Pengamen Terkuat Di Kota

Pengamen Terkuat Di Kota
Episode 18. Pertarungan Pandu Vs Orc King Mage 1.2


__ADS_3

"Apa dia ber-evolusi menjadi iblis" ucap Pandu terkejut atas apa yang ia lihat di depan matanya sendiri.


Memang bukan hal biasa apabila ada monster yang berubah menjadi iblis, namun syarat untuk menjadi monster iblis tidaklah mudah. karena apabila ada monster yang menginginkan berevolusi menjadi Iblis maka monster tersebut harus membunuh makhluk hidup lain sebanyak mungkin hingga kapasitas jiwa gelap milik monster tersebut berevolusi atau dengan menjadi pengikut dari iblis itu sendiri.


GRRAAARG...!!


Orc King Mage tersebut kini berubah menjadi Demon Dark Orc Mage evolusi yang dapat dikategorikan sebagai monster tingkat B.


"Hahaha manusia sekarang kau dan duniamu ini akan musnah dihadapan kekuatan maha dasyat ini haha" ucap si Orc demon tersebut yang membanggakan kekuatannya.


Sementara Pandu tampak tengah memilah milih senjata di dalam cincin penyimpanannya hingga ia mengeluarkan sebuah guci tanah liat yang berisikan sebuah air berwarna biru.


"Oh sudah selesai ya ganti kulitnya, lah kok malah mirip seperti sapi perah" ucap Pandu meledek penampilan Demon Orc yang tampak seperti seekor sapi perah dari pada Iblis.


"Apa katamu dasar manusia kotor, terimalah kematian mu atas ucapan mu itu" Demon Orc tersebut langsung melancarkan serangan berupa kumpulan Tombak Api Hitam dengan kombinasi sihir petir dan tanah dalam jumlah banyak dan langsung melancarkan serangan tersebut kearah Pandu.


Pandu kali ini tidak tinggal ia juga mulai menunjukan kemampuannya ia melemparkan beberapa kertas mantra elemental 5 unsur (Api,Angin,Petir,Tanah,Es) secara bersamaan.


BOOM!! BANG!!


Kedua serangan tersebut saling bertubrukan dan menghasilkan gelombang kekacauan yang cukup besar hingga membuat pohon pohon di sekitarnya rubuh.


Beruntungnya orang orang yang berada di sekitar tempat tersebut telah di evakuasi ke zona aman yang jauh dari taman kota sembari menunggu bantuan dari Guild pusat.


Melihat serangannya dapat dihalau Demon Orc merasa kesal.


"Cih, aku akui kau memang hebat karena dapat menghalau serangan ku barusan, tapi kali ini aku akan mengerahkan setengah kekuatanku Gyaaaa..." Demon Orc kini mulai serius ia mengeluarkan setengah kekuatannya untuk menciptakan sebuah lubang hitam yang mirip seperti gate namun bedanya ini berwarna hitam.


Dari lubang hitam tersebut mulai bermunculan unddet monster dalam sekala besar.


"Hahaha bangkitlah kalian para pengikut setia kegelapan mari kita kuasai dunia ini haha.."


"Khaa...Khaa..."


"Sekarang kalian serang manusia busuk itu sekarang jug-" sebelum ia selesai memberikan perintah kepada para unddet monster nya, tiba tiba sebuah serangan kejutan muncul dan langsung memusnahkan seluruh pasukan unddet beserta lubang hitam.


"Ooh kurasa itu sedikit berlebihan tapi tak apalah" ucap Pandu memegang sebuah busur panah dengan bentuk yang elegan serta tertanam sebuah kristal berwarna kuning yang mengandung unsur elemen cahaya.


"GYaa Apa yang kamu lakukan terhadap pasukan unddet ku"


"Oh itu aku hanya memusnahkannya saja" jawab Pandu dengan entengnya.


Sementara Demon Orc langsung terngnga mendengar jawaban Pandu.


'Anak ini tidah semudah kelihatannya, ia sangat berbahaya ia bahkan dapat memusnahkan seluruh unddet yang aku panggil dengan susah payah dengan satu tembakan saja'


"Hah tak ada cara lain selain menggunakan seluruh sisa kekuatan di dalam tubuh ku ini" Demon Orc tersebut memejamkan matanya sembari merapal sebuah mantra dengan bahasa Orc.


Langit yang semula cerah mulai berubah menghitam angin bertiup kencang dan dari langit mulai meneteskan air berupa darah yang mengandung korosif dan miasama racun.

__ADS_1


"Wah makin gawat ini bisa bisa taman ini hancur terus gua gak bisa cari duit lagi nanti, gak bisa di biarin ini berlanjut lama" Ucap Pandu yang mengkhawatirkan keadaan sekitar taman tempat ia mengamen, kemudian Pandu berlari kearah demon orc membawa guci tanah liat yang berisikan air tadi


"Hahaha manusia kali ini kau tidak akan dapat menghentikan ku sekarang- eh untuk apa kau membawa air itu" ucap demon orc kepada Pandu yang berlari kearahnya.


"Untuk menyucikanmu" ucap Pandu yang langsung mengguyur demon orc dengan air yang ada di dalam guci.


BWYURS!!


"Sialan dasar manusia sialan beraninya kau menyiram ku dengan air kotor itu, teri- Eh kenapa denga tubuhku ini" ucap demon orc yang berniat ingin menyerang Pandu namun tiba tiba tubuhnya terasa lemas dan daya kekuatannya melemah.


Awan hitam yang menutupi langit perlahan mulai menghilang digantikan langit cerah dengan sinar matahari yang bersinar terang.


"Aaa-apa yang terjadi dengan tubuhku ini. Mengapa Mengapa... Hanya tingal sedikit lagi aku bisa menguasai dunia ini mengapa.." ucap Demon Orc meratapi usaha yang sudah susah payah ia kerjakan hancur. dan, perlahan lahan tubuhnya yang berubah menjadi iblis mulai mengalami perubahan kembali ke bentuk semula nan lemah


"Itu karena aku telah memberimu air suci yang dapat menetralkan semua hal yang berhubungan dengan iblis/kegelapan dan ini juga akhir dari tujuan mu jalan yang kau pilih"


"Ah tampaknya aku tidak dapat menaklukan dunia mu ini manusia, sebelum aku mati bolehkah aku tau siapa namamu"


"Namaku adalah Pandu seorang pemusik jalanan (Pengamen) biasa"


"Hahaha tak kusangka bahwa aku akan kalah oleh seorang pengamen, hah dunia ini benar benar aneh... Nak bolehkah aku meminta satu permintaan kepada mu untuk terakhir kalinya"


"Mm baiklah, kuberi satu permintaan mongo"


Orc king tersebut tersenyum ketika mendengar jawaban Pandu.


"Tolong kuburkan lah semua anggota suku Tuci ku dengan layak" pinta orc king tersebut.


Kemudian dibawah setiap mayat orc muncul sebuah lingkaran sihir yang langsung menghilangkan mayat para orc tersebut.


Orc king yang melihatnya terkejut.


"A-apa.. Bagaimana bisa semua mayat orc menghilang? Apa yang kau lakukan nak"


"Tenang lah aku hanya memindahkan mereka masuk kedalam dungeon pribadi milikku untuk aku kuburkan nanti"


"Hah kau adalah manusia yang penuh dengan misteri, tapi terimakasih sudah mau menerima permintaanku, sebagai balasannya akan ku berikan semua yang aku miliki kepadamu" ucap Orc king sembari menatap langit sebelum tubuhnya perlahan mulai menghilang menjadi partikel sihir kecil. Dari mayat Orc King tadi ia menjatuhkan sebuah Misteri Boox, Kalung Orc King Mage, Jubah Raja Orc Mage, dan Tongkat Sihir Orc dengan Mana Orc Demon.


"Selamat tinggal"


"Yos karena Reid gate nya sudah selesai sekarang waktunya pulang... Tapi SIAPA YANG AKAN BERTANGGING JAWAB UNTUK KEKACAUAN INI SEMUA" teriak Pandu.


Pasalnya hampir seluruh taman bagian timur hancur akibat pertarungan tadi dan juga jalanan sekitar taman.


# Di Atas Gedung


Sementara itu di atas atap gedung yang berada di dekat area pertarungan antara Pandu dan Orc King tadi terlihat ada dua orang misterius dengan jubah hitam serta mengenakan sebuah topeng wajah.


"Kak apa apaan dengan kekuatan anak itu kenapa ia bisa sekuat itu bukankah ia hanya seorang pengamen seperti yang boss katakan" tanya orang misterius yang tampak seperti anak berusia 18 tahun kepada orang berjubah satunya.

__ADS_1


"Entahlah, yang jelas tugas kita hanya mengamati bocah itu saja. Karena kita sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan sekarang lebih baik kita kembali untuk melapor"


"Baiklah ayo"


Namun ketika mereka berbalik arah untuk pergi tiba tiba Pandu muncul tepat di hadapan mereka. Sontak karena kemunculan Pandu yang tiba tiba itu membuat mereka terkejut.


'Bagaimana bisa dia ada disini...' pikir mereka berdua.


"Hey ķalian apa kalian seorang Player"


"Aah iya kami adalah Player" ucap si kakak berjubah hitam dengan terbata bata.


"Oh jadi kalian seorang Player" ucap Pandu sambil menunduk berjalan kearah mereka berdua.


Kemudian Pandu memukul kepala mereka berdua yang membuat kepala mereka saling bertubrukan.


"KALAU KALIAN SEORANG PLAYER SEHARUSNYA DARI TADI KALIAN MENOLONG KU BUKAN SEENAKNYA MENONTON DISINI" ucap Pandu dengan emosi.


"Sekarang sebagai kompensasi atas kelakuan dan perbuatan kalian aku ingin kalian yang bertanggung jawab atas semua kekacauan yang terjadi ini dan tidak menyebar luaskan identitas ku mengerti"


"Baik kami mengerti.." ucap mereka berdua dengan keadaan bonyok kepala benjol.


'Huhuhu aku tak mau menjalankan misi ini lagi'


"Oh satu lagi, berikan semua uang yang kalian punya"


"Hah buat apa kamu meminta uang kami"


"Sudah berikan saja dia kak aku tidak mau di hajar lagi olehnya hiks"


Mereka pun mau tak mau memberikan semua uang yang mereka miliki.


"Hem 9 Jt kalian ikhlas gak nih ngasih semua uang kalian ini"


"Iya kami ikhlas kok"


"Mm baiklah aku terima uang pemberian kalian ini terimakasih." ucapnya sebelum ia menghilang.


"Huff akhirnya dia pergi juga, kak"


"Ya kau benar, tak kusangka disini ada monster yang lebih menakutkan dari pada. monster itu sendiri. Sebaiknya kita segera pergi dari sini sebelum hunter pihak guild pusat datang" Mereka berdua pun pergi dari tempat tersebut.


Beberapa saat kemudian Hunter dari pihak Guild pusat datang dan mereka semua langsung dikejutkan dengan keadaan sekitar taman lokasi Break Gate tersebut. Bahkan mereka tidak menjumpai satupun mayat monster jika mereka semua sudah benar benar telah dimusnahkan.


"Ketua bagaimana ini" tanya angota guild kepada ketua pemimpin tim tersebut.


"Tampaknya ada seseorang yang telah menyelesaikan break gate ini" ujarnya.


"Iya, tapi kami tidak menjumpai satupun mayat monster di sekitar sini jika benar para monster yang keluar dari gate tersebut sudah di bunuh"

__ADS_1


'Hem tampaknya ada Player tersembunyi di tempat ini' pikirnya.


__ADS_2