
Hari ini seperti yang kita tahu di Panti Asuhan Kenangan telah kedatangan keluarga lama mereka yaitu kultivator muda Lin Hasan.
Erin dan Ibu Panti tampak bahagia atas kembalinya Hasan setelah 7 tahun pergi meninggalkan Panti asuhan karena ia diangkat oleh salah satu tetua dari sekte gunung suci.
Namun karena statusnya yang merupakan seorang kultivator Hasan tidak berani mengatakan kebenaran tersebut kepada Erin maupun ibu panti.
# Di Ruang Makan
Saat ini adalah jam makan siang dimana makanan kali ini dimasakan oleh Pandu sendiri jadi anak anak yang sudah tau rasa masakan Pandu tampak antusias.
"Semuanya waktunya makan"
"Yey makan buatan kakak..." anak anak tampak riang sembari mengantri mendapatkan jatah makan mereka.
"Uwek kak kok ini asin banget" ucap Toto menunjukan telur yang terlihat ada butiran garam yang masih utuh.
"Ah itu pasti telur buatan Kak Rehan"
"Masak sih asin padahal aku cuma ngasih satu sendok garam loh"
"Cuma kok 1 sendok pantes asin"
"Wah kak Rehan gak pandai masak ya hu hu..."Rehan pun jadi bualan anak anak.
"Wkwkwk... uhuk uhuk, sudah sudah sini kakak ganti telurnya..."
....
Setelah semua anak mendapat jatah makan mereka masing masing.
"Anak anak sebelum makan biasakan baca doa dulu ya" ucap Erin.
"Selamat makan~" Semua anak anak langsung makan dengan lahap namun kerika Pandu hendak makan ia melihat Hasan yang tidak mengambil makanan nya.
"Hasan kenapa kamu tidak makan, Re ambilin makan buat Hasan"
"Oke"
"Ah kak tidak usah, aku cuma bikin repot saja disini"
"Mm apa maksudmu kau ini kan masih keluarga di panti asuhan ini, jadi jangan sungkan sungkan lah"
"Iya Hasan kamu kan masih adik kak kan, dan panti ini juga rumah kamu" ucap Erin menasehati Hasan.
"Oh ya Hasan tolong ulur tangan mu" pinta Pandu.
Hasan pun mengulurkan tangannya dan kemudian Pandu memegang tangan Hasan. Pandu langsung mengalirkan sedikit energi Qi miliknya ketangan hasan sontak Hasan langsung menarik tangannya.
"Aaaw sakit, kak apa yang kau lakukan aduh..." Hasan yang merasakan tangannya seperti tersetrum ketika tangannya dipegang Pandu.
"Santai saja aku cuma mengetes kamu saja kok"
"Mengetes apa maksudnya Pan" tanya Rehan.
__ADS_1
"Aku tadi mengetes apa dia benar benar seorang kultivator atau cuma Player dan ternyata kamu seorang kultivator ya Hasan" ucap Pandu yang membuat mereka terkejut karena baru tahu kalau Hasan adalah seorang Kultivator yang dianggap orang paling kuat di dunia.
"Kak Pandu bagaimana kamu bisa tau kalau aku ini seorang kultivator" tanya Hasan.
"Ya kan aku juga seorang kultivator tapi bedanya aku juga seorang player yang mengalami kebangkitan. Jadi aku tau kalau kau itu seorang kultivator sebab tadi aku sempat merasakan Qi saat kau memukul Rehan"
"Tunggu dulu, Pan jadi lo juga seorang kultivator kenapa lo gak pernah ngasih tau aku sama yuha kalu lo itu seorang kultivator" Ucap Rehan.
"Matamu gak pernah ngasih tau, dulu gua udah pernah ngasih tau lo sama Yuha tapi kalian gak percaya"
"Eeg ya maaf aku kira waktu itu kamu cuma main main ternyata bener hehe"
"Huh jadi Hasan kamu saat ini telah bergabung dengan sekte mana?"
"Sekarang aku bergabung dengan sekte gunung suci dan sekarang aku tengah menjalan kan misi pelatihan yang diadakan setiap 5 tahun dimana semua murid generasi baru akan menuruni gunung untuk mempelajari caranya hidup dan berlatih secara mandiri selama satu setengah tahun. Dan semua murid diharuskan mencapai Rana Pembentukan Roh akhir atau Rana Pembentukan Qi..."
"... Namun karena banyak murid dari keluarga kaya jadi mereka dapat dengan mudah mendapatkan sumberdaya untuk meningkatkan basis kultivasi mereka sedangkan aku tidak tau harus berbuat apa" lanjutnya.
"Ooh begitu rupanya, halah cuma masalah sumberdaya buat kultivasi kan gampang nanti aku bantu"
"Benarkah itu kak"
"Tentu saja, namun ada syaratnya yaitu kamu harus menjadi murid ku dan mendengar apa yang aku perintahkan"
"Baik kak aku mau menjadi muridmu, murid Lin Hasan memberihormat kepada Master"
"Eem baguslah, ini gunakan dengan baik dan ingin setiap hari kamu harus ikut dalam latihan yang aku buat bersama murid yang lain" memberikan kantung penyimpanan berisikan beberapa tanaman spiritual dan pill.
"Murid lain!! Jadi bukan aku ya yang pertama"
Hasan yang melihat raut wajah mereka langsung menelan ludah.
z.
"Egleg ba-baik master"
.....
# Biro Pelelangan Jaya
Setelah selesai dengan urusannya di panti asuhan kenangan Pandu langsung pergi ke gedung Biro Pelelangan karena Satriya memanggilnya entah ada alasan apa dia memanggil Pandu.
Sesampainya Pandu di sana ia langsung menerima banyak perhatian dari orang orang. Ya mau gak diperhatikan gimana soalnya Pandu datang ke biro pelelangan hanya mengenakan pakaian biasa dan sendal jepit swallow yang membuat ia dipandang rendah oleh orang orang.
Namun berbeda dengan para karyawan Biro yang mengenal siapa Pandu itu sebenarnya. Kemudian Tiger datang menghampirinya.
"Haha akhirnya kamu datang juga nak Pandu, sudah lama kita tak bertemu" ucap Tiger yang langsung memukul punggung Pandu.
"Aduh sakit paman, jadi ada urusan apa sampai harus memanggilku kesini?"
"Oh kalau soal itu lebih baik kau langsung lihat saja sendiri"
Kemudian mereka pergi menuju ruangan Satriya. Namun ketika ia masuk ruangan itu Serena yang sudah ada di dalam langsung berlari memeluk Pandu.
__ADS_1
"Pandu... Aku merindukan mu tau, kita sudah lama gak ketemu apa kamu gak inget sama aku lagi"
"Iya iya maaf tapi bisa lepasin pelukannya gak sesak nih" ucap Pandu, padahal ia tengah merasa senang ketika dua gunung Serena mengenai tubuhnya meski masih dalam tahap pertumbuhan.
"Pandu sudah lama ya kita tidak ketemu" ucap Sabrina dengan wajah berseri + senyuman manis yang mendinginkan hati.
"Iya sudah lama dan itu nenek lampir juga masih ngikut ya" ucap Pandu mengejek pelayan Sabrina.
"Hey siapa yang kau sebut nenek lampir" ucap Memei yang marah.
"Hahaha..."
"Jadi paman Satriya hal apa yang membuat mu memanggil ku" tanya Pandu.
"Soal itu, ini aku ingin memberikan kamu sesuatu yang sangat berharga kepadamu karena selama ini kamu sudah sering membantu ku dan ada satu hal lagi yang ingin aku minta tolong padamu"
"Oh oke"
Kemudian Satriya membuka kotak yang ingin ia berikan kepada Pandu, didalam kotak tersebut ternyata berisikan sebutir Pill.
"Ini adalah Pill dari seorang teman kultivator kuat, katanya pill ini dapat meningkatkan kekuatan dalam tubuh seseorang" jelas Satriya.
Kemudian Pandu mendekat melihat Pill tersebut dan ia pun terkejut akan pill tersebut.
"Pill ini... Paman apa kamu tau jenis pill apa ini" tanya Pandu.
"Tau ini Pill peningkat kekuatan kan"
"Ah sepertinya kamu telah ditipu, ini sebenarnya Pill Benih Iblis yang mana siapa pun yang mengkonsumsinya maka kekuatannya akan meningkat namun bayaran yang ia tanggung ialah tubuhnya akan menjadi tempat berkembangnya inang iblis yang terdapat di dalam pill ini" ucap Pandu menjelaskan, kemudian Pandu mengambil pill tersebut dan langsung menghancurkannya.
Kemudian mereka terkejut ternyata ketika pill itu dihancurkan ada sesuatu yang berbentuk seperti bayi bertanduk dengan warna hitam pekat.
"Ini.. Ini bayi iblis"
"Kyaa.. ayah aku takut..."
"Waw baru pertama kali aku melihat iblis asli sedekat ini meski hanya berbentuk bayi"
"Gimana paman apa kamu sudah percaya, dan aku mau tanya apa ada seseorang yang sudah memakan pill ini sebelumnya? dan siapa praktisi yang memberikan pill ini" tanya Pandu.
"Kalau soal orang yang memakan pill itu yang aku tau hanya seorang player B-Rang, namun ia sudah mati saat melakukan raid dungeon. Dan soal teman praktisi yang memberikan pill ini aku kurang tau soalnya dia bilang dia itu cuma kultivator pengelana saja"
'Hemm tampaknya dunia kultivator sudah mulai pelahan lahan menunjukan diri kedunia ini, kalau begitu biar si putih (jiwa Pandu) yang mengurus masalah para kultivator iblis ini' pikir Pandu.
"Baiklah paman karena kamu tidak tau tidak apa apa, Rui datang lah" Pandu langsung memanggil Rui.
"Ppiiyyy..."
"Ah Rui sudah lama kita tidak bertemu ya" ucap Serena yang langsung memeluk Rui.
"Apa itu burung jade giok hijau yang sering dibicarakan oleh para keluarga besar" ucap Satriya yang baru pertama kali bertemu Rui.
"Ya seperti itulah, karena orang orang itu membuat aku lelah mengurusi para penguntit penguntit itu. Rui makan benih iblis ini" Pandu memberikan benih iblis itu ke rui.
__ADS_1
"Tunggu, kenapa kau ingin memberikan benih iblis itu pada burung jade giok hijau itu"
"Ya karena ini sangat baik buat vitalitas rui, karena ia dapat menyuling benih iblis ini menjadi energi murni"