Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 5. Tetap Santuy


__ADS_3

Setelah perdebatan antara Pandu dan Bu Eni selesai kini Serena dan Pandu mulai menyantap makanan yang mereka pesan.


Mereka berdua tampak menikmati makanan buatan bu Eni terutama Serena yang memiliki nafsu makan yang tinggi, pasalnya dia sudah menghabiskan dua porsi makanan dan sekarang ia tengah makan porsi yang ketiga.


Sementara Pandu yang melihat gadis di sampingnya merasa keheranan apalagi dengan penampilannya yang sangat anggun cantik mengenakan pakaian biasa namun bermerek sudah jelas bahwa Serena itu anak orang kaya dan kebiasaan orang kaya itu pasti hidup glamor makan makanan kelas atas dengan harga jutaan meskipun hanya untuk sekali suap. Tapi ini beda njir, gadis di samping gua ini cuma makan nasi + ayam + oseng jamur + telur dadar balado + rempeyek kacang udah sangat kegirangan apalagi ia sudah makan lebih dari 2 porsi.


Memang seperti pepatah "Jangan nilai orang dari luarnya" dan itu sama persis dengan nya diluar tampak anggun dan cantik sementara dalamnya seperti tong yang dapat menampung seluruh makanan yang iya makan.


Pandu terus melihat Serena yang tengah asik makan hingga ia melihat ada nasi yang menempel di pipinya.


"Serena sebentar ada nasi dipipimu" Pandu langsung mengambil nasi yang menempel di pipi Serena dan langsung memakannya takut mubazir kalau dibuang.


Sementara Wajah Serena tampak kembali memerah ketika Pandu membersihkan nasi di pipinya dan memakan nasi tersebut.


'Apa itu tadi merupakan ciuman tidak langsung dan kenapa hatiku terus berdebar debar ketika aku bersama dengannya' pikir Serena sambil memegang dada kirinya yang berdebar debar.


Setelah itu mereka melanjutkan makannya. Sedangkan bu Eni yang sedari tadi melihat tingkah laku Pandu dan Serena tampak senang melihat pasangan muda tersebut.


'Anak ini sudah mulai dewasa' ucap bu Eni dalam batin ketika melihat Pandu yang mulai beranjak dewasa.


Hingga di saat mereka tengah asik makan tiba tiba sekumpulan preman datang mengacau di warteg bu Eni dengan sombongnya.


"Brak.." kursi yang ditendang.


"Bu Eni cepat siap kan makanan buat kita"


"Dan kalian semua cepat keluar dari warung ini sekarang juga atau-" ucap pemimpin preman tersebut secara semena mena namun perkataannya terhenti ketika ada seorang yang menyelanya.


"Atau apa hah" ucap Pandu yang langsung berdiri dan berjalan menghampiri preman preman tadi.


"Yoyo bukankah ini si bocah pengamen lusuh apa pelajaran kemarin kurang bocah" ujar salah seorang preman lainnya.


"Haha apa kau kesini untuk minta dihaj-guah..." Sebelum menyelesaikan ucapannya sebuah pukulan menghantam wajahnya hingga ia terpental keluar warung hingga kejalanan.


Semua orang tercengang dengan kejadian tersebut pasalnya orang yang menghajar preman tersebut adalah Pandu dan hanya sekali serangan iya dapat melemparkan preman tersebut yang memiliki tubuh lebih besar darinya sejauh itu.


"Wah lihat bukankah itu Pandu"


"Iya itu benar, aku tidak menyangka dia begitu hebat dan berani menghajar Emo"

__ADS_1


"Iya, entah mengapa aku merasa senang ketika Emo dihajar olehnya tapi aku juga ikut khawatir apabila Emo mengadu ke kakaknya Kelmo"


"Benar juga, aku dengar sekarang kakaknya sudah berda di rang D di guild Badak Besi"


"Benarkah itu, pantas saja Emo berani bertindak sesuka hati disini dia memiliki dukungan yang sangat kuat rupanya"


Semua orang mulai membicarakan kehebatan Pandu dan juga kekhawatiran mereka akan bahayanya kakak dari preman yang ia hajar yang bernama Emo.


Sementara Pandu hanya bersikap satai sambil melihat kepalan tangannya yang ia gunakan untuk menghajar Emo tadi.


'Hem kenapa kekuatan yang aku keluarkan sebesar ini padahal aku cuma menggunakan 0,5% kekuatan ku yang ada di Mutiara Kaisar Surgawi. Apa mungkin perbedaan kekuatan di dunia ini sangat berbeda? Ah sudahlah itu aku pikirkan nanti saja, sekarang aku harus menyelesaikan masalah ku terlebih dahulu' ucap Pandu dalam batin.


Sementara itu Emo yang tadi menerima pukulan dari Pandu hingga membuat iya terlempar di jalanan berusaha bangkit.


"SIALAN DASAR KAU BJGN-an KECIL, AKAN AKU BU-" ucapnya penuh emosi hingga sebuah suara klakson truk terdengar dari arah kirinya.


TIIINN !!


Dan alhasil truk tersebut menabrak Emo dengan kencang hingga ia terlempar jauh kedepan. Beruntung nya ia masih hidup karena ia memiliki tubuh yang kuat.


Anak buah Emo terkejut dan langsung berlari menyelamatkan bos mereka dan langsung mengangkatnya untuk dibawa ke rumah sakit.


Sementara Pandu hanya melihat sambil mengupil seperti tidak terjadi apa apa.


"Oy ingat mulai saat ini jangan pernah mengganggu tempat ini jika tidak kalian akan bernasib sama seperti bos kalian itu. Oh iya jika kalian ingin balas dendam datang ke hadapan ku" ucap Pandu kemudian ia berjalan kembali ke meja makan nya untuk menyelesaikan makanannya tadi.


Sedangkan semua orang makin dibuat terkejut atas tindakan Pandu tadi.


'Bocah ini benar benar telah berubah tidak seperti saat pertama kali dia datang ke kota ini 5 tahun yang lalu' ucap Bu Eni dalam benak ketika mengingat waktu pertama kali Pandu datang ke kota.


[Untuk cerita masa kecil Pandu akan dijelaskan nanti bersamaan dgn informasi lainnya]


...........


Setelah Pandu selesai makan ia meminta Serena untuk tetap di depan warteg bu Eni sementara dia kembali ke rumah mengambil gitar nya.


Namun ketika ia sudah memasuki gang rumahnya ia melihat seekor tikus besar.


"Ti ti tikus..." Pandu tampaknya sangat ketakutan dengan tikus tersebut hingga ia langsung menyerang tikus tersebut dengan sihir.

__ADS_1


"Fireball, Ice arrow, wind blade..." Pandu langsung memberikan serangan sekala sedang yang membuat area serangan tersebut berubah total.


"Huff aku rasa mulai besok aku harus merapikan tempat ini takut nanti ada hiy tikus lagi..." entak kenapa ia tampak sangat ketakutan dan jijik ketika mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan tikus.


Tak ingin berlama lama Pandu langsung masuk ke dalam rumah mengambil gitar kemudian ia kembali lagi ke warteg bu Eni untuk menjemput Serena.


Setelah itu Pandu mengajak Serena pergi ke taman yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada.


••••............................••••


# Di Taman Kota Bandung Wilayah Barat


[Anggap aja ini di Indonesia tapi fersi buatan. Soalnya gua bukan orang Bandung]


Di taman kota terlihat sepasang muda mudi yang tengah asik berbincang.


"Oh iyá Serena aku mau tanya tapi ini mungkin sedikit aneh jika aku bertanya kepadamu"


"Emm kamu mau tanya apa sih gak usah ragu ragu kita kan teman" ucap Serena sambil memegang tangan Pandu.


"Em tapi sebelum itu kamu jangan ketawa ya"


"Iya aku janji"


"Sebenarnya didunia ini itu kekutan dibagi menjadi berapa tingkat dan jenisnya"


"Hah? pufft..."


"Tuhkan kamu mau ketawa" ucap Pandu cemberut.


"Haha maaf maaf habisnya kamu bertanya pertanyaan seperti itu kayak kamu gak pernah sekolah aja"


"Iya emang aku gak pernah sekolah dari dulu, kau juga sudah lihat tempat tinggal dan rumahku kayak gimana. Aku cuma pengamen jalanan yang bergantung pada jalanan untuk melangsungkan hidup" jawabnya.


"Oh aku minta maaf aku kira.."


"Sudah gpp, tapi tolong kamu jelasin semua yang kamu ketahui tentang dunia ini"


"Okey okey. Ini semua dimulai sejak 1000 tahun yang lalu dimana dunia mengalami implasi dari kehadiran sebuah tower di seluruh dunia dan munculnya para monster dari lubang portal atau biasa disebut gate.

__ADS_1


Sejak saat itu...


__ADS_2