"Sudah ku duga kau pasti ingin menculik nona Lily"
"Pak Kesen hentika" ucap Lily.
__ADS_1
"Nona Lily harap diam dibelakang dia berniat untuk menculik anda" ujarnya mendorong Lily hingga terjatuh.
"Aduh.. Sakit.." ucap Lily.
"Nona Lily maaf kan saya-" ujarnya tapi tiba tiba mereka semua langsung merasakan seperti sebuah tekanan atmosfir seakan berubah.
Dan ternyata tekanan tersebut berasal dari Pandu yang tampak marah melihat adiknya yang tersakiti tepat di depan matanya.
"KAU, Berani kau menyakiti adikku.." ucap Pandu yang dalam seketika telah berada di hadapan penjaga tadi dan langsung mencekik lehernya.
"Kau sudah membuat Lily sakit maka kau harus menerima akibatnya" Pandu langsung melempar penjaga tersebut ke samping hingga menabrak sebuah pohon hingga tumbang.
Melihat penjaga tadi yang memiliki tubuh 3× lebih besar dari pada Pandu dan dilempar dengan begitu mudah membuat nyali para penjaga dan hunter sedikit menciut/takut akan kekuatan Pandu.
"Apa kalian juga mau merasakannya" ujar Pandu melirik mereka dengan mata yang menakutkan.
"Kakak hentikan Lily tidak kenapa napa kok" ujar Lily menenangkan Pandu dengan wajah menggemaskan.
"Aah iya maaf, soalnya tadi kakak lihat Lily jatuh didorong oleh anjing tadi jadi gak sengaja kelempar deh" ujar Pandu.
Sementara itu pelayan, penjaga dan para hunter terkejut ternyata pemuda itu merupakan kakak Lily yang artinya dia itu anak dari boss mereka.
"Gyaaa.. ternyata dia anak boss yang sudah ditemukan oleh Boss"
"Tamatlah kita karena sudah menyerang anak boss"
Kemudian dari dalam rumah keluar nyonya besar yang tak lain adalah ibu Pandu bersama dengan para pelayannya.
Nama ibu Pandu adalah Karmila Sistar Phoenix. Ia juga dikenal sebagai seorang penyihir terhebat sepanjang sejarah karena ia berhasil menguat sebuah sihir yang tersimpan dalam sebuah prasasti kuno yang pernah ditemukan dari reruntuhan peradaban jaman dulu. Bahkan ia digadang gadang merupakan seorang jenius dalam sihir dan ia juga merupakan pencipta dari alat pengukur mana/kekuatan sihir yang dimiliki oleh guild guild.
"Pandu kau kah itu anak ku" ucap Karimila.
"Ya ini aku, aku kesini cuma ingin bertemu dengan adikku dan mengajaknya pergi keluar... Hmp hah, ehem jadi i-i ibu bolehkah aku mengajak adikku pergi" ucap Pandu yang sebenarnya ia masih tidak ingin menerima kenyataan bahwa Karmila itu adalah ibunya mengingat akan masa masa hidupnya dulu, namun ia tetap mencoba untuk menerima kenyataan bahwa ia masih benar benar memiliki seorang ibu.
Karmila yang mendengar Pandu memanggilnya 'Ibu' untuk pertamakali membuat ia sangat senang meski hanya ungkapan kecil.
"Ya ibu mengijinkan mu membawa adik mu pergi sayang tapi ingat Lily harus pulang tepat waktu" ucap Karmila.
"Tapi nyonya bagimana jika terjadi sesuatu pada nona lily" bisik salah satu pelayan kepercayaannya.
"Itu tidak mungk8n terjadi karena dia adalah sesosok kakak yang baik dan dia itu adalah anak kandungku" jawab Karmila.
"Baiklah kalau begitu kami per-tunggu dulu" ucap Pandu ketika ia jendak mengaktifkan sihir teleport ia tampak merasakan kehadiran jahat di lingkungan rumah orang tua nya.
"Sepertinya ada yang gak beres ini" kemudian Pandu menggunakan mata rubah langit dan ia mendapati ada sekelompok orang yang bersembunyi di balik semak semak diluar area rumah.
"Lily tunggu sini ya"
"Kakak mau kemana"
"Kakak mau menangkap kecoak dulu ya" Kemudian dalam sekejab Pandu menghilang dan dari jauh semua orang mendengar suara jeritan.
"Aaghkk... Ampun..."
Mendengar suara jeritan itu sebagian penjaga langsung menghampiri sumber suara tadi dan mereka dikejutkan ternyata ada beberapa pembunuh bayaran yang bersembunyi dan semuanya sudah ditangani oleh Pandu.
"A-apa yang terjadi disini?" ujar penjaga melihat para pembunuh bayaran yang sudah dalam keadaan mengenaskan dimana tangan, jari, kaki semua telah terlepas dari tubuh mereka namun mereka tetap masih hidup.
__ADS_1
"Ah kalian datang juga, aku minta kalian urus orang orang ini dan ini data apa yang mereka berikan saat aku interogasi tadi" ucap Pandu memberikan seb7ah catatan berisikan semua informasi tentang siapa dan apa motif penyewa mereka.
Setelah itu Pandu langsung mengajak Lily dan Shadow pergi kepanti asuhan untuk memperkenalkan Lily dengan anak anak disana. Karena Pandu tau bahwa adiknya itu tidak punya banyak teman jadi ia berpikir untuk mengajaknya.