
# Serikat Asosiasi Guild Pusat
Hari ini guild tampak ramai karena kedatangan seorang player yang baru baru ini telah menggemparkan publik. Dimana Player tersebut telah menyerang hunter dari salah satu guild tingkat menengah yaitu guild Nebius.
Dan kini guild Nebius telah mengeluarkan perintah untuk menangkap Silver dengan hadiah satu set lengkap peralatan C-Rang yaitu senjata sihir kelas Perunggu bintang 2. Meski hadiah yang ditawarkan oleh guild Nebius cukup menggiurkan namun sangat sedikit player yang mau mengambil misi tersebut karena saat ini Silver telah dikenal sebagai sesosok player C-Rang dengan kekuatan setara dengan B-Rang.
....
Sementara para hunter lain tengah sibuk membicarakan Silver dari belakang, Silver lebih memilih untuk menyerahkan jarahan dungeon dari dungeon yang sudah ia taklukkan dengan solo raid.
Kemudian sekelompok hunter datang mendekatinya.
"Yo bukankah kamu player yang sedang panas panasnya dibicarakan publik ya" ucap seorang pria berbadan besar.
"Hehe kau ini bisa bisanya mencari masalah dengan guild Nebius, biar aku kasih tau nih ya guild Nebius itu terkenal sangat kejam dan licik mereka tidak segan segan membunuh orang yang mereka anggap sebagai ancaman" ujar seorang lagi.
"Jadi lebih baik kamu segera meminta maaf kepada mereka sebelum kau dan keluarga mu dalam bahaya"
"Huh terimakasih atas kekhawatirannya tapi aku tak akan sudi meminta maaf pada guild kroco seperti mereka, kalian lihat saja besok guild Nebius sudah tidak ada lagi di dunia" ucap Silver yang langsung pergi meninggalkan mereka setelah menerima pembayaran.
"Hey sobat ingat ya jangan salahkan kami, kami sudah memperingatkanmu"
....
Setelah keluar dari guild pusat Silver langsung bergegas menuju sebuah dungeon yang baru saja muncul dan ia diminta untuk ikut serta dalam raid dungeon tersebut.
Sesampainya di sana ia langsung disambut dengan tatapan bengis oleh para hunter lainnya.
"Ah tuan Silver akhirnya anda datang, baiklah karena semua orang sudah hadir disini maka langsung saja mulai membersihkan dungeon +C-Rang ini. Dan ingat jangan sampai mati di dalam ya" ucap pengurus raid gate dungeon. Terlihat jelas dari tampang mereka semua yang tampak merencanakan sesuatu di dalam dungeon nanti.
Kemudian mereka masuk satu persatu. Raid kali ini ialah raid membersihkan dungeon area yang mana dungeon itu berupa sebuah sebuah hutan yang gelap dan bau. Dan jumlah hunter yang memasuki dungeon ini berjumlah 58 orang dengan rang rata rata +C-Rang dan B-Rang dan mereka semua di lengkapi dengan perlengkapan yang kuat.
Silver yang menyadari adanya kejanggalan tersebut tidak memikirkannya karena ia sudah tau bahwa para hunter tersebut adalah anggota dari guild Nebius, jadi secara teknis Silver telah masuk kedalam jebakan mereka.
"Baiklah semuanya karena dungeon ini bertipe area hutan maka kita akan membagi kelompok menjadi beberapa grup" ucap pemimpin raid dari guild Nebius yang berusaha bersikap biasa agar tidak ketahuan oleh Silver tentang rencana sebenarnya mereka.
"Kalian buatlah grup sendiri, aku mau menjelajahi dungeon ini... Oh ya ngomong ngomong kalau berencana membunuh lebih baik kirim yang lebih kuat lagi ya lain kali" ucap Silver memperingatkan mereka bahwa rencana mereka sudah ketahuan.
"Tunggu... Cih, tampaknya rencana kita untuk membunuhnya di dalam dungeon secara bertahap sudah ketahuan, hah mau bagaimana lagi. Semua kita ubah rencana kita ke rencana B"
"Baik"
"Ingat langsung kirimkan sinyal jika sudah menemukan keberadaannya" ucapnya.
__ADS_1
Kemudian mereka berpencar secara kelompok untuk membunuh Silver.
Sementara itu Silver yang sedari tadi ada di atas pohon dekat tempat mereka berkumpul tadi mengawasi mereka dengan tenang.
"Hih kalian fikir aku akan terkecoh dengan rencana kalian yang kampungan ini, guild Nebius lihat saja kalian tidak akan ada lagi besok" ucap Silver yang langsung menghilang.
....
Sementara itu di dalam hutan terlihat sebuah istana kuno yang masih berdiri kokoh meski terlihat sangat lapuk dan tua. Istana itu merupakan istana para Orge.
# Di dalam Istana
Di tempat para raja duduk/singgah sana terlihat sesosok ogre yang tengah terdiam.
"Akhirnya hari kebebasan suku ogre ku tiba. Semua Ogre siapkan diri lalian, kita akan keluar dari tanah ini dan mengambil alih dunia manusia" ucap Ogre yang duduk di singgah sana.
"Ogaaa..." sorak para ogre lainnya.
...
Sementara itu Silver yang saat ini tengah duduk tenang di atas sebuah batu sambil memakan apel langsung dihampiri oleh para hunter dari guild Nebius.
Grauk!!... *mengigit apel
"Oh akhirnya kalian sampai juga, sudah lama loh aku menunggu kalian" ucap Silver.
"Cukup buang buang waktunya, kita langsung saja mulai.." ucap Silver.
"Baiklah sesuai keinginan mu, semua serang dia"
Kemudian para penyihir langsung merapalkan sihir serangan mereka, tank dan warrior langsung maju kedepan siap untuk menyerang Silver.
BOOM!!
BANG!!
Semua serangan sihir yang mengarah padanya terhalang oleh dinding es yang besar, kemudian setelah dinding es itu menghilang sekawanan serigala salju muncul menyerang mereka semua.
"A-apa apaan ini bagaimana bisa ada serigala salju disini Agk.."
"Agk.. kapten tolonfgg..."
Satu persatu hunter dari guild Nebius mati karena para antek antek Silver. Dan setiap kali mereka membunuh serigala itu maka akan langsung berubah menjadi salju dan hidup kembali, seakan akan mereka itu abadi meski sudah terbelah atau hancur mereka akan terus hidup kembali.
__ADS_1
"Sial kanapa para serigala ini tidak mati mati, mungkinkah..." ujar pemimpin grup tersebut yang langsung melirik Silver yang sedang santai berfoto foto dengan hp miliknya. Jika secara teori global semua barang buatan manusia tidak dapat berfungsi ketika berada di dalam dungeon, tapi karena hp Silver telah dilapisi oleh Qi es miliknya jadi hukum tersebut terabaikan.
Karena merasa jengkel pemimpin grup tersebut langsung memerintahkan mereka untuk mengincar silver.
"Semua arahkan serangan kalian kepada nya, jika dia mati maka serigala salju ini akan lenyap"
Kemudian para penyihir dan archer melepaskan serangan mereka mengincar Silver namun lagi lagi serangan mereka gagal mengenai Silver karena semua serangan mereka terhalang oleh sesosok golem es besar.
"Aduduh maaf ya serangannya gak kena... Karena kalian sudah menyerang sekarang giliran ku" ucap Silver yang langsung mengeluarkan belati bintang langit dan menyalurkan Qi es kedalam belati tersebut.
Kemudian Silver melesat kearah para penyihir barisan paling belakang.
"Hallo~" ucap Silver dimana dibalik topengnya ia tengah tersenyum jahat, kemudian ia langsung memenggal kepala penyihir itu.
"Kya.agkh..."
"Wah ada bola nih, hey tangkap" Silver langsung menendang kepala penyihir tadi kearah penyihir lainnya.
Kerena tendangan yang ia lancarkan begitu kuat, para penyihir yang akan menerima bola (kepala) tersebut langsung ikut terhempas kebelakang bersama penyihir lainnya hingga tubuh mereka menancap di sebuah dahan pohon yang sudah tumbang.
"Waw nice.."
Setelah itu Silver mulai membantai mereka satu persatu hingga kini tersisa 3 orang hunter saja.
"Aampun... ampuni saya tuan, saya tidak mau mati... Saya masih punya seorang anak tuan.." ujar salah satu hunter yang masih hidup memohon kepada Silver.
"Oh kau punya anak, tapi aku tidak peduli lagi pun jika kamu mati istrimu bisa cari suami baru lagi kan, jadi gak masalah kalau kau mati disini"
"Dasar monster.. lihat saja guild Nebius tidak akan membiarkanmu hidup..." ucap seorang penyihir, kemudian kepala nya langsung terpisah dari tubuhnya.
"Berisik!! Nah sekarang hanya tersisa kalian berdua jadi enaknya kalian diapakanya" ujar Silver.
Kemudian tiba tiba saja terjadi gempa dimana tanah mulai bergetar disusul dengan raungan monster.
"OGRAAA...."
"Ini teriakan monster, pantas saja dari tadi tidak ada monster di sini ternyata mereka tengah berkumpul" ucap Silver yang baru saja melihat sekelompok pasukan Ogre dengan mata serigala nya.
"Ya karena ada sedikit gangguan dan aku cuma butuh satu dari kalian jadi kamu harus mati" ucap Silver.
"Ti-tidak kumohon jangan...*****... Agk..."
"Hey apa yang mau kau lakukan pada kuu..." langsung di masukan kedalam cincin ruang.
__ADS_1
Setelah membunuh pria itu, Silver langsung memasukkan pemimpin grup tersebut kedalam cincin ruang miliknya yang dapat menampung makhluk hidup di dalamnya.
Kemudian Silver langsung melesat kearah gerombolan monster ogre tadi.