
Saat ini Pandu tengah melakukan misi penyelamatan di akademinya dan sebelumnya ia juga sempat menelepon Kepala sekolah Felix namun..
"Ah jadi begitu sekolah sedang di serang ******* ya hemm.. kalau begitu kamu urus mereka aku sedang banyak tugas disini" ucap Felix melalui telepon.
"đŸ’¢Sialan dasar kepala sekolah gak guna. Bukannya ngirim batuan tapi malah membebaniku (marah)... Awas saja kau akan aku minta bayaran untuk semua ini" Pandu yang kesal dengan kepala sekolah ia langsung melampiaskan amarahnya kepada salah seorang ******* yang saat ini ia pegang.
"Aghk sial sial kenapa juga kalian datang ke sekolah ku sih apa gak ada sekolah lain apa!! Kalian cuma membuat beban ku makin banyak tau tak" Pandu yang masih terus menghajar ******* tersebut hingga bonyok mukanya dan tak bisa di kenali lagi.
Bugk!
"Dah lah marah gak akan menyelesaikan masalah ini, kau tetap disini aku akan kembali lagi" Pandu langsung meninggalkan ******* tersebut dengan tubuh terkunci oleh jimat talisman pengengkang miliknya yang hanya bisa di lepas oleh seorang kultivator kuat saja.
Kemudian Pandu mulai menelusuri sekolah dengan mengedarkan kesadaran ilahinya serta ketajaman mata elang nya Pandu dapat dengan mudah mengetahui jumlah dan keberadaan para *******.
"Hem jumlah ******* ada sekitar 77 ditambah dengan 11 orang yang sudah aku lumpuhkan jadi totalnya 88 orang banyak juga ini mau neror apa reuni sekolah"
"Ah fokus, ada 17 orang di lantai tiga kelas 2 yang berisikan para senior dan beberapa guru, kemudian di gedung sisi timur ada Aula sekolah yang dijaga 23 ******* dan tampaknya sebagian murid dan guru ada disana.
Kemudian di kelas Alkemis ada sekitar 14 orang terus sisanya ada di atap/balkon sekolah dan beberapa bersembunyi. Hmm dengan kekuatan tempur yang kuat ini mereka pasti ******* kelas kakap tua apalagi mereka memiliki Healer AA-Rank yang dengan cepat dapat memulihkan keadaan seseorang dengan cepat + pemimpin para ******* ini tampaknya adalah seorang kultivator iblis tingkat Alam Master bintang 4, tak terlalu sulit sih untuk ditangani tapi kenapa aku merasa firasat buruk akan terjadi ya, ah suda-"
Belum sempat berfikir tiba tiba sebuah belati melesat kearahnya dengan cepat.
SWIS!!
TRANG!!
Belati tadi langsung tertepis oleh belati bintang yang langsung membelah menjadi dua.
Kemudian muncul 5 orang assasin yang telah bersiap menyerang Pandu.
"Ah halo, aku mau ta-" sapa Pandu namun salah satu assasin langsung melemparkan belatinya kearah Pandu. Dengan reflek yang baik Pandu dapat menghindari belati tersebut dan menangkap belati tersebut dan kemudian ia. lempar kembali ke arah assasin tersebut hingga menancap di kepalanya dan mati.
"Ups, maaf hehe.."
"KAU, Bunuh anak itu..."
Mereka langsung menyerang Pandu dari segala arah. Salah seorang Assasin menyerang mengincar kepala, ada juga yang mengincar jantung, tangan dan kaki nya. Namun disaat saat terakhir Pandu langsung menggunakan mata ilusinya yang membuat seolah olah semua serangan yang mereka lancarkan berhasil mengenai Pandu namun kenyataan nya mereka saling membunuh satu sama lain.
Chok!!
Ughk!!
Aghk!!
Al hasil 2 assasin mati di tangan teman nya sendiri sedangkan 2 orang assasin mengalami luka yang tidak terlalu parah.
"Sialan kau bocah licik akan kubun-eh apa ini kenapa aku tidak bisa bergerak"ucapnya karena tiba tiba saja tubuhnya tidak dapat bergerak karena ia sudah terkena talisman pengengkang yang membuatnya seperti dirantai sekujur tubuhnya.
"Hey paman jangan panggil aku bocah paman, Pandu nama ku adalah Pandu" ucapnya, kemudian di saat ia ingin pergi meninggalkan tempat tersebut tiba tiba sekumpulan ******* lainnya datang dan mengepung Pandu.
Nampaknya salah satu Assasin tadi berhasil mengirimkan sinyal bantuan kepada ******* lainnya.
Total semua ******* ada 23 yang terdiri dari 1 healer, 2 Support, 6 Mage, 4 warrior, 2 Tank, 3 Assasin, dan 7 Filen tingkat Pembentukan bintang 5-8.
'Sial kenapa jadi anyak gini lawan nya' melihat lawannya yang memiliki taktik serangan gabungan dengan fondasi serangan yang seimbang serta tingkat kekuatan mereka yang lumayan kuat.
"Ternyata ada satu hama yang membuat masalah disini...*melirik teman"nya yg tergeletak ditanah tak sadarkan diri*... Oh kau bahkan bisa mengalahkan mereka, ya walau mereka lemah tapi kau berani melukai anggota ******* Black Skull kami"
"Kalau begitu kalian tangkap bocah itu"
"Baik ketua"
Kemudian para penyihir langsung merapalkan sihir pelemah kepada Pandu dan disusul dengan para tank yang bersiap menangkap Pandu yang sudah terkena sihir pelemahan.
"Ugk tubuhku" ucap Pandu yang perlahan tubuh nya mulai kehilangan tenaga kerena sihir pelemahan.
"Nak, nasibmu hari ini begitu buruk ya haha" ucapnya menatap Pandu yang terlihat mulai lemah.
__ADS_1
"Sudah kau langsung tangkap bocah itu langsung"
"Haiya iya aku aka-ugk..." ucap nya terhenti ketika kepalanya telah melayang.
Temannya yang melihat hal itu langsung memandang Pandu yang tengah memegang belati dan sebuah pedang api.
"Ka- sialan akan ku bunuh kau bocah" ia mengangkat pedang besarnya menyerang Pandu.
"Hehe tak semudah itu, fiery star slash" Pandu menyilangkan pedang dan belatinya kemudian ia menebaskannya hingga membuat sebuah momentum api berbintang X yang langsung melesat kearah tank yang mana ia langsung di tangkis dengan tameng/perisai yang ia miliki.
'Ugk serangan anak ini terlalu kuat, bagaimana bisa ada monster disini.. Ghaak'
Namun karena kekuatan yang besar perisai miliknya tak sanggup menahan serangan tersebut hingga hancur dan membuat ia dan beberapa temannya yang berada di belakangnya ikut tertebas dan hangus terbakar.
"Uwaaa"
Para Filen yang melihat hal tersebut tampak tak percaya bahwa anak yang bahkan belum lulus sekolah memiliki kekuatan sebesar itu di usianya.
"Buahaha hebat hebat tak kusangka aku akan bertemu dengan jenius muda sepertimu, nak bagai mana kalau kau bergabung dengan anggota kami kau nanti akan mendapatkan sumberdaya yang sangat banyak jika kau bergabung dengan kami" ucap si ketua yg menawarkan Pandu.
"Cih kau fikir aku mau bergabung dengan manusia yang bersekutu dengan iblis seperti mu (Filen)"tolak Pandu.
"KAU!! Dasar bocah busuk, kalau begitu matilah.. bunuh bocah itu"
Kemudian para filen langsung melancarkan serangan mereka.
"Matilah kau bocah di tangan tengkorak iblis ku ini..."
"Tebasan pedang setan..."
"Terima ini, tombak persik keadilan..."
"...."
ke 6 filen tersebut langsung melancarkan serangan mereka.
Pandu yang menerima semua serangan tersebut dibuat terpental menabrak dinding.
Bang!!
"Sial jumlah mereka terlalu banyak dan kekuatan mereka terlalu kuat utukku hadapi saat ini. Ah kalau begitu.." kemudian Pandu menggunakan sihir pemanggil dan kemudian semua beast miliknya muncul.
"Piiy... Gofu... Groor..."
Rui dan lainya yang melihat Pandu terluka langsung membantu. Kemudian Cattonball menggunakan sihir heal untuk menyembuhkan luka luka Pandu.
"Terimakasih Cat"
"Hoo ternyata kau memiliki banyak monster juga ya bocah terutama burung giok jade hijau itu yang sangat langka, tak kusangka kita bakal panen disini. Kalian semua tangkap monster2 itu hidup hidup terutama burung langka itu, boss pasti senang mendapatkannya"
"Heh kau fikir mudah mengambil mereka dari ku, kalian makanlah pil ini" Pandu memberikan sebuah pil yang dapat mengevolusi para beast nya menjadi dewasa/besar dalam waktu 30 menit. Namun itu hanya berlaku untuk Cloder, Slander, Monfire dan Shino yang merupakan beast yang dapat berevolusi.
Kemudian disaat para ******* tersebut ingin menangkap beast pandu, tiba tiba mereka berubah menjadi beast dewasa dan kuat dari sebelumnya. Cloder menjadi buaya batu pasir, Slander menjadi dragon flame salamander, Monfire menjadi monyet tinju berapi, dan Shino menjadi Kura kura gunung kristal es.
Dengan wajah terkejut Para ******* tersebut dibuat tercengang pasalnya untuk ukuran beast dewasa seperti itu sudah dapat di golongkan sebagai monster tingkat +A ke atas.
"Gleg bro kok monsternya bisa jadi besar"
"Mana aku tau, tapi apa kita tetap harus menangkap mereka"
Melihat anak buahnya yang mulai kehilangan keberanian ketua kelompok tersebut langsung berdiri di depan.
"Apa yang kalian takutkan mereka ini masih bayi monster yang memakan obat pembesar tubuh saja, buat apa takut" ucapnya dengan tegas hingga sebuah tangan berapi menghajarnya.
Bang!!
Ketua tersebut langsung tewas dengan tubuh hancur di dinding setelah menerima serangan dari Monfire.
__ADS_1
"Hah bagus mon, hajar mereka semua
Kemudian para ******* tadi langsung menerima serangan dari para beast pandu secara bertubi tubi.
Bang!!
Boom!!
Sementara itu, di depan akademi tampak kumpulan mobil polisi dan tentara serta beberapa player tengah bersiap untuk menghadapi para *******.
Felix yang saat ini tengah mendiskusikan rencana penangkapan para ******* serta pembebasan sandra dengan para petugas militer.
"Baik, sesuai dengan rencana yang saya bicara kan. kita akan menggunakan rute jalan bawah tanah yang ada di samping sekolah untuk menyusup kedalam. Dan saya yakin bahwa semua murid akan di tahan di aula seko-- Dring..." ucapnya terhenti ketika hp nya berbunyi.
"Ah maaf, tunggu sebentar... Ya, ada apa nak Pandu, bagaimana situasi disana"
["Halo pak, situasi saat ini sedikit kacau di bagian timur, dan jumlah ******* cukup banyak sekitar 77 orang namun saya sudah mengurus beberapa ******* termasuk pengintai yang ada di koridor pemantau cctv"]
"Oh bagus itu, terus apa lagi"
["Em anu apa yang terjadi kalau aku gak sengaja merusak properti sekolah, apa aku nanti harus ganti rugi"] tanya Pandu.
"Tentu saja tidak, semua kerusakan akan di tanggung sekolah jadi kamu di perbolehkan merusak properti sekolah untuk keadaan saat ini"
["Oh syukurlah, kalau begitu sampai jumpa"]
"Eh tung- cih dasar bocah kurang aja"
Kemudia Felix kembali dan memberitahu situasi yang terjadi di dalam sekolah.
"Jadi ada 77 orang ******* di dalam dan kau memberi tugas kepada seorang siswa tahun pertama" ucap Letnan Lin.
"Benar letnan, murid ku ini sangat lah jenius ia bahkan memiliki dua atribut serta jumlah mana yang lebih banyak dari murid tahun sebelumnya"
"Hooh aku jadi ingin melihat muridmu itu"
"Hah tentu tentu saja letnan.."
Kemudian tiba tiba salah seorang tentara datang.
"Lapor letnan"
"Ya ada apa"
"Dari tim pemantau kami melihat ada sekumpulan monster +AA-Rang disisi timur sekolah tengah mengamuk"
"Apa monster!! Apa mungkin ada dungeon break yang terbuka disana, tapi itu juga tidak mungkin"
"Tapi letnan kamu juga melihat ada seorang siswa di dekat monster monster tersebut"
"Hah seorang siswa! Apa mungkin itu murid yang kau maksud" tanya Letnan ke Felix.
"Mungkin iya heh" jawabnya canggung.
'Sial sebenarnya apa yang dilakukan anak itu hingga monster +AA-Rang muncul'
#Di Sisi Lain
Sedangkan di ruang kepala sekolah tampak boss dari para mafia tengah duduk santai menikmati segelas wine dengan crutu/rokok sebagai pendamping.
"Jadi kau bilang ada murid yang lolos dan berhasil mengalahkan Sirba dan kelompoknya"
"Benar boss, dan nampaknya murid itu bukan murid sembarangan karena dari laporan yang kami terima murid itu memiliki burung giok jade hijau"
"Mmm burung giok jade hijau, haha tampaknya hari ini adalah hari keberuntungan ku aku sudah lama mencari burung itu di mana mana namun tak kusangka di sekolah kecil ini aku akan mendapatkannya hahaha" Boss mafia tersebut tampak senang ketika tau bahwa ada burung giok jade hijau yang selama ini ia cari ada di tangan seorang murid.
"Kalau begitu kirim Bonya dan yang lainnya untuk menangkap burung itu hidup-hidup"
__ADS_1
"Baik boss" kemudia bawahan tersebut pergi meninggalkan ruangan.
"Hahaha dengan adanya burung giok jade hijau maka kutivasiku akan meningkat dengan pesat dan aku akan menjadi orang terkuat di dunia bawah buahahaha"